Category Archives: Motivasi

Pengalaman Kelas Psikodrama di Salatiga


Tadi pagi saya baru saja mengikuti pelatihan psikodrama. Awalnya hampir tidak niat untuk ikut karna kelasnya dadakan dan pasti akan banyak yang dikorbankan jika tetap ikut. Tapi rasa penasaranku membuatku tetap ingin ikut dan akhirnya aku ikut. Pas awal masuk kelas, saya langsung dikagetkan dengan kata “frezz” artinya untuk menghentikan gerakan dalam drama. Saya lalu berhenti beserta teman-teman yang juga datang bersama saya. Itu dilakukan bapaknya karna ia mau menjelaskan betapa pentingnya etika ketika kita berada di lingkungan sosial. Continue reading →

3 Kunci untuk Menemukan Tujuan Hidup


Apa tujuan hidupmu?
Menemukan tujuan hidup adalah salah satu tugas terbesar yang dimiliki oleh hampir semua orang dalam hidup mereka, namun juga menjadi satu tugas yang sering tidak terpenuhi. Sayangnya, tidak ada satu jawaban sederhana untuk pertanyaan “Bagaimana saya menemukan tujuan hidup saya”, tapi justru lebih mudah menemukan jawabannya daripada yang Anda bayangkan. Jadi, bila Anda bertanya-tanya “Apa tujuan hidup saya?”,

berikut 3 kunci untuk membantu Anda: Continue reading →

6 Hal yang tidak Tepat untuk dikatakan dalam Wawancara Kerja (dan Jawaban yang Tepat)


1. Mengapa Anda mencari pekerjaan baru?

Jawaban buruk: Bos saya adalah brengsek dan pelanggan sulit untuk ditangani.

Tip: Jaga jawabannya positif, dalam hal di mana tujuan Anda, bukan apa yang Anda ingin hindari.

Jawaban yang lebih baik: Saya telah dipromosikan sejauh yang saya bisa capai di perusahaan saya saat ini. Saya mencari tantangan baru, yang akan memberikan saya kesempatan menggunakan keterampilan saya, untuk membantu pertumbuhan bisnis . Continue reading →

50 Tips untuk Siswa Magang


Ingatlah! Selain pendidikan Anda, cara transisi paling penting dari siswa menjadi profesional adalah Magang. Ini adalah pengalaman kerja kolaboratif dengan para profesional di bidang yang Anda minati dengan penekanan pada proses belajar dan bukan produktif. Hal ini dapat menjadi komitmen full time atau part time, untuk satu semester atau saat liburan. Dalam pasar tenaga kerja yang sangat kompetitif saat ini, berbagai pengalaman magang sangat diharapkan oleh calon pemberi kerja. Tanpa hal-hal tersebut, anda dalam kondisi yang sangat tidak menguntungkan. Jangan menunggu sampai saatnya tiba, dan baru anda sadari bahwa anda tidak memiliki pengalaman di bidang yang anda minati. Magang adalah bagaimana anda dapat memastikan nilai jual anda.

Continue reading →

Ilmu Padi : Berani Tegak Berani Merunduk


…….sambungan China

Bila kita melihat ke belakang, kita akan tahu seberapa jauh kita telah berjalan, seberapa berhasil kita yang hari ini dibandingkan dengan kita yang kemarin. Namun, apa itu keberhasilan? Saya yakin masing-masing orang memiliki tolak ukurnya sendiri. Mungkin ada yang berkata bahwa keberhasilan adalah memiliki banyak uang, yang lainnya berpendapat bahwa keberhasilan adalah memiliki jabatan tinggi, sedangkan yang lainnya lagi menganggap bahwa keberhasilan adalah menjadi terkenal. Yah, masing-masing orang boleh memiliki pendapatnya sendiri. Continue reading →

Takut Apa?


Perubahan. Hm, menulisnya mudah saja, tapi tidak mudah menjalaninya. Prinsipnya sih sederhana saja, dari suatu keadaan, menjadi keadaan yang lain, ada yang berbeda di dalamnya. Dilihat di atas kertas, mudah. Masalahnya, ketika benar-benar terjadi dalam hidup, rasanya susahhhhhhhh sekali. Meninggalkan semua kebiasaan, kehilangan pegangan, mungkin ada rasa yang hilang dan tak terbalaskan juga…entahlah, aneh sekali rasanya. Continue reading →

Nilai Abstrak Doa


Ada sebuah daya tarik yang memikat, antara ketidakberdayaan, kesepian, dan perasaan terbebaskan. Di antara begitu banyak perasaan yang berdesakan, dan pikiran yang seakan ingin menyeruak untuk didengarkan, yang aku cari sebenarnya hanya perasaan bahagia. Konon katanya bahagia berasal dari cinta, lalu mendatangkan impian? Itukah yang kualami, menghilangkan cinta, lalu berputar-putar mencari bahagia yang entah dimana adanya? Continue reading →

Penerapan Psikodrama untuk Penyampaian Materi pada anak anak


Hari ini, Kamis, 16 Juni 2016, belajar bersama berlatih Roleplay,…

Lembaga Mahasiswa Psikologi Universitas Gadjah Mada, akan melakukan bakti sosial dengan berkunjung ke Panti Asuhan. Mereka akan melakukan Role Play dalam rangaka mengajak kesadaran akan pentingnya Kebersihan.

Pukul 09.09 WIB acara dimulai, meski masih ada yang akan datang tetap dimulai.

Aku buka dengan bertanya, “Tolong ceritakan apa yang diharapkan dari acara hari ini ? Continue reading →

8 Trik untuk Membaca Bahasa Tubuh


18 Mei 2016
Bahasa tubuh memberikan sejumlah informasi yang menakjubkan tentang apa yang orang lain pikirkan jika Anda tahu apa yang harus diperhatikan. Dan siapa yang tidak ingin dapat membaca pikiran orang di beberapa poin?
Anda sudah menangkap isyarat bahasa tubuh lebih dari yang Anda sadari. Penelitian UCLA telah menunjukkan bahwa hanya 7 persen dari komunikasi didasarkan pada kata-kata yang sebenarnya kita katakan. Adapun sisanya, 38 persen berasal dari nada suara dan 55 persen sisanya berasal dari bahasa tubuh. Belajar bagaimana untuk menjadi sadar dan menafsirkan bahwa 55 persen dapat memahami orang lain. Continue reading →

About Getting Marriage : Bukan Jawaban Kapan Menikah….Page 3 of 3


 Page 3 of 3

Saya lelah. Halah, lebay! (itu menurut orang-orang yang sudah berpengalaman menanggapi). Orang lain

menasehati untuk tetap berusaha. Mungkin itu belum jalannya. Jodoh memang sulit dicari. Kalau sudah

ketemu, pasti juga akan ketemu. Seberapa besar usahamu, kalau bukan jodoh ya akan berpisah juga.

Kalau itu jodohmu, sedikit usaha saja akan tetap bersatu. Kalau saya tidak berusaha lagi, bagaimana

saya bisa menemukan suami potensial untuk masa depan saya?

Saya berpikir ulang, kenapa saya harus melakukan semua usaha ini? Segala usaha haruslah

menghasilkan sesuatu. Apa yang kita tabur, pasti ada tuaiannya, bagus atau buruk. Semua usaha ini

untuk bisa menikah? Kenapa saya harus menikah? Benarkah saya membutuhkan pria disamping saya? 1

tahun pengalaman dengan pria-pria aneh membuat saya belajar, bahwa wanita cerdas tidak seharusnya

menyusahkan hidup dengan pria bodoh. Mungkin inilah kenapa akhirnya banyak wanita jaman

sekarang memutuskan hidup sendiri. Ya, disamping alasan-alasan lain, seperti: kekecewaan, karena

penyakit, tujuan hidup tertentu, dan lain sebagainya. Makanya ada orang bilang, “hanya wanita bodoh

yang akan menikah oleh buaian pria di masa muda.”

Saya juga tidak bermaksud merendahkan pria dengan mengatakan mereka bodoh, walau Saya juga

pernah mendengar bahwa laki-laki itu tak pernah dewasa. Ada benarnya, ada tidaknya juga. Menurut

saya ini bukan soal siapa bodoh, siapa cerdas. Ini lebih ke masalah pengalaman hidup. Keputusan yang

diambil, dan tujuan yang ingin dicapai. Ketika terlalu banyak pengalaman pahit masuk dalam kehidupan

seorang wanita, dia akan jauh lebih selektif. Dia akan jauh lebih peka terhadap hal-hal yang bisa

membahayakannya. Segala upaya akan dilakukannya supaya dia tidak sakit. Ketulusan dan cinta

menjadi sesuatu yang sulit dipercayai lagi. Apakah masih ada cinta sejati? Hal ini pun berlaku pada pria.

Pria juga lebih hati-hati. Apabila hati pria yang tulus telah dirusak oleh penghianatan, entah siapa yang

bisa memperbaikinya kembali. Begitupun dengan wanita, banyak pemandangan pria berselingkuh, tidak

lagi mencintai istrinya, meninggalkan istrinya saat istrinya hamil dan sedang susah-susahnya setelah

melahirkan. Kalau rumah tangga segitu rapuhnya, masih adakah kepercayaan akan pernikahan?

Kembali ke pertanyaan haruskah saya menikah? Saya berpikir keras lagi menjawab itu. Menikah berarti

menyerahkan hidup saya terhadap suami. Memiliki kehidupan baru di rumah bersama. Setiap hari

bertemu. Melakukan hubungan yang dianggap tabu kalau bukan suami istri. Hamil 9 bulan. Merasakan

stresnya melahirkan. Punya anak. Mengurus anak. Mengurus suami. Kisah hidup di kalangan saudara-

saudara dan keluarga dekat suami. Kisah hidup suami dan teman-temannya. Melewati kisah hidup anak-

anak yang telah dilahirkan. Dan masih banyak kisah hidup baru yang dilewati baik senang maupun

sedih. Pertanyaan selanjutnya lagi adalah apakah saya membutuhkan anak untuk masa tua saya?

Apakah saya membutuhkan pria yang bisa saya andalkan di hari tua? Apakah saya rela mengikut suami

dan tunduk dalam segala keadaan dan kondisi apapun? Apakah saya bisa bertahan dalam gejolak atau

masalah-masalah yang akan timbul di rumah tangga?

Kalau saya memang harus melewati semua ini seumur hidup, kenapa saya harus terburu-buru mencari

pasangan? Kenapa juga saya diminta instan menjalani hubungan untuk keputusan menikah, kalau masih

mentah? Jangan hanya karena terpatok usia yang terus menerus bertambah, saya merelakan diri

kepada siapa saja yang ingin menikahi saya.

Keyakinan saya adalah apapun yang kita kerjakan, lakukan itu semua seperti untuk Tuhan bukan untuk

manusia. Ini berarti bukan hanya soal pemikiran, tapi juga perasaan. Memiliki hati dan memberi 100%.

Melakukan dengan segenap hati dan memberi yang terbaik. Saya akan dengan rela kalau saya

mendapatkan cinta itu. Kalau saya dan pasangan saling mencintai. Kalau kami sama-sama mencintai

Tuhan, kami juga percaya akan cinta yang tulus. Saya juga tidak ingin menikah hanya karena keinginan

untuk saling memiliki dan menguasai. Itu hanya sementara. Masing-masing orang mempunyai hidupnya

sendiri-sendiri. Itu berarti bertanggung jawab terhadap pribadinya sendiri. Jangan berpikir dengan

memiliki suami sekarang, suami melepaskan kebebasannya. Menjadi istri memiliki tanggung jawab

seorang istri. Tunduk pada suami. Percaya sepenuhnya. Kunci pernikahan adalah memiliki hubungan

dengan Kristus sebagai kepala keluarga tertinggi. Dia punya rencana apabila saya dan calon pasangan

bersama. Itu berarti menjadi keluarga yang melayani dan berbagi bagi sesama.

 

Selesai

 

Love Seeker

 

%d bloggers like this: