Tag Archives: kesadaran diri

PSIKODRAMA UNTUK REHABILITASI KORBAN NARKOBA


Seorang terlibat dengan penyalahgunaan Narkoba, lebih tepat di sebut sebagai Korban, daripada Sebagai Pelaku. Dengan demikian maka tidaklah tepat bila mereka di hukum penjara. Apalagi sekarang Penjara sudah over kapasitas, dan banyak penghuninya adalah Korban Narkoba.

Seseorang bisa sampai terjerat Narkoba, biasanya di awali dengan coba-coba, atau juga lebih sering karena diajak temen (peer pressure), situasi yang wajar di kalangan Remaja. Maka yang perlu dilakukan adalah memberikan penguatan pada Remaja, agar mampu mensikapi dengan bijak kondisi dan situasi tersebut. Bila Remaja sudah kuat bekal mentalnya mereka tidak akan terjerat dan kecanduan, meskipun ia sempat mencoba demi rasa ingin tahu dan rasa kebersamaannya. Mereka akan mampu menolak, dan membuat batasan untuk dirinya dalam berteman, mereka tetap berteman namun tidak mengikuti apa saja yang dilakukan temannya, terutama perilaku yang berisiko (Narkoba). Continue reading →

3 Kunci untuk Menemukan Tujuan Hidup


Apa tujuan hidupmu?
Menemukan tujuan hidup adalah salah satu tugas terbesar yang dimiliki oleh hampir semua orang dalam hidup mereka, namun juga menjadi satu tugas yang sering tidak terpenuhi. Sayangnya, tidak ada satu jawaban sederhana untuk pertanyaan “Bagaimana saya menemukan tujuan hidup saya”, tapi justru lebih mudah menemukan jawabannya daripada yang Anda bayangkan. Jadi, bila Anda bertanya-tanya “Apa tujuan hidup saya?”,

berikut 3 kunci untuk membantu Anda: Continue reading →

Psikodrama Menjadi Sebuah Perjalanan Memasuki Benteng Pertahanan Diri


Temanku sering kali berkata padaku, ”Hidupmu tu enak banget ya! Ga perlu mikir pusing-pusing besok mau kerja apa, orangtuamu udah punya lahan buat kamu. Kamu tinggal ngelanjutin aja ! ”. Mereka yang tidak tahu-menahu bagaimana sebenarnya hidupku, dengan seenaknya menyatakan keirian mereka. Ketika mereka mulai menggodaku seperti itu, aku hanya bisa tersenyum, pura-pura malu, padahal di dalam hati aku berusaha menahan tangis. Ya, aku menahan tangis keluar dari sudut mata.

Mereka hanya melihat topeng-topeng yang aku dan keluargaku tunjukkan kepada dunia. Alangkah lucunya. Ketika orang lain berkata bahwa keluarga kami begitu harmonis, orangtuaku begitu humoris, kami sangat akur, alangkah lucunya. Jika mereka mengetahui kebenarannya, mungkin mereka tidak akan pernah terbersit untuk mengatakan hal-hal itu. Continue reading →

SELF COMPASSION RASA JAWA


Ada ungkapan di masyarakat Jawa, Jagad Gedhe (Dunia Besar) dan Jagad Cilik (Dunia Kecil)
Jagad Gedhe, adalah dunia luar, Lingkungan Sosial, Alam dan Semesta
Jagad Cilik, adalah Diri Sendiri, Self, Pikiran, Perasaan, Masa Lalu, Harapan, dll
Ada keselarasan antara dua Jagad tersebut, ada saling mempengaruhi, salah satu baik maka satunya juga baik, begitu pun sebaliknya.
Dengan pemahaman seperti itu, maka Orang Jawa diarahkan untuk mengelola Jagad Ciliknya sebelum merasa mampu untuk mengelola di Jagad Gedhe-nya (menjadi Pemimpin , Keluarga, Masyarakat, Bangsa atau Negara). Ada banyak “Laku” (cara) untuk itu, misalnya, Puasa, Meditasi, Puasa Bicara, dll
Kesemua Laku tersebut diarahkan untuk mendapatkan kedamaian diri, bila Orang mampu berdamai dengan dirinya, maka dalam menjalani hidup di Jagad Gedhe orang tersebut akan membawa damai itu serta. Ning, Cipta, Rasa, Karsa, Ning berusaha dalam Keheningan, Cipta berpikir untuk menciptakan sesuatu yang baru, Rasa mengelola ciptaan dalam Keharmonisan, dan Karsa melaksanakan Kehendak yang Maha Baik.
Lalu bagaimana dengan Self Compassion itu?
Mari kita diskusikan……

16 Mei 2017

7 Cara Refleksi Harian Yang Dapat Meningkatkan Kemampuan Analisa


Refleksi adalah memikirkan kembali pengalaman ditambahkan fakta fakta yang ada, selanjutnya diolah dengan imajinasi untuk mendapatkan beberapa kemungkinan, yang dapat dijadikan solusi. Refleksi juga merupakan salah satu teknik Psikodrama
Meskipun ini lebih ditujukan pada Profesi Pengacara di bidang Hukum, namun saya melihat ada keselarasan juga dengan Profesi sebagai Konselor Psikologis, maka saya terjemahkan agar dapat kita pelajari bersama.

Semoga bermanfaat.

Refleksi harian memainkan peran penting dalam membangun kemampuan analisa dan pengambilan keputusan profesi pengacara. Jika Anda ingin membedakan diri dari orang lain dalam profesi hukum, Anda perlu membuktikan bahwa Anda lebih baik daripada rata-rata kebanyakan orang. Jadi berpikirlah tentang mengembangkan beberapa kemampuan yang membedakan Anda dari rekan-rekan Anda. Kritik utama yang sering pada profesi hukum adalah kurangnya kepedulian terhadap keadilan atau fairness. Jadi mungkin ini adalah salah satu prinsip yang dapat Anda tumbuhkan melalui refleksi harian yang akan meningkatkan kredibilitas Anda. Continue reading →

Saya dan Psikodrama demi Self Compassion


Psikodrama, pada awal mengetahui kata psikodrama jujur tidak terbesit sedikitpun untuk mencicipi, apa lagi hingga terlibat langsung di dalamnya. Ditambah pada awalnya, perkenalan dengan “psikodrama” sendiri terjadi secara kurang baik-baik. Hal ini dikarenakan, sempat saya dan seorang rekan ingin mengadakan kegiatan bertemakan psikodrama, namun tidak berhasil. Hanya ada dua orang peserta pada saat itu yang pada akhirnya, membuat saya harus memutuskan untuk membatalkan kegiatan ini.
Singkat cerita, beberapa tahun kemudian pada suatu siang ada seorang teman yang mengajak saya dan dua orang lainnya yang juga teman saya, untuk mengikuti sebuah workshop yang bertemakan psikodrama. Hingga beberapa hari kemudian, kami berangkat ke salah satu hotel di dekat Tugu Jogja dan mulailah perjalanan saya mengenal psikodrama, DIMULAI…… Continue reading →

Kebohongan, Cinta dan Tipu Daya


Monday, April 18, 2016 11:56PM

Aku bertemu dengan seorang pria baik hati dan memiliki kepintaran yang luar biasa. Wawasannya luas. Pria ini mengaku jatuh cinta padaku. Memilikinya adalah keberuntunganku sebagai seorang wanita. Dia tahu cara memenangkan hatiku. Dia tahu daerah mana yang boleh disentuh, dan daerah mana yang terlarang disentuh. Dia tahu kapan harus maju, dan kapan harus berhenti. Semua itu terus dilakukan dengan segala upaya untuk mendapatkan hatiku. ATAU menunjukkan cintanya padaku. Aku yang terus terkejut dengan segala upayanya, akhirnya luluh juga. Aku menyukainya. Aku menginginkannya. Alasan apakah? Tidak banyak. Pikiran-pikirannya, perbuatannya, sifat-sifatnya membuat aku membutuhkan pria ini lebih dari seorang teman. Aku jatuh hati padanya, dan memintanya menjadi kekasihku. Continue reading →

21 Kontribusi Psikodrama terhadap Psikologi ; Dasar Teori Psikodrama, Adam Blatner, MD, TEP (5)


sambungan dari :
Dasar Filosofis ; Dasar Teori Psikodrama, Adam Blatner, MD, TEP (4)

 

21 Kontribusi Psikodrama terhadap Psikologi
Saya percaya bahwa Psikodrama harus diintegrasikan dengan wawasan yang terbaik dari banyak pendekatan Psikologi dan Psikoterapi. Saya tidak berpikir ada pendekatan tunggal memiliki semua jawaban, dan mengambil dari banyak pendekatan (eklitik) merupakan orientasi umum yang paling sesuai. Namun, pada saat mempelajari berbagai Psiko-terapi, dan Sistem Psikologi, saya menemukan bahwa ide-ide Moreno telah menambahkan beberapa tema baru atau area penekanan, baik yang diabaikan atau yang hanya dicatat secara sepintas di lapangan. Berikut adalah beberapa tema-tema, yang saya percaya dapat mencerminkan visi Moreno yang penting: Continue reading →

Membuat Hidup Makin Sulit #Goresanku 140


Ide menulis pengalaman ini berawal dari obrolan bersama seorang teman. Dia bercerita tentang permasalahan hidup yg dialami salah satu kerabatnya.
Sebenarnya masalah tersebut sepele sj. Karena hanya kurang adanya kumunikasi dalam keluarga, masalah menjadi besar dan rumit.
Obrolan saat itu makin asyik saja karena kebetulan masalah tersebut ada sedikit kesamaan dengan masalah yg ada di keluargaku. Continue reading →

Efeknya Masih Bekerja Selepas Acaranya (ternyata efeknya masih lanjut..) Sharing Psikodrama 2


Sharing ini adalah lanjutan dari sharing sebelumnya, dengan judul artikel yang sama..
Jadi, sekitar sebulan setelah mengikuti psikodrama, saya yang perantau akhirnya pulang ke rumah dan bisa bertemu orang tua. Seperti yang saya ceritakan di sharing sebelumnya, saya memiliki rasa sakit hati yang cukup dalam terhadap ayah saya, yang baru saya sadari sepenuhnya sewaktu mengikuti psikodrama. Sempat terbersit dalam pikiran saya untuk mengatakan terang-terangan kepada ayah saya, setidaknya supaya saya bisa lega dan beliau mengetahui perasaan saya selama ini. Continue reading →

%d bloggers like this: