Tag Archives: Action Learning

Menyambut Hari Kesehatan Mental Sedunia menjadi Relawan Siaga Bencana yang Sehat Mental


Tanggal 10 Oktober dijadikan sebagai Hari Kesehatan Mental Sedunia. WHO pertama kali menginisiasi Hari Kesehatan Mental Sedunia pada tahun 1992, misinya adalah untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan advokasi masyarakat seluruh dunia mengenai kesehatan jiwa. Meningkatkan kesadaran seputar kesehatan mental dan memobilisasi usaha untuk mendukung kesehatan mental yang lebih baik.
Continue reading →

Advertisements

Memberikan Bimbingan Menggunakan Psikodrama di Medan


Hari Minggu di akhir bulan September ini benar-benar penuh dengan kegiatan. Meskipun keliru dalam mengagendakan kegiatan, tapi akhirnya semua berhasil dijalankan dengan tekad dan keyakinan bahwa semua akan berjalan lancar. Setelah dua hari mendampingi guru saya dalam kegiatan seminar dan workshop di dua kota kecil yang berjarak beberapa jam dari Kota Medan, pagi minggu ini kami kembali ke Medan. Setelah menurunkan Pak Guru di Airport, segera saya bergegas untuk pulang ke rumah mempersiapkan diri untuk memberikan bimbingan pada adik-adik penerima beasiswa Pelangi dari INTI Medan. Continue reading →

Role Play mengenal Profesi, Psikodrama untuk Anak-anak TK


Kamis, tanggal 20 September 2018, di TK Nasional Ceria, Ngaliyan Semarang, Saya diundang untuk bermain Psikodrama bersama Anak-anak TK. Tema nya adalah mengenal Profesi.

Saya datang jam 07.50 WIB, sudah banyak anak-anak yang antri di Gerbang diantar oleh orang tuanya. Ramai suasananya, anak-anak langsung diserahkan ke guru-guru, dan beberapa orang tua ada yang tetap tinggal di sekolah untuk ikut nonton, anak-anaknya akan bermain. Continue reading →

Trauma Healing untuk Anak-Anak dengan Psikodrama: Ketakutan itu Ilusi, Resiko itu Nyata.


Teknik Psikodrama sculpture (bikin patung)
Properti : selendang/alat2 kecil (bola, kayu pendek, dll)
Tempat : Halaman, Lapangan, atau ruangan kosong
Durasi : 2-3 jam

Beberapa hari yang lalu, saya dikontak oleh rekan Relawan Bencana Merapi, untuk diminta terlibat dalam penanganan Trauma Anak-anak di Taman Kanak-kanak yang berada di Lereng Merapi. Informasi yang didapatkan Anak-anak banyak yang sudah biasa ditinggal sendiri oleh orang tuanya, setelah kejadian Letusan Freaktik Merapi, menjadi ingin selalu ditunggui orang tuanya. Continue reading →

Seniman Lima Belas Menit Goes To Jogja: Rasa yang Tak Pernah Ada


Seniman Lima Belas Menit adalah sebuah komunitas drama maupun psikodrama yang berada di Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS). Komunitas ini awalnya terbentuk karena adanya Olimpiade Psikologi 3 tahun 2015 di Surabaya dengan cabang Psychodrama. Komunitas ini sudah melakukan pentas di internal maupun eksternal Fakultas Psikologi UKWMS. Komunitas ini beranggotakan mahasiswa aktif yang tertarik dalam bidang psikodrama, maupun teatre itu sendiri, komunitas ini dibawah bimbingan 2 dosen Psikologi UKWMS, yaitu Pak Danto dan Bu Erlyn, serta dibawah bimbingan langsung praktisi psikodrama asal Yogjakarta, yaitu Pak Didik. Continue reading →

Kami Membuka Emosi : Impressi Mengikuti Psikodrama di Yogyakarta


Jumat tanggal 3 agustus 2018. Pertemuan kami dengan pak didik dimulai dengan satu pertanyaan. “Siapakah kamu?”
Mayoritas dari kami memberikan jawaban yg umum yaitu nama, tanggal kelahiran, hobi (yg beberapa adalah kebiasaan jelek kami). Beliau pun langsung mengatai, “perkenalanmu itu setingkat anak TK.”

Ternyata yg ingin pak didik ketahui adalah “siapakah kami”, identitas yang kami pilih sendiri, bukan yg diberikan oleh orang lain. Lalu beliau menjelaskan bahwa banyak orang muda yg tidak tahu identitasnya, atau perannya sendiri. Tentu pak didik juga mengakui bahwa itu bukanlah sesuatu yg mudah untuk ditemukan karena dirinya sendiri pun baru beberapa tahun lalu menemukan identitasnya. Sebenarnya lebih ke “legacy” sih, apa yg ingin kamu cantumkan di tombstonemu/ sebagai siapa, kamu ingin diingat oleh dunia. Continue reading →

Pengalaman Psikodrama di Yogyakarta dari Surabaya


Hi semua, namaku Reyna, Aku mahasiswa semester tiga Fakultas Psikologi di Surabaya alias Angkatan 2017. Aku akan sedikit berbagi cerita dari pengalamanku pada kegiatan Psikodrama hari jumat 3 Agustus 2018. Aku bersama anggota komunitas di kampus yang bernama Seniman Lima Belas Menit yang hadir saat itu ada 8 anggota. Kami dari Surabaya naik Kereta Api kemudian menginap. Kami tiba tanggal 2 Agustus dan kegiatan Psikodrama dilakukan keesokan harinya karena faktor kelelahan.

Acara dimulai dengan setiap anggota diminta untuk menjelaskan siapa diri setiap anggota di teras, lalu setiap anggota diminta menjelaskan apa yang diharapkan dalam kegiatan hari ini dan juga menjelaskan cita-cita dalam profesi. Continue reading →

Tips Penerapan Psikodrama untuk Guru PAUD agar Peka dan Kreatif


Tercetus dari obrolan setelah belajar Psikodrama bersama Pengajar Paud di ESKID, Sleman Yogyakarta, pada tanggal 29 Juli 2018.

Anak usia dini sangat peka dan sensitif, masa pertumbuhan dan perkembangannya sangat cepat. Maka guru perlu menyadari hal ini. Jangan sampai guru terjebak pada pengajaran dengan kata-kata yang abstrak, suatu hal yang memang mungkin penting untuk anak – anak itu. Namun perlu disadari bahwa anak tidak hanya belajar melalui kata-kata, anak usia dini belajar dari apa saja yang ditangkap oleh indra dan rasa nya. Ekpresi wajah, gerak tubuh, cepat lambat gerakan, intonasi suara, emosi yang dialami guru, dll. semua diserap dengan cepat. Guru Paud perlu memiliki rasa yang peka dan cinta. Continue reading →

Catatan Psikodrama Dinda


Hai, aku Dinda. Ini cerita pengalaman ku mengikuti Psikodrama ketiga kali nya. Hari ini hari kamis, hari pertama ku masuk kembali ke sekolah. Eh bekerja deh, bekerja nya disekolah hehehhe setelah selama seminggu sebelumnya harus bedrest karena sakit. Aku tau hari ini akan ada Psikodrama di sekolah and I’m so excited!!! Karena akhir-akhir ini aku merasa menghadapi beberapa beban fikiran dan perasaan. Butuh di charge jiwanya, hahahahah… Continue reading →

Pengalaman Pelatihan Psikodrama di Jakarta “Jangan terlalu keras pada diri sendiri”


Perkenalkan, saya Hanifah Dasnia. Teman-teman lebih senang memanggil saya dengan Ipeh. Saya adalah pengajar di suatu lembaga pendidikan nonformal (Rakids BACA) di daerah Tebet, Jakarta Selatan. Saya ingin berbagi sedikit pengalaman saya setelah mengikuti pelatihan Psikodrama yang diadakan di tempat saya bekerja. Langsung saja, cuusssss……..

Dengan mengikuti pelatihan Psikodrama ini saya menjadi mengerti bahwa kita melakukan sesuatu yang beda dan tidak mengikuti stigma atau kebiasaan yang ada adalah sebuah hal yang sah-sah saja. Selama ini saya selalu membandingkan diri saya dengan orang-orang disekitar. Setelah saya membandingkan, saya merasa diri saya tidak memiliki apa-apa yang bisa dibanggakan. Padahal, harusnya saya menjadi diri saya sendiri, mengoptimalkan apa yang saya punya. Saya adalah saya, bukan dia atau bahkan mereka.

Continue reading →

%d bloggers like this: