Tag Archives: Berpikir Positif

Kesan-kesan Mengikuti Psikodrama, Berani untuk Jujur pada Diri Sendiri


Pertama kali saya mendengar tentang psikodrama Indonesia adalah dari teman seperjuangan, guru, dan inspirator saya, yaitu Ms. Christine. Kesan pertama yang muncul di benak saya dari cerita-ceritanya adalah “penasaran”. Ms. Christine menggambarkan psikodrama sebagai peluapan emosi kita yang terpendam selama ini, baik positif maupun negatif. Bisa membantu kita untuk lebih mengenal diri sendiri juga.

Apakah bentuknya seperti hipnosis?

Terapi? Continue reading →

Advertisements

Hanya Rasa yang Mampu Menyentuh Rasa ; Psikodrama di Jakarta


Hai, nama saya Shita.

Saya bekerja di sebuah tempat bimbingan belajar bernama Rakids Baca yang terletak di daerah Tebet, Jakarta Selatan. Saya bergabung ke tempat bimbel ini sekitar satu bulan yang lalu. Ada beberapa pertimbangan ketika saya ingin bergabung di tempat ini. Saya yang haus akan hal-hal yang baru selalu bertanya kepada owner saya, kira-kira apa yang bisa saya dapat ketika saya bergabung di Rakids Baca ini. Beliau menjawab “Nanti disini kamu akan dapat banyak pelatihan. Kamu bisa usulkan pelatihan apa yang kamu butuh”. Setelah mendengar jawaban itu saya makin tertarik untuk bergabung ke bimbel di daerah Tebet ini. Tepat hari ini, saya mendapat pelatihan “Psikodrama”. Continue reading →

Gusti Nyuwun Kawelasan ; Refleksi Kejadian Hari ini di Surabaya, Sidoarjo Jawa Timur,


Sebelumnya turut berduka untuk Indonesia, dan menyadari bahwa yang terjadi juga oleh anak anak bangsa sendiri. Aku tak ingin turut membenci, dan menawarkan pensikapan dengan refleksi berdasar tulisan dari Tunjung Dhimas Bintoro ini:

Keyakinan

Hampir setiap hari di kehidupan fana ini kita dihadapkan dengan jutaan bentuk paham keyakinan. Sementara setiap hari kita harus kuat merawat satu keyakinan yang kita yakini, entah yang muncul dari sanubari atau paksaan dari suatu sekte-sekte tertentu. Bahkan warisan orang tua yang jatuh turun diikuti begitu saja. Continue reading →

Surplus Reality vs Rewriting History


Konsep ini digagas oleh Joseph Moreno dalam metode psikoterapi yang disebut psikodrama, di sini orang-orang menemukan tempat di mana segala sesuatunya dapat dia ciptakan untuk situasi kehidupan yang dihadapi atau bahkan yang belum terjadi. Situasi bermain dalam psikodrama ini membebaskan imajinasi individu untuk berkreasi dan memiliki efek ‘healing’ di dalam prosesnya. Dalam pola kehidupan sekarang ini, ketika semua orang dituntut untuk melakukan sesuatu sesuai dengan rule yang sudah ditentukan, ketika siswa dan mahasiswa dituntut untuk memberikan satu saja jawaban yang benar, maka ruang berimajinasi untuk menciptakan surplus reality ini pelahan-lahan dikebiri. Ketika ruang ini semakin sempit, maka jiwapun semakin ‘sakit’. Continue reading →

Pengalaman Pertama Memberikan Pelatihan Menggunakan Psikodrama: Pelaksanaan (Bagian 2)



Sedikit demi sedikit, siswa-siswa SMA peserta seminar mulai memasuki ruangan. Beberapa siswa cowok mengintip masuk ke aula dari balik pintu. Saya langsung mengenali salah satu dari mereka, anak dari atasan saya. Sungguh, pencerahan yang satu ini memang bisa dikatakan bukan kebetulan, tapi mestikah ini terjadi? Haruskah anak itu siswa kelas X di sekolah itu? (Doa bertambah kencang) Continue reading →

Menulis Asal Menulis Aja


Ada saatnya ide semua buntu, ingin melakukan apa pun terasa ragu. Apa yang perlu dilakukan jika berada pada situasi itu ?

Kali ini aku paksakan menulis. Menulis apa saja yang ada dalam pikiran. Langsung saja menulis. TV aku nyalakan namun tidak kutonton, yang penting ada suara-suara. Medsos aku tutup semua, antisipasi jika malah berkicau dan bikin kacau.

Lumayan juga nih, aku bisa menulis seperti ini. mungkin lebih baik sering sering dalam keadaan seperti ini terus menulis apa saja yang terlintas di pikiran.

Sering memang aku menyatakan bahwa menulis juga bisa berefek terapeutik, dan kali ini aku praktekkan sendiri. Cukup melegakan,…hihihihihi

Maaf jika terasa nyampah di internet, kupikir ini cukup penting dibagikan ke khalayak, mungkin ada juga yang dapat terbantu.

Tidak perlu didukung dasar teori dari penelitian ilmiah, cukup pengalaman riil saja dibagikan. Aku yakin kok, bahwa pengalaman pribadi, jika diakui secara jujur, pastilah juga pernah dialami oleh orang lain.

Oh, ya judulnya sedang aku pikirkan. Judulnya belum ada karena aku langsung aja mengetik. Ini aku mengetik sambil memikirkan judulnya apa ya yang cocok. Ya,..perlu mempertimbangkan apa yang mungkin sedang laris di internet, biar bisa nangkring di halaman pertama pada pencarian Google, dan tetap nyambung dengan kontennya. Udah ach,..ntar makin nglantur,….terima kasih.

Psikodrama dan sebuah kehidupan baru Bagian II


Satu tahun lalu saya mengikuti kelas Psikodrama yang di isi oleh pak Adi . Saat itu temanya tentang healing terapi, seperti kelas Psikodrama yang saya ikuti kali ini kelas saat itu dimulai dengan perkenalan dan juga teknik lokogram dan spektogram. Kami diminta untuk membentuk pohon dan berbagai situasi, suasana saat itu sangat menyenangkan, semua peserta tertawa mengikuti arahan pak Adi dan tanpa disadari sebenarnya pak Adi sedang mengajak kami keluar dari zona nyaman kami. Setelah suasana sudah cukup kondusif dan kami merasa nyaman pak Adi menanyakan kepada kami bahwa kali ini kami akan dibawa untuk lebih dalam memainkan emosi kami dan kami menyetujuinya. Continue reading →

Psikodrama untuk Pelatihan Leadership Ki Hadjar Dewantara


Ing Ngarsa Sung Tuladha – di Depan memberi contoh
Ing Madya Mangun Karsa – di tengah melengkapi dan memberi kontribusi
Tut Wuri Handayani – di belakang mendorong dan melengkapi

Pelatihan ini untuk melatih dengan berpraktek Kepemimpinan berdasar Ki Hadjar Dewantara, durasi nya 16 jam, atau 2 hari kerja. Continue reading →

PENGARUH GADGET DALAM PERTUMBUHAN EMOSI ANAK


Gadget merupakan sumber anak mendapatkan berita berita yg tidak etis pada usianya, 90% anak di Indonesia mengalami kecanduan pornografi yg masuk dari gadget, sering sekali pada saat online ataupun offline bermain game,saat naik level muncul iklan aneh aneh yg muncul keluar tanpa memandang usia berapa pemainnya.jika narkoba merusak 3bagian otak maka pornografi merusak 5dari bagian otak.
Anak yg kecanduan pornografi akan mengalami kerusakan pada bagian prefrontal cortex yg berfungsi sbg pusat pertimbangan, pengambilan keputusan dan membentuk perilaku social . jika mengalami kerusakan maka kepribadian anak bisa berubah.
Pada awalnya respon anak akan jijik melihat sistus porno tsb, lama kelamaan system limbic yg mengatur emosi akan mengeluarkan hormon dopamine yg membuat anak merasa senang hingga ketagihan , jika ketagihan diteruskan maka mengakibatkan kehilangan konsentrasi dan prilaku social yg tidak etis.
Ketika anak bermain gadget mata anak akan sepenuhnya konsentrasi penuh pada layar gadget hingga lupa berkedip sewajarnya . ini yg menyebabkan dehidrasi mata pada anak.
Pemilik perusahaan pencipta gadget seperti bill gates dan steve jobs sendiri tidak mengizinkan anak bermain gadget pada usia dini, dikarenakan memahami memahami dampak bahaya gadget, anak usia 14tahun lah yg layak mengunakan gadget.
Alat elektronik pada umunnya memiliki radiasi, Bubun mempraktikan perbedaan kekuatan otot tubuh sewaktu memegang gadget yg tanpa alat anti radiasi dengan hpnya sdryg ditempeli alat anti radiasi. Hasilnya dapat dilihat peserta seminar secara nyata dampak dari radiasi yg sangat mempengaruhi kekuatan tubuh kita secara tidak terlihat.
Pada umunnya anak yg diberikan gadget sejak dini akan bermain gadget lebih dari 2jam sehari, sehingga mengakibatkan gangguan speech delay, anti social, otak cenderung lebih lemot karena kurangnya stimulasi dan interaksi dengan lingkungan sosialnya.
Gangguan attention deficit disorder(ADD) jua bisa timbul dikarenakan seringnya melihat tampilan warna menarik dilayar gadget akibatnya anak akan cepat bosan dan sering mengamuk ataupun lebih temperamental/ tantrum.
Sadarkah orang tua? kalau orangtua lah yg memberikan gadget kepada anaknya, padahal gadget bukan kebutuhan penting anak pada masa pertumbuhan mereka.
Gadget diberikan sebagai pengalihan perhatian orgtua pada anak, pada saat makan orang tua memberikan gadget supaya dengan alasan agar anak mau makan, atau pun dengan alasan kurang gaul dan gaptek kalau tidak diberikan gadget.
Walaupun demikian gadget masih memiliki efek positive seperti dengan mudahnya kita mencari informasi , menguasai teknologi yang memudahkan kehidupan masyarakat, namun yg disayangkan gadget memudahkan tersebut jua berefek manusia kurang mengoptimalkan fungsi otak. Kemampuan berpikir manusia menjadi serba instann, otak manusia tidak akan menyimpan memori dalam jangka panjang. manusia jd dihadapkan pada masalah yg ingin diselesaikan secara cepat dan instan.
Oleh karenanya sebagai orantua harus lah memiliki kebijaksanaan dan berprinsipdalam mengunakan dan memperkenalkan gadget secara bijak pada anaknya, gadget hanya digunakan sebagai media interaksi dalam beraktivitas bersama dengan anak,bukan sebagai penganti perhatian orang tua.
Jika anak belum mampu diajak berunding untuk mengontrol pengunaan gadget sebaiknya tidak diperkenalkan, kesadaran untuk mengontrol diri harus dimulai dari diri anak.
Orang tua harus membiasakan diri bersikap terbuka terhadap anaknya, jika ada kesalahan dapat dirundingkan bersama, sehingga tidak ada rahasia yang menyimpang.
Pesan bubun sebagai orang tua jua harus mengimbangi perkembangan teknologi dengan kemampuan social, life skill dan kegiatan fisik lainnya.
Dengan adanya kesadaran perubahan diawal maka seseorang akan dapat mengubah keseluruhan jalan hidupnya (change the beginning and you change the whole story)
Oleh karena itu orang tua harus mulai mengubah dirinya terlebih dahulu barulah anaknya akan ikut berubah.

 

Oleh Denny M

Kisah di Zavier Coffee Medan part I


Selama membuka Zavier Coffee banyak kejadian yang menarik aku alami. Salah satunya adalah ketika pertamakali membuka Zavier Coffee, masih sepi.. aku mulai mengeluh dalam hati, kok g ada yg datang ya? Mungkin karena cafe ini baru buka, aku berusaha menghibur diri.

Kami buka jam 12 siang, setelah jam 3 sore barulah ada seorang bapak masuk ke cafe, Alhamdulillah pelanggan pertama.. aku yang sedang duduk di depan langsung menyambut antusias,

” Selamat sore pak, mau pesan apa pak ? Kataku sambil menyodorkan daftar menu, bapak itu menatapku bingung, aneh juga..pikirku, kok tidak mengambil dan melihat menu. Continue reading →

%d bloggers like this: