Tag Archives: aplikasi psikodrama

PSIKODRAMA UNTUK REHABILITASI KORBAN NARKOBA


Seorang terlibat dengan penyalahgunaan Narkoba, lebih tepat di sebut sebagai Korban, daripada Sebagai Pelaku. Dengan demikian maka tidaklah tepat bila mereka di hukum penjara. Apalagi sekarang Penjara sudah over kapasitas, dan banyak penghuninya adalah Korban Narkoba.

Seseorang bisa sampai terjerat Narkoba, biasanya di awali dengan coba-coba, atau juga lebih sering karena diajak temen (peer pressure), situasi yang wajar di kalangan Remaja. Maka yang perlu dilakukan adalah memberikan penguatan pada Remaja, agar mampu mensikapi dengan bijak kondisi dan situasi tersebut. Bila Remaja sudah kuat bekal mentalnya mereka tidak akan terjerat dan kecanduan, meskipun ia sempat mencoba demi rasa ingin tahu dan rasa kebersamaannya. Mereka akan mampu menolak, dan membuat batasan untuk dirinya dalam berteman, mereka tetap berteman namun tidak mengikuti apa saja yang dilakukan temannya, terutama perilaku yang berisiko (Narkoba). Continue reading →

Psikodrama Menjadi Sebuah Perjalanan Memasuki Benteng Pertahanan Diri


Temanku sering kali berkata padaku, ”Hidupmu tu enak banget ya! Ga perlu mikir pusing-pusing besok mau kerja apa, orangtuamu udah punya lahan buat kamu. Kamu tinggal ngelanjutin aja ! ”. Mereka yang tidak tahu-menahu bagaimana sebenarnya hidupku, dengan seenaknya menyatakan keirian mereka. Ketika mereka mulai menggodaku seperti itu, aku hanya bisa tersenyum, pura-pura malu, padahal di dalam hati aku berusaha menahan tangis. Ya, aku menahan tangis keluar dari sudut mata.

Mereka hanya melihat topeng-topeng yang aku dan keluargaku tunjukkan kepada dunia. Alangkah lucunya. Ketika orang lain berkata bahwa keluarga kami begitu harmonis, orangtuaku begitu humoris, kami sangat akur, alangkah lucunya. Jika mereka mengetahui kebenarannya, mungkin mereka tidak akan pernah terbersit untuk mengatakan hal-hal itu. Continue reading →

7 Cara Refleksi Harian Yang Dapat Meningkatkan Kemampuan Analisa


Refleksi adalah memikirkan kembali pengalaman ditambahkan fakta fakta yang ada, selanjutnya diolah dengan imajinasi untuk mendapatkan beberapa kemungkinan, yang dapat dijadikan solusi. Refleksi juga merupakan salah satu teknik Psikodrama
Meskipun ini lebih ditujukan pada Profesi Pengacara di bidang Hukum, namun saya melihat ada keselarasan juga dengan Profesi sebagai Konselor Psikologis, maka saya terjemahkan agar dapat kita pelajari bersama.

Semoga bermanfaat.

Refleksi harian memainkan peran penting dalam membangun kemampuan analisa dan pengambilan keputusan profesi pengacara. Jika Anda ingin membedakan diri dari orang lain dalam profesi hukum, Anda perlu membuktikan bahwa Anda lebih baik daripada rata-rata kebanyakan orang. Jadi berpikirlah tentang mengembangkan beberapa kemampuan yang membedakan Anda dari rekan-rekan Anda. Kritik utama yang sering pada profesi hukum adalah kurangnya kepedulian terhadap keadilan atau fairness. Jadi mungkin ini adalah salah satu prinsip yang dapat Anda tumbuhkan melalui refleksi harian yang akan meningkatkan kredibilitas Anda. Continue reading →

Saya dan Psikodrama demi Self Compassion


Psikodrama, pada awal mengetahui kata psikodrama jujur tidak terbesit sedikitpun untuk mencicipi, apa lagi hingga terlibat langsung di dalamnya. Ditambah pada awalnya, perkenalan dengan “psikodrama” sendiri terjadi secara kurang baik-baik. Hal ini dikarenakan, sempat saya dan seorang rekan ingin mengadakan kegiatan bertemakan psikodrama, namun tidak berhasil. Hanya ada dua orang peserta pada saat itu yang pada akhirnya, membuat saya harus memutuskan untuk membatalkan kegiatan ini.
Singkat cerita, beberapa tahun kemudian pada suatu siang ada seorang teman yang mengajak saya dan dua orang lainnya yang juga teman saya, untuk mengikuti sebuah workshop yang bertemakan psikodrama. Hingga beberapa hari kemudian, kami berangkat ke salah satu hotel di dekat Tugu Jogja dan mulailah perjalanan saya mengenal psikodrama, DIMULAI…… Continue reading →

Dasar Filosofis ; Dasar Teori Psikodrama, Adam Blatner, MD, TEP (4)


sambungan dari :
Perkembangan Teori ; Dasar Teori Psikodrama, Adam Blatner, MD, TEP (3)

Dasar Filosofis

Aspek lain dari teori bahkan melampaui teori-meta, dan pandangan filosofis yang lebih umum. Moreno adalah visioner yang berani untuk menyarankan ide metafisik dan teologi pada saat spiritualitas dan psikologi umumnya dianggap sebagai wilayah yang terpisah dari bisnis. Ilmu agak dihapus dari agama, dan pernyataan-pernyataan filosofis Moreno itu sedikit memalukan. Namun, upaya ini mungkin kompartementalisasi mengkritik diri sebagai hasil dari sub-kultur intelektual yang bingung dengan saintisme ilmu pengetahuan, yang juga dalam cengkeraman sekuler, materialistis, reduksionistik mitos. Continue reading →

Beberapa Poin Penting ; Dasar Teori Psikodrama : Adam Blatner, MD, TEP (1)


(Presentasi pertama di Konferensi IAGP, London, Agustus, 1998, dengan revisi, kembali dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Society for Group Psychotherapy dan Psikodrama pada 9 April 1999.) Revisi dan diterbitkan lagi di website, Mei 2, 2006.)
________________________________________
Pondasi Teoretis Psikodrama telah berevolusi dan diperdalam dalam generasi terakhir.

Beberapa poin penting akan dibahas di bawah ini: Continue reading →

Membuat Hidup Makin Sulit #Goresanku 140


Ide menulis pengalaman ini berawal dari obrolan bersama seorang teman. Dia bercerita tentang permasalahan hidup yg dialami salah satu kerabatnya.
Sebenarnya masalah tersebut sepele sj. Karena hanya kurang adanya kumunikasi dalam keluarga, masalah menjadi besar dan rumit.
Obrolan saat itu makin asyik saja karena kebetulan masalah tersebut ada sedikit kesamaan dengan masalah yg ada di keluargaku. Continue reading →

…dan Anak juga Membutuhkan Proses #Goresanku 139


Di kelas …. saat itu aku merasa begitu prihatin, melihat orangtua yg memaksa anak balitanya untuk bermain di kelas tanpa didampingi. Dia begitu ngotot ingin anaknya cepat bisa mandiri seperti teman-temannya. Dan tidak perduli anaknya nangis ketakutan, sampai lututnya bergetar hebat dan terkencing di celana. Sepertinya Dia belum memahami bila tiap anak itu berbeda perkembangannya. Bisa dikatakan, sebelum bersekolah setiap harinya anak hanya bergaul dengan lingkungan rumah saja. Tiba-tiba saja harus menyesuaikan diri dengan lingkungan dan orang-orang baru. Sebenarnya si, anak tidak perlu dipaksa. Bila sudah merasa aman dan nyaman pasti dengan sendirinya anak akan bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. Bahkan, ada juga lho yang menyuruh orangtuanya untuk pulang saja.
Untuk anak bisa beradaptasi memerlukan waktu dan proses. Proses untuk anak satu dengan lainnya berbeda. Jadi kita perlu sekali untuk bisa memahaminya.
Mudah-mudahan untuk kedepannya, tidak akan ada lagi orangtua-orangtua yang memaksakan kehendak kepada anaknya.

– Alam telah mengajarkan kita bahwa segala sesuatu melalui proses. Kupu-kupu yang indah berproses menjadi kepompong terlebih dahulu. Maka bila kita mengharapkan sesuatu yang baik, jangan berpikir secara instan.

Kusuma, Maret 2017

TESTIMONI DAN REFLEKSI PELATIHAN PSIKODRAMA


25 November 2016. Ini adalah hari pertama saya berkenalan langsung dengan psikodrama. Pembelajaran psikodrama hari itu dipandu oleh bapak Retmono Adi, yang secara kompetensi sudah banyak pengalaman di bidang peran dan drama, serta menekuni psikodrama. Ini adalah pelatihan dan workshop pertama yang saya ikuti dimana tidak ada satu lembar kertas maupun slide yang menerangkan teorinya. Semuanya berbasis praktek. Dan dari praktek-praktek tersebutlah, instruktur membantu peserta menstrukturkan definisi, prinsip-prinsip, dan teknik psikodrama. Continue reading →

Efeknya Masih Bekerja Selepas Acaranya (ternyata efeknya masih lanjut..) Sharing Psikodrama 2


Sharing ini adalah lanjutan dari sharing sebelumnya, dengan judul artikel yang sama..
Jadi, sekitar sebulan setelah mengikuti psikodrama, saya yang perantau akhirnya pulang ke rumah dan bisa bertemu orang tua. Seperti yang saya ceritakan di sharing sebelumnya, saya memiliki rasa sakit hati yang cukup dalam terhadap ayah saya, yang baru saya sadari sepenuhnya sewaktu mengikuti psikodrama. Sempat terbersit dalam pikiran saya untuk mengatakan terang-terangan kepada ayah saya, setidaknya supaya saya bisa lega dan beliau mengetahui perasaan saya selama ini. Continue reading →

%d bloggers like this: