Tag Archives: self development

Menambahkan “Surplus Reality” oleh Adam Blatner


Awalnya diposkan pada 14 Desember 2016

Saya menemukan sebuah buku oleh Rosilyn Wilder, seorang guru drama kreatif, berjudul “A Space Where Anything Can Happen” (New Plays Books, 1977). Ya, sesuai dengan harapan saya untuk memperluas kesadaran sehingga orang-bukan hanya orang muda, tapi juga orang tua, seperti kelompok usia saya! – dapat mengoptimalkan potensi. Continue reading →

Advertisements

SELF COMPASSION RASA JAWA


Ada ungkapan di masyarakat Jawa, Jagad Gedhe (Dunia Besar) dan Jagad Cilik (Dunia Kecil)
Jagad Gedhe, adalah dunia luar, Lingkungan Sosial, Alam dan Semesta
Jagad Cilik, adalah Diri Sendiri, Self, Pikiran, Perasaan, Masa Lalu, Harapan, dll
Ada keselarasan antara dua Jagad tersebut, ada saling mempengaruhi, salah satu baik maka satunya juga baik, begitu pun sebaliknya.
Dengan pemahaman seperti itu, maka Orang Jawa diarahkan untuk mengelola Jagad Ciliknya sebelum merasa mampu untuk mengelola di Jagad Gedhe-nya (menjadi Pemimpin , Keluarga, Masyarakat, Bangsa atau Negara). Ada banyak “Laku” (cara) untuk itu, misalnya, Puasa, Meditasi, Puasa Bicara, dll
Kesemua Laku tersebut diarahkan untuk mendapatkan kedamaian diri, bila Orang mampu berdamai dengan dirinya, maka dalam menjalani hidup di Jagad Gedhe orang tersebut akan membawa damai itu serta. Ning, Cipta, Rasa, Karsa, Ning berusaha dalam Keheningan, Cipta berpikir untuk menciptakan sesuatu yang baru, Rasa mengelola ciptaan dalam Keharmonisan, dan Karsa melaksanakan Kehendak yang Maha Baik.
Lalu bagaimana dengan Self Compassion itu?
Mari kita diskusikan……

16 Mei 2017

7 Cara Refleksi Harian Yang Dapat Meningkatkan Kemampuan Analisa


Refleksi adalah memikirkan kembali pengalaman ditambahkan fakta fakta yang ada, selanjutnya diolah dengan imajinasi untuk mendapatkan beberapa kemungkinan, yang dapat dijadikan solusi. Refleksi juga merupakan salah satu teknik Psikodrama
Meskipun ini lebih ditujukan pada Profesi Pengacara di bidang Hukum, namun saya melihat ada keselarasan juga dengan Profesi sebagai Konselor Psikologis, maka saya terjemahkan agar dapat kita pelajari bersama.

Semoga bermanfaat.

Refleksi harian memainkan peran penting dalam membangun kemampuan analisa dan pengambilan keputusan profesi pengacara. Jika Anda ingin membedakan diri dari orang lain dalam profesi hukum, Anda perlu membuktikan bahwa Anda lebih baik daripada rata-rata kebanyakan orang. Jadi berpikirlah tentang mengembangkan beberapa kemampuan yang membedakan Anda dari rekan-rekan Anda. Kritik utama yang sering pada profesi hukum adalah kurangnya kepedulian terhadap keadilan atau fairness. Jadi mungkin ini adalah salah satu prinsip yang dapat Anda tumbuhkan melalui refleksi harian yang akan meningkatkan kredibilitas Anda. Continue reading →

50 Tips untuk Siswa Magang


Ingatlah! Selain pendidikan Anda, cara transisi paling penting dari siswa menjadi profesional adalah Magang. Ini adalah pengalaman kerja kolaboratif dengan para profesional di bidang yang Anda minati dengan penekanan pada proses belajar dan bukan produktif. Hal ini dapat menjadi komitmen full time atau part time, untuk satu semester atau saat liburan. Dalam pasar tenaga kerja yang sangat kompetitif saat ini, berbagai pengalaman magang sangat diharapkan oleh calon pemberi kerja. Tanpa hal-hal tersebut, anda dalam kondisi yang sangat tidak menguntungkan. Jangan menunggu sampai saatnya tiba, dan baru anda sadari bahwa anda tidak memiliki pengalaman di bidang yang anda minati. Magang adalah bagaimana anda dapat memastikan nilai jual anda.

Continue reading →

Efeknya Masih Bekerja Selepas Acaranya (ternyata efeknya masih lanjut..) Sharing Psikodrama 2


Sharing ini adalah lanjutan dari sharing sebelumnya, dengan judul artikel yang sama..
Jadi, sekitar sebulan setelah mengikuti psikodrama, saya yang perantau akhirnya pulang ke rumah dan bisa bertemu orang tua. Seperti yang saya ceritakan di sharing sebelumnya, saya memiliki rasa sakit hati yang cukup dalam terhadap ayah saya, yang baru saya sadari sepenuhnya sewaktu mengikuti psikodrama. Sempat terbersit dalam pikiran saya untuk mengatakan terang-terangan kepada ayah saya, setidaknya supaya saya bisa lega dan beliau mengetahui perasaan saya selama ini. Continue reading →

Open Up Your Heart and Let The Sunshine In…..


Open Up Your Heart

Refleksi Psikodrama Si Pemalu


Saya Si Pemalu dan tidak enak-an pada orang-orang di lingkungan yang menurutku kurang mendukungku dan selalu berharap adanya keajaiban untuk mendapatkan teman dekat se-fakultas. Jujur saja, saya kurang dekat dengan teman-teman yang berada dalam kelas ini. Saya selalu sungkan meskipun hanya dalam meminjam barang yang mereka miliki. Meskipun kami telah lama bersama dalam satu fakultas maupun kelas, saya belum merasakan kedekatan yang sebaiknya saya dapatkan bilamana dibandingkan dengan kedekatan mereka pada teman-teman yang lain.

Continue reading →

Tugas Refleksi Kelas Psikoterapi dan Rehabilitasi – Kelas Psikodrama


Pada kelas psikoterapi dan rehabilitasi kali ini, saya memulai hari cukup pagi karena pada jam 8 pagi akan ada kuliah tamu psikodrama dari bapak Retmono Adi yang berasal dari luar kota. Pada awalnya saya pikir saya datang cukup telat dibandingkan dengan teman-teman lain, tapi ternyata saya datang pertama sebelum mereka. Pemikiran tersebut muncul karena biasanya pada jam pagi selalu terjadi kemacetan di jalan yang saya lalui. Sesampainya di kelas, saya langsung membantu ibu Erlyn mempersiapkan segala keperluan untuk kelas nanti. Continue reading →

Dialog Alam


Aku lelah, aku benar-benar lelah. Bergantung pada harapan, hanya untuk dihempaskan pada kekecewaan. Sebatang pohon harapan di hadapanku, terus aku panjat, dengan kesadaran penuh bahwa yang kupijak hanya ranting rapuh. Setengah aku memanjat, kebahagiaan mulai kurasakan, kilau cakrawala perlahan nampak. Lalu aku terjatuh, dihempaskan ranting rapuh kembali ke tanah. Sakit. Tapi berapa lama aku si manusia dapat mengingat rasa sakit? Continue reading →

Bercermin dari Nisan


Pemakaman. Apa yang terbayang? Kematian, suasana suram, isak tangis? Dulu itu yang ada di benak saya, namun ternyata pemakaman lebih dari sekedar itu. Hari ini saya menghadiri pemakaman ibu seorang teman, beliau meninggal mendadak karena sakit 2 hari yang lalu. Ini adalah pengalaman pertama bagi saya, pemakaman dengan budaya dan agama yang berbeda. Segalanya terasa lebih membingungkan, terlebih lagi saya datang sendirian. Saya bingung bagaimana menempatkan diri di tengah suasana duka ini, rasanya tidak nyaman sama sekali! Continue reading →

%d bloggers like this: