Category Archives: Drama Kehidupan

Demi Hari Pendidikan Nasional ; Ilmu Bukan Barang Dagangan


Pernahkah memiliki rekan kerja yang pelit akan ilmunya, ia tidak mau memberikan ilmunya nanti takut tersaingi. Atau pernahkah bahkan memiliki atasan yang tidak mengajarkan bagaimana kerja yang benar namun selalu mencari salah anak buah, agar terlihat pintar dan takut jika nanti digantikan? Atau pernahkah mengikuti pelatihan oleh pembicaranya, tidak boleh mengcopy materinya, takut nanti materi itu dipakai peserta untuk mengajar? Ada memang orang yang merasa bahwa kemampuan dan pengetahuan adalah miliknya, karena tidak mudah mendapatkannya maka tidak mudah juga ia berikan pada orang lain. Continue reading →

Advertisements

Anak selalu yang menjadi Korban (Diskusi Kasus Psikologis dari Group WA)


Diskusi Kasus Psikologi di Group WA yang cukup menarik, saya share disini agar dapat dibaca lebih banyak orang. Tentunya sudah saya edit untuk menjaga identitas asli, dengan tetap menjaga substansi-nya.

Psikolog 1 : Assalamualaikum, selamat pagi teman Himpsi..mau tanya apakah ada yang punya kontak Psikiater anak di Jakarta atau Bandung? Lagi perlu untuk merujuk klien.

Psikolog 2, 3, 4 dan 5 : Wassalamualaikum..,,yang terkenal dr…… Psikiater anak. Yang punya tempat terapi …..

……(dst. ….sampai dengan mendapatkan nama dan kontaknya …..)

Psikolog 1 : Terima kasih infonya Bu Lsd, Bu Dn, Mbak Tw, Bu Wd
Harapan orangtua klien bisa dapat tenaga profesional yang benar-benar ahli…latar belakang keluarga dari sosial ekonomi atas, jadi pengen yang terbaik buat anaknya dan gak peduli biaya yang akan dikeluarkan 😅😅 Continue reading →

Kisah di Zavier Coffee Medan part I


Selama membuka Zavier Coffee banyak kejadian yang menarik aku alami. Salah satunya adalah ketika pertamakali membuka Zavier Coffee, masih sepi.. aku mulai mengeluh dalam hati, kok g ada yg datang ya? Mungkin karena cafe ini baru buka, aku berusaha menghibur diri.

Kami buka jam 12 siang, setelah jam 3 sore barulah ada seorang bapak masuk ke cafe, Alhamdulillah pelanggan pertama.. aku yang sedang duduk di depan langsung menyambut antusias,

” Selamat sore pak, mau pesan apa pak ? Kataku sambil menyodorkan daftar menu, bapak itu menatapku bingung, aneh juga..pikirku, kok tidak mengambil dan melihat menu. Continue reading →

Pedih dan Getir ~ Naruto


“Hampir tak tertahankan, bukan?
Rasa pedih karena sendirian

Aku tahu perasaan ini, aku pernah di sana …
Di tempat yang gelap dan sepi itu.

Tapi sekarang ada yang lain,
Orang lain yang sangat berarti bagiku
Aku lebih peduli pada mereka daripada aku sendiri,
dan aku tidak akan membiarkan orang menyakiti mereka.
Itu sebabnya aku tidak akan pernah menyerah,
Aku akan menghentikanmu, bahkan jika aku harus membunuhmu!

Mereka telah menyelamatkanku dari diriku sendiri
Mereka menyelamatkanku dari kesepian.
Mereka adalah orang pertama yang menerimaku apa adanya.
Mereka adalah teman-temanku “

…….

“It’s almost unbearable isn’t it…?
The pain of being all alone

I know that feeling I’ve been there…
In that dark and lonely place.

But now there are others,
other people who mean a lot to me
I care more about them than I do myself,
and I won’t let anyone hurt them.
That’s why I’ll never give up,
I will stop you, even if I have to kill you!

They save me from myself
They rescued me from loneliness.
They were the first to accept me as who I am.
They’re my friends”

– Uzumaki Naruto

Lingkaran Aku Cinta Padamu Edisi Valentine


Tiba saja teringat kenangan akan sebuah lagu di hari Valentine ini,
Lagu yang menjadikan kami setia pada jalan ber-teater
masa masa kami merintis teater di Fakultas Psikologi UGM
Keluarga Rapat Sebuah Teater (KRST)

…..mahasiswa dengan idealismenya
kuliah jangan sampai mengganggu aktifitas teater

….resapi liriknya
…nikmati lagunya
…dan waktu terasa berhenti (bagi kami….)

masih kah dapat kau rasakan,…saudara-saudaraku ?

Lingkaran Aku Cinta Padamu (feat. Sawung Jabo) – Iwan Fals

Kini kami berkumpul
Esok kami berpencar

Berbicara tentang kehidupan
Berbicara tentang kebudayaan
Berbicara tentang ombak lautan
Berbicara tentang bintang di langit
Kami berbicara tentang Tuhan
Berbicara tentang kesejatian
Tentang apa saja

Malam boleh berlalu
Gelap boleh menghadang

Disini kami tetap berdiri
Disini kami tetap berpikir
Disini kami tetap berjaga
Disini kami tetap waspada
Disini kami membuka mata
Disini kami selalu mencari
Kesejatian diri

Alang alang bergerak
Mata kami berputar

Seperti elang kami melayang
Seperti air kami mengalir
Seperti mentari kami berputar
Seperti gunung kami merenung
Di lingkaran kami berpandangan
Di lingkaran kami mengucapkan

Aku cinta padamu
Aku cinta padamu
Aku cinta padamu
Aku cinta padamu

Yogyakarta, 14 Februari 2018

Psikodrama itu Powerfull (Pengalaman di Medan)


Hari 1.
Dulu sekali, kata Psikodrama ini pernah disenggol di mata kuliah Psikologi Sosial namun tidak menarik perhatian saya, karena hanya sekedar disebutkan sebagai salah satu terapi yang sering dilakukan di dalam kelompok. Mengikuti Workshop Psikodrama ini merupakan pengalaman yang sama sekali baru. Heran itu sudah dimulai dari melihat tatanan ruangannya, dimana meja diletakkan lengket di dinding, dan semua kursi disusun menghadap dinding, kami saling memandang dengan alis naik sebelah. Lebih menarik lagi ketika Sang Fasilitator datang dengan gaya yang sangat tidak biasa, baju batik HIMPSI dikombinasi topi kupluk. Continue reading →

Catatan Dinamika Emosional “Bermain” Psikodrama


Sebelum membahas lebih dalam, saya ingin mengungkapkan terlebih dahulu bahwa saya belum pernah sama sekali mengetahui metode Psycho Drama yang dapat dipakai untuk treatment dalam dunia psikologi.

Pada dasarnya, dalam penerapan psikologi memiliki banyak terapan yang dapat dipakai untuk penanganan terhadap bantuan kepada klien. Psycho Drama menjadi jawaban yang sangat praktis namun dapat menggali intens-nya trauma atau dengan kata lain rasa yang kurang nyaman dalam diri (inner seseorang).

Awalnya, saya bertanya apakah dengan metode sesederhana ini dapat memunculkan keadaan diri yang mempresentasikan luka yang telah di-repress? Akhirnya, terjawab sudah dari segala sesi peran yang distimulasikan kepada setiap peserta yang sedang mengikuti pelatihan. Continue reading →

Kesan mengikuti Psikodrama di Yogyakarta


18 Maret 2017 adalah saat pertama saya mengenal Psikodrama. Sebagai seorang mahasiswa Psikologi saya merasa perlu untuk tahu banyak tentang terapi psikologi yang suatu saat akan berguna untuk klien klien saya nantinya.
Tidak sedikitpun terbersit dalam pikiran saya bahwa Psikodrama inilah yg menjadi “obat” bagi rasa marah dan ketidakmampuan saya menerima kepergian papa yg sangat dekat dengan saya. Seriously???? Continue reading →

Pengalaman Kelas Psikodrama di Salatiga


Tadi pagi saya baru saja mengikuti pelatihan psikodrama. Awalnya hampir tidak niat untuk ikut karna kelasnya dadakan dan pasti akan banyak yang dikorbankan jika tetap ikut. Tapi rasa penasaranku membuatku tetap ingin ikut dan akhirnya aku ikut. Pas awal masuk kelas, saya langsung dikagetkan dengan kata “frezz” artinya untuk menghentikan gerakan dalam drama. Saya lalu berhenti beserta teman-teman yang juga datang bersama saya. Itu dilakukan bapaknya karna ia mau menjelaskan betapa pentingnya etika ketika kita berada di lingkungan sosial. Continue reading →

Psikodrama Menjadi Sebuah Perjalanan Memasuki Benteng Pertahanan Diri


Temanku sering kali berkata padaku, ”Hidupmu tu enak banget ya! Ga perlu mikir pusing-pusing besok mau kerja apa, orangtuamu udah punya lahan buat kamu. Kamu tinggal ngelanjutin aja ! ”. Mereka yang tidak tahu-menahu bagaimana sebenarnya hidupku, dengan seenaknya menyatakan keirian mereka. Ketika mereka mulai menggodaku seperti itu, aku hanya bisa tersenyum, pura-pura malu, padahal di dalam hati aku berusaha menahan tangis. Ya, aku menahan tangis keluar dari sudut mata.

Mereka hanya melihat topeng-topeng yang aku dan keluargaku tunjukkan kepada dunia. Alangkah lucunya. Ketika orang lain berkata bahwa keluarga kami begitu harmonis, orangtuaku begitu humoris, kami sangat akur, alangkah lucunya. Jika mereka mengetahui kebenarannya, mungkin mereka tidak akan pernah terbersit untuk mengatakan hal-hal itu. Continue reading →

%d bloggers like this: