Category Archives: psikologi

Pengalaman Kelas Psikodrama di Salatiga


Tadi pagi saya baru saja mengikuti pelatihan psikodrama. Awalnya hampir tidak niat untuk ikut karna kelasnya dadakan dan pasti akan banyak yang dikorbankan jika tetap ikut. Tapi rasa penasaranku membuatku tetap ingin ikut dan akhirnya aku ikut. Pas awal masuk kelas, saya langsung dikagetkan dengan kata “frezz” artinya untuk menghentikan gerakan dalam drama. Saya lalu berhenti beserta teman-teman yang juga datang bersama saya. Itu dilakukan bapaknya karna ia mau menjelaskan betapa pentingnya etika ketika kita berada di lingkungan sosial. Continue reading →

MENGAPA TERJADI PERUBAHAN KESADARAN DALAM PRAKTEK PSIKODRAMA ???


Psikodrama, sejatinya merupakan suatu metode yang biasa digunakan sebagai psikoterapi yang menekankan pada aksi /tindakan dramatik dari klien secara spontan (tanpa naskah) untuk mengeksplorasi berbagai situasi spesifik dalam kehidupannya di masa lalu, kini dan masa yang akan datang. Metode yang digagas oleh psikiater Eropa yakni Jacob Levy Moreno yang kemudian dikembangkan bersama-sama isterinya Zerka Toeman Moreno sejak tahun 1920-an ini (Chimera & Baim, 2010), kini mulai diyakini sebagai metode yang powerfull untuk memfasilitasi pertumbuhan pribadi yang lebih baik (personal growth). Sasaran utama yang ingin dicapai dari psikodrama adalah dapat membantu individu untuk mencapai pemahaman yang lebih baik mengenai dirinya hingga individu dapat menemukan konsep dirinya, menyatakan kebutuhannya dan menyatakan reaksinya terhadap tekanan-tekanan yang dialaminya (Corey, 2005).

Apa yang sebenarnya terjadi dalam sesi-sesi psikodrama sehingga individu bisa mencapai kesadaran peran dan memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang dirinya? Hal ini menarik untuk dikaji lebih dalam, dan akan menjadi topik yang dibahas dalam tulisan ini. Continue reading →

Psikodrama Menjadi Sebuah Perjalanan Memasuki Benteng Pertahanan Diri


Temanku sering kali berkata padaku, ”Hidupmu tu enak banget ya! Ga perlu mikir pusing-pusing besok mau kerja apa, orangtuamu udah punya lahan buat kamu. Kamu tinggal ngelanjutin aja ! ”. Mereka yang tidak tahu-menahu bagaimana sebenarnya hidupku, dengan seenaknya menyatakan keirian mereka. Ketika mereka mulai menggodaku seperti itu, aku hanya bisa tersenyum, pura-pura malu, padahal di dalam hati aku berusaha menahan tangis. Ya, aku menahan tangis keluar dari sudut mata.

Mereka hanya melihat topeng-topeng yang aku dan keluargaku tunjukkan kepada dunia. Alangkah lucunya. Ketika orang lain berkata bahwa keluarga kami begitu harmonis, orangtuaku begitu humoris, kami sangat akur, alangkah lucunya. Jika mereka mengetahui kebenarannya, mungkin mereka tidak akan pernah terbersit untuk mengatakan hal-hal itu. Continue reading →

SELF COMPASSION RASA JAWA


Ada ungkapan di masyarakat Jawa, Jagad Gedhe (Dunia Besar) dan Jagad Cilik (Dunia Kecil)
Jagad Gedhe, adalah dunia luar, Lingkungan Sosial, Alam dan Semesta
Jagad Cilik, adalah Diri Sendiri, Self, Pikiran, Perasaan, Masa Lalu, Harapan, dll
Ada keselarasan antara dua Jagad tersebut, ada saling mempengaruhi, salah satu baik maka satunya juga baik, begitu pun sebaliknya.
Dengan pemahaman seperti itu, maka Orang Jawa diarahkan untuk mengelola Jagad Ciliknya sebelum merasa mampu untuk mengelola di Jagad Gedhe-nya (menjadi Pemimpin , Keluarga, Masyarakat, Bangsa atau Negara). Ada banyak “Laku” (cara) untuk itu, misalnya, Puasa, Meditasi, Puasa Bicara, dll
Kesemua Laku tersebut diarahkan untuk mendapatkan kedamaian diri, bila Orang mampu berdamai dengan dirinya, maka dalam menjalani hidup di Jagad Gedhe orang tersebut akan membawa damai itu serta. Ning, Cipta, Rasa, Karsa, Ning berusaha dalam Keheningan, Cipta berpikir untuk menciptakan sesuatu yang baru, Rasa mengelola ciptaan dalam Keharmonisan, dan Karsa melaksanakan Kehendak yang Maha Baik.
Lalu bagaimana dengan Self Compassion itu?
Mari kita diskusikan……

16 Mei 2017

Psikodrama Bagian dari Psikologi ; Dasar Teori Psikodrama, Adam Blatner, MD, TEP (2)


sambungan dari :

Beberapa Poin Penting ; Dasar Teori Psikodrama, Adam Blatner, MD, TEP (1) 

Psikodrama Bagian dari Psikologi

Psikodrama harus dianggap sebagai ide-ide kompleks dan metode dalam psikoterapi yang lebih luas, dan lebih dari itu, di luar model medis, yaitu, yang saya sebut “psikologi terapan.” Ini termasuk pendidikan, bisnis, pelatihan keterampilan sosial, agama, rekreasi, struktur masyarakat, dan pengembangan pribadi – perspektif untuk mengoptimalkan potensi individu. Continue reading →

Psikodrama adalah Eksplorasi Tindakan


Ini adalah istilah kegiatan kelas yang Saya gunakan untuk menyatakan drama, atau psikodrama. Penerapan drama, pada antologi saya di Interactive & Improvisational Drama. sudah  saya rubah, bagaimanapun saya pikir lebih baik untuk menyebut kategori ini “Eksplorasi Tindakan “-atau, sebagai alternatif, “Enactments Eksplorasi.” Saya menulis kembali dua buku besar untuk Psikodrama, memperbaruinya, dan menggunakan judul itu, untuk beberapa alasan:

Kebanyakan orang berpikir drama disetarakan dengan teater. Di antara seniman teater, drama adalah istilah yang lebih inklusif, tetapi hanya sedikit orang tahu ini. Drama (atau teater) untuk sebagian besar adalah scripted, perform, yang dilakukan aktor sebagai “produk polesan” kepada khalayak yang relatif pasif untuk tujuan hiburan. Dan budaya kita penuh tidak hanya drama panggung, namun juga film, program televisi, segala macam acara , DVD, dan sebagainya. Continue reading →

21 Kontribusi Psikodrama terhadap Psikologi ; Dasar Teori Psikodrama, Adam Blatner, MD, TEP (5)


sambungan dari :
Dasar Filosofis ; Dasar Teori Psikodrama, Adam Blatner, MD, TEP (4)

 

21 Kontribusi Psikodrama terhadap Psikologi
Saya percaya bahwa Psikodrama harus diintegrasikan dengan wawasan yang terbaik dari banyak pendekatan Psikologi dan Psikoterapi. Saya tidak berpikir ada pendekatan tunggal memiliki semua jawaban, dan mengambil dari banyak pendekatan (eklitik) merupakan orientasi umum yang paling sesuai. Namun, pada saat mempelajari berbagai Psiko-terapi, dan Sistem Psikologi, saya menemukan bahwa ide-ide Moreno telah menambahkan beberapa tema baru atau area penekanan, baik yang diabaikan atau yang hanya dicatat secara sepintas di lapangan. Berikut adalah beberapa tema-tema, yang saya percaya dapat mencerminkan visi Moreno yang penting: Continue reading →

Dasar Filosofis ; Dasar Teori Psikodrama, Adam Blatner, MD, TEP (4)


sambungan dari :
Perkembangan Teori ; Dasar Teori Psikodrama, Adam Blatner, MD, TEP (3)

Dasar Filosofis

Aspek lain dari teori bahkan melampaui teori-meta, dan pandangan filosofis yang lebih umum. Moreno adalah visioner yang berani untuk menyarankan ide metafisik dan teologi pada saat spiritualitas dan psikologi umumnya dianggap sebagai wilayah yang terpisah dari bisnis. Ilmu agak dihapus dari agama, dan pernyataan-pernyataan filosofis Moreno itu sedikit memalukan. Namun, upaya ini mungkin kompartementalisasi mengkritik diri sebagai hasil dari sub-kultur intelektual yang bingung dengan saintisme ilmu pengetahuan, yang juga dalam cengkeraman sekuler, materialistis, reduksionistik mitos. Continue reading →

Beberapa Poin Penting ; Dasar Teori Psikodrama : Adam Blatner, MD, TEP (1)


(Presentasi pertama di Konferensi IAGP, London, Agustus, 1998, dengan revisi, kembali dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Society for Group Psychotherapy dan Psikodrama pada 9 April 1999.) Revisi dan diterbitkan lagi di website, Mei 2, 2006.)
________________________________________
Pondasi Teoretis Psikodrama telah berevolusi dan diperdalam dalam generasi terakhir.

Beberapa poin penting akan dibahas di bawah ini: Continue reading →

…dan Anak juga Membutuhkan Proses #Goresanku 139


Di kelas …. saat itu aku merasa begitu prihatin, melihat orangtua yg memaksa anak balitanya untuk bermain di kelas tanpa didampingi. Dia begitu ngotot ingin anaknya cepat bisa mandiri seperti teman-temannya. Dan tidak perduli anaknya nangis ketakutan, sampai lututnya bergetar hebat dan terkencing di celana. Sepertinya Dia belum memahami bila tiap anak itu berbeda perkembangannya. Bisa dikatakan, sebelum bersekolah setiap harinya anak hanya bergaul dengan lingkungan rumah saja. Tiba-tiba saja harus menyesuaikan diri dengan lingkungan dan orang-orang baru. Sebenarnya si, anak tidak perlu dipaksa. Bila sudah merasa aman dan nyaman pasti dengan sendirinya anak akan bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. Bahkan, ada juga lho yang menyuruh orangtuanya untuk pulang saja.
Untuk anak bisa beradaptasi memerlukan waktu dan proses. Proses untuk anak satu dengan lainnya berbeda. Jadi kita perlu sekali untuk bisa memahaminya.
Mudah-mudahan untuk kedepannya, tidak akan ada lagi orangtua-orangtua yang memaksakan kehendak kepada anaknya.

– Alam telah mengajarkan kita bahwa segala sesuatu melalui proses. Kupu-kupu yang indah berproses menjadi kepompong terlebih dahulu. Maka bila kita mengharapkan sesuatu yang baik, jangan berpikir secara instan.

Kusuma, Maret 2017

%d bloggers like this: