Category Archives: PUISI

Aku Ingin Menulis Kota yang Penuh Suara


Aku ingin menulis tentang kota yang penuh suara
Namun
Aku tahu…
Pikiranmu sudah penuh suara
Perasaanmu sdh penuh  suara
Lalu
Untuk apa aku menulis kota yang penuh suara?
Tidak…
Aku tidak ingin menulis sampah
Tidak
Aku tidak ingin menulis haram
Tidak
aku tidak ingin menulis najis
Tidak
Aku tidak ingin menulis dosa
Aku
Ingin
Mengajakmu
Menemukan
Suara
Nurani

Jkt 22.2.2016

Advertisements

Kamu #Goresanku 122


Ketika kamu lahir, kamu menangis
… dan semua orang disekelilingmu tersenyum.

Hiduplah dengan hidupmu

Bila kamu sudah tiada,kamu satu-satunya yang tersenyum
… dan orang-orang disekelilingmu akan menangis.

Karena kamu begitu berharga bagi orang disekelilingmu.

Ditulis kembali oleh :
Catharina Tyas Kusumastuty

Akar Permasalahan #Goresanku 121


Segala hal yang kita lihat …
Mempunyai akar di dalam dunia yang tak terlihat.
Bentuk mungkin berubah, tetapi artinya tetap sama.
Setiap hal yang indah akan hilang …
Setiap pengalaman indah akan menghilang.
Tetapi jangan risau …
Sumber mereka abadi, bertumbuh, mekar
Memberikan hidup dan suka cita baru
Mengapa kita menangis?
Sumbernya adalah ada di dalam diri kita …

Ditulis kembali oleh :
Catharina Tyas Kusumastuty

DINAMIKA HIDUP #Goresanku 120


Kadang kala hidup itu keras,
…..sekeras baja.

Hidup mempunyai masa suram dan menyiksa.

Bagaikan Air tetap mengalir di sungai,
….hidup juga mempunyai musim kemarau dan musim hujan.
Seperti musim yang senantiasa berubah,
….hidup mempunyai kehangatan musim panas yang menyegarkan,
….. kesejukan musim dingin yang menusuk ….

Tetapi kita berupaya bangkit kembali.

Kecewa ke gembira
….. mengubah penderitaan yang gelap dan sunyi sepi,
menjadi jalan terang menuju ke arah ketenangan jiwa.


Ditulis kembali oleh :
Catharina Tyas Kusumastuty

Menggenggam Harapan #Goresanku 119


Sepasang suami istri menggelar dagangannya di trotoar jalan.
Lampu jalan cukup terang untuk menerangi dagangan mereka.
Di depan berlalu lalang kendaraan dan langkah-langkah cepat.
Siapa pula yang tertarik untuk membeli ?

Namun,….
Mereka tidak bosan-bosannya menyapa dan menawarkan dagangannya.
Kaos anak warna-warni, rok kecil dan sebagainya,
…..dagangan mereka sehari-hari.

Wahai Pedagang!!

Mengapa kalian yakin ada yang membeli daganganmu?

Bagaimana kalian dapat menjajakan barang di keremangan dan keriuhan seperti ini?

” Kami tak kehilangan HARAPAN “, begitu jawabnya.
” Itulah satu-satunya kekuatan kami. Kami tidak tahu apa dan bagaimana membesarkan usaha ini, namun kami tahu HARAPAN tidak akan pernah meninggalkan kami yang menggenggamnya “.

Ditulis kembali oleh :
Catharina Tyas Kusumastuty

Hidup Bagaikan Air #Goresanku 118


Air selalu berubah bentuknya sesuai dengan lingkungannya,
….flexibel dan tidak kaku
…dapat diterima oleh lingkungannya
… tidak ada yang bertentangan dengannya.
Air tidak putus asa,
…. mengalir meskipun lewat celah sekecilpun.
Ia tidak putus asa,
…sekalipun mengalami kemustahilan untuk mengatasi masalahnya.

Padanya masih dikaruniai kemampuan untuk merubah diri menjadi uap.
Ia dapat memperoleh sesuatu dengan kelembutannya tanpa merusak dan mengacaukan,
…. sedikit demi sedikit ia bergerak
…. menembus bebatuan yang keras.

Begitu juga sama halnya dengan hati seseorang
…dapat dibuka dengan kelembutan dan kasih,
….bukan dengan paksaan atau kekerasan.
Kekerasan hanya menimbulkan dendam
Paksaan akan menimbulkan pertentangan.

Ditulis kembali oleh :
Catharina Tyas Kusumastuty

Orang Kuno Pemuja Cinta Terpesona Kata – kata


“Begitulah sobat, Ketika usia dan kerja ‘ menistaku.
Bahkan ujung jaripun begitu malas,
Rasa tak lagi peka Melunturkan kata yang Penuh pesona.
Seakan begitu takut Indahnya rima’ merusak Menelan waktu.
Hingga karsa yang harusnya mengkayakan jiwa
….Menjadi menakutkan Untuk di ungkapkan
Cukupkah ini sebagai jawaban Continue reading →

Sejumput Tanya di Meja


Luruh keberanian diri
merangkai kata menggugat makna

Gelisah terus menggerus
bertindak tanpa jurus

Fajar dan senja berganti

Apa yang tersisa di hati ?

Menulis sejarah haruskah dengan darah?

Apakah untuk dikenang meski menang?

 

Pal Batu, 2 September 2014

%d bloggers like this: