Category Archives: psikodrama

Psikodrama adalah Action Method ; Terjemahan dari Wikipedia


Psikodrama adalah Metode Tindakan (Action Method), sering digunakan sebagai psikoterapi, di mana klien menggunakan dramatisasi spontan, bermain peran, dan presentasi diri yang dramatis untuk mengungkapkan dan mendapatkan wawasan tentang kehidupan mereka.

Psikodrama dikembangkan oleh Jacob L. Moreno, Psikodrama mencakup elemen teater, sering dilakukan di atas panggung, atau ruang yang berfungsi sebagai area panggung, di mana alat peraga dapat juga digunakan. Terapi Kelompok psikodrama, yang dilakukan di bawah arahan psikodramatis berlisensi, memperagakan kembali kehidupan nyata, situasi di masa lalu (atau proses mental batin), melakukan semua itu di masa sekarang. Peserta kemudian memiliki kesempatan untuk mengevaluasi perilaku itu semua, merefleksikan bagaimana insiden masa lalu dimainkan di masa sekarang dan lebih dalam memahami situasi tertentu dalam kehidupan mereka. Continue reading →

Advertisements

Kehidupan Profesional Jacob Moreno (1889 – 1974) Bapak Psikodrama


Jacob Levy Moreno (1889-1974) adalah seorang psikiater abad ke-20 yang mengembangkan terapi yang disebut Psikodrama.

Kehidupan Profesional

Jacob Moreno lahir pada 18 Mei 1889 di Bucharest, Rumania. Beberapa tahun kemudian, keluarga Moreno pindah ke Wina. Dia belajar kedokteran di Universitas Wina, mendapatkan gelarnya pada tahun 1917. Dia adalah seorang psikiater berpraktek dekat Wina antara 1918 dan 1925. Moreno menggunakan banyak pendekatan dalam terapi, termasuk psikodrama, sosiatri, sosiometri, dan psikoterapi kelompok. Continue reading →

Siapa yang Mendapatkan Manfaat dari Psikodrama?


Pendekatan psikodrama telah terbukti berhasil memfasilitasi pengungkapan emosi dan perasaan yang kuat. Selain itu juga telah terbukti menjadi pendekatan yang bermanfaat bagi individu yang bekerja lebih baik dengan melibatkan emosi mereka. Karena teknik ini menekankan tubuh dan tindakan serta emosi dan pikiran, teknik ini dianggap sebagai teknik holistik dan diyakini efektif untuk berbagai masalah. Individu yang mengalami kesulitan dengan hubungan, fungsi sosial dan emosional, trauma, perasaan kehilangan orang terdekat atau kecanduan, mengungkapkan bahwa pendekatan psikodrama sangat membantu.

Psikodrama mungkin juga bermanfaat bagi mereka yang didiagnosis dengan gangguan suasana hati, kepribadian, gangguan pola makan dan dihadapkan pada masalah identitas dan/atau citra diri negatif, karena teknik ini dapat memberikan mereka pengobatan dengan format dan suasana yang aman untuk mengkomunikasikan rasa sakit dan tantangan yang dihadapinya.

Satu penelitian menunjukkan psikodrama menjadi efektif dalam merawat gadis usia sekolah menengah yang mengalami trauma. Gadis-gadis yang berpartisipasi dalam penelitian melaporkan menjadi berkurang rasa cemas, depresinya, dan tidak lagi menarik diri setelah berpartisipasi dalam kelompok psikodrama selama 20 minggu.

Cuplikan dari:

https://www.goodtherapy.org/learn-about-therapy/types/psychodrama

Realisme Fiksi Indonesia


Belajar Realisme lagi,…

boemipoetra

oleh Saut Situmorang

Kritikus sastra Amerika MH Abrams mendefinisikan istilah realisme, seperti yang biasa dipakai dalam kritik sastra, atas dua pengertian besar: pertama, sebagai nama sebuah gerakan sastra historis di Barat abad 19, terutama seperti yang bisa dibaca dalam karya-karya fiksi yang dipelopori Balzac di Prancis, George Eliot di Inggris dan William Dean Howells di Amerika; dan kedua, sebagai terminologi atas sebuah gaya penulisan, yang bisa ditemukan pada zaman apa saja, di mana representasi kehidupan dan pengalaman manusia menjadi tujuan penulisan yang paling penting, terutama seperti yang dicontohkan oleh karya-karya para sastrawan gerakan sastra di atas.

Fiksi realis biasanya dibedakan dari fiksi romantik. Roman (romance) dianggap berusaha menggambarkan kehidupan seperti yang kita mimpikan: lebih menyenangkan, penuh petualangan, lebih heroik dibanding kehidupan sebenarnya; sementara fiksi realis menggambarkan imitasi yang akurat atas kehidupan seperti apa adanya. Fiksi realis berusaha memberikan gambaran kehidupan dan realitas sosial seperti yang dikenal oleh pembaca umumnya…

View original post 1,829 more words

Pengalaman Pelatihan Psikodrama di Jakarta “Jangan terlalu keras pada diri sendiri”


Perkenalkan, saya Hanifah Dasnia. Teman-teman lebih senang memanggil saya dengan Ipeh. Saya adalah pengajar di suatu lembaga pendidikan nonformal (Rakids BACA) di daerah Tebet, Jakarta Selatan. Saya ingin berbagi sedikit pengalaman saya setelah mengikuti pelatihan Psikodrama yang diadakan di tempat saya bekerja. Langsung saja, cuusssss……..

Dengan mengikuti pelatihan Psikodrama ini saya menjadi mengerti bahwa kita melakukan sesuatu yang beda dan tidak mengikuti stigma atau kebiasaan yang ada adalah sebuah hal yang sah-sah saja. Selama ini saya selalu membandingkan diri saya dengan orang-orang disekitar. Setelah saya membandingkan, saya merasa diri saya tidak memiliki apa-apa yang bisa dibanggakan. Padahal, harusnya saya menjadi diri saya sendiri, mengoptimalkan apa yang saya punya. Saya adalah saya, bukan dia atau bahkan mereka.

Continue reading →

Psikodrama Melatih Saya Menjadi Wanita Berani….


Hallo…
Perkenalkan Saya Putri,
Saya seorang pengajar yang kurang lebih sudah 5 tahun bekerja sebagai guru. Saya menjadi guru karena impian saya memiliki sebuah ruang kreativitas anak-anak dengan beragam kreasi yang dapat dibanggakan.
Dan Alhamdullillah saya mendapatkan pelatihan khusus di tempat kerja saya yang sekarang, bernama Creativkids Tebet, Jakarta Selatan.
Saya beruntung diberikan pelatihan khusus oleh Owner saya pelatihan ini disebut “PSIKODRAMA”. Awal mula, saya takut apa itu Psikodrama apakah itu hal magic atau tes kepribadian tertulis lainnya?? Adanya rasa penasaran, saya mencari tahu dari youtube maupun media sosial lainnya, karena ini hal baru bagi saya. Continue reading →

Kesan-kesan Mengikuti Psikodrama, Berani untuk Jujur pada Diri Sendiri


Pertama kali saya mendengar tentang psikodrama Indonesia adalah dari teman seperjuangan, guru, dan inspirator saya, yaitu Ms. Christine. Kesan pertama yang muncul di benak saya dari cerita-ceritanya adalah “penasaran”. Ms. Christine menggambarkan psikodrama sebagai peluapan emosi kita yang terpendam selama ini, baik positif maupun negatif. Bisa membantu kita untuk lebih mengenal diri sendiri juga.

Apakah bentuknya seperti hipnosis?

Terapi? Continue reading →

Hanya Rasa yang Mampu Menyentuh Rasa ; Psikodrama di Jakarta


Hai, nama saya Shita.

Saya bekerja di sebuah tempat bimbingan belajar bernama Rakids Baca yang terletak di daerah Tebet, Jakarta Selatan. Saya bergabung ke tempat bimbel ini sekitar satu bulan yang lalu. Ada beberapa pertimbangan ketika saya ingin bergabung di tempat ini. Saya yang haus akan hal-hal yang baru selalu bertanya kepada owner saya, kira-kira apa yang bisa saya dapat ketika saya bergabung di Rakids Baca ini. Beliau menjawab “Nanti disini kamu akan dapat banyak pelatihan. Kamu bisa usulkan pelatihan apa yang kamu butuh”. Setelah mendengar jawaban itu saya makin tertarik untuk bergabung ke bimbel di daerah Tebet ini. Tepat hari ini, saya mendapat pelatihan “Psikodrama”. Continue reading →

Surplus Reality vs Rewriting History


Konsep ini digagas oleh Joseph Moreno dalam metode psikoterapi yang disebut psikodrama, di sini orang-orang menemukan tempat di mana segala sesuatunya dapat dia ciptakan untuk situasi kehidupan yang dihadapi atau bahkan yang belum terjadi. Situasi bermain dalam psikodrama ini membebaskan imajinasi individu untuk berkreasi dan memiliki efek ‘healing’ di dalam prosesnya. Dalam pola kehidupan sekarang ini, ketika semua orang dituntut untuk melakukan sesuatu sesuai dengan rule yang sudah ditentukan, ketika siswa dan mahasiswa dituntut untuk memberikan satu saja jawaban yang benar, maka ruang berimajinasi untuk menciptakan surplus reality ini pelahan-lahan dikebiri. Ketika ruang ini semakin sempit, maka jiwapun semakin ‘sakit’. Continue reading →

Berdoa Dalam Gerakan


Pagi itu aku bangun dengan suatu misi. Ada suatu hal baru yang akan aku lakukan pagi itu. Persiapan mental sudah aku lakukan sebisaku, tapi pelaksanaannya sendiri masih suatu tanda tanya besar. Untungnya aku bisa tidur cukup nyenyak malam sebelumnya. Mungkin karena aku tahu bahwa lancar atau tidaknya kegiatan yang akan lakukan, aku berada dalam kelompok yang akan menerima semua apa adanya, sehingga tidak ada yang perlu dikuatirkan tapi malah sebaiknya dinikmati saja.

Setelah mandi dan rutin pagi lainnya, sayapun keluar dari kamar. Matahari dan kicauan burung langsung menyambut begitu aku membuka pintu kamar. Begitulah keadaan kamar-kamar di Girisonta, suatu tempat retret dan pembimbingan iman dari kaum religius Katolik yang berlokasi sekitar sejam dari Semarang. Sebuah pekarangan besar menyambut tamu saat masuk ke dalam lokasi retret. Pekarangan itu dikelilingi kamar-kamar tidur, ruang makan, ruang pertemuan, kantor dan sekretariat. Pekarangan itu menjadi fokus dari Girisonta. Bagiku sendiri, entah sudah berapa banyak renungan yang aku habiskan sambil duduk menatap keanekaragaman pepohonan atau sambil berjalan mengitari pekarangan dan menyapa burung, ikan, dan ciptaan Tuhan lainnya. Memang suasana yang paling cocok untuk melakukan kontemplasi adalah melalui kebersamaan dengan alam. Continue reading →

%d bloggers like this: