Proposal Management Konflik berbasis Psikodrama


Konflik merupakan hal yang lazim terjadi di dalam kehidupan manusia, apalagi dalam organisasi di mana target dan tekanan untuk pencapaian sering terjadi. Konflik bukan hal buruk apabila dapat diatasi, sebab dapat memicu munculnya terobosan baru dalam penyelesaian masalah serta ide ide inovatif lainnya.

Permasalahan besar dalam organisasi akan muncul jika konflik tidak dapat diselesaikan. Kegagalan dalam penyelesaian konflik dapat menimbulkan berbagai dampak serius yang mampu menggoyahkan bahkan menghancurkan sebuah organisasi. Berbagai pola konflik dapat muncul, mulai dari konflik hubungan antara atasan dan bawahan, konflik karena keterkaitan kerja, perbedaan prioritas menimbulkan berbagai dampak serius jika tidak dapat diselesaikan. Organisasi yang memahami hal ini berusaha untuk menjembatani penyelesaian konflik ini dengan melakukan berbagai upaya, termasuk di dalamnya pelatihan management konflik yang diharapkan dapat membawa penyelesaian konflik. Continue reading →

Advertisements

…. karena Sukses adalah …..


Aku ingin membagikan tulisan dari Group Telegram mengenai Sukses. Jawaban yang sering diberikan oleh Kids Jaman Now, apabila ditanyakan tentang tujuan hidup atau cita citanya. Semoga dapat menjadikan bahan refleksi.


SUKSES
Setyo Hajar Dewantoro:

Malam ini mari kita merenung tentang arti sesungguhnya kesuksesan. Dan bagaimana kita bisa mencapai kesuksesan yang sesungguhnya. Kita membahas ini karena kata sukses kadung diwacanakan sangat luas dan mau tak mau ada dalam memori kita. Setidaknya itu terekspresikan dalam hasrat pribadi untuk sukses, atau kehendak agar anak anak kita bisa mencapai sukses. Continue reading →

Hanya Rasa yang Mampu Menyentuh Rasa ; Psikodrama di Jakarta


Hai, nama saya Shita.

Saya bekerja di sebuah tempat bimbingan belajar bernama Rakids Baca yang terletak di daerah Tebet, Jakarta Selatan. Saya bergabung ke tempat bimbel ini sekitar satu bulan yang lalu. Ada beberapa pertimbangan ketika saya ingin bergabung di tempat ini. Saya yang haus akan hal-hal yang baru selalu bertanya kepada owner saya, kira-kira apa yang bisa saya dapat ketika saya bergabung di Rakids Baca ini. Beliau menjawab “Nanti disini kamu akan dapat banyak pelatihan. Kamu bisa usulkan pelatihan apa yang kamu butuh”. Setelah mendengar jawaban itu saya makin tertarik untuk bergabung ke bimbel di daerah Tebet ini. Tepat hari ini, saya mendapat pelatihan “Psikodrama”. Continue reading →

Gusti Nyuwun Kawelasan ; Refleksi Kejadian Hari ini di Surabaya, Sidoarjo Jawa Timur,


Sebelumnya turut berduka untuk Indonesia, dan menyadari bahwa yang terjadi juga oleh anak anak bangsa sendiri. Aku tak ingin turut membenci, dan menawarkan pensikapan dengan refleksi berdasar tulisan dari Tunjung Dhimas Bintoro ini:

Keyakinan

Hampir setiap hari di kehidupan fana ini kita dihadapkan dengan jutaan bentuk paham keyakinan. Sementara setiap hari kita harus kuat merawat satu keyakinan yang kita yakini, entah yang muncul dari sanubari atau paksaan dari suatu sekte-sekte tertentu. Bahkan warisan orang tua yang jatuh turun diikuti begitu saja. Continue reading →

Surplus Reality vs Rewriting History


Konsep ini digagas oleh Joseph Moreno dalam metode psikoterapi yang disebut psikodrama, di sini orang-orang menemukan tempat di mana segala sesuatunya dapat dia ciptakan untuk situasi kehidupan yang dihadapi atau bahkan yang belum terjadi. Situasi bermain dalam psikodrama ini membebaskan imajinasi individu untuk berkreasi dan memiliki efek ‘healing’ di dalam prosesnya. Dalam pola kehidupan sekarang ini, ketika semua orang dituntut untuk melakukan sesuatu sesuai dengan rule yang sudah ditentukan, ketika siswa dan mahasiswa dituntut untuk memberikan satu saja jawaban yang benar, maka ruang berimajinasi untuk menciptakan surplus reality ini pelahan-lahan dikebiri. Ketika ruang ini semakin sempit, maka jiwapun semakin ‘sakit’. Continue reading →

Demi Hari Pendidikan Nasional ; Ilmu Bukan Barang Dagangan


Pernahkah memiliki rekan kerja yang pelit akan ilmunya, ia tidak mau memberikan ilmunya nanti takut tersaingi. Atau pernahkah bahkan memiliki atasan yang tidak mengajarkan bagaimana kerja yang benar namun selalu mencari salah anak buah, agar terlihat pintar dan takut jika nanti digantikan? Atau pernahkah mengikuti pelatihan oleh pembicaranya, tidak boleh mengcopy materinya, takut nanti materi itu dipakai peserta untuk mengajar? Ada memang orang yang merasa bahwa kemampuan dan pengetahuan adalah miliknya, karena tidak mudah mendapatkannya maka tidak mudah juga ia berikan pada orang lain. Continue reading →

Berdoa Dalam Gerakan


Pagi itu aku bangun dengan suatu misi. Ada suatu hal baru yang akan aku lakukan pagi itu. Persiapan mental sudah aku lakukan sebisaku, tapi pelaksanaannya sendiri masih suatu tanda tanya besar. Untungnya aku bisa tidur cukup nyenyak malam sebelumnya. Mungkin karena aku tahu bahwa lancar atau tidaknya kegiatan yang akan lakukan, aku berada dalam kelompok yang akan menerima semua apa adanya, sehingga tidak ada yang perlu dikuatirkan tapi malah sebaiknya dinikmati saja.

Setelah mandi dan rutin pagi lainnya, sayapun keluar dari kamar. Matahari dan kicauan burung langsung menyambut begitu aku membuka pintu kamar. Begitulah keadaan kamar-kamar di Girisonta, suatu tempat retret dan pembimbingan iman dari kaum religius Katolik yang berlokasi sekitar sejam dari Semarang. Sebuah pekarangan besar menyambut tamu saat masuk ke dalam lokasi retret. Pekarangan itu dikelilingi kamar-kamar tidur, ruang makan, ruang pertemuan, kantor dan sekretariat. Pekarangan itu menjadi fokus dari Girisonta. Bagiku sendiri, entah sudah berapa banyak renungan yang aku habiskan sambil duduk menatap keanekaragaman pepohonan atau sambil berjalan mengitari pekarangan dan menyapa burung, ikan, dan ciptaan Tuhan lainnya. Memang suasana yang paling cocok untuk melakukan kontemplasi adalah melalui kebersamaan dengan alam. Continue reading →

Pengalaman Pertama Memberikan Pelatihan Menggunakan Psikodrama: Pelaksanaan (Bagian 2)



Sedikit demi sedikit, siswa-siswa SMA peserta seminar mulai memasuki ruangan. Beberapa siswa cowok mengintip masuk ke aula dari balik pintu. Saya langsung mengenali salah satu dari mereka, anak dari atasan saya. Sungguh, pencerahan yang satu ini memang bisa dikatakan bukan kebetulan, tapi mestikah ini terjadi? Haruskah anak itu siswa kelas X di sekolah itu? (Doa bertambah kencang) Continue reading →

Pengalaman Pertama Memberikan Pelatihan Menggunakan Psikodrama: Persiapan (Bagian 1)


Waktu menunjukkan jam 8 kurang. Masih agak terlalu pagi, tapi beberapa mahasiswa dari tim fasilitator sudah mulai hadir di tempat pelaksanaan. Saya sendiri datang sekitar jam 8 lebih sedikit. Begitu sampai di aula sekolah tempat pelaksanaan, saya melihat para mahasiswa fasilitator bergerombol di belakang, lengkap dengan jaket almamater mereka. Tidak ada yang duduk tenang di kursi. Semuanya berdiri, bercakap, bersenda gurau, atau hanya berjalan-jalan di ruangan. Kuteliti wajah-wajah mereka dan kutanyakan keadaan dan perasaan mereka. “Baik,” jawab mereka serentak, tapi beberapa menjawab dengan senyum tertahan atau tanpa senyum. Aku cuma bisa membayangkan apa yang berkecamuk dalam pikiran dan perasaan mereka. Mereka kukumpulkan dan kuajak berdoa bersama. Suaraku bertanding dengan suara musik yang sudah mulai dinyalakan, pertanda tidak lama lagi acara akan dimulai. Setelah berdoa, salah satu mahasiswa memimpin dengan yel-yel ringan sambil menyatukan tangan kami semua di tengah, dan akhirnya kami pun siap. Aku yakin tidak ada satupun dari kami ber-14 yang sadar apa yang akan kami alami dalam 5 jam ke depan, tapi kami serahkan semua kepadaNya untuk menuntun dan menemami kami, paling tidak itu yang aku harapkan. Continue reading →

Menulis Asal Menulis Aja


Ada saatnya ide semua buntu, ingin melakukan apa pun terasa ragu. Apa yang perlu dilakukan jika berada pada situasi itu ?

Kali ini aku paksakan menulis. Menulis apa saja yang ada dalam pikiran. Langsung saja menulis. TV aku nyalakan namun tidak kutonton, yang penting ada suara-suara. Medsos aku tutup semua, antisipasi jika malah berkicau dan bikin kacau.

Lumayan juga nih, aku bisa menulis seperti ini. mungkin lebih baik sering sering dalam keadaan seperti ini terus menulis apa saja yang terlintas di pikiran.

Sering memang aku menyatakan bahwa menulis juga bisa berefek terapeutik, dan kali ini aku praktekkan sendiri. Cukup melegakan,…hihihihihi

Maaf jika terasa nyampah di internet, kupikir ini cukup penting dibagikan ke khalayak, mungkin ada juga yang dapat terbantu.

Tidak perlu didukung dasar teori dari penelitian ilmiah, cukup pengalaman riil saja dibagikan. Aku yakin kok, bahwa pengalaman pribadi, jika diakui secara jujur, pastilah juga pernah dialami oleh orang lain.

Oh, ya judulnya sedang aku pikirkan. Judulnya belum ada karena aku langsung aja mengetik. Ini aku mengetik sambil memikirkan judulnya apa ya yang cocok. Ya,..perlu mempertimbangkan apa yang mungkin sedang laris di internet, biar bisa nangkring di halaman pertama pada pencarian Google, dan tetap nyambung dengan kontennya. Udah ach,..ntar makin nglantur,….terima kasih.

%d bloggers like this: