Tag Archives: kepemimpinan

4 Fungsi Direktur dalam Psikodrama dan Perlunya Pembantu


Seseorang yang memfasilitasi Terapi dengan Metode Psikodrama disebut Direktur. Direktur ini memiliki 4 fungsi yang selalu dilakukan agar proses terapi berjalan dengan baik.

Peter Felix Kellerman (1990) dalam Cossa ( 2005) menggambarkan empat fungsi Direktur / pemimpin kelompok psikodrama, yang saya yakini benar dalam terapi tindakan: Produser, Analis, Terapis, dan Sociometrist. Seiring saya memahami fungsi ini:

Produser memfasilitasi dan membentuk tindakan dan membuat “drama” dalam drama psikodrama atau terapi drama;

Analis menciptakan dan menguji hipotesis tindakan dan mendasari tindakan sehingga masuk kedalam teori;

Terapis mempertahankan hubungan kepedulian dan menawarkan hal positif tanpa syarat,

Sociometrist memperhatikan hubungan dalam kelompok.

Semua fungsi ini perlu dioperasionalkan untuk kepemimpinan yang baik, dan tidak mudah bagi satu orang untuk melakukan semua fungsi ini dalam pertemuan kelompok. Sangat sulit untuk berfungsi sebagai Produser dan Sociometrist secara bersamaan, jadi sepasang atau tim pemimpin membantu memastikan bahwa kelompok dan anggotanya dilayani secara memadai dan tepat.

 

Yogyakarta, 7 Juni 2017

Advertisements

Mengapa Menjadi “Terlalu Sibuk” Adalah Kebohongan Terbesar Kita ?


Apakah Anda pernah mengatakan kepada diri sendiri,

“Saya terlalu sibuk”?

“Saya terlalu sibuk untuk bertemu orang ini …”

“Aku terlalu sibuk untuk mengurus kesehatan saya …”

“Aku terlalu sibuk untuk belajar bahasa …”

Kita busungkan dada, dan bahkan menyakinkan diri untuk percaya bahwa menjadi “terlalu sibuk” adalah sesuatu yang layak dibanggakan. Aku sudah pernah merasa bersalah dalam hal ini berkali-kali. Continue reading →

8 Tips: Bagaimana Role Play yang efektif untuk Interviews & Assessments


Jan 19, 2016

Belajar Bagaimana Role Play yang Efektif

Metode Role Play biasanya digunakan sebagai bagian dari proses perekrutan, Assesmen Center dan program pengembangan kepemimpinan, biasanya berpusat di sekitar studi kasus rekaan yang relevan. Tujuan menggunakan role play umumnya untuk melihat bagaimana Anda mengelola orang, berperilaku dan seberapa efektif Anda berkomunikasi dan terlibat dengan orang lain – boleh jadi mereka manajer lini, rekan Sejawat, penerima langsung laporan, pelanggan potensial …dll Continue reading →

Overthinking #10 Life Career Employee Faith


Kemarin sore saya dan atasan saling bicara. Dia bertanya apa yang saya suka dan tidak suka, apa kendalanya, ada masalah dimana, apakah saya happy atau tidak, dan lain-lain. Pertanyaan ini bagus dan sangat saya tunggu-tunggu dari kemarin. Saya stuck dengan pekerjaan ini. Saya tidak bahagia. Saya tidak suka dengan perlakuan orang-orang disini. Saya tidak suka ketidak harmonisan dan ketidak teraturan disini. Kebodohan di meeting. Terlalu hirarki. Banyak hal ingin saya utarakan. Continue reading →

Ironi Permainan Pikiran #05 Bekerja di Perusahaan Impian


sambungan dari…..Ironi Permainan Pikiran #04 Masuk Universitas Keren

Tamat kuliah tahun 2010, saya melamar beasiswa, lalu memutuskan untuk kerja di PT Kaya Raya. Ini perusahaan impian yang memang sudah lama saya incar, multinasional….pangan….Prancis! Setelah menunggu beberapa lama, ikut test penerimaan dan interview yang cukup banyak, saya diterima.

Awal masuk PT Kaya Raya, rasanya bangga sekali. Saya bekerja sebagai management trainee, bagian pembelian. Bos saya, Pak Boss, direktur pembelian, adalah bos idaman. Dia memberikan tanggung jawab dan kepercayaan yang besar kepada anak buah, mentor yang baik. 3 bulan bekerja di PT Kaya Raya, saya sangat sibuk, tapi saya senang dengan dinamika hidup saya, teman2 di kantor juga sangat asik. Judul keren jabatan saya waktu itu, Marketing and Promotion Purchasing Supervisor. Continue reading →

Bagaimana Menciptakan Iklim Kerja yang Lebih Baik


Sebagian besar pemimpin memiliki keahlian teknis untuk melakukan pekerjaan mereka secara efektif. Bahkan, yang biasanya menjadi alasan pertama mereka dipromosikan ke posisi kepemimpinan. Tapi pengetahuan teknis hanya sebagian dari apa yang dibutuhkan untuk menjadi Leader dan Coach yang efektif. Banyak manajer dan eksekutif mungkin akan terkejut untuk mengetahui bahwa itu bukan bagian yang paling penting. Keahlian teknis dan pengetahuan merupakan prasyarat untuk kepemimpinan yang baik; hal –hal tersebut diperlukan, tetapi tidak cukup. Continue reading →

Temukanlah Hal yang Baik pada Diri Orang Lain – Pelajaran Kepemimpinan dan Tiga Manfaat


Ibuku meninggal sekitar Hari Ibu tahun lalu. Paling tidak ini telah menjadi tahun yang sulit. Dia adalah ibu pemimpin dan merupakan pusat keluarga kami. Ibuku adalah seorang pejuang dan secara umum tergolong baik dan murah hati.

Saya telah menyimpan begitu banyak catatan baik tentang dirinya yang tulis orang-orang setelah kematiannya. Aku selalu tahu ibuku sangat istimewa, tapi banyak cerita dan pikiran baik mengatakan kepada saya hal-hal tentang dia yang saya tidak pernah tahu.

Sayangnya, saya berbagi saat di pemakaman dan setelahnya. Dan saya telah mengamati bahwa orang-orang yang menyampaikan hal itu adalah orang-orang yang benar-benar istimewa. Jadi saya bertanya, mengapa kita harus menunggu sampai orang meninggal untuk mengakui betapa istimewanya mereka? Jawaban kita adalah, tidak! Kita tidak akan menunggu.

Setiap orang memiliki kebaikan pada mereka, kita hanya harus melihat . Dan ketika kita menemukan kebaikan itu, kita harus mengungkapkannya

Ada pepatah bahwa Anda akan mendapatkan apa pun yang Anda cari. Jika Anda ingin melihat yang buruk pada orang, Anda akan menemukannya. Jika Anda ingin menemukan yang baik, Anda akan menemukan juga. Apa artinya ini bagi para pemimpin ? Berikut adalah manfaat menemukan kebaikan dalam diri orang lain :

1 . Orang-orang tertarik secara pribadi kepada orang lain yang mampu melihat diri mereka yang orang lain mungkin tidak mampu. Saya selalu mengatakan kepada anak-anak saya bahwa jika Anda ingin membuat banyak teman, temukan hal-hal yang baik tentang orang lain dan ungkapkan.

2 . Orang-orang tertarik kepada orang lain yang pada umumnya mengenai kebaikan. Apakah Anda lebih suka nongkrong di sekitar orang yang positif atau negatif? Jawaban Anda untuk pertanyaan ini, mungkin mengatakan banyak tentang apa yang biasanya Anda temukan dan cari di diri orang lain.
3 . Dalam diri setiap orang ada beberapa variasi tunas yang siap untuk mekar. Anda tidak dapat mengembangkan apa yang tidak Anda cari dan temukan pada diri orang lain. Hal ini demi keunggulan Anda sebagai pemimpin untuk menemukan tunas-tunas itu, tetapi akan meminta Anda untuk menemukan kebaikan itu lebih dulu.

Mengapa sulit untuk menemukan kebaikan?

Mari kita diskusi . Terima kasih !

Terjemahan bebas dari : Find the Good in Others – A Leadership Lesson and Three Benefits – by Michael Rogers

Leadership Killer


Nasihat Bijak

Bila dijadikan bahasa Indonesia berarti “Pembunuh Kepemimpinan”. Rasa-rasanya masih kurang keren dibandingkan dengan judul Inggris-nya “Leadership Killer”. Maka judul tulisan ini tetap kunamakan Leadership Killer.

Siapakah Leadership Killer ini? Ia disebut dengan hypocrisy. Sekali lagi sebuah kata dari bahasa Inggris. Akar katanya berasal dari bahasa Yunani yang artinya, ‘beraksi dalam sebuah penampilan teatrikal’ atau bisa juga berarti ‘memainkan sebuah peran atau berpura-pura.’

Dalam bahasa sehari-hari hypocrisy adalah bila apa yang diucapkan ternyata tidak sama dengan yang dilakukan. Dan inilah pembunuh nomor satu bagi pemimpin manapun.

Pelakunya mungkin saja masih hidup, tapi ia tidak lagi menjadi pemimpin. Ingat, “pemimpin” itu tidak sama dengan “pimpinan”. Walalupun kedua-duanya bisa saja menjadi satu dalam satu kepribadian seseorang.

Maka bila seseorang yang menjadi pimpinan tidak mampu membuktikan apa yang ia ucapkan, sebenarnya ia hanya menjadi pimpinan tapi tidak menjadi pemimpin.

Begitu juga sebaliknya. Meski seseorang tidak menjadi pimpinan, tapi ia bisa diangkat…

View original post 153 more words

Vickynisasi “Jendral” Masa Kini


Nasihat Bijak

Sun Tzu berkata, “Di medan pertempuran, ucapan tidak bisa menjangkau semua pasukan, untuk itu digunakan gong dan genderang. Benda-benda juga tidak bisa dilihat dengan jelas oleh semua pasukan, oleh karena itu digunakan bendera.”

Bagaimana dengan jaman sekarang? Bukankah sekarang semua perintah sudah bisa digandakan dengan mesin fotokopi? Juga bisa dikirimkan dalam bentuk email, dan bisa dijelaskan dalam power point.

Dalam kondisi perang, dengan segala bentuk kekacauan yang terjadi, prajurit harus mendapatkan perintah dengan jelas. Dan untuk mendapatkan kejelasan perintah itulah dibutuhkan gong, genderang dan berbagai macam bendera.

Kejelasan perintah itu yang penting, bukan metode dan alatnya. Meski melaui email, power point dan sarana lainnya, bila pesan yang disampaikan tidak jelas, tetap saja “prajurit” tidak akan bisa berjalan sesuai dengan perintah.

Dan kebiasaan lelaki untuk menggunakan kata-kata yang “ndakik”atau kata-kata heboh seperti aliran Vickynisasi menjadikan ketidakjelasan perintah itu menjadi lebih runyam.

Menurutku ada beberapa kata yang sangat tidak jelas seperti…

View original post 105 more words

Membangun Sebuah Tim


%d bloggers like this: