Tag Archives: psikodrama

5 Hal Pokok dari Psikodrama – Rebecca Walters


Ditampilkan di April 26, 2016

Posting ini adalah kutipan dari buku Show and Tell Psychodrama: Skills for Therapists, Coaches, Teachers, Leaders, ditulis oleh Karen Carnabucci.. penulis telah memberikan izin untuk HVPI untuk menggunakan materi di sini.

Masyarakat tidak bisa selalu memungkinkan kita untuk mengatakan apa yang ada di hati kita, tapi Psikodrama bisa.” – Tian Dayton

Psikodrama adalah sebuah Tindakan yang mendorong orang untuk melakukan peristiwa kehidupan mereka bukan hanya membicarakannya. Continue reading →

Psikodrama Menjadi Sebuah Perjalanan Memasuki Benteng Pertahanan Diri


Temanku sering kali berkata padaku, ”Hidupmu tu enak banget ya! Ga perlu mikir pusing-pusing besok mau kerja apa, orangtuamu udah punya lahan buat kamu. Kamu tinggal ngelanjutin aja ! ”. Mereka yang tidak tahu-menahu bagaimana sebenarnya hidupku, dengan seenaknya menyatakan keirian mereka. Ketika mereka mulai menggodaku seperti itu, aku hanya bisa tersenyum, pura-pura malu, padahal di dalam hati aku berusaha menahan tangis. Ya, aku menahan tangis keluar dari sudut mata.

Mereka hanya melihat topeng-topeng yang aku dan keluargaku tunjukkan kepada dunia. Alangkah lucunya. Ketika orang lain berkata bahwa keluarga kami begitu harmonis, orangtuaku begitu humoris, kami sangat akur, alangkah lucunya. Jika mereka mengetahui kebenarannya, mungkin mereka tidak akan pernah terbersit untuk mengatakan hal-hal itu. Continue reading →

Beberapa Poin Penting ; Dasar Teori Psikodrama : Adam Blatner, MD, TEP (1)


(Presentasi pertama di Konferensi IAGP, London, Agustus, 1998, dengan revisi, kembali dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Society for Group Psychotherapy dan Psikodrama pada 9 April 1999.) Revisi dan diterbitkan lagi di website, Mei 2, 2006.)
________________________________________
Pondasi Teoretis Psikodrama telah berevolusi dan diperdalam dalam generasi terakhir.

Beberapa poin penting akan dibahas di bawah ini: Continue reading →

Realisme, Keaktoran, dan Stanislavski


September 1st, 2008 by M. Fadli, aktif di teater Rumah Teduh

Stanislavsky adalah seniman sejati. Dia meleburkan sekaligus menggeneralisir diri dengan utuh, hingga akhirnya dia menjelajahi sendiri kisi-kisi kehidupannya sampai ke tingkat paling mendetail. Penonton tak lagi membutuhkan penjelasan lanjutan atas apa yang dia tampilkan. Menurut pendapat saya, begitulah teater seharusnya. (Lenin,1918)

Continue reading →

Senang dan Lega setelah Kelas Psikodrama


Pada hari Selasa, tanggal 25 Oktober 2016 saya mengikuti kelas psikodrama mulai dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore. Sebelum saya berangkat saya berpikir bahwa kelas psikodrama akan membosankan dan menuntut untuk mengekspresikan hal-hal yang tidak biasa saya lakukan. Oleh karena itu, awalnya saya merasa khawatir dan kurang semangat mengikuti kelas ini. Namun, ternyata setelah saya datang pada pagi itu, saya mengikuti kelas dan ternyata tidak seperti yang saya bayangkan. Kelas psikodrama yang dibawakan oleh Pak Adi terasa menyenangkan dan saya cukup senang mengikutinya. Di awal sesi, saya melakukan sosiometri dan hal – hal lainnya yang melatih saya untuk lebih berani mengekspresikan diri, yang mana tidak pernah saya lakukan sebelumnya. Saya merasa menjadi diri yang berbeda ketika mengikuti kelas ini, dimana saya merasa lebih berani, percaya diri dan bisa lebih dekat dengan teman-teman. Continue reading →

Ringkasan Materi Pertemuan I, Pelatihan Dasar Keaktoran


Pertama dan utama perlu dipahami oleh aktor teater adalah 3 instrumen ini, yaitu Pikiran, Rasa, dan Tubuh. Hal ini selaras dengan konsep di Ilmu Psikologi, Kognisi (Pikiran), Afeksi (Perasaan) dan Konasi (Tindakan, yang dilakukan tubuh).

Pikiran
Pikiran seorang aktor perlu dilatih dan ditingkatkan wawasannya, dengan :
– Membaca buku
– Berdiskusi
– Observasi
– Mengumpulkan data-data yang ditangkap oleh Indera
– Menganalisa, Menyimpulkan

Rasa
Perasaan aktor juga perlu diolah, dengan :
– Mengenali tiap rasa yang dirasakan sendiri
– Mengenali perasaan yang dirasakan orang lain
– Melatih agar mampu Mengekpresikan rasa dengan tepat
– Melatih agar mampu membangkitkan rasa orang lain
– Berada dalam berbagai situasi
– Bertemu dengan berbagai karakter orang

Tubuh
Tubuh juga perlu dioptimalkan, termasuk dalamnya adalah Indera, dengan :
– Memberi asupan nutrisi yang seimbang
– Berolah raga
– Ikut latihan bela diri
– Menari
– Istirahat yang cukup
– Menjaga kesehatan

Dengan demikian bila dipahami, maka Latihan untuk menjadi aktor dapat dilakukan setiap saat, dalam kehidupan sehari-hari. Tentunya bila kita mempelajari sesuatu perlu adanya prioritas (Fokus), karena tidaklah mungkin kesemuanya akan dikuasai secara serempak, perlu proses bertahap dan membutuhkan waktu.
Mengenai ‘Fokus”, akan dibahas dalam pertemuan tersendiri.

Mohon masukan dan Feedback nya, terima kasih

Indriya Nati, 22 Juni 2016

8 Tips: Bagaimana Role Play yang efektif untuk Interviews & Assessments


Jan 19, 2016

Belajar Bagaimana Role Play yang Efektif

Metode Role Play biasanya digunakan sebagai bagian dari proses perekrutan, Assesmen Center dan program pengembangan kepemimpinan, biasanya berpusat di sekitar studi kasus rekaan yang relevan. Tujuan menggunakan role play umumnya untuk melihat bagaimana Anda mengelola orang, berperilaku dan seberapa efektif Anda berkomunikasi dan terlibat dengan orang lain – boleh jadi mereka manajer lini, rekan Sejawat, penerima langsung laporan, pelanggan potensial …dll Continue reading →

Teman kerja ? #8 Life Career Employee Faith


Saya sudah melangkah di tempat yang baru. Pekerjaan yang baru. Apa yang saya takutkan tidak sebegitu menakutkan ketika semua itu sudah dijalani. Masalahnya, saya jadi sibuk sekali. Baru beberapa hari mengerjakan pekerjaan baru, jerawat-jerawat sudah bermunculan di wajah. Tidur sekitar pukul 12 sampai 1 pagi. Hampir beberapa hari kerja lembur. Olahraga yang biasanya seminggu 3-4x, kali ini hanya 2x. Untungnya minggu ini saya masih sempat berenang dan ikut kelas yoga. Continue reading →

Wawancara Pertamaku mengenai Psikodrama oleh Friends Radio


Dapat email dari friends radio id, untuk bertemu

Friendsradio.id mengetahui dari web institutpsikodrama.com. Sudah beberapa bulan email itu, namun baru dibuka. Segera kami jawab email tersebut dan memberikan nomer kontak WA, agar dapat cepat berkomunikasi. Kami bersepakat untuk bertemu sambil ngopi di Salihara, kebetulan aku sedang belajar akting dengan metode Stanislavski.

Bertemu di Salihara dengan pak Sugi, ngobrol lama menyamakan visi

Kami bertemu di kedai Salihara, berkenalan dan saling menyampaikan keinginan dan harapan. Pak Sugi, merintis Radio Streaming untuk anak muda, tertarik dengan Psikodrama, sesuatu yang baru, belum banyak orang yang tahu, apalagi anak-anak muda. Continue reading →

Inspirasi setelah Dugem


29 Agustus 2015

Hari ini dilalui seperti biasa, judulnya bosan. Lalu sore bertemu Pak Didik, ngobrol2 ditemani asap rokok. Dapat inspirasi, bahwa untuk sementara ini bisa ditarik kesimpulan saya pernah mengalami trauma kehilangan, saat kisaran umur balita. Hm…..sebenarnya saya sendiri pun tidak tahu ada apa saat umur itu, tapi memang, kalau mau dirunut secara jujur, saya paling takut kehilangan. Continue reading →

%d bloggers like this: