Category Archives: Pelatihan/Training

MENGAPA TERJADI PERUBAHAN KESADARAN DALAM PRAKTEK PSIKODRAMA ???


Psikodrama, sejatinya merupakan suatu metode yang biasa digunakan sebagai psikoterapi yang menekankan pada aksi /tindakan dramatik dari klien secara spontan (tanpa naskah) untuk mengeksplorasi berbagai situasi spesifik dalam kehidupannya di masa lalu, kini dan masa yang akan datang. Metode yang digagas oleh psikiater Eropa yakni Jacob Levy Moreno yang kemudian dikembangkan bersama-sama isterinya Zerka Toeman Moreno sejak tahun 1920-an ini (Chimera & Baim, 2010), kini mulai diyakini sebagai metode yang powerfull untuk memfasilitasi pertumbuhan pribadi yang lebih baik (personal growth). Sasaran utama yang ingin dicapai dari psikodrama adalah dapat membantu individu untuk mencapai pemahaman yang lebih baik mengenai dirinya hingga individu dapat menemukan konsep dirinya, menyatakan kebutuhannya dan menyatakan reaksinya terhadap tekanan-tekanan yang dialaminya (Corey, 2005).

Apa yang sebenarnya terjadi dalam sesi-sesi psikodrama sehingga individu bisa mencapai kesadaran peran dan memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang dirinya? Hal ini menarik untuk dikaji lebih dalam, dan akan menjadi topik yang dibahas dalam tulisan ini. Continue reading →

4 Fungsi Direktur dalam Psikodrama dan Perlunya Pembantu


Seseorang yang memfasilitasi Terapi dengan Metode Psikodrama disebut Direktur. Direktur ini memiliki 4 fungsi yang selalu dilakukan agar proses terapi berjalan dengan baik.

Peter Felix Kellerman (1990) dalam Cossa ( 2005) menggambarkan empat fungsi Direktur / pemimpin kelompok psikodrama, yang saya yakini benar dalam terapi tindakan: Produser, Analis, Terapis, dan Sociometrist. Seiring saya memahami fungsi ini:

Produser memfasilitasi dan membentuk tindakan dan membuat “drama” dalam drama psikodrama atau terapi drama;

Analis menciptakan dan menguji hipotesis tindakan dan mendasari tindakan sehingga masuk kedalam teori;

Terapis mempertahankan hubungan kepedulian dan menawarkan hal positif tanpa syarat,

Sociometrist memperhatikan hubungan dalam kelompok.

Semua fungsi ini perlu dioperasionalkan untuk kepemimpinan yang baik, dan tidak mudah bagi satu orang untuk melakukan semua fungsi ini dalam pertemuan kelompok. Sangat sulit untuk berfungsi sebagai Produser dan Sociometrist secara bersamaan, jadi sepasang atau tim pemimpin membantu memastikan bahwa kelompok dan anggotanya dilayani secara memadai dan tepat.

 

Yogyakarta, 7 Juni 2017

PSIKODRAMA UNTUK REHABILITASI KORBAN NARKOBA


Seorang terlibat dengan penyalahgunaan Narkoba, lebih tepat di sebut sebagai Korban, daripada Sebagai Pelaku. Dengan demikian maka tidaklah tepat bila mereka di hukum penjara. Apalagi sekarang Penjara sudah over kapasitas, dan banyak penghuninya adalah Korban Narkoba.

Seseorang bisa sampai terjerat Narkoba, biasanya di awali dengan coba-coba, atau juga lebih sering karena diajak temen (peer pressure), situasi yang wajar di kalangan Remaja. Maka yang perlu dilakukan adalah memberikan penguatan pada Remaja, agar mampu mensikapi dengan bijak kondisi dan situasi tersebut. Bila Remaja sudah kuat bekal mentalnya mereka tidak akan terjerat dan kecanduan, meskipun ia sempat mencoba demi rasa ingin tahu dan rasa kebersamaannya. Mereka akan mampu menolak, dan membuat batasan untuk dirinya dalam berteman, mereka tetap berteman namun tidak mengikuti apa saja yang dilakukan temannya, terutama perilaku yang berisiko (Narkoba). Continue reading →

Psikodrama Menjadi Sebuah Perjalanan Memasuki Benteng Pertahanan Diri


Temanku sering kali berkata padaku, ”Hidupmu tu enak banget ya! Ga perlu mikir pusing-pusing besok mau kerja apa, orangtuamu udah punya lahan buat kamu. Kamu tinggal ngelanjutin aja ! ”. Mereka yang tidak tahu-menahu bagaimana sebenarnya hidupku, dengan seenaknya menyatakan keirian mereka. Ketika mereka mulai menggodaku seperti itu, aku hanya bisa tersenyum, pura-pura malu, padahal di dalam hati aku berusaha menahan tangis. Ya, aku menahan tangis keluar dari sudut mata.

Mereka hanya melihat topeng-topeng yang aku dan keluargaku tunjukkan kepada dunia. Alangkah lucunya. Ketika orang lain berkata bahwa keluarga kami begitu harmonis, orangtuaku begitu humoris, kami sangat akur, alangkah lucunya. Jika mereka mengetahui kebenarannya, mungkin mereka tidak akan pernah terbersit untuk mengatakan hal-hal itu. Continue reading →

Psikodrama Bagian dari Psikologi ; Dasar Teori Psikodrama, Adam Blatner, MD, TEP (2)


sambungan dari :

Beberapa Poin Penting ; Dasar Teori Psikodrama, Adam Blatner, MD, TEP (1) 

Psikodrama Bagian dari Psikologi

Psikodrama harus dianggap sebagai ide-ide kompleks dan metode dalam psikoterapi yang lebih luas, dan lebih dari itu, di luar model medis, yaitu, yang saya sebut “psikologi terapan.” Ini termasuk pendidikan, bisnis, pelatihan keterampilan sosial, agama, rekreasi, struktur masyarakat, dan pengembangan pribadi – perspektif untuk mengoptimalkan potensi individu. Continue reading →

50 Tips untuk Siswa Magang


Ingatlah! Selain pendidikan Anda, cara transisi paling penting dari siswa menjadi profesional adalah Magang. Ini adalah pengalaman kerja kolaboratif dengan para profesional di bidang yang Anda minati dengan penekanan pada proses belajar dan bukan produktif. Hal ini dapat menjadi komitmen full time atau part time, untuk satu semester atau saat liburan. Dalam pasar tenaga kerja yang sangat kompetitif saat ini, berbagai pengalaman magang sangat diharapkan oleh calon pemberi kerja. Tanpa hal-hal tersebut, anda dalam kondisi yang sangat tidak menguntungkan. Jangan menunggu sampai saatnya tiba, dan baru anda sadari bahwa anda tidak memiliki pengalaman di bidang yang anda minati. Magang adalah bagaimana anda dapat memastikan nilai jual anda.

Continue reading →

Psikodrama adalah Eksplorasi Tindakan


Ini adalah istilah kegiatan kelas yang Saya gunakan untuk menyatakan drama, atau psikodrama. Penerapan drama, pada antologi saya di Interactive & Improvisational Drama. sudah  saya rubah, bagaimanapun saya pikir lebih baik untuk menyebut kategori ini “Eksplorasi Tindakan “-atau, sebagai alternatif, “Enactments Eksplorasi.” Saya menulis kembali dua buku besar untuk Psikodrama, memperbaruinya, dan menggunakan judul itu, untuk beberapa alasan:

Kebanyakan orang berpikir drama disetarakan dengan teater. Di antara seniman teater, drama adalah istilah yang lebih inklusif, tetapi hanya sedikit orang tahu ini. Drama (atau teater) untuk sebagian besar adalah scripted, perform, yang dilakukan aktor sebagai “produk polesan” kepada khalayak yang relatif pasif untuk tujuan hiburan. Dan budaya kita penuh tidak hanya drama panggung, namun juga film, program televisi, segala macam acara , DVD, dan sebagainya. Continue reading →

TESTIMONI DAN REFLEKSI PELATIHAN PSIKODRAMA


25 November 2016. Ini adalah hari pertama saya berkenalan langsung dengan psikodrama. Pembelajaran psikodrama hari itu dipandu oleh bapak Retmono Adi, yang secara kompetensi sudah banyak pengalaman di bidang peran dan drama, serta menekuni psikodrama. Ini adalah pelatihan dan workshop pertama yang saya ikuti dimana tidak ada satu lembar kertas maupun slide yang menerangkan teorinya. Semuanya berbasis praktek. Dan dari praktek-praktek tersebutlah, instruktur membantu peserta menstrukturkan definisi, prinsip-prinsip, dan teknik psikodrama. Continue reading →

Efeknya Masih Bekerja Selepas Acaranya, Refleksi Psikodrama Bandung 251116


Awalnya, alasan saya mengikuti kegiatan psikodrama yang diadakan oleh pak Didik (begitu sapaan akrab pak Retmono Adi) adalah untuk mengenal lebih dalam tentang hal teknis dari psikdorama itu sendiri. Tidak terpikir di benak saya bahwa peserta akan diajak untuk mengalami efek dari psikodrama itu juga. Akhirnya setelah menghubungi pak Didik dan mendapat bocoran kegiatan yang akan dilakukan, saya semakin penasaran karena katanya akan full praktek pada hari H nanti. Ditambah lagi diminta membawa semacam kain, selendang, atau Pashmina. Semakin bertanya-tanyalah saya, bakal ngapain ya nanti?
Hari H pun tiba dan kegiatan diawali dengan berbincang-bincang tentang harapan apa yang ingin didapatkan dari kegiatan psikodrama dengan masing-masing peserta. Rata-rata harapannya mirip dengan saya, yaitu ingin mengenal lebih dalam tentang hal teknis dari psikodrama. Setelah pak Didik berkenalan secara umum dengan peserta, masuklah pada sesi perkenalan sesungguhnya. Continue reading →

Pembelajaran Selama Mengikuti Kelas Psikodrama


Saya akan menceritakan kisah ketika saya mengikuti kelas psikodrama seminggu yang lalu. Awalnya saya berfikir kalau kelas psikodrama adalah kelas akting, dimana kami semua akan diberikan sebuah naskah dan mempraktekkan isi dari naskah tersebut. Namun ternyata apa yang saya pikirkan itu berbeda dengan yang terjadi saat kelas psikodrama, disana kami diminta untuk membuat sebuah gaya pohon yang berbeda dan tidak boleh sama satu sama lain. Awalnya saya merasa canggung dan malu untuk berpose seperti pohon, namun ketika saya melihat teman-teman melakukannya saya pun mencoba menyingkirkan perasaan malu dan mencoba masuk dalam psikodrama tersebut. Continue reading →

%d bloggers like this: