Tag Archives: bermain peran

Proposal Management Konflik berbasis Psikodrama


Konflik merupakan hal yang lazim terjadi di dalam kehidupan manusia, apalagi dalam organisasi di mana target dan tekanan untuk pencapaian sering terjadi. Konflik bukan hal buruk apabila dapat diatasi, sebab dapat memicu munculnya terobosan baru dalam penyelesaian masalah serta ide ide inovatif lainnya.

Permasalahan besar dalam organisasi akan muncul jika konflik tidak dapat diselesaikan. Kegagalan dalam penyelesaian konflik dapat menimbulkan berbagai dampak serius yang mampu menggoyahkan bahkan menghancurkan sebuah organisasi. Berbagai pola konflik dapat muncul, mulai dari konflik hubungan antara atasan dan bawahan, konflik karena keterkaitan kerja, perbedaan prioritas menimbulkan berbagai dampak serius jika tidak dapat diselesaikan. Organisasi yang memahami hal ini berusaha untuk menjembatani penyelesaian konflik ini dengan melakukan berbagai upaya, termasuk di dalamnya pelatihan management konflik yang diharapkan dapat membawa penyelesaian konflik. Continue reading →

Advertisements

Pengalaman Pertama Memberikan Pelatihan Menggunakan Psikodrama: Pelaksanaan (Bagian 2)



Sedikit demi sedikit, siswa-siswa SMA peserta seminar mulai memasuki ruangan. Beberapa siswa cowok mengintip masuk ke aula dari balik pintu. Saya langsung mengenali salah satu dari mereka, anak dari atasan saya. Sungguh, pencerahan yang satu ini memang bisa dikatakan bukan kebetulan, tapi mestikah ini terjadi? Haruskah anak itu siswa kelas X di sekolah itu? (Doa bertambah kencang) Continue reading →

Psikodrama dan Psikologi Industri


Psikodrama merupakan Psikologi Terapan, dengan kata lain Teori Psikologi diterapkan dalam bidang kehidupan dapat dengan cara Psikodrama. Dalam Psikolgi Industri, Psikodrama lebih banyak digunakan dalam metode pelatihan, selaras dengan tujuan ambisius Psikodrama untuk merubah perilaku. Perilaku yang kurang Produktif dapat dilatih dengan cara Psikodrama menjadi Produktif. Karyawan yang tidak kompeten di treatmen dengan Psikograma agar menjadi Kompeten. Continue reading →

Memakai Psikodrama sebagai Metode Ceramah


Berbekal pengalaman berkesan saat mengikuti workshop Psikodrama yang diselenggarakan HIMPSI Sumut di bulan October 2017 yang lalu, saya terus penasaran ingin mencoba menggunakan psikodrama ini dalam berbagai setting yang menurut saya bakal menarik. Saya tahu tidak mudah, karena meskipun kesannya bermain, spontan, dan tanpa skenario, sebenarnya situasi di dalam psikodrama ini diperhitungkan secara matang, menggunakan berbagai teknik gabungan yang memungkinkan prosesnya dapat berjalan dengan mulus. Mas Retmono Adi, sang fasilitator, serta asistennya Eka dan Santa sabar sekali melayani berbagai pertanyaan saya untuk menggali lebih dalam mengenai kemungkinan kemungkinan itu.

Setelah berpikir dan ragu, saya punya moment yang saya pikir bisa saya pakai sebagai ajang uji coba menggunakan psikodrama sebagai metode ceramah. Kebetulan saya diminta untuk bicara pada umat vihara  di sebuah daerah tak jauh dari kota Medan. Berhari hari saya mikir topik tapi tidak bertemu. Mulailah terpikir untuk mencoba memakai psikodrama. Continue reading →

Psikodrama itu Powerfull (Pengalaman di Medan)


Hari 1.
Dulu sekali, kata Psikodrama ini pernah disenggol di mata kuliah Psikologi Sosial namun tidak menarik perhatian saya, karena hanya sekedar disebutkan sebagai salah satu terapi yang sering dilakukan di dalam kelompok. Mengikuti Workshop Psikodrama ini merupakan pengalaman yang sama sekali baru. Heran itu sudah dimulai dari melihat tatanan ruangannya, dimana meja diletakkan lengket di dinding, dan semua kursi disusun menghadap dinding, kami saling memandang dengan alis naik sebelah. Lebih menarik lagi ketika Sang Fasilitator datang dengan gaya yang sangat tidak biasa, baju batik HIMPSI dikombinasi topi kupluk. Continue reading →

Pengalaman Kelas Psikodrama di Salatiga


Tadi pagi saya baru saja mengikuti pelatihan psikodrama. Awalnya hampir tidak niat untuk ikut karna kelasnya dadakan dan pasti akan banyak yang dikorbankan jika tetap ikut. Tapi rasa penasaranku membuatku tetap ingin ikut dan akhirnya aku ikut. Pas awal masuk kelas, saya langsung dikagetkan dengan kata “frezz” artinya untuk menghentikan gerakan dalam drama. Saya lalu berhenti beserta teman-teman yang juga datang bersama saya. Itu dilakukan bapaknya karna ia mau menjelaskan betapa pentingnya etika ketika kita berada di lingkungan sosial. Continue reading →

Psikodrama adalah Eksplorasi Tindakan


Ini adalah istilah kegiatan kelas yang Saya gunakan untuk menyatakan drama, atau psikodrama. Penerapan drama, pada antologi saya di Interactive & Improvisational Drama. sudah  saya rubah, bagaimanapun saya pikir lebih baik untuk menyebut kategori ini “Eksplorasi Tindakan “-atau, sebagai alternatif, “Enactments Eksplorasi.” Saya menulis kembali dua buku besar untuk Psikodrama, memperbaruinya, dan menggunakan judul itu, untuk beberapa alasan:

Kebanyakan orang berpikir drama disetarakan dengan teater. Di antara seniman teater, drama adalah istilah yang lebih inklusif, tetapi hanya sedikit orang tahu ini. Drama (atau teater) untuk sebagian besar adalah scripted, perform, yang dilakukan aktor sebagai “produk polesan” kepada khalayak yang relatif pasif untuk tujuan hiburan. Dan budaya kita penuh tidak hanya drama panggung, namun juga film, program televisi, segala macam acara , DVD, dan sebagainya. Continue reading →

Realisme, Keaktoran, dan Stanislavski


September 1st, 2008 by M. Fadli, aktif di teater Rumah Teduh

Stanislavsky adalah seniman sejati. Dia meleburkan sekaligus menggeneralisir diri dengan utuh, hingga akhirnya dia menjelajahi sendiri kisi-kisi kehidupannya sampai ke tingkat paling mendetail. Penonton tak lagi membutuhkan penjelasan lanjutan atas apa yang dia tampilkan. Menurut pendapat saya, begitulah teater seharusnya. (Lenin,1918)

Continue reading →

Refleksi Psikodrama Si Pemalu


Saya Si Pemalu dan tidak enak-an pada orang-orang di lingkungan yang menurutku kurang mendukungku dan selalu berharap adanya keajaiban untuk mendapatkan teman dekat se-fakultas. Jujur saja, saya kurang dekat dengan teman-teman yang berada dalam kelas ini. Saya selalu sungkan meskipun hanya dalam meminjam barang yang mereka miliki. Meskipun kami telah lama bersama dalam satu fakultas maupun kelas, saya belum merasakan kedekatan yang sebaiknya saya dapatkan bilamana dibandingkan dengan kedekatan mereka pada teman-teman yang lain.

Continue reading →

Tugas Refleksi Kelas Psikoterapi dan Rehabilitasi – Kelas Psikodrama


Pada kelas psikoterapi dan rehabilitasi kali ini, saya memulai hari cukup pagi karena pada jam 8 pagi akan ada kuliah tamu psikodrama dari bapak Retmono Adi yang berasal dari luar kota. Pada awalnya saya pikir saya datang cukup telat dibandingkan dengan teman-teman lain, tapi ternyata saya datang pertama sebelum mereka. Pemikiran tersebut muncul karena biasanya pada jam pagi selalu terjadi kemacetan di jalan yang saya lalui. Sesampainya di kelas, saya langsung membantu ibu Erlyn mempersiapkan segala keperluan untuk kelas nanti. Continue reading →

%d bloggers like this: