Tag Archives: Teknik Psikodrama

7 Tipe Kemarahan ; Belajar Menggunakan Kemarahan secara Konstruktif


Kemarahan adalah emosi alami dan memberi sinyal kebutuhan akan perubahan lingkungan. Namun, mungkin dan biasanya merupakan keinginan kuat untuk mengekspresikan kemarahan dalam bentuk mengatur / mengontrol, dan belajar melakukan ini adalah ciri kedewasaan.

Bermain peran adalah cara terbaik untuk mempelajari keterampilan ini, karena setiap tingkat kemarahan melibatkan kompleksitas perilaku yang berbeda, namun juga harapan. Hal ini berguna untuk mempertimbangkan berbagai peran yang berbeda dengan tingkat kemarahan yang dialami.
Continue reading →

Advertisements

Penerapan Drama, Sebuah Surat Terbuka


Ada bidang baru yang bisa disebut “Applied Drama” atau “Teater Terapan,” tapi belum ada yang benar-benar mengetahuinya. Ini adalah istilah untuk berbagai macam upaya yang menggunakan drama/teater untuk mempromosikan kesadaran pribadi dan kelompok. Continue reading →

Trauma


Ini menjadi seperti sebuah kata yang menjebak: Ini memperangkap Anda. Dikatakan, “Ini benar-benar menyakitkan bagi klien.” Tapi saya akui bahwa saya agak mengernyit dengan istilah ini, seolah-olah semua psikopatologi disebabkan oleh trauma dan tidak ada yang bertanggung jawab atas apapun. Saya rentan dalam menyatakannya karena tentu saja beberapa orang benar-benar trauma parah, dan itu adalah kata yang tepat. Mengatakan kurang akan meminimalkan sifat kondisinya. Continue reading →

5 Hal Pokok dari Psikodrama – Rebecca Walters


Posting ini adalah kutipan dari buku Show and Tell Psychodrama: Skills for Therapists, Coaches, Teachers, Leaders, ditulis oleh Karen Carnabucci.. penulis telah memberikan izin untuk HVPI untuk menggunakan materi di sini.

Masyarakat tidak bisa selalu memungkinkan kita untuk mengatakan apa yang ada di hati kita, tapi Psikodrama bisa.” – Tian Dayton

Psikodrama adalah sebuah Tindakan yang mendorong orang untuk melakukan peristiwa kehidupan mereka bukan hanya membicarakannya. Continue reading →

TESTIMONI DAN REFLEKSI PELATIHAN PSIKODRAMA


25 November 2016. Ini adalah hari pertama saya berkenalan langsung dengan psikodrama. Pembelajaran psikodrama hari itu dipandu oleh bapak Retmono Adi, yang secara kompetensi sudah banyak pengalaman di bidang peran dan drama, serta menekuni psikodrama. Ini adalah pelatihan dan workshop pertama yang saya ikuti dimana tidak ada satu lembar kertas maupun slide yang menerangkan teorinya. Semuanya berbasis praktek. Dan dari praktek-praktek tersebutlah, instruktur membantu peserta menstrukturkan definisi, prinsip-prinsip, dan teknik psikodrama. Continue reading →

SEPENGGAL KISAH ANTARA AKU DAN ANAKKU


Malam itu menjadi malam yang tak kan pernah terlupakan sepanjang hayatku. Tiba-tiba aku dikejutkan dengan kedatangan anakku untuk mengambil barang-barang yang Ia butuhkan untuk kegiatan camping yang akan diadakan pihak sekolahnya. Sudah hampir 2 minggu ini anak sulungku bersekolah di sebuah sekolah alam yang berada di luar kota tempat tinggal kami saat ini. Dalam kesempatan itu Ia masuk ke kamarku dan mengajakku bicara. Kutatap dalam-dalam ke arah wajah anakku yang terus bercerita tiada henti tentang pengalaman-pengalaman menakjubkan yang Ia alami ditempat barunya. Continue reading →

KITA ADALAH APA YANG ADA DALAM PIKIRAN #Goresanku 71


Jack Canfield, penulis “Chicken Soup for the soul”, pernah bercerita bahwa ia pernah mengadakan sebuah pesta kostum disaat ia masih muda. Aturan dress code dalam pesta itu cukup unik, yaitu tiap orang yang menghadiri pesta harus menggunakan pakaian seolah-olah seperti apa yang mereka inginkan terjadi dalamm 5 tahun mendatang.
Misalnya dalam 5 tahun kemudian ada yang ingin menjadi pengusaha, artis, seniman, lawyer, dokter atau apa saja, maka ia harus mengenakan kostum seperti yang ia inginkan tersebut.
Acara berlangsung meriah, seru & unik. Continue reading →

KOMUNIKASI #Goresanku 86


Mereka pingin berkomunikasi, tapi untuk bicarapun belum lancar ……maka bahasa isyaratlah jalan keluarnya.

Komunikasi

…….demikian juga yang terjadi dalam proses Psikodrama. Beban berat di hati, tidak dapat diungkapkan dengan kata kata, maka Psikodrama memfasilitasi dengan bergerak dan biarkan tubuh berbicara, sebagai langkah awalnya. Jika sudah terungkap selanjutnya akan lebih ringan untuk berbicara…..

Ditulis kembali oleh :
Catharina Tyas Kusumastuty

%d bloggers like this: