Tag Archives: Protagonis

5 Hal Pokok dari Psikodrama – Rebecca Walters


Posting ini adalah kutipan dari buku Show and Tell Psychodrama: Skills for Therapists, Coaches, Teachers, Leaders, ditulis oleh Karen Carnabucci.. penulis telah memberikan izin untuk HVPI untuk menggunakan materi di sini.

Masyarakat tidak bisa selalu memungkinkan kita untuk mengatakan apa yang ada di hati kita, tapi Psikodrama bisa.” – Tian Dayton

Psikodrama adalah sebuah Tindakan yang mendorong orang untuk melakukan peristiwa kehidupan mereka bukan hanya membicarakannya. Continue reading →

Advertisements

MENGAPA TERJADI PERUBAHAN KESADARAN DALAM PRAKTEK PSIKODRAMA ???


Psikodrama, sejatinya merupakan suatu metode yang biasa digunakan sebagai psikoterapi yang menekankan pada aksi /tindakan dramatik dari klien secara spontan (tanpa naskah) untuk mengeksplorasi berbagai situasi spesifik dalam kehidupannya di masa lalu, kini dan masa yang akan datang. Metode yang digagas oleh psikiater Eropa yakni Jacob Levy Moreno yang kemudian dikembangkan bersama-sama isterinya Zerka Toeman Moreno sejak tahun 1920-an ini (Chimera & Baim, 2010), kini mulai diyakini sebagai metode yang powerfull untuk memfasilitasi pertumbuhan pribadi yang lebih baik (personal growth). Sasaran utama yang ingin dicapai dari psikodrama adalah dapat membantu individu untuk mencapai pemahaman yang lebih baik mengenai dirinya hingga individu dapat menemukan konsep dirinya, menyatakan kebutuhannya dan menyatakan reaksinya terhadap tekanan-tekanan yang dialaminya (Corey, 2005).

Apa yang sebenarnya terjadi dalam sesi-sesi psikodrama sehingga individu bisa mencapai kesadaran peran dan memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang dirinya? Hal ini menarik untuk dikaji lebih dalam, dan akan menjadi topik yang dibahas dalam tulisan ini. Continue reading →

TEORI PSIKODRAMA 2 – ISU-ISU LEBIH LANJUT – Adam Blatner, M.D.


Penyelesaian Masalah Emosi
(pp 133-137)
Banyak keputusan yang kita hadapi sehari-hari memerlukan beberapa pertimbangan faktor rasional dalam hidup kita. Keterampilan introspeksi dibutuhkan untuk benar-benar menimbang dan memasukkan dimensi emosional dalam berbagai situasi. Dalam rangka untuk mendapatkan perspektif tentang faktor-faktor penentu bawah sadar pilihan seseorang, maka perlu untuk menemukan cara-cara mengembangkan wawasan ke dalam hubungan interpersonal. Penggunaan metode psychodramatic dapat melengkapi metode lisan dalam memfasilitasi analisis dari berbagai dimensi pemecahan masalah emosional (Lebovici, 1957). Proses psikoterapi atau pendidikan tentang perasaan demikian dapat dilihat dari segi: (1) menetapkan konteks yang memaksimalkan kondisi pertumbuhan pribadi dan (2) secara parsial menganalisis modus pemecahan masalah. Continue reading →

%d bloggers like this: