Tag Archives: Personal Development

Bahagia Menjadi Diriku Sendiri : Pengalaman Psikodrama di Jakarta Timur


Salam Psikologi
Psikologi untukku
Psikologi untuk kita

 

Pertama kali mendengar kata Psikodrama, rasanya kembali ke masa kecil dimana aku sering memainkan peran serial pendekar …aku suka memainkan peran sebagai kesatria wanita.

Begitu antusias aku mengikuti sesi Psikodrama HARI INI … Begitu semangat …dan bagiku kembali ke masa kecil saat aku harus memainkan sebuah peran adalah kembali ke KEBAHAGIAAN sesungguhnya….

Satu hal yang aku dapat setelah sesi Psikodrama hari ini adalah ” Jadilah dirimu sendiri Mei… karena tidak akan ada yang dapat melakukannya lebih baik dari dirimu sendiri ”

Terimakasih mas Didik atas ilmunya,
Terimakasih sudah mengembalikan kebahagiaan masa kecilku,
Terimakasih juga sudah membuatku sejenak menyadari bagaimana proses PERAN – PERAN yang ada di dalam diriku membuatku bahagia menjadi DIRIKU SENDIRI .

16122018
Mei – DEPOK

Advertisements

Prihatin Bullying di Indonesia


Tanpa disadari, mungkin kita juga sering melakukan perundungan ( bullying ) pada orang lain. Saat mengatakan orang gemuk, jelek, bodoh, banci, serta berbagai stigma negatif lainnya. Mungkin saat mengatakan itu, maksud kita adalah untuk bercanda, tapi efek yang ditimbulkannya sama sekali tidak lucu dan bisa jadi tidak terduga.

Pikiran manusia cenderung mengingat yang buruk dan mengabaikan yang baik. Saat seseorang diberi penguatan positif seperti dipuji pintar, cantik, langsing, baik.. maka efek positif ini hanya bertahan sementara saja, namun apabila mendapat penguatan negative, efek nya berlangsung sangat lama. Continue reading →

Apakah Kita Sudah Berbaik Hati pada Diri Sendiri ?


Perkembangan zaman menuntut saya untuk berkompetisi satu sama lain dan menjadi terbaik untuk menggapai suatu posisi tertentu.

Seringkali saya diajarkan oleh lingkungan untuk berjuang, kuat dan tidak mengasihani diri sendiri dalam rangka menjadi diri sendiri. Melalui pelatihan psikodrama dengan judul Stress Management and self compassion yang diisi oleh mas Didik (aka Retmono Adi). Saya tidak sendirian, ada 7 orang teman saya yang berlatar belakang psikologi, beberapa dari mereka menjadi praktisi di bidangnya.

Aktivitas terapi melalui psikodrama sangat menyenangkan, kami tak banyak bicara, kami hanya bergerak secara spontan. Kami tertawa, saling menganalisis satu sama lain, menguatkan satu sama lain. Hal yang sedikit mengejutkan bagi saya, teman saya yang selama ini memiliki image tegar dan tangguh dapat menintikkan air mata karena teringat suatu kejadian di masa lalunya. Reaksi emosi dari teman-teman yang mengikuti sesi terapi keluar, tanpa ada rasa canggung, emosi negatif terpendam seperti penyesalan, kebencian, marah dan sedih keluar mengalir begitu saja.

Saya belajar dalam pelatihan psikodrama mengenai kebaikan untuk diri sendiri. Saya mendapatkan pelajaran untuk berbuat baik pada diri sendiri. Saya termasuk orang yang keras pada diri sendiri, saya percaya proses tidak akan menghianati untuk mendapatkan hasil. Untuk berjuang terkadang saya merasa iri dengan pencapaian teman-teman saya yang menurut saya lebih baik. Saya seringkali iri melihat teman saya yang kuliah di kampus keren di luar negeri, iri melihat teman yang bekerja di perusahaan bonofit, iri melihat bisnis teman yang sukses. Rasa iri memacu saya untuk berkompetisi menjadi lebih baik.

Namun rasa iri ini membuat saya menjahati diri sendiri. Saya tidak menghargai usaha saya sendiri karena merasa orang lain lebih baik daripada saya. Menyalahkan diri sendiri, membiarkan diri tenggelam dengan kesedihan, membandingkan diri dengan orang lain merupakan bentuk kejahatan pada diri sendiri. Pelatihan ini mengajarkan saya untuk berdamai, menerima keadaan diri. Saya mendapatkan satu pemahaman baru bahwa setiap orang punya cerita mengenai dirinya, mereka juga berjuang menjadi diri terbaik.

Hakikatnya hasil yang kamu ingin capai bertujuan untuk dinikmati bukan untuk mempersulit dirimu.

Yogyakarta 16 September 2018

Diana Putri Arini

Kesan-kesan Mengikuti Psikodrama, Berani untuk Jujur pada Diri Sendiri


Pertama kali saya mendengar tentang psikodrama Indonesia adalah dari teman seperjuangan, guru, dan inspirator saya, yaitu Ms. Christine. Kesan pertama yang muncul di benak saya dari cerita-ceritanya adalah “penasaran”. Ms. Christine menggambarkan psikodrama sebagai peluapan emosi kita yang terpendam selama ini, baik positif maupun negatif. Bisa membantu kita untuk lebih mengenal diri sendiri juga.

Apakah bentuknya seperti hipnosis?

Terapi? Continue reading →

Pengalaman Pertama Memberikan Pelatihan Menggunakan Psikodrama: Pelaksanaan (Bagian 2)



Sedikit demi sedikit, siswa-siswa SMA peserta seminar mulai memasuki ruangan. Beberapa siswa cowok mengintip masuk ke aula dari balik pintu. Saya langsung mengenali salah satu dari mereka, anak dari atasan saya. Sungguh, pencerahan yang satu ini memang bisa dikatakan bukan kebetulan, tapi mestikah ini terjadi? Haruskah anak itu siswa kelas X di sekolah itu? (Doa bertambah kencang) Continue reading →

Mindfulness, Meditasi, dan Psikodrama


Mindfulness adalah kondisi kesadaran penuh, (kondisi mental yang dicapai dengan memusatkan kesadaran seseorang pada saat ini, sementara dengan tenang mengakui dan menerima perasaan, pikiran, dan sensasi tubuh seseorang, digunakan sebagai teknik terapi ~ terjemahan Google),biasanya untuk melatihnya kebanyakan orang dengan Meditasi.

Bagaimana Psikodrama dapat untuk melatih mindfulness?

Berikut saya kutip tulisan “Guru” Spiritual yang saya dapatkan dari Group Telegram :

Meditasi adalah ” jalan”. Meditasi yang sering kliru dalam pemahaman bahwa meditasi harus mengikuti serangkaian laku paten (yang ditetapkan), harus memfokuskan diri pada penangkapan vision yang beragam warna dan macamnya dalam lapisan alam kasat saat diri memasuki alam dibawah sadar.
…….
Meditasi ada dua yaitu meditasi secara pasif dan meditasi secara aktif, serta disesuaikan dengan tujuan daripada meditasi tersebut. Karena sesungguhnya keseluruhan dari tindakan gerak maupun diam tubuh kita secara material dan immaterial adalah pola meditasi karena meditasi adalah jalan menuju pencapaian suwung-wening. (Keheningan/Kesadaran Penuh/Mindfullnes)
Meditasi aktif adalah ketika kita menjalani kehidupan kita sehari-hari secara sadar, dan tetap eling – waspada dengan segala tarikan situasi-kondisi sekitar diri (kita merasa sedang diamati/ berada dalam panggung layar Sang Sutradara Kehidupan). Sementara meditasi pasif adalah meditasi yang dilakukan dengan menghentikan aktifitas pancainderawi, sementara memasuki penggunaan panca indriyawi (indera batin). Sering disebut samadi/ ekstase.
……….
~ Tunjung Dhimas Bintoro

Berdasar kutipan diatas maka Psikodrama lebih pada melatih Meditasi Aktif untuk menuju kesadaran, di dalam Psikodrama kita dapat melatih tiap Indra kita, dengan beberapa teknik aktif, Merasa. Kehidupan sehari-hari dapat dilakukan dengan Drama. Dengan saling bergantian memfokuskan pada gerak dan memberi kesempatan intuisi dalam mengaktifkan Indera mana yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas merespon. Kondisi ini membutuhkan konsentrasi yang kadarnya setara dengan Konsentrasi dalam meditasi pasif. Apakah Meditasi Aktif ini lebih mudah atau lebih sulit untuk mencapai Mindfulness, tentu saja tiap orang akan berbeda tergantung karakter masing masing. Meskipun demikian Psikodrama memberikan alternatif cara untuk melatih Mindfulness.

Yogyakarta, 22 Maret 2018

Mengaplikasikan Psikodrama sesi #2 Public Speaking Seminar di MEDAN


Nah kali ini saya lanjutkan cerita pengalaman aplikasi psikodrama pada pelatihan “Public Speaking” di hotel L J Medan tanggal 10 Maret 2018 yang baru lalu.

Peserta ada 20 orang terdiri dari berbagai profesi dan latar belakang.  Saya mulai sesi hari itu yang sesuai jadwal dari pukul 09.00 WIB pagi sampai pukul 18.30 sore. Saya meminta team untuk membuat ice breaking sebagai warming up. Peserta 17 orang memilih 100% siap action dan sisanya mengambil posisinya di 70% – 80%. Continue reading →

Psikodrama dan Psikologi Industri


Psikodrama merupakan Psikologi Terapan, dengan kata lain Teori Psikologi diterapkan dalam bidang kehidupan dapat dengan cara Psikodrama. Dalam Psikolgi Industri, Psikodrama lebih banyak digunakan dalam metode pelatihan, selaras dengan tujuan ambisius Psikodrama untuk merubah perilaku. Perilaku yang kurang Produktif dapat dilatih dengan cara Psikodrama menjadi Produktif. Karyawan yang tidak kompeten di treatmen dengan Psikograma agar menjadi Kompeten. Continue reading →

PENGALAMAN IKUT PSIKODRAMA DI MEDAN BY MRTIN


Tgl 08-09 Feb 2018 yang baru lalu, saya mengikuti pelatihan psikodrama di Medan…

Awalnya ragu…tanya sana sini…mereka bilang bagus..Lalu saya menekatkan diri mendaftar dan cemplung saat pelatihan. Pada saat pelatihan, saya milih 90% siap action karena pengen belajar dan belajar namun masih malu-malu kucing.

Hitung-hitung nambah materiku saat memberikan pelatihan di perusahaan klienku…(pikirku dalam hati) Continue reading →

From Zero to Full, Psikodrama di Medan


 

Pertama kali mendengarkan kata Workshop Psikodrama, yang terlintas didalam pikiran adalah mau diaplikasikan kemana psikodrama  ini ? Apakah tidak ribet menggunakan psikodrama untuk konseling, training maupun program pembelajaran. Ada rasa ingin tahu memang,  hal ini mendorongku untuk menelephone teman-teman yang juga dibiayai oleh salah satu  instansi tempat kami bekerja untuk mengikuti workshop psikodrama, semua berjanji untuk datang, mumpung belajar gratis dan kebetulan sudah lama kami tidak bertemu, cocok juga bisa reuni, jadi mulai terbayang serunya.

Hari Pertama

Seperti yang dibayangkan keseruan dimulai ketika bertemu dengan teman-teman, heboh cas cus, tidak lama kemudian  fasilitator datang, gayanya cukup nyentrik, sudah bisa tertebak pastilah psikolog yang juga pemain theater. Continue reading →

%d bloggers like this: