Tag Archives: Action Learning

Refleksi Gaya Millennials


Sering aku klo ke tempat umum ngelihat ada sampah bertebaran. Gak ngejijikin, cuman botol minuman, kaleng atau plastik… dengan jarang ke tempat sampah paling 5 meteran (kyknya, pokok mah deket).

Temen mah gak ngelarang, cuman ya mereka kadang ngomongin, “biarin lah. kan nanti ada yg bersihin. mereka lho dibayar untuk itu.”
well, iya sih. Cuman tempat yg kita kunjungin itu luas dan kurasa selain tenaga kerjanya dikit, gak mungkin mereka patroli tiap 5-10 menit cuman buat lihatin meja atau tempat yg rame ada sampah atau enggak.

Alasanku sendiri ya aku tu pengennya ke tempat wisata/umum, dateng, capek ya duduk. Terus tempat duduk yg ada mejanya gak bersih, dengan botol atau gelas plastik masih di atasnya.

“Ya tinggal kamu ambil terus buang kan?”
YES! THAT’S IT! IT’S FREAKING SIMPLE! Terus kenapa yg punya ninggalin gitu aja tu sampah??
The cup! It’s empty! You could just went to the trash bin and throw it there! It’s. Right. There!

Aku mau orang lain gak ngerasain hal itu. Orang dateng ke tempat wisata/umum tu duduk di meja yg gak ada sampah itu bukan kemewahan/luxury… tapi memang sudah semestinya.

Tapi biasanya gak sampai 10 menit, paling ada lagi sampah baru. Poster “buanglah sampah pada tempatnya” mah cuman poster, cuman hiasan.
Apa karena lagi gembar gembornya soal agama diganti jadi “kebersihan adalah sebagian dari iman”? kurasa bukan ide buruk juga.

Dari hal-hal kecil lah kita berbuat baik.
Aku sadar. Ke gereja bolong-bolong, Napas natal paskah aja enggak. masa adven aku bolong sama sekali. Sama temen juga aku sering cuek. Sama ortu kadang klo kiriman telat baru ngechat.

Sering kan tuh, “ah loe ngomongin orang biar berbuat baik, ibadahmu taat gak? Gak bolong2 gak?”
Endak, aku bolong2. Apakah aku harus taat beribadah baru boleh ngomongin orang? Kurasa juga enggak.
Malahan aku ada baca klo kita ngingetin orang, kita jadi inget sama peringatan itu. Sambil nyelam minum air gak?

Kurasa itu aja. Jadi panjang nantinya.
Sorry gak ada punchline, gitu aja. Trims udah mau baca.

Januari 2019

Joshua Emmanuel

Advertisements

Kebebasan ; Pengalaman Psikodrama di Jakarta Timur


Assalamualaikum Mas,

Terkadang, kungkungan norma atau pola asuh bikin kita jadi kaku dalam menampilkan diri. Takut dengan tindakan-tindakan yang tidak biasanya. Label, judgment, hmmm…makanan sehari-hari kalo kita tampil out of the box, akhirnya mikir berkali-kali jika mau mengekspresikan diri. Hasilnya….yaa…bisa ketebak, klo kita akan jadi biasa’biasa aja dan harus puas jadi yang biasa itu, kerena sesuai norma.

Tapi ternyata… saat diri kita mengijinkan diri sendiri untuk tampil apa adanya, bebas semau kita bahkan bebas menembus batas yang ada, kita bisa melampui dari apa yg kita perlihatkan selama ini.

Aku bisa jadi pohon yang berkelok-kelok, tanpa harus jadi pohon yg menjulang tinggi dengan angkuhnya.
Aku bisa jadi akar, yang tidak hanya berada di bawah, tetapi juga jadi akar yang sangat kokoh karena terisi padat di dukung akar lainnya terus ke atas menopang dahan, dan aku bisa jadi apa yang aku mau…☺

Kemarin…., ketemu orang-orang hebat yang bisa jadi apa yang mereka mau tanpa ada batas. Semuanya praktek tanpa tembok harus belajar teori dengan mencatat. Perlahan tapi terasa, tembok-tembok itu mulai runtuh. Aku akan jadi apapun yang aku mau. Bebaaaasss..melampaui diri sendiri ☺☺

Panjang yaa…tapi dalem loh, karena dari hati paling dalam.

Jakarta, 18 Desember 2018

SNP

Bahagia Menjadi Diriku Sendiri : Pengalaman Psikodrama di Jakarta Timur


Salam Psikologi
Psikologi untukku
Psikologi untuk kita

 

Pertama kali mendengar kata Psikodrama, rasanya kembali ke masa kecil dimana aku sering memainkan peran serial pendekar …aku suka memainkan peran sebagai kesatria wanita.

Begitu antusias aku mengikuti sesi Psikodrama HARI INI … Begitu semangat …dan bagiku kembali ke masa kecil saat aku harus memainkan sebuah peran adalah kembali ke KEBAHAGIAAN sesungguhnya….

Satu hal yang aku dapat setelah sesi Psikodrama hari ini adalah ” Jadilah dirimu sendiri Mei… karena tidak akan ada yang dapat melakukannya lebih baik dari dirimu sendiri ”

Terimakasih mas Didik atas ilmunya,
Terimakasih sudah mengembalikan kebahagiaan masa kecilku,
Terimakasih juga sudah membuatku sejenak menyadari bagaimana proses PERAN – PERAN yang ada di dalam diriku membuatku bahagia menjadi DIRIKU SENDIRI .

16122018
Mei – DEPOK

I Feel Free ….. Berbagi Pengalaman Psikodrama di Jakarta Timur


Salam Berbagi.
Salam Psikodrama.
Salam Psikologi Kita.
Camera – Roll – Action
Peran apa saja, bebas mainkanlah !!
Salah ? ….Boleh !!
I’m Here untuk meng-explore diri sendiri.

And Now yang saya rasakan ? Perasaan tenang, bisa berekspresi ….and yeaah, ….i feel free.

Bye. I’M 💃

 

I’M seorang peserta Psikodrama di Jakarta

Aku Bisa Mengekspresikan Diri Aku


“Banyak orang yang ingin belajar menulis, tapi tidak sedikit juga yang merasa bingung..mau mulai menulis dari mana?”
_

Belajar menulis merupakan keinginan aku sejak lama. Kalau ditanya mau menulis apa?
Yachh…menulis apa saja yang sekiranya bermanfaat bagi orang banyak; bisa berupa puisi, kata-kata mutiara, cerpen, cerber atau pun novel; sifatnya bisa menghibur atau pun berbagi kisah dan pengalaman; walaupun tidak selalu tentang aku, namun setidak-tidaknya dapat memberi pembelajaran maupun inspirasi bagi uang membacanya.

Kalau dibayangkan… sepertinya menyenangkan kalau kita bisa menulis. Kalau dibayangkan lagi…seketika jadi bingung mau mulai menulis dari mana yaa??

Nah…pertanyaan di atas memotivasi diri aku. Bisa dengan lebih rajin membaca tulisan orang-orang di media sosial, buku-buku, novel-novel, dan sebagainya.

Kenapa ya mereka bisa menulis sampai panjang kali lebar, bahkan ada yang detail?

Bagaimana caranya mereka menentukan tokoh, setting, dan sebagainya?

Akhirnya aku malah jadi pusing sendiri. Dan…jadilah tulisan singkat ini…hehehe…

Lanjut…jadi mikir lagi…apa ya manfaatnya aku nulis ini?

Hmm…mungkin belum ada manfaat yang berarti buat orang lain. Tapi setidaknya, aku bisa mengekspresikan isi hati aku, bisa tersenyum baca tulisan aku sendiri yang notabene asal tulis dan aku yakin ini bisa jadi motivasi aku untuk belajar menulis dengan lebih baik.

Dan…yang lebih penting lagi, tulisan ini tidak mengganggu atau pun menjelekkan orang lain.

#pureaboutme
#murnitentangmenulis
#tetapsemangat
#terusbelajar
#janganlupabahagia
#salahsatutempatternyamandisudutrumah
#8102018

 

Putu Kaltim

Pengalaman Mengikuti Psikodrama,…. Aku Merasa Lebih Tenang


Hai, Aku Iis. Aku anak pertama dari dua bersaudara, aku tinggal bersama Ayah dan Adik ku laki laki ku yang baru berusia 10 tahun. Usiaku baru menginjak 21 tahun bulan juli kemarin namun ku kira masalah yang kuhadapi dan kehidupanku begitu berat. Ayahku orangnya kasar dan keras tak pernah aku lihat dia lembut kepadaku atau adik ku, yang kulihat hanya kekerasan, yaaa.. Ini aku dan tanggungjawabku, Aku sebagai mahasiswi semester 5 di fakultas psikologi, aku sebagai kakak dan penengah di keluargaku, aku sebagai seorang pekerja untuk masa depanku dan aku sebagai teman yang mengasyikkan untuk mereka yang mengenalku.

Hai, Aku Iis, Aku sebelum mengikuti kegiatan Psikodrama di Kuliah Psikologi Bencana di UNISS aku termasuk orang yang bertindak tanpa berfikir, kalaupun aku bisa ya aku lakukan, tanpa berfikir panjang untuk ke depannya. Aku tak begitu peduli dengan nanti bagaimana, yang pasti aku saat itu bahagia. Aku sibuk dengan kegiatan diluar rumah dan organisasi ku, karena dari situ aku bertemu orang baru dan aku bahagia. Aku yang melihat permasalahan begitu rumit bahkan pernah mencoba untuk mengakhiri kehidupan dan marah dengan Tuhan, kenapa kehidupan tak seperti mereka, yang kulihat begitu menyenangkan, dengan keluarga yang harmonis, orangtua selalu di temui di rumah dan nyaman dengan rumahnya, tanpa perlu mencari kebahagian di luar rumah yang sifatnya semu, yang sering ku lakukan sebelumnya.

Hai, Aku Iis, setelah mengikuti kegiatan Psikodrama di Kuliah Psikologi Bencana di UNISS, aku merasa lebih tenang, karena dapat berdamai dengan diri sendiri dan memaafkan apa yang telah terjadi di kehidupanku yang lampau. Aku lebih dewasa ketika ada permasalahan tidak cuma melihat permasalahan dari satu sudut pandang saja, melainkan dari sudut pandang lain atau pun dari global, ketika bertindak aku mulai berfikir untuk ke depannya. Apakah yang ku lakukan tidak mengganggu aktifitasku yang lain atau berdampak tidak baik untuk ke depannya.

Hai, Aku Iis, Aku beruntung saat itu menjadi salah satu peserta workshop Psikodrama di Kuliah Psikologi Bencana di UNISS, selain bertemu dengan mereka orang-orang hebat aku juga mendapatkan ilmu yang belum kudapat di lain waktu. Waktu itu adalah salah satu hal yang aku syukuri bahwa aku masih ada di dunia ini. Dari apa yang telah aku dapat, aku berencana untuk berbagi dengan yang lain namun dengan maksud dan tujuan yang berbeda. Psikodrama untuk kegiatan game maupun kegiatan yang menggembirakan lainnya.

Terimakasih semua……

Kendal, 24 November 2018

Iis

Salam Manis dari Fakultas Psikologi Universitas Selamat Sri Kendal


Nama saya Erna Nurul Hikmah dari Fakultas Psikologi Universitas Selamat Sri, saya akan menuliskan kesan saya saat mengikuti Psikodrama yang dibimbing langsung oleh pakar psikodrama bapak Retmono Adi. Awalnya saya penasaran, antusias sekali untuk mengikutinya, dan tidak sabar, tapi juga ada sedikit rasa takut. Saya tidak menyangka akan bertemu dengan ahli psikodrama bapak Retmono Adi. Saya sangat senang sekali karena saya bisa mendapatkan pengalaman yang luar biasa dan suatu kehormatan tersendiri bagi saya bisa bertemu dengan pakar psikodrama. Continue reading →

Pengalaman Mengikuti Psikodrama di UNISS Kendal


Pengalaman mengikuti Psikodrama di UNISS itu sangatlah menyenangkan dan menghibur walaupun disela-selanya terdapat perasaan sedih. Tapi itu semua membuat lelah saya hilang. Selama mengikuti serangkaian acara tersebut Pak Adi mengajak saya dan teman-teman untuk berpikir dan mengutarakan atau mengungkapkan perasaan kita masing-masing. Disitulah bagian yang membuat saya mendadak lemas karena saya harus benar-benar berpikir, hehe.

Namun dengan begitu saya dapat berpikir sesuai dengan fakta bukan kata “mungkin” atau “kita” lagi karena yang merasakan adalah saya. Jujur ketika awal Pak Adi meminta saya dan teman-teman untuk berpikir saya merasa takut karena nada bicaranya tinggi seperti orang galak, hehe, terlebih lagi ketika ada yang menyampaikan jawaban yang kurang tepat.

Dalam mengikuti Psikodrama ini saya benar-benar bersyukur karena saya dapat merasakan seluruh anggota tubuh, yang terkadang saya tidak sadar akan kegunaan tubuh ini, terkadang lupa betapa nikmatnya memiliki anggota tubuh yang lengkap dan begitu berharga dan kuatnya diri ini ketika menjalani hari-hari yang terkadang melelahkan.

Saya sangat berterimakasih kepada Sang Pencipta yang masih memberikan saya nafas dan diberi kesempatan untuk dapat mengikuti Psikodrama. Tidak lupa juga saya ucapkan terimakasih kepada Pak Adi karena telah meluangkan waktunya dan telah menjadi sutradara dalam Psikodrama di UNISS.

Kendal, 21 November 2018

Aisyah Ai

Upgrading Gaya Baru dengan Psikodrama di Samarinda


Minggu, 4 November 2018 Koalisi Pemuda Hijau Regional Kalimantan Timur mengadakan Upgrading dan Gathering. Menjalin kembali tali silaturahim, berkumpul bersama menyambut anggota baru yang sudah melewati tahap seleksi berkas dan wawancara. Pemateri pertama, kak Abbas sebagai pembina memberikan informasi tentang KOPHI KALTIM.

KOPHI pertama kali hadir di Jakarta, tepat pada hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2010. Di Kalimantan Timur KOPHI hadir 11 November 2011. Dipelopori oleh Bang Saat Egra, kala itu beliau masih menjadi mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman. KOPHI hadir karena pemuda resah akan permasalahan lingkungan saat ini, harapannya para pemuda dapat berkoalisi dan memberikan solusi bagi perubahan iklim dan permasalahan lingkungan.

KOPHI KALTIM terdiri dari 4 divisi, yaitu :

Pengembangan Sumber Daya Manusia; Penelitian dan Pengembangan,

Design Kreatif, dan Hubungan Masyarakat. PSDM, divisi yang meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada di KOPHI KALTIM.

Untuk penelitian dan pengembangan, meneliti permasalahan lingkungan terkini, membahas, dan menjadikan sebuah informasi.

Kemudian design kreatif, informasi dari LITBANG akan disampaikan melalui visual atau poster dan diunduh ke media sosial.

Dan, hubungan masyarakat merupakan divisi yang langsung berinteraksi dengan komunitas atau lembaga lainnya. Tapi dari itu semua, diharapkan para anggota mampu bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan. Menjadi wadah koalisi dari berbagai komunitas pemuda yang peduli terhadap perubahan iklim dan lingkungan hidup, baik dari akademisi maupu non akademisi.

Setelah materi dari kak Abbas, selanjutnya ada kak Putri yang akan memberikan materi tentang Team Building dengan metode PSIKODRAMA. Jadi, kami berkenalan melalui icon yang “gue banget”. Ada yang iconnya api, mengartikan dirinya memiliki semangat berapi-api. Kucing, karena gak suka dengan kucing. Kopi yang khas dan unik. Masih banyak icon lainnya, menggambarkan “seberapa gregetnya kamu”, sebuah kalimat yang sedang hits di kalangan kawula muda.

Selanjutnya kami bermain sculpture atau mematung, awalnya membentuk menjadi sebuah pohon, air terjun, sungai, suasana rumah, taman, dan sebuah konser. Setelah menetapkan diri ingin menjadi pohon, lalu mematung.

Berganti gaya, ada yang berpikir akan menjadi apa. tapi sedikit yang melirik kanan kiri untuk memperhatikan sekitar. Sejenak berpikir, “temanku akan jadi apa ya?”. Akhirnya karena tak serasi, beberapa kali peran jadi berantakan. Misalnya di sebuah konser, ada yang yang berjualan di atas panggung. Ada backing vocal yang malah berada di belakang penonton. Ternyata dari permainan ini, kami belajar untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan saling berkomunikasi.

Permainan berikutnya adalah lokogram; ada tiga titik yaitu feel, logis, dan action. Kami dipersilakan memilih mana titik yang paling “gue banget”. Hanya ada tiga orang yang berada di action, lima memilih feel, dan banyak yang ada di logis. Lalu kami ditanya, Jika diberi kesempatan untuk meningkatkan kemampuan, kami akan memilih titik yang mana? Menetapkah atau berganti posisi? Ada 3 orang yang tetap pada pendirian, mereka berada di logis. Ada juga dari action memlilih feel, melatih kemampuan untuk merasa. Atau sebaliknya, dari yang perasa menjadi ingin melakukan sesuatu. Dari kegiatan tersebut, kami belajar untuk memposisikan diri sesuai dengan keadaan kami saat ini, lalu menentukan untuk berbuat apa kedepannya.

Lalu kami bermain spektogram, ada skala 10 sampai 100. Seberapa besar antusias untuk ikut kegiatan ini dan komitmen pada kegiatan selanjutnya? Ada yang memilih 50, 70, 80, 90, dan 100. Tentunya dengan berbagai alasan; masih ragu antara datang atau tidak, ada kegiatan lain, ada juga yang ingin tahu lebih banyak tentang KOPHI KALTIM. Berikutnya, masih dengan skala untuk melihat komitmen. Ada yang 60, 80, bahkan 100. Alasan bermacam macam karena masih memiliki amanah di tempat lain. ada juga yang karena sadar betapa pentingnya menjaga lingkungan dan mengajak orang banyak untuk peduli.

Kegiatan terakhir, yaitu refleksi. Ada 4 titik; dimulai dari sebelum datang, proses kegiatan, apa yang didapat, dan harapan. Jadi, masing-masing anggota diminta untuk menceritakan perasaan sebelum sampai di tempat kegiatan. Ada yang penasaran dan memang sudah meluangkan waktu untuk hadir, dalam melalui prosesnya menyenangkan, mendapat banyak teman dan pengetahuan baru, lalu berharap selanjutnya dapat bertahan di KOPHI KALTIM dan menjadi bagian yang mampu melestarikan lingkungan.

Sebelum kembali ke aktivitas masing-masing, ucapkan 3 kalimat sakti sebagai penutup. Berbagai kata positif yang diucapkan oleh teman-teman; seperti semangat baru, menjadi lebih baik, inovatif, dan berbagai kata yang mampu mewakili perasaaan hari itu. Sampai bertemu di pertemuan selanjutnya, upgrading dan gathering kali ini sungguh berbeda dan penuh makna.

Salam lestari!
Samarinda, 12 November 2018
Adilah Rizma Yuniar

Seberapa GREGETnya Kamu, Penerapan Psikodrama untuk Anak Milenial


Minggu siang yang cerah, Hari ini diminta mengisi Upgrading dengan teknik Psikodrama di komunitas “Koalisi Pemuda Hijau Kaltim” Tema hari ini mengenai Team Building. Saya ingin berbagi mungkin akan ada inspirasi dari cerita proses psikodrama ku hari ini.

Aku memulai Psikodrama hari ini dengan PERKENALAN, karena sedang berhadapan dengan anak anak muda milenial jadi di sesi perkenalan kali ini saya memilih tema “SEBERAPA GREGETNYA KAMU” (Aku memilihnya karena ini istilah yang lagi hitz dikalangan anak anak milenial dan tentu ini membuat suasana jadi cukup hangat dan lucu), jadi waktu perkenalan masing masing peserta harus membuat gerakan atau kalimat yang mengambarkan dirinya yang paling GREGET, di sesi ini sudah mulai terlihat mana yang peserta yang ekspresif, lucu, PD, berani, kreatif maupun yang malu malu.
Continue reading →

%d bloggers like this: