Category Archives: HR Dev

Psikodrama Bagian dari Psikologi ; Dasar Teori Psikodrama, Adam Blatner, MD, TEP (2)


sambungan dari :

Beberapa Poin Penting ; Dasar Teori Psikodrama, Adam Blatner, MD, TEP (1) 

Psikodrama Bagian dari Psikologi

Psikodrama harus dianggap sebagai ide-ide kompleks dan metode dalam psikoterapi yang lebih luas, dan lebih dari itu, di luar model medis, yaitu, yang saya sebut “psikologi terapan.” Ini termasuk pendidikan, bisnis, pelatihan keterampilan sosial, agama, rekreasi, struktur masyarakat, dan pengembangan pribadi – perspektif untuk mengoptimalkan potensi individu. Continue reading →

Advertisements

6 Hal yang tidak Tepat untuk dikatakan dalam Wawancara Kerja (dan Jawaban yang Tepat)


1. Mengapa Anda mencari pekerjaan baru?

Jawaban buruk: Bos saya adalah brengsek dan pelanggan sulit untuk ditangani.

Tip: Jaga jawabannya positif, dalam hal di mana tujuan Anda, bukan apa yang Anda ingin hindari.

Jawaban yang lebih baik: Saya telah dipromosikan sejauh yang saya bisa capai di perusahaan saya saat ini. Saya mencari tantangan baru, yang akan memberikan saya kesempatan menggunakan keterampilan saya, untuk membantu pertumbuhan bisnis . Continue reading →

50 Tips untuk Siswa Magang


Ingatlah! Selain pendidikan Anda, cara transisi paling penting dari siswa menjadi profesional adalah Magang. Ini adalah pengalaman kerja kolaboratif dengan para profesional di bidang yang Anda minati dengan penekanan pada proses belajar dan bukan produktif. Hal ini dapat menjadi komitmen full time atau part time, untuk satu semester atau saat liburan. Dalam pasar tenaga kerja yang sangat kompetitif saat ini, berbagai pengalaman magang sangat diharapkan oleh calon pemberi kerja. Tanpa hal-hal tersebut, anda dalam kondisi yang sangat tidak menguntungkan. Jangan menunggu sampai saatnya tiba, dan baru anda sadari bahwa anda tidak memiliki pengalaman di bidang yang anda minati. Magang adalah bagaimana anda dapat memastikan nilai jual anda.

Continue reading →

Psikodrama adalah Eksplorasi Tindakan


Ini adalah istilah kegiatan kelas yang Saya gunakan untuk menyatakan drama, atau psikodrama. Penerapan drama, pada antologi saya di Interactive & Improvisational Drama. sudah  saya rubah, bagaimanapun saya pikir lebih baik untuk menyebut kategori ini “Eksplorasi Tindakan “-atau, sebagai alternatif, “Enactments Eksplorasi.” Saya menulis kembali dua buku besar untuk Psikodrama, memperbaruinya, dan menggunakan judul itu, untuk beberapa alasan:

Kebanyakan orang berpikir drama disetarakan dengan teater. Di antara seniman teater, drama adalah istilah yang lebih inklusif, tetapi hanya sedikit orang tahu ini. Drama (atau teater) untuk sebagian besar adalah scripted, perform, yang dilakukan aktor sebagai “produk polesan” kepada khalayak yang relatif pasif untuk tujuan hiburan. Dan budaya kita penuh tidak hanya drama panggung, namun juga film, program televisi, segala macam acara , DVD, dan sebagainya. Continue reading →

21 Kontribusi Psikodrama terhadap Psikologi ; Dasar Teori Psikodrama, Adam Blatner, MD, TEP (5)


sambungan dari :
Dasar Filosofis ; Dasar Teori Psikodrama, Adam Blatner, MD, TEP (4)

 

21 Kontribusi Psikodrama terhadap Psikologi
Saya percaya bahwa Psikodrama harus diintegrasikan dengan wawasan yang terbaik dari banyak pendekatan Psikologi dan Psikoterapi. Saya tidak berpikir ada pendekatan tunggal memiliki semua jawaban, dan mengambil dari banyak pendekatan (eklitik) merupakan orientasi umum yang paling sesuai. Namun, pada saat mempelajari berbagai Psiko-terapi, dan Sistem Psikologi, saya menemukan bahwa ide-ide Moreno telah menambahkan beberapa tema baru atau area penekanan, baik yang diabaikan atau yang hanya dicatat secara sepintas di lapangan. Berikut adalah beberapa tema-tema, yang saya percaya dapat mencerminkan visi Moreno yang penting: Continue reading →

Ringkasan : Dasar Teori Psikodrama, Adam Blatner, MD, TEP (7)


 sambungan dari
Keuntungan menerapkan Teori Peran ;Dasar Teori Psikodrama, Adam Blatner, MD, TEP (6)

Ringkasan
Beberapa pembicara pada konferensi ini akan menyuguhkan aspek-aspek lain dari dasar teoretis psikodrama. Aku akan menyatakan kembali poin utama saya:

1. Psikodrama harus dipahami sebagai metode yang kompleks dan kaya harus dapat diintegrasikan ke dalam praktek Psikoterapi secara holistik dan Integratif multimodal. Dasar pemikirannya adalah bahwa hal itu mengoperasionalkan banyak tujuan dan strategi teoretis Psikoterapi, seperti juga diungkapkan oleh ratusan inovator seluruh bidang Psikoterapi. Pendekatan-pendekatan ini lebih dihargai sebagai sebuah bagian dari matriks ide teoritis bahkan lebih luas yang berkaitan dengan sifat psikologi, termasuk sosial, budaya, dan dimensi Psikosomatis Continue reading →

JENIS PELATIHAN BERBASIS DRAMA ; SEBUAH PANDUAN UNTUK TRAINING BERDASAR DRAMA #Psikodrama 3/7


….sambungan dari ….Perspektif Sejarah

Para ahli dalam pelatihan dan pendidikan menunjukkan bahwa tujuan pelatihan apapun adalah untuk memberikan pembelajaran yang dapat ditransfer dari ruang pelatihan ke tempat kerja. Untuk mencapai transfer belajar dalam pelatihan people-skills, metode pembelajaran harus nyata, relevan, praktis, dan menetap. Pelatihan harus nyata dalam hal itu mencerminkan pekerjaan tertentu dan konteks peserta, yang relevan dalam hal ini berfokus pada kebutuhan dan kepentingan khusus mereka, praktis dalam apa yang diharapkan tercapai, jawaban pragmatis terhadap kepentingan mereka, dan menetap lama bahwa peserta akan mengingat pengalaman pembelajaran mereka dan menjadi abadi jauh melampaui akhir sesi latihan.
Continue reading →

PERSPEKTIF SEJARAH; SEBUAH PANDUAN UNTUK TRAINING BERDASAR DRAMA #Psikodrama 2/7


….sambungan dari ….Sebuah Panduan Training Berbasis Drama

Sebagai sarana untuk hiburan, drama selalu memiliki kemampuan untuk menggetarkan, bergerak, dan menginspirasi khalayak. Dari tangan Euripides lalu Shakespeare sampai dengan Scorcese, menunjukkan ketrampilan dari intensitas emosional yang memungkinkan drama dijadikan sarana untuk memusatkan perhatian, meningkatkan kesadaran, dan menyampaikan ide-ide secara dinamis.

Menggunakan drama sebagai alat bantu mengajar bukanlah hal baru. Dari filsuf Yunani dan Romawi kuno sampai dramawan kontemporer, drama telah digunakan sebagai cara yang menarik untuk bercermin dan mengeksplorasi kondisi manusia. Plato mendorong anak-anak untuk belajar melalui improvisasi dan tari. Hrosvitha, seorang biarawati Saxon abad kesepuluh, menulis drama untuk mendidik jemaat tentang isu-isu moral. Aktor-aktor komedi keliling dell’arte membuat drama untuk membawakan isu-isu sosial masyarakat Italia dari abad pertengahan akhir. Continue reading →

PELATIHAN HIGH-IMPACT ; SEBUAH PANDUAN UNTUK TRAINING BERDASAR DRAMA #Psikodrama 6/7


….sambungan dari …. Pelatihan Moderate-Impact…..

Pada level ini Pelatihan berbasis drama memberikan dampak tertinggi pada proses pembelajaran, bahkan melampaui model kinerja dalam pelatihan berbasis ketrampilan yang kontekstual. Dengan kata lain, fokus membangun kesadaran ini terkait langsung dengan kehidupan kerja, aktifitas-aktifitas dan keterampilan sehari-hari dari peserta pelatihan. Model ini melibatkan penyesuaikan setiap aspek dari pelatihan untuk para peserta dan membenamkan peserta dalam sebuah dinamika pengalaman manusiawi secara langsung, selayaknya sebuah simulator penerbangan. Isi dari pelatihan ini disampaikan secara fasilitatif bukan dengan gaya ceramah dalam serangkaian latihan berbasis drama dengan improvisasi terstruktur yang terintegrasi di seluruh pelatihan. Continue reading →

WASPADALAH TERHADAP KEKUATAN DRAMA! : SEBUAH PANDUAN UNTUK TRAINING BERDASAR DRAMA #Psikodrama 7/7


Sambungan dari  Pelatihan High-Impact ……

WASPADALAH TERHADAP KEKUATAN DRAMA!
Sejauh drama memiliki potensi untuk menciptakan kesempatan belajar yang tajam dan sangat sukses, mungkin juga memiliki kapasitas untuk memanipulasi, mendistorsi, dan berkompromi dengan tujuan pelatihan dan integritas peserta. Menjadi sangat penting bahwa Trainer harus terampil dalam merancang, mengembangkan, dan memfasilitasi pelatihan berbasis drama, terutama ketika digunakan untuk mengatasi topik kontroversial, seperti SARA. Script harus ditulis untuk menghindari stereotip kelompok atau mengorbankan etika. Continue reading →

%d bloggers like this: