Tag Archives: kebahagiaan

3 Kunci untuk Menemukan Tujuan Hidup


Apa tujuan hidupmu?
Menemukan tujuan hidup adalah salah satu tugas terbesar yang dimiliki oleh hampir semua orang dalam hidup mereka, namun juga menjadi satu tugas yang sering tidak terpenuhi. Sayangnya, tidak ada satu jawaban sederhana untuk pertanyaan “Bagaimana saya menemukan tujuan hidup saya”, tapi justru lebih mudah menemukan jawabannya daripada yang Anda bayangkan. Jadi, bila Anda bertanya-tanya “Apa tujuan hidup saya?”,

berikut 3 kunci untuk membantu Anda: Continue reading →

Tugas Refleksi Kelas Psikoterapi dan Rehabilitasi – Kelas Psikodrama


Pada kelas psikoterapi dan rehabilitasi kali ini, saya memulai hari cukup pagi karena pada jam 8 pagi akan ada kuliah tamu psikodrama dari bapak Retmono Adi yang berasal dari luar kota. Pada awalnya saya pikir saya datang cukup telat dibandingkan dengan teman-teman lain, tapi ternyata saya datang pertama sebelum mereka. Pemikiran tersebut muncul karena biasanya pada jam pagi selalu terjadi kemacetan di jalan yang saya lalui. Sesampainya di kelas, saya langsung membantu ibu Erlyn mempersiapkan segala keperluan untuk kelas nanti. Continue reading →

Tugas Menulis Setelah Mengikuti Psikodrama


Selasa, 25 oktober 2016, aku melangkahkan kaki menuju lantai 10.. Awalnya aku merasa ogah untuk melangkahkan kaki di ruang relaksasi, 8 jam harus berkutat materi, sepintas itu yang terbayang dibenakku. Meski terpaksa, aku meyakinkan diri, semua akan berjalan menyenangkan (nggarepnya sih gitu). Pak Didik, begitulah aku memanggilnya, lengkap dengan ekspresi datarnya. Lewat beliau, aku menemukan istilah baru yang tidak pernah kudengar. Lewat beliau, aku meraih ilmu yang tak pernah kutau (agak alay kayaknya hehe). Menit demi menit berlalu, aku terlarut dalam tawa bersama mereka. Kami berbagi tentang apapun yang telah berlalu dan berlangsung. Menit demi menit berlalu, aku bahagia menghabiskan waktu bersama mereka. Continue reading →

Pelacur Hati


Kemarin aku bertemu lagi dengannya. Dia, lelaki pertama yang membawaku ke dalam kehidupan seksual. Sejak pertama kali bertemu, entah sudah berapa kali kami melakukan hubungan badan. Dia, lelaki pertama yang memberiku bayangan bahwa cinta dan seks adalah satu, lalu seks dan kenikmatan adalah satu. Bagiku, dia adalah sosok lelaki yang kuinginkan, entah….mungkin aku termakan bualannya. Entah juga bualannya yang mana, tentang amannya cinta, atau tentang nikmatnya seks. Continue reading →

Bercermin dari Nisan


Pemakaman. Apa yang terbayang? Kematian, suasana suram, isak tangis? Dulu itu yang ada di benak saya, namun ternyata pemakaman lebih dari sekedar itu. Hari ini saya menghadiri pemakaman ibu seorang teman, beliau meninggal mendadak karena sakit 2 hari yang lalu. Ini adalah pengalaman pertama bagi saya, pemakaman dengan budaya dan agama yang berbeda. Segalanya terasa lebih membingungkan, terlebih lagi saya datang sendirian. Saya bingung bagaimana menempatkan diri di tengah suasana duka ini, rasanya tidak nyaman sama sekali! Continue reading →

Ada Karena Tiada


Seperti pepatah terkenal, dikatakan setelah gelap terbitlah terang. Beberapa hari lalu adalah gelap pekat, dan bagaimana pun juga saya mencoba untuk percaya bahwa terang akan terbit, rasanya tidak ada titik terang sama sekali. Saya bergumul dalam kesedihan, bergelut dengan air mata. Namun tanpa saya sangka, tidak tahu mengapa dan bagaimana, tiba-tiba terang itu terbit hari ini. Pagi ini saya terbangun dengan harapan, matahari yang saya tatap dari jendela berbeda hari ini, dia memancarkan terang ke dalam hati. Continue reading →

Hikayat Pengemis Harga Diri


Hidup adalah masalah memberi dan menerima. Tunggu, ada yang salah disini. Pernah perhatikan ayat alkitab? Pernahkah disebut kalau manusia seharusnya mengharapkan untuk menerima? Manusia, saya, diharapkan untuk memberi, urusan menerima, itu di luar kemampuan saya, bukan juga hak. Jadi ini bukan hukum hak dan kewajiban; kau memberi adalah kewajiban, maka kau menerima adalah hak. Continue reading →

Nilai Abstrak Doa


Ada sebuah daya tarik yang memikat, antara ketidakberdayaan, kesepian, dan perasaan terbebaskan. Di antara begitu banyak perasaan yang berdesakan, dan pikiran yang seakan ingin menyeruak untuk didengarkan, yang aku cari sebenarnya hanya perasaan bahagia. Konon katanya bahagia berasal dari cinta, lalu mendatangkan impian? Itukah yang kualami, menghilangkan cinta, lalu berputar-putar mencari bahagia yang entah dimana adanya? Continue reading →

Aku hanya ingin punya Keluarga dan Bahagia #14 Life Career Employee Faith –


Monday, April 11, 2016
5 tahun sudah aku bertahan di perusahaan multinasional dengan segala macam manfaat, kebaikan dan fasilitas mewah yang kuterima. 4 tahun yang lalu aku sudah ingin berhenti, dan bertanya kemana arah hidupku. Apa yang kuinginkan. Aku akan mengejarnya. Namun yang terjadi aku masih tetap bertahan 1 tahun kemudian. Tahun lalu aku merubah pikiranku tentang hidup seorang diri. Aku ingin menikah dan mempunyai keluarga. Tak disengaja teman kuliah lamaku menghubungiku, setelah lama ketemu dan ngobrol setelah beberapa tahun tidak pernah aku ladeni, akhirnya dia jadi pacarku. Sudah hampir 6 tahun aku tidak menjalani hubungan serius dengan seorang pria. Kali ini aku ingin serius, karena aku ingin punya sebuah “rumah”, ingin menjalani hidup sebagai Ibu bekerja yang punya masa depan dengan suami, dan anak-anakku sendiri. Continue reading →

Kebebasan ? #12 Life Career Employee Faith


Rabu, 6 April 2016

Apa arti kebebasan bagimu, bagiku bagi semua orang? Pertanyaan ini tercetus saat aku merasa tertekan menjalani hari-hari di kantor. Aku tak mengerti kenapa terjadi. Berdiri di bawah gedung kantor, jantungku berdegup amat sangat kencang. Adrenalin naik. Rasanya darahku mengumpul semua di kepala, kaki gemetar, kepala sakit, tidak bergairah. Duduk memasuki meja kerja, melihat email, memeriksa segala pekerjaan yang harus kukerjakan hari ini, perlahan-lahan asam lambung meningkat dan mual. Aku terpaku dan diam. Aku tahu aku harus follow up kerjaan ini, memulai pekerjaan baru, meminta approval, belajar ini dan itu untuk mengejar ketinggalan dan tidak bodoh-bodoh amat kalau meeting. Continue reading →

%d bloggers like this: