Category Archives: Tulisan Teman

Manfaat Psikodrama bagiku


Mengikuti workshop pertama psikodrama 28 juli 2017.

Diawal masih belum begitu kenal dan belum paham apa itu psikodrama juga belum ada ketertarikan untuk ikut, tapi karena ada rasa ingin tahu dan menambah ilmu juga karena diadakan tidak di luar kota akhirnya saya ikut workshop psikodrama ini. Continue reading →

Kesan mengikuti Psikodrama di Samarinda


Hari Kamis, tanggal 27 Juli 2017, Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 45 (UNTAG) Samarinda

Assalammualaikum,
Ada banyak kesan dan pelajaran yang saya ambil dari psikodrama yang telah saya dan kawan-kawan lakukan. Beberapa hal yang sebenarnya sering saya lakukan dan tidak sadari, seperti contoh takut untuk berekspresi tidak sama dengan yang lain, tidak berani bertanggung jawab sendirian saat berada dalam suatu kondisi sehingga memilih membawa teman dalam masalah dan juga melanggar peraturan untuk kesempurnaan. ( terlihat sempurna)

Yang paling berkesan adalah bagaimana kita (lebih tepatnya saya😃) diajarkan untuk berani bertanggung jawab atas diri sendiri, karena diri saya adalah Director dari hidup saya sendiri. Serta bagaimana cara untuk menahan mulut untuk (tidak) berbicara terlalu banyak, karena psikolog lebih banyak mendengar ketimbang berbicara dan juga pastinya kalimat yang membuat fokus saya jadi pindah ke naruto, tentang orang yang melanggar peraturan adalah ****** dan meninggalkan temannya lebih buruk lagi.

Terima kasih pak atas pelajaran dan hal-hal baru yang telah diajarkan.

Samarinda, 31 Juli 2017

 

oleh: Polaris (nama Samaran)
…dari Fakultas Psikologi Untag

Pengalaman Kelas Psikodrama di Salatiga


Tadi pagi saya baru saja mengikuti pelatihan psikodrama. Awalnya hampir tidak niat untuk ikut karna kelasnya dadakan dan pasti akan banyak yang dikorbankan jika tetap ikut. Tapi rasa penasaranku membuatku tetap ingin ikut dan akhirnya aku ikut. Pas awal masuk kelas, saya langsung dikagetkan dengan kata “frezz” artinya untuk menghentikan gerakan dalam drama. Saya lalu berhenti beserta teman-teman yang juga datang bersama saya. Itu dilakukan bapaknya karna ia mau menjelaskan betapa pentingnya etika ketika kita berada di lingkungan sosial. Continue reading →

MENGAPA TERJADI PERUBAHAN KESADARAN DALAM PRAKTEK PSIKODRAMA ???


Psikodrama, sejatinya merupakan suatu metode yang biasa digunakan sebagai psikoterapi yang menekankan pada aksi /tindakan dramatik dari klien secara spontan (tanpa naskah) untuk mengeksplorasi berbagai situasi spesifik dalam kehidupannya di masa lalu, kini dan masa yang akan datang. Metode yang digagas oleh psikiater Eropa yakni Jacob Levy Moreno yang kemudian dikembangkan bersama-sama isterinya Zerka Toeman Moreno sejak tahun 1920-an ini (Chimera & Baim, 2010), kini mulai diyakini sebagai metode yang powerfull untuk memfasilitasi pertumbuhan pribadi yang lebih baik (personal growth). Sasaran utama yang ingin dicapai dari psikodrama adalah dapat membantu individu untuk mencapai pemahaman yang lebih baik mengenai dirinya hingga individu dapat menemukan konsep dirinya, menyatakan kebutuhannya dan menyatakan reaksinya terhadap tekanan-tekanan yang dialaminya (Corey, 2005).

Apa yang sebenarnya terjadi dalam sesi-sesi psikodrama sehingga individu bisa mencapai kesadaran peran dan memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang dirinya? Hal ini menarik untuk dikaji lebih dalam, dan akan menjadi topik yang dibahas dalam tulisan ini. Continue reading →

Saya dan Psikodrama demi Self Compassion


Psikodrama, pada awal mengetahui kata psikodrama jujur tidak terbesit sedikitpun untuk mencicipi, apa lagi hingga terlibat langsung di dalamnya. Ditambah pada awalnya, perkenalan dengan “psikodrama” sendiri terjadi secara kurang baik-baik. Hal ini dikarenakan, sempat saya dan seorang rekan ingin mengadakan kegiatan bertemakan psikodrama, namun tidak berhasil. Hanya ada dua orang peserta pada saat itu yang pada akhirnya, membuat saya harus memutuskan untuk membatalkan kegiatan ini.
Singkat cerita, beberapa tahun kemudian pada suatu siang ada seorang teman yang mengajak saya dan dua orang lainnya yang juga teman saya, untuk mengikuti sebuah workshop yang bertemakan psikodrama. Hingga beberapa hari kemudian, kami berangkat ke salah satu hotel di dekat Tugu Jogja dan mulailah perjalanan saya mengenal psikodrama, DIMULAI…… Continue reading →

Bertengkar di Depan Anak #Goresanku 141


Pagi itu, baru saja aku sampai di kantor dan meletakkan tas di meja kerjaku. Datang seorang anak, dia langsung saja mendekapku. Aku kira dia ingin bergurau denganku saja. Ternyata perkiraanku tidak benar. Dia menangis sesenggukan ……. semula terdengar lirih, lama kelamaan semakin keras tangisannya. Sesaat ku biarkan dia menangis dalam dekapanku. Ku elus punggungnya, dengan tujuan agar dia bisa tenang. Setelah agak reda aku berusaha untuk menatap wajahnya. Continue reading →

Membuat Hidup Makin Sulit #Goresanku 140


Ide menulis pengalaman ini berawal dari obrolan bersama seorang teman. Dia bercerita tentang permasalahan hidup yg dialami salah satu kerabatnya.
Sebenarnya masalah tersebut sepele sj. Karena hanya kurang adanya kumunikasi dalam keluarga, masalah menjadi besar dan rumit.
Obrolan saat itu makin asyik saja karena kebetulan masalah tersebut ada sedikit kesamaan dengan masalah yg ada di keluargaku. Continue reading →

…dan Anak juga Membutuhkan Proses #Goresanku 139


Di kelas …. saat itu aku merasa begitu prihatin, melihat orangtua yg memaksa anak balitanya untuk bermain di kelas tanpa didampingi. Dia begitu ngotot ingin anaknya cepat bisa mandiri seperti teman-temannya. Dan tidak perduli anaknya nangis ketakutan, sampai lututnya bergetar hebat dan terkencing di celana. Sepertinya Dia belum memahami bila tiap anak itu berbeda perkembangannya. Bisa dikatakan, sebelum bersekolah setiap harinya anak hanya bergaul dengan lingkungan rumah saja. Tiba-tiba saja harus menyesuaikan diri dengan lingkungan dan orang-orang baru. Sebenarnya si, anak tidak perlu dipaksa. Bila sudah merasa aman dan nyaman pasti dengan sendirinya anak akan bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. Bahkan, ada juga lho yang menyuruh orangtuanya untuk pulang saja.
Untuk anak bisa beradaptasi memerlukan waktu dan proses. Proses untuk anak satu dengan lainnya berbeda. Jadi kita perlu sekali untuk bisa memahaminya.
Mudah-mudahan untuk kedepannya, tidak akan ada lagi orangtua-orangtua yang memaksakan kehendak kepada anaknya.

– Alam telah mengajarkan kita bahwa segala sesuatu melalui proses. Kupu-kupu yang indah berproses menjadi kepompong terlebih dahulu. Maka bila kita mengharapkan sesuatu yang baik, jangan berpikir secara instan.

Kusuma, Maret 2017

Luka Batin #Gorensanku 138


Suatu ketika …. pada waktu anak-anak bermain di dalam kelas,  salah satu anak jatuh dan kepalanya terantuk ubin.
Ibu: Nggak papa, nggak usah nangis. Anak laki-laki harus kuat, malu dong kalau nangis.
Anak: ….. menahan tangis sambil memegang kepalanya yang sakit.
Di sini anak mengumpulkan semua kekuatan dalam dirinya untuk menahan gejolak emosi yang bisa keluar karena sakit.

Continue reading →

Efeknya Masih Bekerja Selepas Acaranya (ternyata efeknya masih lanjut..) Sharing Psikodrama 2


Sharing ini adalah lanjutan dari sharing sebelumnya, dengan judul artikel yang sama..
Jadi, sekitar sebulan setelah mengikuti psikodrama, saya yang perantau akhirnya pulang ke rumah dan bisa bertemu orang tua. Seperti yang saya ceritakan di sharing sebelumnya, saya memiliki rasa sakit hati yang cukup dalam terhadap ayah saya, yang baru saya sadari sepenuhnya sewaktu mengikuti psikodrama. Sempat terbersit dalam pikiran saya untuk mengatakan terang-terangan kepada ayah saya, setidaknya supaya saya bisa lega dan beliau mengetahui perasaan saya selama ini. Continue reading →

%d bloggers like this: