Tag Archives: aktor

Realisme, Keaktoran, dan Stanislavski


September 1st, 2008 by M. Fadli, aktif di teater Rumah Teduh

Stanislavsky adalah seniman sejati. Dia meleburkan sekaligus menggeneralisir diri dengan utuh, hingga akhirnya dia menjelajahi sendiri kisi-kisi kehidupannya sampai ke tingkat paling mendetail. Penonton tak lagi membutuhkan penjelasan lanjutan atas apa yang dia tampilkan. Menurut pendapat saya, begitulah teater seharusnya. (Lenin,1918)

Continue reading →

Advertisements

Psikodrama, Teater, dan Aku


Beberapa hari yang lalu, seorang temen berada dalam keadaan yang sulit. Ia menceritakan masalahnya lewat WhatsApp. Masalahnya tidak kutulis karena bukan itu yang ingin aku sharingkan, melainkan sedikit diskusi penutupnya yang mengungkapkan bagaimana Psikodrama dan Teater memberikan pengaruh padaku. Khususnya kepekaanku dalam menangkap ekspresi yang nampak tidak wajar.
Berikut aku kutip beberapa chatt nya :

……

– Udah kucoba utk tetap senyum…spt yg nampak pada pp ku …tak terlihat sedang berduka kan???😜
+ Kalau tanya ke aku,..ya aku bisa melihat lah,…🙏
– Haa .haa ..susah ngomong ma psikolog
+ Ada beberapa otot2 yg membentuk ekpressi,..yg tidak selaras,…yg biasa nya nampak pada seseorang yg berusaha keras menyembunyikan perasaan yg sesungguh nya,..

Hal itu (menyembunyikan perasaan) memang dpt dilatih, namun membutuhkan energi yang besar. Dalam melawan perasaan sendiri biasanya orang lalu mengekpresikan dengan emosi yang lain. Rangsang yang diterima otot-otot untuk berkontraksi menjadi ambigu, otot bekerja lebih berat, bila dilakukan terus menerus dapat menyebabkan sakit fisik (psikosomatis).
Seorang aktor yang baik, ia tidak melawan perasaannya, ia menggali perasaannya sendiri (memori emosi) yang sesuai dengan tuntutan peran (tentu perlu latihan yang cukup), dan ketika ia mendapatkan perasaan yang sesuai, ia tinggal mengekspresikannya, sehingga otot-otot yang membentuk ekspresi selaras dengan perasaannya (spontan) ~ teknik stanislavski

– Yo percoyo po meneh karo pakar ekspresi hee..hee
– Teater dan psikodrama mbuat mu peka terhadap hal tsb
+ Benar,…👍👍👍

Aku dengan aktif di Teater dan Psikodrama terbiasa mengamati dan berlatih mempraktekkannya. Bagiku relatif mudah, untuk menangkap fenomena itu, dengan fokus pada yang diamati, bukan sibuk dengan pikiranku (masalahku) sendiri.

+ meskipun demikian perlu disiplin ketat,..agar dpt menjaga etis,…
+ Krn jika org tsb tidak ingin mengatakan (mengungkapkan diri)…sangat tidak disarankan nge-judge, secara terbuka (verbal)

 
Yogyakarta 06 Januari 2017

Akting: Mendalami Diri Sendiri


Akting adalah wilayah abstrak sekaligus konkret. Abstrak ketika instruksi pencariannya disampaikan sutradara pada aktor. Kata dan kalimat sutradara selalu membutuhkan kecerdasan dan daya imajinasi aktor untuk memahaminya. Konkret ketika instruksi tersebut dilakukan melalui gerak-gerik tubuh. Pada saat tubuh bergerak dan vokal aktor membentuk makna instruksi maka saat itulah akting menjadi dunia riil.
Konstantin Stanislavsky
Stanislavsky memusatkan diri pada pelatihan akting dengan pencarian laku secara psikologis. Dalam tulisannya yang terkenal The Method, ia berusaha menemukan akting realis yang mampu meyakinkan penonton bahwa apa yang dilakukan aktor adalah yang sebenarnya terjadi. Continue reading →

%d bloggers like this: