Tag Archives: Dunia Anak

Bahagia Menjadi Diriku Sendiri : Pengalaman Psikodrama di Jakarta Timur


Salam Psikologi
Psikologi untukku
Psikologi untuk kita

 

Pertama kali mendengar kata Psikodrama, rasanya kembali ke masa kecil dimana aku sering memainkan peran serial pendekar …aku suka memainkan peran sebagai kesatria wanita.

Begitu antusias aku mengikuti sesi Psikodrama HARI INI … Begitu semangat …dan bagiku kembali ke masa kecil saat aku harus memainkan sebuah peran adalah kembali ke KEBAHAGIAAN sesungguhnya….

Satu hal yang aku dapat setelah sesi Psikodrama hari ini adalah ” Jadilah dirimu sendiri Mei… karena tidak akan ada yang dapat melakukannya lebih baik dari dirimu sendiri ”

Terimakasih mas Didik atas ilmunya,
Terimakasih sudah mengembalikan kebahagiaan masa kecilku,
Terimakasih juga sudah membuatku sejenak menyadari bagaimana proses PERAN – PERAN yang ada di dalam diriku membuatku bahagia menjadi DIRIKU SENDIRI .

16122018
Mei – DEPOK

Advertisements

Hubungan Orang Tua dan Anak dengan Psikodrama


Kamis, 20 September 2018 saya mengundang pak Didik untuk bermain psikodrama bersama anak-anak. Setelah itu acara dilanjutkan diskusi bersama orangtua.

Saat itu ruangan disetting menyerupai restoran. Anak-anak terlihat sangat menikmati permainan tersebut. Anak bermain seakan di restoran yang sesungguhnya. Suasana lebih hidup lagi setelah pak Didik ikut terlibat menjadi musisi, dengan memainkan gitarnya di sudut ruangan.

Kurang lebih 1 jam anak-anak bermain psikodrama. Setelah anak masuk ke kelas masing2, acara dilanjutkan dengan diskusi bersama orangtua.

Mereka nampak antusias sekali berdiskusi. Banyak hal yang ingin mereka tahu tentang tumbuh kembang anak. Pertanyaan satu persatu dijawab pak Didik dengan gayanya yang santai tapi mengena. Kadang juga diselingi dengan canda tawa sehingga suasana terasa hidup dan tidak membosankan.

Yang menarik lagi disini adalah pesertanya kebanyakan ibu-ibu muda. Jadi ya begitulah ….. heboh banget.

Dan hasilnya adalah ada dampak positif yang didapat dari diskusi ini. Perubahan perilaku anak secara bertahap mulai nampak. Orangtua bersyukur banget dengan keadaan ini.

Terimakasih pak Didik atas bantuannya. Semoga hal ini bisa membantu membangun hubungan kuat antara orangtua dan anak. Sehingga orangtua bisa menghantarkan anaknya untuk melewati masa kanak-kanak mereka lebih bermakna.

Prihatin Bullying di Indonesia


Tanpa disadari, mungkin kita juga sering melakukan perundungan ( bullying ) pada orang lain. Saat mengatakan orang gemuk, jelek, bodoh, banci, serta berbagai stigma negatif lainnya. Mungkin saat mengatakan itu, maksud kita adalah untuk bercanda, tapi efek yang ditimbulkannya sama sekali tidak lucu dan bisa jadi tidak terduga.

Pikiran manusia cenderung mengingat yang buruk dan mengabaikan yang baik. Saat seseorang diberi penguatan positif seperti dipuji pintar, cantik, langsing, baik.. maka efek positif ini hanya bertahan sementara saja, namun apabila mendapat penguatan negative, efek nya berlangsung sangat lama. Continue reading →

Role Play mengenal Profesi, Psikodrama untuk Anak-anak TK


Kamis, tanggal 20 September 2018, di TK Nasional Ceria, Ngaliyan Semarang, Saya diundang untuk bermain Psikodrama bersama Anak-anak TK. Tema nya adalah mengenal Profesi.

Saya datang jam 07.50 WIB, sudah banyak anak-anak yang antri di Gerbang diantar oleh orang tuanya. Ramai suasananya, anak-anak langsung diserahkan ke guru-guru, dan beberapa orang tua ada yang tetap tinggal di sekolah untuk ikut nonton, anak-anaknya akan bermain. Continue reading →

Psikodrama Parenting dari Diskusi WAG


Berangkat dari sebuah video yang viral tentang kekerasan dalam rumah tangga, lalu muncullah ungkapan perasaan yang menjadi awal dari diskusi yang menarik.

Berikut diskusinya dengan diedit untuk tata tulis dan konfidensialnya.

K : Jangankan Orang lain Mbak,,
Lha Wong anake dewe ki lho…nek dong njengkelke yo di jenggungi😃😜😃

E : Sopo K ? Nek aku ora tau🤭
Soale welinge wong tuaku,sak jengkel-jengkelo mbi anak jok sampe cengkiling…ndak tuman jare
Dadi mpe anakku le cilik kelas 9 aku durung nate cilike njiwit gedhene ngeplak🤭
Ning janagan ditanya…barangng apa yang sudah jadi korban 😜

K : Lha okeh beritane lho ya 😃

J : Aku yo sok esmosi kok, bare, gelone ra ilang-ilang

E : Nah kan,palagi nek ndadak di morotangan,bekase isih ngecap,emosine wis ilang,kari gelone
Tapi ra maido yo,wong nek jengkel mbi anak kiy jiiiaaan😬
Nopo P ?

P : Aku tau mukul nyubit anakku😓

E : Ndak papa P, belum terlambat untuk berubah koq
Btw Yo tergantung si anak juga sih, ga bisa dipadakne mbi anak-anakku
Soale aku jinjo P, pernah duluuu banget,sekaline aku nyubit anakku pas masih TK, ya ampuun le nangis kelara-lara, mingsek-mingsek
Ra tegel aku
Trus ditambahi simak ngomongi ngono, ya wes tak eling-eling terus

P : 👍👍👍👍👍👍

E : Tapi sing no 2 rada tamblek juga😬
Nah iku kudu korban sapu mpe tugel, koco rak tv pecah🤭
Saking esmosine aku

Ch : Ga sama kondisi keluarga satu sama lain… kondisi ortu, anak-anak. Bahkan anak 1 dengan yang lain beda cara memperlakukan… meskipun teori parenting sudah banyak sekarangg. Yang terbaik masing-masing yg tau…
Jangan sampai terjadi seperti yang di video tadi. Amin..amin..amin…

E : Yups betul…..aku juga ga pernah ikut seminar parenting koq 🤭
Asal kita mau tanggap dan memahami karakter anak masing-masing ….pasti aman nyaman dan damai🤪
Kata orang-orang tua,wong pitik sak petarangan wae yo bedo-beda endog e😀
Malah ono le buthuk juga

RA : Pengalaman ini dpt direfleksikan, lalu dapat diceritakan pada si anak ketika usianya sudah mulai mengerti,…maka akan jadi cara memutus rantai kekerasan itu.

E: Yang besar terlalu pendiam om, ga di gong ga omong
Beda ma si kecil,paling suka nanya dulu waktu kecil dia gimana, kakak gimana?
Malah curcol🤭

RA : Ceritakan saja semua, dengan seluruh emosi yg menyertai..sebelum, sesaat, dan sesudah peristiwa itu…

P : Oke

RA : Pengenalan emosi yang menyertai menjadi penting…(karena salah satu dan mungkin yang utama, emosi itu adalah Cinta), selanjutnya dipahami bahwa cara mengungkapkannya mungkin tidak tepat atau menyakitkan. Oleh karena itu, sesal dan maaf juga perlu diungkapkan, agar utuh dalam menangkap keseluruhan “peristiwa” itu. Dengan demikian jadilah Rekonsiliasi, berdamai bersatu kembali.

J : 🙏🙏🙏Biyen bapakku gualak puol, tekane saiki aku yen pas galak kadang eling lha iki khan adegan ro dialog ke bapakku,…. njuk geli kemekelen dewe😂😂😂

RA : Pengalaman dirimu yg kauceritakan padaku, secara jujur dan utuh (melibatkan berbagai emosi yg menyertainya) yang jadi inspirasiku…Bro

P : Iya, aku terus minta maaf, kulihat ada kelegaan semoga tak ada dendam🙏

RA : ….dan semua dari kita paham bahwa Dia Sendirilah, Cinta, itu…🙏🙏🙏

E : Jam istirahat siang buat ngangsu kawruh seko dulur-dukurku👍 tq 🙏

 

Semoga bermanfaat. Terima Kasih

Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial untuk Anak-Anak dengan Psikodrama: Ketakutan itu Ilusi, Resiko itu Nyata.


Teknik Psikodrama sculpture (bikin patung)
Properti : selendang/alat2 kecil (bola, kayu pendek, dll)
Tempat : Halaman, Lapangan, atau ruangan kosong
Durasi : 2-3 jam

Beberapa hari yang lalu, saya dikontak oleh rekan Relawan Bencana Merapi, untuk diminta terlibat dalam penanganan Trauma Anak-anak di Taman Kanak-kanak yang berada di Lereng Merapi. Informasi yang didapatkan Anak-anak banyak yang sudah biasa ditinggal sendiri oleh orang tuanya, setelah kejadian Letusan Freaktik Merapi, menjadi ingin selalu ditunggui orang tuanya. Continue reading →

Tips Penerapan Psikodrama untuk Guru PAUD agar Peka dan Kreatif


Tercetus dari obrolan setelah belajar Psikodrama bersama Pengajar Paud di ESKID, Sleman Yogyakarta, pada tanggal 29 Juli 2018.

Anak usia dini sangat peka dan sensitif, masa pertumbuhan dan perkembangannya sangat cepat. Maka guru perlu menyadari hal ini. Jangan sampai guru terjebak pada pengajaran dengan kata-kata yang abstrak, suatu hal yang memang mungkin penting untuk anak – anak itu. Namun perlu disadari bahwa anak tidak hanya belajar melalui kata-kata, anak usia dini belajar dari apa saja yang ditangkap oleh indra dan rasa nya. Ekpresi wajah, gerak tubuh, cepat lambat gerakan, intonasi suara, emosi yang dialami guru, dll. semua diserap dengan cepat. Guru Paud perlu memiliki rasa yang peka dan cinta. Continue reading →

Psikodrama untuk ABK dan Baby


Saya Chris, saya mengajar di salah satu sekolah di Tebet , mengajar di tempat les di Tebet dan mengajar privat untuk ABK.

Saya selah mengikuti psikodrama sebanyak 4 kali. Setelah saya mengikuti pelatihan Psikidrama Bersama Mas Didi, saya selalu mencoba mengaplikasikan kepada anak-anak. Kali ini saya mencoba mengaplikasikan untuk Baby lucu dan ABK .

Nama : Sofia , usia 2 tahun.
“ Om dan Tante, bisa tebak, Aku buat apa ya ?”.

Dan ternyata Psikodrama bukan hanya dapat dilakukan oleh kita yang sudah dewasa, tetapi untuk Baby seusia Sofia juga dapat diberikan.

Nama Aku Razan , usia 9 tahun.
“ Om, Tante…tebak juga ya,,Aku bikin apa ?”,

Razan adalah penyandang Downsindrom, sangat mudah mengaplikasikan Psikodrama kepada ABK dan baby, dengan memberikan intruksi-intruksi sederhana dan hasil yang mereka berikan tidak kalah dengan kita orang dewasa.

 

Jakarta, 22 Juli 2018

Sebuah Gambaran #Goresanku 142


Ada seorang guru berbicara di depan peserta pertemuan. Tiba-tiba mengeluarkan selembar koran bekas yang bergambarkan peta daerah dimana Dia berceramah. Koran bekas bergambar peta itu disobek menjadi beberapa bagian.
Kemudian guru berkata:” Saatnya kita sayembara, siapakah diantara anda yang dapat menyusun kembali potongan-potongan gambar peta ini ? “.

Banyak peserta yang berminat ikut sayembara dan mencoba untuk menyusun potongan Koran tersebut. Sayang sekali tidak ada peserta yang mampu menyusun kembali.
Kebetulan ada seorang anak kecil maju dan minta ijin untuk menyusunnya. Dan guru tersebut mempersilakan.

” Guru …… bolehkah potongan Koran ini dibalik ? ” kata anak kecil itu.

Guru: ” Maksudnya yang ada gambar peta dibawah ?.”

Anak: ” Iya guru “.

Setelah semua potongan kertas itu diposisikan seperti yang diminta, anak itu diam. Sebentar mengamati potongan kertas berserakan itu. Lalu ia mulai merangkai dan dalam waktu yang singkat dapat menyelesaikannya.

Para peserta yang lain merasa heran.

Guru: ” Bagaimana kamu bisa menyelesaikan dengan waktu yang begitu singkat ?”. Sedangkan kamu tidak bisa melihat gambar peta itu.

Anak: ” Di balik gambar peta itu itu, saya melihat potongan gambar seorang manusia. Berdasarkan gambaran itu saya hanya mencoba merangkai gambar potongan manusia menjadi seorang manusia yang utuh “.

Pesan moral:

Dalam membangun institusi, lembaga, masyarakat, bangsa dan negara, bangun dulu manusianya bukan sebaliknya.

Kusuma, Juli 2018

Bagaimanakah Tips Memilih Youth Camp yang Baik? (untuk Mengisi Liburan Sekolah Anak Remaja Kita)


Anak adalah investasi masa depan! Memang, anak bukanlah barang. Tetapi, sebagai orang tua kita bertanggung jawab untuk masa depannya. Sekaligus, merekalah yang akan menjadi penerus sekaligus pewaris masa depan kita. Karena itulah, tak mengherankan dengan anak-anak kita berusaha memberikan yang terbaik.

Belakangan ini, ada mulai bermunculan camp bagi anak remaja. Mulai dari camp yang mengajarkan teknik belajar, teknik berbicara hingga membangun mental karakter yang baik. Banyak yang dikelola dengan bagus dan berkualitas. Ada juga yang tujuannya sangat komersial sehingga dalam prosesnya banyak hal yang dikorbankan. Akibatnya, bukannya manfaat yang diperoleh. Justru anak menjadi kapok dan kemudian merasa sia-sia. Continue reading →

%d bloggers like this: