Category Archives: dari Blog sahabat

Realisme, Keaktoran, dan Stanislavski


September 1st, 2008 by M. Fadli, aktif di teater Rumah Teduh

Stanislavsky adalah seniman sejati. Dia meleburkan sekaligus menggeneralisir diri dengan utuh, hingga akhirnya dia menjelajahi sendiri kisi-kisi kehidupannya sampai ke tingkat paling mendetail. Penonton tak lagi membutuhkan penjelasan lanjutan atas apa yang dia tampilkan. Menurut pendapat saya, begitulah teater seharusnya. (Lenin,1918)

Continue reading →

Shared from WordPress


Alangkah Diskriminatifnya Negeri Ini! – http://wp.me/p3zLj-ai

(Suara Karya, 1971) Beberapa Catatan Kecil Tentang Sejarah Teater Kota Bogor


semoga dapat menjadi tali pengikat,….

Umar Machdam

Beberapa Catatan Kecil Tentang Sejarah Teater Kota Bogor

Oleh: Willy Kanugi

Salah satu kelemahan Boen S Oemardjati di dalam mendokumentir sejarah perkembangan teater di Indonesia yang dihimpun dalam bukunya “Bentuk Lakon dalam Sastra Indonesia” (Terbitan PT Gunung Agung, Tahun 1971) menurut hemat saya adalah disebabkan Boen terlalu percaya sepenuhnya pada arsip-arsip teater yang berupa tulisan-tulisan atau brosur-brosur. Sehingga kegesitan yang dihasilkan Boen di dalam mengumpulkan arsip-arsip teater yang berserakan di berbagai kota di Indonesia ini menjadi kurang nilainya jika diukur dengan cita-cita berikut nasib teater itu sendiri.

Sebagai contoh di dalam menyinggung masalah sejarah teater kota Bogor saya punya dugaan keras bahwa tanpa sebuah brosur tentang “Federasi Teater Kota Bogor 1962” yang diberikan Taufiq Ismail kepadanya, di mana Taufiq Ismail sendiri duduk sebagai ketuanya, Boen sendiri tidak banyak tahu tentang bagaimana tampang sebenarnya teater kota Bogor ini.

Sehubungan dengan inilah saya ingin mencoba memberi gambaran subyektif mungkin tentang kehidupan group-group…

View original post 921 more words

Tentang Standardisasi


Aku bangga Indonesia

Meraih Pahala Lewat Blog


karena ini baik, maka aku bagikan…:D

Kelemah-lembutan kepada Orang yang Lemah adalah


Dia dapat berwujud apa saja, untuk menunjukkan belas kasih-Nya

Nasihat Bijak

Kawan, ketika kau berjumpa dengan seseorang yang kaya bagaimana perlakuanmu kepadanya? Pastilah kau akan bersopan santun ketika bertemu dengannya. Ketika dalam sebuah acara pertemuan, mereka para orang kaya ini, pasti diminta untuk duduk di kursi yang enak dan empuk.

Begitu juga ketika kau bertemu dengan orang yang memiliki jabatan, pengaruh atau kedudukan. Kau juga akan bersikap lemah lembut kepadanya. Agaknya kau khawatir bila ia menilaimu dengan buruk akan membawa ketidakberuntungan. Pengaruhnya di lingkungan tempat tinggalmu juga menjadi pertimbangan tingkah lakumu terhadapnya.

Dengan orang yang memiliki pengetahuan juga sama. Kau akan merasa segan bertemu dengan seorang kyai, ustadz atau ajengan. Dalam dan luasnya ilmu serta kedekatan mereka dengan Allah, membuatmu malu bila berbuat sesuatu yang tidak sopan.

Bersikap lemah lembut, sopan, menghargai mereka yang memiliki kelebihan adalah sesuatu yang biasa. Semua orang pasti juga melakukannya. Ada semacam kekhawatiran yang muncul bila kita bersikap kurang ajar di hadapan mereka. Dan juga ada…

View original post 144 more words

Apa Beda Senang dan Bahagia ?


Blogger Goweser Jogja

“Mas Eko, Apa Beda Senang dan Bahagia ?”, pertanyaan itu pernah disampaikan padaku ketika aku selesai mengisi sebuah acara di komunitas menulis.

Aku menjelaskannya dengan pengertian yang gampang saja. Setelah itu aku baru membuka KBBI (Kamus Besar bahasa Indonesia) dan mencari tahu arti kata senang dan bahagia. Semoga penjelasanku tidak lari jauh dari pengertian pada KBBI.

“Aku tanya dulu boleh mbak?”, kataku

“Silahkan mas”

“Kalau kita membelikan anak kita sebuah mainan yang dia inginkan, maka apa yang terjadi pada anak kita? Apakah dia senang atau dia bahagia?”

“Hmmmm……”

“Hayo senang atau bahagia?”

“Kayaknya cenderung senang ya mas”

“Sepakat… aku juga menganggap anak akan senang ketika dia mendapatkan salah satu keinginannya”

“Oke mas, sekarang kalau bahagia, contoh konkritnya apa?”

“Nah, sekarang kita sudah melihat anak kita senang menerima hadiah dari kita. Apakah kita ikut senang atau bahagia?”

“Ikut senang donk mas melihat anak kita senang”

“Nah kalau aku, menganggap senang melihat…

View original post 359 more words

ANSOS (ANALISIS SOSIAL)


FOKMIM

Pengertian Ansos

Analisis =peng-uraian, pengupasan, peng-kajian, telaah(penelaahan)

Sosial=Social=berMasyarakat (segala sesuatu yang berkenaan dengan masyarakat)

Ansos adalah to describe/description (untuk menggambarkan) sebuah permasalahan social “Soccer is simple. It’s difficult to play simple”. “Sepakbola adalah sederhana. Namun, untuk bermain sederhana itu yang sulit”. Sama halnya dengan Ansos ini, “Ansos sangatlah sederhana. Namun, untuk memahami Ansos (menyederhanakan dalam memamahaminya) yang sulit”,

Analisis sosial adalah usaha untuk memperoleh gambaran lengkap mengenai situasi/realitas sosial atau masalah social secara objektif-kritis dengan menelaah kaitan-kaitan histories, structural, kultural dan konsekuensi masalah.

Analisis sosial akan mempelajari struktur sosial, mendalami fenomena-fenomena sosial, kaitan-kaitan aspek politik, ekonomi, budaya dan agama. Sehingga akan diketahui sejauh mana terjadi perubahan sosial, bagaimana institusi sosial yang menyebabkan masalah-masalah sosial, dan juga dampak sosial yang muncul akibat masalah social.

Mengapa perlu ansos?

Disekitar kita banyak sekali fenomena dan problem-problem sosial,

Apa itu Problem-problem Sosial ? (Soetomo, 2008)

  • Suatu kondisi yang tidak diinginkan oleh sebagian besar warga…

View original post 615 more words

Curhat? Yuk, Mari Sini…


Neny: Up, Close, and Personal

Saya orang yang bermasalah. Banyak. Begitu banyak sampai kadang-kadang pengin tutup mata, menghindar, supaya tidak depresi. Tapi siapa sih orang yang tak punya masalah di dunia ini. Kecil atau pun besar, tiap orang punya masalah. Tapi Tuhan Maha Adil. Pastilah Dia tahu betul apa yang membuat saya bahagia, sehingga bisa menjadi positif untuk menyelesaikan masalah-masalah saya. Atau Dia mengirimkan sesuatu yang membuat saya untuk sejenak bisa melupakan masalah-masalah saya. 

Dari sekian banyak hal yang bisa membuat saya positif adalah ketika orang memilih saya sebagai tempat untuk menceritakan masalahnya. Tuhan itu Maha Lucu dalam menantang saya dengan mengatakan “helloooooooo, Neny! Lihat nih, ada orang yang punya masalah lebih rumit dari kamu. Ayo, coba kamu bisa bikin apa buat dia!” 

Terkadang saya bingung juga, lha wong saya ini bukan orang yang sukses menyelesaikan masalah. Ada beberapa masalah saya yang sampai saat ini masih status quo atau malah status penyelesaiannya tidak jelas. Bahkan…

View original post 506 more words

Menurutmu, Mengapa Buku Peter Drucker tidak Jadi Referensi Kuliah Manajemen?


Nasihat Bijak

Aneh, seorang yang diakui sebagai “The Father of Modern Management” (ini kata Phillip Kotler kalau tidak salah) ternyata tidak ada di daftar referensi kurikulum kuliah manajemen.

Aku mengenal nama Peter Drucker sekitar 10 tahun yang lalu. Ketika itu aku hanya mendengar selentingan namanya disebutkan pada sebuah sesi pelatihan.

Suatu ketika di pekerjaanku, aku diangkat menjadi manajer. Aku yang tidak pernah mengenal manajemen selain obat, harus segera belajar.

Aku pun mencari buku Drucker di internet. Aku download. Aku membacanya. Walaupun masih ada yang tidak kumengerti, aku menilai bahwa Peter Drucker adalah seorang pakar manajemen.

Dan aku pun terusik untuk mencari tahu apakah kuliah manajemen juga menggunakan buku-bukunya sebagai referensi. Aku juga akan mencari bukunya yang dijadikan referensi kuliah untuk kupelajari.

Tapi hasilnya sungguh mengherankan. Dari sekian banyak buku panduan, tidak ada satu pun karangan Drucker di sana. Dan itulah yang mengusik keingintahuanku.

Bukunya yang berjudul “Management” menurutku seperti ensiklopedia manajemen yang…

View original post 36 more words

%d bloggers like this: