Tag Archives: Metode Psikodrama

Pengembangan Kreativitas, Terapi dengan Seni


Terapi seni kreatif muncul dari tradisi penyembuhan; dan seperti psiko-drama (di mana saya terlibat), apa yang mereka inginkan bekembang jauh melampaui peran orang sakit. Peran orang sakit adalah gagasan bahwa seseorang sehat dan yang lainnya sakit dan ekspresi kreatif akan menyembuhkan. Tapi kreativitas tidak perlu dianggap salah dalam hal ini, hanya itu yang bisa dilakukan semua orang dengan beberapa pengembangan kreativitas. Ini seperti “Fitness.” Sama seperti semua orang bisa melakukannya dengan sedikit latihan, begitu juga setiap orang dapat menikmati Pengembangan Kreativitas! Continue reading →

Advertisements

Penerapan Drama, Sebuah Surat Terbuka


Ada bidang baru yang bisa disebut “Applied Drama” atau “Teater Terapan,” tapi belum ada yang benar-benar mengetahuinya. Ini adalah istilah untuk berbagai macam upaya yang menggunakan drama/teater untuk mempromosikan kesadaran pribadi dan kelompok. Continue reading →

Memakai Psikodrama sebagai Metode Ceramah


Berbekal pengalaman berkesan saat mengikuti workshop Psikodrama yang diselenggarakan HIMPSI Sumut di bulan October 2017 yang lalu, saya terus penasaran ingin mencoba menggunakan psikodrama ini dalam berbagai setting yang menurut saya bakal menarik. Saya tahu tidak mudah, karena meskipun kesannya bermain, spontan, dan tanpa skenario, sebenarnya situasi di dalam psikodrama ini diperhitungkan secara matang, menggunakan berbagai teknik gabungan yang memungkinkan prosesnya dapat berjalan dengan mulus. Mas Retmono Adi, sang fasilitator, serta asistennya Eka dan Santa sabar sekali melayani berbagai pertanyaan saya untuk menggali lebih dalam mengenai kemungkinan kemungkinan itu.

Setelah berpikir dan ragu, saya punya moment yang saya pikir bisa saya pakai sebagai ajang uji coba menggunakan psikodrama sebagai metode ceramah. Kebetulan saya diminta untuk bicara pada umat vihara  di sebuah daerah tak jauh dari kota Medan. Berhari hari saya mikir topik tapi tidak bertemu. Mulailah terpikir untuk mencoba memakai psikodrama. Continue reading →

Menambahkan “Surplus Reality” oleh Adam Blatner


Awalnya diposkan pada 14 Desember 2016

Saya menemukan sebuah buku oleh Rosilyn Wilder, seorang guru drama kreatif, berjudul “A Space Where Anything Can Happen” (New Plays Books, 1977). Ya, sesuai dengan harapan saya untuk memperluas kesadaran sehingga orang-bukan hanya orang muda, tapi juga orang tua, seperti kelompok usia saya! – dapat mengoptimalkan potensi. Continue reading →

Pengalaman Kelas Psikodrama di Salatiga


Tadi pagi saya baru saja mengikuti pelatihan psikodrama. Awalnya hampir tidak niat untuk ikut karna kelasnya dadakan dan pasti akan banyak yang dikorbankan jika tetap ikut. Tapi rasa penasaranku membuatku tetap ingin ikut dan akhirnya aku ikut. Pas awal masuk kelas, saya langsung dikagetkan dengan kata “frezz” artinya untuk menghentikan gerakan dalam drama. Saya lalu berhenti beserta teman-teman yang juga datang bersama saya. Itu dilakukan bapaknya karna ia mau menjelaskan betapa pentingnya etika ketika kita berada di lingkungan sosial. Continue reading →

Psikodrama Menjadi Sebuah Perjalanan Memasuki Benteng Pertahanan Diri


Temanku sering kali berkata padaku, ”Hidupmu tu enak banget ya! Ga perlu mikir pusing-pusing besok mau kerja apa, orangtuamu udah punya lahan buat kamu. Kamu tinggal ngelanjutin aja ! ”. Mereka yang tidak tahu-menahu bagaimana sebenarnya hidupku, dengan seenaknya menyatakan keirian mereka. Ketika mereka mulai menggodaku seperti itu, aku hanya bisa tersenyum, pura-pura malu, padahal di dalam hati aku berusaha menahan tangis. Ya, aku menahan tangis keluar dari sudut mata.

Mereka hanya melihat topeng-topeng yang aku dan keluargaku tunjukkan kepada dunia. Alangkah lucunya. Ketika orang lain berkata bahwa keluarga kami begitu harmonis, orangtuaku begitu humoris, kami sangat akur, alangkah lucunya. Jika mereka mengetahui kebenarannya, mungkin mereka tidak akan pernah terbersit untuk mengatakan hal-hal itu. Continue reading →

Psikodrama Bagian dari Psikologi ; Dasar Teori Psikodrama, Adam Blatner, MD, TEP (2)


sambungan dari :

Beberapa Poin Penting ; Dasar Teori Psikodrama, Adam Blatner, MD, TEP (1) 

Psikodrama Bagian dari Psikologi

Psikodrama harus dianggap sebagai ide-ide kompleks dan metode dalam psikoterapi yang lebih luas, dan lebih dari itu, di luar model medis, yaitu, yang saya sebut “psikologi terapan.” Ini termasuk pendidikan, bisnis, pelatihan keterampilan sosial, agama, rekreasi, struktur masyarakat, dan pengembangan pribadi – perspektif untuk mengoptimalkan potensi individu. Continue reading →

7 Cara Refleksi Harian Yang Dapat Meningkatkan Kemampuan Analisa


Refleksi adalah memikirkan kembali pengalaman ditambahkan fakta fakta yang ada, selanjutnya diolah dengan imajinasi untuk mendapatkan beberapa kemungkinan, yang dapat dijadikan solusi. Refleksi juga merupakan salah satu teknik Psikodrama
Meskipun ini lebih ditujukan pada Profesi Pengacara di bidang Hukum, namun saya melihat ada keselarasan juga dengan Profesi sebagai Konselor Psikologis, maka saya terjemahkan agar dapat kita pelajari bersama.

Semoga bermanfaat.

Refleksi harian memainkan peran penting dalam membangun kemampuan analisa dan pengambilan keputusan profesi pengacara. Jika Anda ingin membedakan diri dari orang lain dalam profesi hukum, Anda perlu membuktikan bahwa Anda lebih baik daripada rata-rata kebanyakan orang. Jadi berpikirlah tentang mengembangkan beberapa kemampuan yang membedakan Anda dari rekan-rekan Anda. Kritik utama yang sering pada profesi hukum adalah kurangnya kepedulian terhadap keadilan atau fairness. Jadi mungkin ini adalah salah satu prinsip yang dapat Anda tumbuhkan melalui refleksi harian yang akan meningkatkan kredibilitas Anda. Continue reading →

Psikodrama adalah Eksplorasi Tindakan


Ini adalah istilah kegiatan kelas yang Saya gunakan untuk menyatakan drama, atau psikodrama. Penerapan drama, pada antologi saya di Interactive & Improvisational Drama. sudah  saya rubah, bagaimanapun saya pikir lebih baik untuk menyebut kategori ini “Eksplorasi Tindakan “-atau, sebagai alternatif, “Enactments Eksplorasi.” Saya menulis kembali dua buku besar untuk Psikodrama, memperbaruinya, dan menggunakan judul itu, untuk beberapa alasan:

Kebanyakan orang berpikir drama disetarakan dengan teater. Di antara seniman teater, drama adalah istilah yang lebih inklusif, tetapi hanya sedikit orang tahu ini. Drama (atau teater) untuk sebagian besar adalah scripted, perform, yang dilakukan aktor sebagai “produk polesan” kepada khalayak yang relatif pasif untuk tujuan hiburan. Dan budaya kita penuh tidak hanya drama panggung, namun juga film, program televisi, segala macam acara , DVD, dan sebagainya. Continue reading →

21 Kontribusi Psikodrama terhadap Psikologi ; Dasar Teori Psikodrama, Adam Blatner, MD, TEP (5)


sambungan dari :
Dasar Filosofis ; Dasar Teori Psikodrama, Adam Blatner, MD, TEP (4)

 

21 Kontribusi Psikodrama terhadap Psikologi
Saya percaya bahwa Psikodrama harus diintegrasikan dengan wawasan yang terbaik dari banyak pendekatan Psikologi dan Psikoterapi. Saya tidak berpikir ada pendekatan tunggal memiliki semua jawaban, dan mengambil dari banyak pendekatan (eklitik) merupakan orientasi umum yang paling sesuai. Namun, pada saat mempelajari berbagai Psiko-terapi, dan Sistem Psikologi, saya menemukan bahwa ide-ide Moreno telah menambahkan beberapa tema baru atau area penekanan, baik yang diabaikan atau yang hanya dicatat secara sepintas di lapangan. Berikut adalah beberapa tema-tema, yang saya percaya dapat mencerminkan visi Moreno yang penting: Continue reading →

%d bloggers like this: