Category Archives: psikodrama

Pengembangan Kreativitas, Terapi dengan Seni


Terapi seni kreatif muncul dari tradisi penyembuhan; dan seperti psiko-drama (di mana saya terlibat), apa yang mereka inginkan bekembang jauh melampaui peran orang sakit. Peran orang sakit adalah gagasan bahwa seseorang sehat dan yang lainnya sakit dan ekspresi kreatif akan menyembuhkan. Tapi kreativitas tidak perlu dianggap salah dalam hal ini, hanya itu yang bisa dilakukan semua orang dengan beberapa pengembangan kreativitas. Ini seperti “Fitness.” Sama seperti semua orang bisa melakukannya dengan sedikit latihan, begitu juga setiap orang dapat menikmati Pengembangan Kreativitas! Continue reading →

Advertisements

Penerapan Drama, Sebuah Surat Terbuka


Ada bidang baru yang bisa disebut “Applied Drama” atau “Teater Terapan,” tapi belum ada yang benar-benar mengetahuinya. Ini adalah istilah untuk berbagai macam upaya yang menggunakan drama/teater untuk mempromosikan kesadaran pribadi dan kelompok. Continue reading →

Psikodrama di Bidang Pendidikan, Psikoterapi, dan Kehidupan


Penekanannya di sini adalah pada pemberlakuan fisik, pertemuan langsung, sebagai cara untuk menjadi lebih terlibat daripada hanya berbicara tentang topik. Diakui, berbicara adalah lebih baik daripada menutup mulut, menghindari berbicara, menghindari menjadi sadar sama sekali. Namun Tindakan Fisik memperluas proses, membuatnya lebih holistik. Seseorang akan merasa diri lebih hadir dan terlibat.

Dr. Jacob L. Moreno, psikiater yang menemukan metode yang dikenal sebagai psikodrama, benar dalam gagasan bahwa ada kelaparan, kebutuhan sejati untuk melakukan lebih dari sekedar membicarakan hal-hal saja. Pada tahun-tahun sebelumnya, mungkin kita menemukan ekspresif dalam tindakan yang berlebihan-memukul bantal, melempar kursi, terpuruk dalam kesedihan. Dan tindakan yang sangat boros ini memang menyembuhkan beberapa orang. (Mereka tidak memiliki signifikansi yang sama untuk orang-orang yang terbiasa histrionik – misalnya “ratu drama”). Continue reading →

About Getting Marriage : Bukan Jawaban Kapan Menikah….Page 2 of 3


via About Getting Marriage : Bukan Jawaban Kapan Menikah….Page 2 of 3

Testimoni Workshop Psikodrama di Medan : PSYCHODRAMA = EMOTION RELEASE


29 Oktober 2017….
Satu hari setelah saya mengikuti WORKSHOP PSIKODRAMA.

Ada perasaan yang membekas begitu dalam pada diri saya setelah mengikuti kegiatan tersebut. Awal ketertarikan saya mengikuti workshop ini karena tokoh idola saya (seorang Psikolog bergelar Doktor yang memiliki Biro di Lampung) sudah mengikuti workshop ini lebih dahulu. Dan berdasarkan testimoni beliau bahwa melalui teknik ini kita bisa menjadi “menerima diri” dan “out of the box”.

Oke..sampai pada titik itu saya tahu saya sangat butuh pelatihan ini. Meski ada sedikit kekhawatiran, akankah saya merasa nyaman mengikuti workshop ini karena tidak ada satu teman sejawat yang saya kenal mengikuti workshop tersebut. Yang membulatkan tekad saya untuk ikut karena ada Sekjen HIMPSI SUMUT yang sebelum workshop sudah intens komunikasi via WA dengan saya. Continue reading →

Memakai Psikodrama sebagai Metode Ceramah


Berbekal pengalaman berkesan saat mengikuti workshop Psikodrama yang diselenggarakan HIMPSI Sumut di bulan October 2017 yang lalu, saya terus penasaran ingin mencoba menggunakan psikodrama ini dalam berbagai setting yang menurut saya bakal menarik. Saya tahu tidak mudah, karena meskipun kesannya bermain, spontan, dan tanpa skenario, sebenarnya situasi di dalam psikodrama ini diperhitungkan secara matang, menggunakan berbagai teknik gabungan yang memungkinkan prosesnya dapat berjalan dengan mulus. Mas Retmono Adi, sang fasilitator, serta asistennya Eka dan Santa sabar sekali melayani berbagai pertanyaan saya untuk menggali lebih dalam mengenai kemungkinan kemungkinan itu.

Setelah berpikir dan ragu, saya punya moment yang saya pikir bisa saya pakai sebagai ajang uji coba menggunakan psikodrama sebagai metode ceramah. Kebetulan saya diminta untuk bicara pada umat vihara  di sebuah daerah tak jauh dari kota Medan. Berhari hari saya mikir topik tapi tidak bertemu. Mulailah terpikir untuk mencoba memakai psikodrama. Continue reading →

Psikodrama itu Powerfull (Pengalaman di Medan)


Hari 1.
Dulu sekali, kata Psikodrama ini pernah disenggol di mata kuliah Psikologi Sosial namun tidak menarik perhatian saya, karena hanya sekedar disebutkan sebagai salah satu terapi yang sering dilakukan di dalam kelompok. Mengikuti Workshop Psikodrama ini merupakan pengalaman yang sama sekali baru. Heran itu sudah dimulai dari melihat tatanan ruangannya, dimana meja diletakkan lengket di dinding, dan semua kursi disusun menghadap dinding, kami saling memandang dengan alis naik sebelah. Lebih menarik lagi ketika Sang Fasilitator datang dengan gaya yang sangat tidak biasa, baju batik HIMPSI dikombinasi topi kupluk. Continue reading →

Catatan Dinamika Emosional “Bermain” Psikodrama


Sebelum membahas lebih dalam, saya ingin mengungkapkan terlebih dahulu bahwa saya belum pernah sama sekali mengetahui metode Psycho Drama yang dapat dipakai untuk treatment dalam dunia psikologi.

Pada dasarnya, dalam penerapan psikologi memiliki banyak terapan yang dapat dipakai untuk penanganan terhadap bantuan kepada klien. Psycho Drama menjadi jawaban yang sangat praktis namun dapat menggali intens-nya trauma atau dengan kata lain rasa yang kurang nyaman dalam diri (inner seseorang).

Awalnya, saya bertanya apakah dengan metode sesederhana ini dapat memunculkan keadaan diri yang mempresentasikan luka yang telah di-repress? Akhirnya, terjawab sudah dari segala sesi peran yang distimulasikan kepada setiap peserta yang sedang mengikuti pelatihan. Continue reading →

Sebuah Kategori Baru Psikodrama – Eksplorasi Tindakan


Saya mengusulkan sebuah kategori baru untuk memikirkan dan menangani tantangan kolektif: “eksplorasi tindakan.” Istilah ini mencakup berbagai pendekatan yang memiliki kesamaan sifat-sifat pemberlakuan, improvisasi, peran, dan cerita. Salah satu pendekatan dalam kategori ini adalah psychodrama, namun kebanyakan kamus dan banyak profesional menganggap pendekatan ini terutama sebagai bentuk terapi. bahkan Wartawan sering salah paham tentang hal ini, mengingat psikodrama menjadi suatu situasi penanaman psikologis dan sedikit dramatis. Continue reading →

Trauma


Ini menjadi seperti sebuah kata yang menjebak: Ini memperangkap Anda. Dikatakan, “Ini benar-benar menyakitkan bagi klien.” Tapi saya akui bahwa saya agak mengernyit dengan istilah ini, seolah-olah semua psikopatologi disebabkan oleh trauma dan tidak ada yang bertanggung jawab atas apapun. Saya rentan dalam menyatakannya karena tentu saja beberapa orang benar-benar trauma parah, dan itu adalah kata yang tepat. Mengatakan kurang akan meminimalkan sifat kondisinya. Continue reading →

%d bloggers like this: