Category Archives: psikologi

Psikodrama untuk Pelatihan Leadership Ki Hadjar Dewantara


Ing Ngarsa Sung Tuladha – di Depan memberi contoh
Ing Madya Mangun Karsa – di tengah melengkapi dan memberi kontribusi
Tut Wuri Handayani – di belakang mendorong dan melengkapi

Pelatihan ini untuk melatih dengan berpraktek Kepemimpinan berdasar Ki Hadjar Dewantara, durasi nya 16 jam, atau 2 hari kerja. Continue reading →

Advertisements

Anak selalu yang menjadi Korban (Diskusi Kasus Psikologis dari Group WA)


Diskusi Kasus Psikologi di Group WA yang cukup menarik, saya share disini agar dapat dibaca lebih banyak orang. Tentunya sudah saya edit untuk menjaga identitas asli, dengan tetap menjaga substansi-nya.

Psikolog 1 : Assalamualaikum, selamat pagi teman Himpsi..mau tanya apakah ada yang punya kontak Psikiater anak di Jakarta atau Bandung? Lagi perlu untuk merujuk klien.

Psikolog 2, 3, 4 dan 5 : Wassalamualaikum..,,yang terkenal dr…… Psikiater anak. Yang punya tempat terapi …..

……(dst. ….sampai dengan mendapatkan nama dan kontaknya …..)

Psikolog 1 : Terima kasih infonya Bu Lsd, Bu Dn, Mbak Tw, Bu Wd
Harapan orangtua klien bisa dapat tenaga profesional yang benar-benar ahli…latar belakang keluarga dari sosial ekonomi atas, jadi pengen yang terbaik buat anaknya dan gak peduli biaya yang akan dikeluarkan 😅😅 Continue reading →

Psikodrama dan Psikologi Industri


Psikodrama merupakan Psikologi Terapan, dengan kata lain Teori Psikologi diterapkan dalam bidang kehidupan dapat dengan cara Psikodrama. Dalam Psikolgi Industri, Psikodrama lebih banyak digunakan dalam metode pelatihan, selaras dengan tujuan ambisius Psikodrama untuk merubah perilaku. Perilaku yang kurang Produktif dapat dilatih dengan cara Psikodrama menjadi Produktif. Karyawan yang tidak kompeten di treatmen dengan Psikograma agar menjadi Kompeten. Continue reading →

Penerapan Psikodrama, Sosiodrama dalam ( Psikologi ) Pendidikan


Apakah Psikodrama dapat diterapkan di Psikologi Pendidikan, pertanyaan yang juga sering ditanyakan sebelum workshop dimulai.

Psikodrama sering juga disebut Action Methode (metode Tindakan), apapun materinya dapat disampaikan dengan bertindak, bukan hanya berbicara atau pun mendengar saja. Bagi angkatan 80-90an pastilah masih ingat Pelajaran PSPB (Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa) yang dulu dilakukan dengan Sosiodrama. Ini menggunakan prinsip dan dasar yang sama dengan Psikodrama.
Continue reading →

Catatan Dinamika Emosional “Bermain” Psikodrama


Sebelum membahas lebih dalam, saya ingin mengungkapkan terlebih dahulu bahwa saya belum pernah sama sekali mengetahui metode Psycho Drama yang dapat dipakai untuk treatment dalam dunia psikologi.

Pada dasarnya, dalam penerapan psikologi memiliki banyak terapan yang dapat dipakai untuk penanganan terhadap bantuan kepada klien. Psycho Drama menjadi jawaban yang sangat praktis namun dapat menggali intens-nya trauma atau dengan kata lain rasa yang kurang nyaman dalam diri (inner seseorang).

Awalnya, saya bertanya apakah dengan metode sesederhana ini dapat memunculkan keadaan diri yang mempresentasikan luka yang telah di-repress? Akhirnya, terjawab sudah dari segala sesi peran yang distimulasikan kepada setiap peserta yang sedang mengikuti pelatihan. Continue reading →

Sebuah Kategori Baru Psikodrama – Eksplorasi Tindakan


Saya mengusulkan sebuah kategori baru untuk memikirkan dan menangani tantangan kolektif: “eksplorasi tindakan.” Istilah ini mencakup berbagai pendekatan yang memiliki kesamaan sifat-sifat pemberlakuan, improvisasi, peran, dan cerita. Salah satu pendekatan dalam kategori ini adalah psychodrama, namun kebanyakan kamus dan banyak profesional menganggap pendekatan ini terutama sebagai bentuk terapi. bahkan Wartawan sering salah paham tentang hal ini, mengingat psikodrama menjadi suatu situasi penanaman psikologis dan sedikit dramatis. Continue reading →

Pengalaman Kelas Psikodrama di Salatiga


Tadi pagi saya baru saja mengikuti pelatihan psikodrama. Awalnya hampir tidak niat untuk ikut karna kelasnya dadakan dan pasti akan banyak yang dikorbankan jika tetap ikut. Tapi rasa penasaranku membuatku tetap ingin ikut dan akhirnya aku ikut. Pas awal masuk kelas, saya langsung dikagetkan dengan kata “frezz” artinya untuk menghentikan gerakan dalam drama. Saya lalu berhenti beserta teman-teman yang juga datang bersama saya. Itu dilakukan bapaknya karna ia mau menjelaskan betapa pentingnya etika ketika kita berada di lingkungan sosial. Continue reading →

MENGAPA TERJADI PERUBAHAN KESADARAN DALAM PRAKTEK PSIKODRAMA ???


Psikodrama, sejatinya merupakan suatu metode yang biasa digunakan sebagai psikoterapi yang menekankan pada aksi /tindakan dramatik dari klien secara spontan (tanpa naskah) untuk mengeksplorasi berbagai situasi spesifik dalam kehidupannya di masa lalu, kini dan masa yang akan datang. Metode yang digagas oleh psikiater Eropa yakni Jacob Levy Moreno yang kemudian dikembangkan bersama-sama isterinya Zerka Toeman Moreno sejak tahun 1920-an ini (Chimera & Baim, 2010), kini mulai diyakini sebagai metode yang powerfull untuk memfasilitasi pertumbuhan pribadi yang lebih baik (personal growth). Sasaran utama yang ingin dicapai dari psikodrama adalah dapat membantu individu untuk mencapai pemahaman yang lebih baik mengenai dirinya hingga individu dapat menemukan konsep dirinya, menyatakan kebutuhannya dan menyatakan reaksinya terhadap tekanan-tekanan yang dialaminya (Corey, 2005).

Apa yang sebenarnya terjadi dalam sesi-sesi psikodrama sehingga individu bisa mencapai kesadaran peran dan memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang dirinya? Hal ini menarik untuk dikaji lebih dalam, dan akan menjadi topik yang dibahas dalam tulisan ini. Continue reading →

Psikodrama Menjadi Sebuah Perjalanan Memasuki Benteng Pertahanan Diri


Temanku sering kali berkata padaku, ”Hidupmu tu enak banget ya! Ga perlu mikir pusing-pusing besok mau kerja apa, orangtuamu udah punya lahan buat kamu. Kamu tinggal ngelanjutin aja ! ”. Mereka yang tidak tahu-menahu bagaimana sebenarnya hidupku, dengan seenaknya menyatakan keirian mereka. Ketika mereka mulai menggodaku seperti itu, aku hanya bisa tersenyum, pura-pura malu, padahal di dalam hati aku berusaha menahan tangis. Ya, aku menahan tangis keluar dari sudut mata.

Mereka hanya melihat topeng-topeng yang aku dan keluargaku tunjukkan kepada dunia. Alangkah lucunya. Ketika orang lain berkata bahwa keluarga kami begitu harmonis, orangtuaku begitu humoris, kami sangat akur, alangkah lucunya. Jika mereka mengetahui kebenarannya, mungkin mereka tidak akan pernah terbersit untuk mengatakan hal-hal itu. Continue reading →

SELF COMPASSION RASA JAWA


Ada ungkapan di masyarakat Jawa, Jagad Gedhe (Dunia Besar) dan Jagad Cilik (Dunia Kecil)
Jagad Gedhe, adalah dunia luar, Lingkungan Sosial, Alam dan Semesta
Jagad Cilik, adalah Diri Sendiri, Self, Pikiran, Perasaan, Masa Lalu, Harapan, dll
Ada keselarasan antara dua Jagad tersebut, ada saling mempengaruhi, salah satu baik maka satunya juga baik, begitu pun sebaliknya.
Dengan pemahaman seperti itu, maka Orang Jawa diarahkan untuk mengelola Jagad Ciliknya sebelum merasa mampu untuk mengelola di Jagad Gedhe-nya (menjadi Pemimpin , Keluarga, Masyarakat, Bangsa atau Negara). Ada banyak “Laku” (cara) untuk itu, misalnya, Puasa, Meditasi, Puasa Bicara, dll
Kesemua Laku tersebut diarahkan untuk mendapatkan kedamaian diri, bila Orang mampu berdamai dengan dirinya, maka dalam menjalani hidup di Jagad Gedhe orang tersebut akan membawa damai itu serta. Ning, Cipta, Rasa, Karsa, Ning berusaha dalam Keheningan, Cipta berpikir untuk menciptakan sesuatu yang baru, Rasa mengelola ciptaan dalam Keharmonisan, dan Karsa melaksanakan Kehendak yang Maha Baik.
Lalu bagaimana dengan Self Compassion itu?
Mari kita diskusikan……

16 Mei 2017

%d bloggers like this: