Tag Archives: hidup bermakna

Pengalaman Pelatihan Psikodrama di Jakarta “Jangan terlalu keras pada diri sendiri”


Perkenalkan, saya Hanifah Dasnia. Teman-teman lebih senang memanggil saya dengan Ipeh. Saya adalah pengajar di suatu lembaga pendidikan nonformal (Rakids BACA) di daerah Tebet, Jakarta Selatan. Saya ingin berbagi sedikit pengalaman saya setelah mengikuti pelatihan Psikodrama yang diadakan di tempat saya bekerja. Langsung saja, cuusssss……..

Dengan mengikuti pelatihan Psikodrama ini saya menjadi mengerti bahwa kita melakukan sesuatu yang beda dan tidak mengikuti stigma atau kebiasaan yang ada adalah sebuah hal yang sah-sah saja. Selama ini saya selalu membandingkan diri saya dengan orang-orang disekitar. Setelah saya membandingkan, saya merasa diri saya tidak memiliki apa-apa yang bisa dibanggakan. Padahal, harusnya saya menjadi diri saya sendiri, mengoptimalkan apa yang saya punya. Saya adalah saya, bukan dia atau bahkan mereka.

Continue reading →

Advertisements

Kesan-kesan Mengikuti Psikodrama, Berani untuk Jujur pada Diri Sendiri


Pertama kali saya mendengar tentang psikodrama Indonesia adalah dari teman seperjuangan, guru, dan inspirator saya, yaitu Ms. Christine. Kesan pertama yang muncul di benak saya dari cerita-ceritanya adalah “penasaran”. Ms. Christine menggambarkan psikodrama sebagai peluapan emosi kita yang terpendam selama ini, baik positif maupun negatif. Bisa membantu kita untuk lebih mengenal diri sendiri juga.

Apakah bentuknya seperti hipnosis?

Terapi? Continue reading →

…. karena Sukses adalah …..


Aku ingin membagikan tulisan dari Group Telegram mengenai Sukses. Jawaban yang sering diberikan oleh Kids Jaman Now, apabila ditanyakan tentang tujuan hidup atau cita citanya. Semoga dapat menjadikan bahan refleksi.


SUKSES
Setyo Hajar Dewantoro:

Malam ini mari kita merenung tentang arti sesungguhnya kesuksesan. Dan bagaimana kita bisa mencapai kesuksesan yang sesungguhnya. Kita membahas ini karena kata sukses kadung diwacanakan sangat luas dan mau tak mau ada dalam memori kita. Setidaknya itu terekspresikan dalam hasrat pribadi untuk sukses, atau kehendak agar anak anak kita bisa mencapai sukses. Continue reading →

Surplus Reality vs Rewriting History


Konsep ini digagas oleh Joseph Moreno dalam metode psikoterapi yang disebut psikodrama, di sini orang-orang menemukan tempat di mana segala sesuatunya dapat dia ciptakan untuk situasi kehidupan yang dihadapi atau bahkan yang belum terjadi. Situasi bermain dalam psikodrama ini membebaskan imajinasi individu untuk berkreasi dan memiliki efek ‘healing’ di dalam prosesnya. Dalam pola kehidupan sekarang ini, ketika semua orang dituntut untuk melakukan sesuatu sesuai dengan rule yang sudah ditentukan, ketika siswa dan mahasiswa dituntut untuk memberikan satu saja jawaban yang benar, maka ruang berimajinasi untuk menciptakan surplus reality ini pelahan-lahan dikebiri. Ketika ruang ini semakin sempit, maka jiwapun semakin ‘sakit’. Continue reading →

Demi Hari Pendidikan Nasional ; Ilmu Bukan Barang Dagangan


Pernahkah memiliki rekan kerja yang pelit akan ilmunya, ia tidak mau memberikan ilmunya nanti takut tersaingi. Atau pernahkah bahkan memiliki atasan yang tidak mengajarkan bagaimana kerja yang benar namun selalu mencari salah anak buah, agar terlihat pintar dan takut jika nanti digantikan? Atau pernahkah mengikuti pelatihan oleh pembicaranya, tidak boleh mengcopy materinya, takut nanti materi itu dipakai peserta untuk mengajar? Ada memang orang yang merasa bahwa kemampuan dan pengetahuan adalah miliknya, karena tidak mudah mendapatkannya maka tidak mudah juga ia berikan pada orang lain. Continue reading →

Berdoa Dalam Gerakan


Pagi itu aku bangun dengan suatu misi. Ada suatu hal baru yang akan aku lakukan pagi itu. Persiapan mental sudah aku lakukan sebisaku, tapi pelaksanaannya sendiri masih suatu tanda tanya besar. Untungnya aku bisa tidur cukup nyenyak malam sebelumnya. Mungkin karena aku tahu bahwa lancar atau tidaknya kegiatan yang akan lakukan, aku berada dalam kelompok yang akan menerima semua apa adanya, sehingga tidak ada yang perlu dikuatirkan tapi malah sebaiknya dinikmati saja.

Setelah mandi dan rutin pagi lainnya, sayapun keluar dari kamar. Matahari dan kicauan burung langsung menyambut begitu aku membuka pintu kamar. Begitulah keadaan kamar-kamar di Girisonta, suatu tempat retret dan pembimbingan iman dari kaum religius Katolik yang berlokasi sekitar sejam dari Semarang. Sebuah pekarangan besar menyambut tamu saat masuk ke dalam lokasi retret. Pekarangan itu dikelilingi kamar-kamar tidur, ruang makan, ruang pertemuan, kantor dan sekretariat. Pekarangan itu menjadi fokus dari Girisonta. Bagiku sendiri, entah sudah berapa banyak renungan yang aku habiskan sambil duduk menatap keanekaragaman pepohonan atau sambil berjalan mengitari pekarangan dan menyapa burung, ikan, dan ciptaan Tuhan lainnya. Memang suasana yang paling cocok untuk melakukan kontemplasi adalah melalui kebersamaan dengan alam. Continue reading →

Pengalaman Pertama Memberikan Pelatihan Menggunakan Psikodrama: Pelaksanaan (Bagian 2)



Sedikit demi sedikit, siswa-siswa SMA peserta seminar mulai memasuki ruangan. Beberapa siswa cowok mengintip masuk ke aula dari balik pintu. Saya langsung mengenali salah satu dari mereka, anak dari atasan saya. Sungguh, pencerahan yang satu ini memang bisa dikatakan bukan kebetulan, tapi mestikah ini terjadi? Haruskah anak itu siswa kelas X di sekolah itu? (Doa bertambah kencang) Continue reading →

Psikodrama dan sebuah kehidupan baru Bagian II


Satu tahun lalu saya mengikuti kelas Psikodrama yang di isi oleh pak Adi . Saat itu temanya tentang healing terapi, seperti kelas Psikodrama yang saya ikuti kali ini kelas saat itu dimulai dengan perkenalan dan juga teknik lokogram dan spektogram. Kami diminta untuk membentuk pohon dan berbagai situasi, suasana saat itu sangat menyenangkan, semua peserta tertawa mengikuti arahan pak Adi dan tanpa disadari sebenarnya pak Adi sedang mengajak kami keluar dari zona nyaman kami. Setelah suasana sudah cukup kondusif dan kami merasa nyaman pak Adi menanyakan kepada kami bahwa kali ini kami akan dibawa untuk lebih dalam memainkan emosi kami dan kami menyetujuinya. Continue reading →

Psikodrama dan sebuah kehidupan baru Bagian I


Jumat pagi, hari ini langit kota Tarakan amat cerah dan saya mungkin salah satu dari banyak orang yang sangat bersemangat menyambut pagi ini. Ini adalah kedua kalinya saya mengikuti kelas Psikodrama yang diisi oleh Pak Adi dan saya sangat bersemangat.

Workshop Psikodama yang saya ikuti kali ini dibuat untuk melatih kami menjadi Terapis Psikodrama. Itu membuat saya begitu antusias mengikutinya. Kali ini bukan hanya untuk diri sendiri tapi untuk menolong orang lain yang mungkin memang membutuhkan pertolongan. Continue reading →

Di persimpangan


sekian tahun ini
aku hanya mengalir
mengikuti arus kehidupan
kadang naik, kadang turun, kadang berbelok tajam, kadang menghantam batu. tapi aku tetap mengalir

sekarang aku sudah tiba di persimpangan
kini tak bisa lagi kuberserah pada arus
aku harus memilih
ke cabang yang mana aku mau pergi melanjutkan petualanganku.

aku gamang…
arus ini kini diam
tak lagi mengarahkan, tak lagi mendorong
tidak juga dia menarik
pilihan ada padaku
aku yang punya daya
semua simpang sama indahnya
semua simpang sama menakutkannya

aku mau semua
tapi..
aku juga takut semua

MW

%d bloggers like this: