Tag Archives: kesadaran diri

Siapa yang Mendapatkan Manfaat dari Psikodrama?


Pendekatan psikodrama telah terbukti berhasil memfasilitasi pengungkapan emosi dan perasaan yang kuat. Selain itu juga telah terbukti menjadi pendekatan yang bermanfaat bagi individu yang bekerja lebih baik dengan melibatkan emosi mereka. Karena teknik ini menekankan tubuh dan tindakan serta emosi dan pikiran, teknik ini dianggap sebagai teknik holistik dan diyakini efektif untuk berbagai masalah. Individu yang mengalami kesulitan dengan hubungan, fungsi sosial dan emosional, trauma, perasaan kehilangan orang terdekat atau kecanduan, mengungkapkan bahwa pendekatan psikodrama sangat membantu.

Psikodrama mungkin juga bermanfaat bagi mereka yang didiagnosis dengan gangguan suasana hati, kepribadian, gangguan pola makan dan dihadapkan pada masalah identitas dan/atau citra diri negatif, karena teknik ini dapat memberikan mereka pengobatan dengan format dan suasana yang aman untuk mengkomunikasikan rasa sakit dan tantangan yang dihadapinya.

Satu penelitian menunjukkan psikodrama menjadi efektif dalam merawat gadis usia sekolah menengah yang mengalami trauma. Gadis-gadis yang berpartisipasi dalam penelitian melaporkan menjadi berkurang rasa cemas, depresinya, dan tidak lagi menarik diri setelah berpartisipasi dalam kelompok psikodrama selama 20 minggu.

Cuplikan dari:

https://www.goodtherapy.org/learn-about-therapy/types/psychodrama

Advertisements

Obrolan Generasi X tentang Generasi Z, yang Anggap Agama Paling Penting


Tulisan ini berdasar obrolan di WA, karena menarik maka aku ingin bagikan juga di sini. Semoga bermanfaat.

+ Apakah krn dekontruksi tdk juga menawarkan solusi, lalu kembali ke religi?

– Lha.. Itulah… Mungkin juga sudah terlanjur jadi bangsa ‘konsumtif’, tapi tidak punya daya cipta.. Mungkin ‘kehampaan’ itu yg membuat kembali menguatkan ‘identitas religi’…atau.. Itu sebagai sebentuk defends mechanism kolektif juga bisa.. Defends atas dunia digital yg kian mengglobal Continue reading →

Pengalaman Pelatihan Psikodrama di Jakarta “Jangan terlalu keras pada diri sendiri”


Perkenalkan, saya Hanifah Dasnia. Teman-teman lebih senang memanggil saya dengan Ipeh. Saya adalah pengajar di suatu lembaga pendidikan nonformal (Rakids BACA) di daerah Tebet, Jakarta Selatan. Saya ingin berbagi sedikit pengalaman saya setelah mengikuti pelatihan Psikodrama yang diadakan di tempat saya bekerja. Langsung saja, cuusssss……..

Dengan mengikuti pelatihan Psikodrama ini saya menjadi mengerti bahwa kita melakukan sesuatu yang beda dan tidak mengikuti stigma atau kebiasaan yang ada adalah sebuah hal yang sah-sah saja. Selama ini saya selalu membandingkan diri saya dengan orang-orang disekitar. Setelah saya membandingkan, saya merasa diri saya tidak memiliki apa-apa yang bisa dibanggakan. Padahal, harusnya saya menjadi diri saya sendiri, mengoptimalkan apa yang saya punya. Saya adalah saya, bukan dia atau bahkan mereka.

Continue reading →

Kesan-kesan Mengikuti Psikodrama, Berani untuk Jujur pada Diri Sendiri


Pertama kali saya mendengar tentang psikodrama Indonesia adalah dari teman seperjuangan, guru, dan inspirator saya, yaitu Ms. Christine. Kesan pertama yang muncul di benak saya dari cerita-ceritanya adalah “penasaran”. Ms. Christine menggambarkan psikodrama sebagai peluapan emosi kita yang terpendam selama ini, baik positif maupun negatif. Bisa membantu kita untuk lebih mengenal diri sendiri juga.

Apakah bentuknya seperti hipnosis?

Terapi? Continue reading →

…. karena Sukses adalah …..


Aku ingin membagikan tulisan dari Group Telegram mengenai Sukses. Jawaban yang sering diberikan oleh Kids Jaman Now, apabila ditanyakan tentang tujuan hidup atau cita citanya. Semoga dapat menjadikan bahan refleksi.


SUKSES
Setyo Hajar Dewantoro:

Malam ini mari kita merenung tentang arti sesungguhnya kesuksesan. Dan bagaimana kita bisa mencapai kesuksesan yang sesungguhnya. Kita membahas ini karena kata sukses kadung diwacanakan sangat luas dan mau tak mau ada dalam memori kita. Setidaknya itu terekspresikan dalam hasrat pribadi untuk sukses, atau kehendak agar anak anak kita bisa mencapai sukses. Continue reading →

Hanya Rasa yang Mampu Menyentuh Rasa ; Psikodrama di Jakarta


Hai, nama saya Shita.

Saya bekerja di sebuah tempat bimbingan belajar bernama Rakids Baca yang terletak di daerah Tebet, Jakarta Selatan. Saya bergabung ke tempat bimbel ini sekitar satu bulan yang lalu. Ada beberapa pertimbangan ketika saya ingin bergabung di tempat ini. Saya yang haus akan hal-hal yang baru selalu bertanya kepada owner saya, kira-kira apa yang bisa saya dapat ketika saya bergabung di Rakids Baca ini. Beliau menjawab “Nanti disini kamu akan dapat banyak pelatihan. Kamu bisa usulkan pelatihan apa yang kamu butuh”. Setelah mendengar jawaban itu saya makin tertarik untuk bergabung ke bimbel di daerah Tebet ini. Tepat hari ini, saya mendapat pelatihan “Psikodrama”. Continue reading →

Gusti Nyuwun Kawelasan ; Refleksi Kejadian Hari ini di Surabaya, Sidoarjo Jawa Timur,


Sebelumnya turut berduka untuk Indonesia, dan menyadari bahwa yang terjadi juga oleh anak anak bangsa sendiri. Aku tak ingin turut membenci, dan menawarkan pensikapan dengan refleksi berdasar tulisan dari Tunjung Dhimas Bintoro ini:

Keyakinan

Hampir setiap hari di kehidupan fana ini kita dihadapkan dengan jutaan bentuk paham keyakinan. Sementara setiap hari kita harus kuat merawat satu keyakinan yang kita yakini, entah yang muncul dari sanubari atau paksaan dari suatu sekte-sekte tertentu. Bahkan warisan orang tua yang jatuh turun diikuti begitu saja. Continue reading →

Demi Hari Pendidikan Nasional ; Ilmu Bukan Barang Dagangan


Pernahkah memiliki rekan kerja yang pelit akan ilmunya, ia tidak mau memberikan ilmunya nanti takut tersaingi. Atau pernahkah bahkan memiliki atasan yang tidak mengajarkan bagaimana kerja yang benar namun selalu mencari salah anak buah, agar terlihat pintar dan takut jika nanti digantikan? Atau pernahkah mengikuti pelatihan oleh pembicaranya, tidak boleh mengcopy materinya, takut nanti materi itu dipakai peserta untuk mengajar? Ada memang orang yang merasa bahwa kemampuan dan pengetahuan adalah miliknya, karena tidak mudah mendapatkannya maka tidak mudah juga ia berikan pada orang lain. Continue reading →

Berdoa Dalam Gerakan


Pagi itu aku bangun dengan suatu misi. Ada suatu hal baru yang akan aku lakukan pagi itu. Persiapan mental sudah aku lakukan sebisaku, tapi pelaksanaannya sendiri masih suatu tanda tanya besar. Untungnya aku bisa tidur cukup nyenyak malam sebelumnya. Mungkin karena aku tahu bahwa lancar atau tidaknya kegiatan yang akan lakukan, aku berada dalam kelompok yang akan menerima semua apa adanya, sehingga tidak ada yang perlu dikuatirkan tapi malah sebaiknya dinikmati saja.

Setelah mandi dan rutin pagi lainnya, sayapun keluar dari kamar. Matahari dan kicauan burung langsung menyambut begitu aku membuka pintu kamar. Begitulah keadaan kamar-kamar di Girisonta, suatu tempat retret dan pembimbingan iman dari kaum religius Katolik yang berlokasi sekitar sejam dari Semarang. Sebuah pekarangan besar menyambut tamu saat masuk ke dalam lokasi retret. Pekarangan itu dikelilingi kamar-kamar tidur, ruang makan, ruang pertemuan, kantor dan sekretariat. Pekarangan itu menjadi fokus dari Girisonta. Bagiku sendiri, entah sudah berapa banyak renungan yang aku habiskan sambil duduk menatap keanekaragaman pepohonan atau sambil berjalan mengitari pekarangan dan menyapa burung, ikan, dan ciptaan Tuhan lainnya. Memang suasana yang paling cocok untuk melakukan kontemplasi adalah melalui kebersamaan dengan alam. Continue reading →

Pengalaman Pertama Memberikan Pelatihan Menggunakan Psikodrama: Pelaksanaan (Bagian 2)



Sedikit demi sedikit, siswa-siswa SMA peserta seminar mulai memasuki ruangan. Beberapa siswa cowok mengintip masuk ke aula dari balik pintu. Saya langsung mengenali salah satu dari mereka, anak dari atasan saya. Sungguh, pencerahan yang satu ini memang bisa dikatakan bukan kebetulan, tapi mestikah ini terjadi? Haruskah anak itu siswa kelas X di sekolah itu? (Doa bertambah kencang) Continue reading →

%d bloggers like this: