Category Archives: Bukan Puisi

Dialog Alam


Aku lelah, aku benar-benar lelah. Bergantung pada harapan, hanya untuk dihempaskan pada kekecewaan. Sebatang pohon harapan di hadapanku, terus aku panjat, dengan kesadaran penuh bahwa yang kupijak hanya ranting rapuh. Setengah aku memanjat, kebahagiaan mulai kurasakan, kilau cakrawala perlahan nampak. Lalu aku terjatuh, dihempaskan ranting rapuh kembali ke tanah. Sakit. Tapi berapa lama aku si manusia dapat mengingat rasa sakit? Continue reading →

Advertisements

Dialog Hari lni : Puisi Horor


Hari ini, 23 Juni 2015

Setelah berkegiatan akademis aku kembali ke kamar dan merebahkan tubuh, sulit juga untuk tertidur maka aku sibukan diri dengan melamun dan bermain pikiran. Semakin dalam melamun, yang muncul di kepalaku hanya ketakutan dalam hidup, semakin dalam lagi, ketakutan itu berpadu dengan skema dan sketsa yang runtut menjadikan ketakutan itu bertambah kuat dan membuat jantung dan rambut halus bereaksi. Continue reading →

Aku Bicara Mengenai Berkarya


Aku bukanlah dewa, yang selalu benar dalam berkata-kata.
Banyak hal aku juga belum tahu, terutama tentang jaman dan generasimu,
selain itu ….
banyak fakta kudapat di waktu dan tempat yang berbeda denganmu
Maka…
Aku bicara mengenai berkarya
Bila kata kataku menjadikan sulit ,..lupakan saja,…
Bila menjadikan lebih mudah dan kalian makin percaya diri…
sesuai dengan gaya dan cara mu,…
Itu harapku,…
Karena aku juga belum tentu mampu berkarya seperti mu,…

 

Yogyakarta, Juni 2016

Bencana dan Anugrah adalah Kehendak-Nya, Kemanakah kehendakku ?


Kubuka FB ku, seperti hari yang lalu aku online menenggok kawan kawan di media sosial ini.
Sambil kedengar musik “The Best Relaxing Piano Flute Music Ever” .

Kulihat berita yang di share temen temen, telah terjadi banjir dan tanah longsor di beberapa tempat di Jawa Tengah. Wajah wajah tegang dan gelisah, serta pasrah.

Disaat bersamaan, Aku lihat juga foto-foto cantik pemadangan dan tempat wisata yang dikunjungi temen-teman. Wajah wajah cerah, bangga dan bahagia. Continue reading →

Ternyata Menulis tidak Semudah kata katanya,…


….jadi akhirnya begini,…

Menulis yang kupelajari dari teori teori,..tak juga menghasilkan tulisan yang dapat dibaca khalayak,..
menulis yang diajarkan oleh para penulis,…juga belum menghentak semangatku untuk membuat tulisan,…
Aku merasa terlalu pandai dalam membuat alasan untuk tidak menghasilkan tulisan,…

Apakah aku malas,…?

hmmm mungkin,…

Aku merasa ide selalu ada,..bahkan seperti tidak ada habisnya,…dalam tiap perjalanan selalu muncul ide yang bisa dituliskan,…
lalu apa masalah nya?
Cukup lucu,….saat tepat di depan jajaran huruf di keybord,…ide-ide itu berdesakan ingin segera muncrat,…lalu …jadinya cepretan-cepretan yang aku sendiri kesulitan untuk menangkap maknanya.
Jadi sepertinya aku tidak begitu malas lah,…

Boleh jadi aku takut,…ya…takut lebih tepat.

Aku takut tulisanku,..dianggap jelek,..tidak jelas,…dan hanya menjadi sampah saja,…

Aku merasa cara berpikirku unik, (ga mau kalau dianggap ngawur)..Banyak teman mengatakan, saat aku mengutarakan ide secara lesan,…omonganku susah untuk dimengerti,…(apalagi kalau jadi tulisan)

Nah,..disini aku ingin membela diri,….
Aku tidak suka berbicara atau ngomong apa kata orang, atau berdasar teori-teori orang lain saja,…Aku sering menambahkan dengan pemikiranku sendiri, juga aku gabungkan dengan teori teori yang lain. Sering juga dalam memaparkan omonganku, Aku menyatakan hal-hal yang bertentangan. Aku bisa menerima sebuah kontradiksi, namun banyak temen menjadi kesulitan dalam menangkap maksudku,…(anggap saja begitu,…) 😀

Aku merasa bahwa ….ach….sudah lah ini cukup jadi tulisan,…sebagai pembatalan kewajibanku, (hari ini) ….memaksa diriku untuk menulis tiap hari,…

terima kasih bila ada yang bersedia memberi saran,….

Iuran BPJS Naik, dan Sikapku


Terusik dengan ramainya diskusi di beberapa group media sosial, tentang  Iuran BPJS Kesehatan naik mulai bulan April, kebanyakan kawan kawan tidak setuju, bahkan ada yang menghujat. Saya anggap hal tersebut adalah wujud dari sikap kritis kawan-kawan terhadap kebijakan pemerintah dalam mengelola Negara ini.

Terlepas masih banyaknya keluhan pelayanan yang masih belum optimal. Terlepas dari Demo para petugas kesehatan. Saya juga mendapatkan cerita gembira dari yang merasakan manfaatnya.

Saya masih tetap percaya bahwa Negara akan memikirkan rakyatnya, meski masih banyak kendala yang perlu dibenahi. Kelemahan sistem pastilah ada, juga moral pelaksana yang masih dalam tanda tanya, PR yang perlu segera dikerjakan. Apa jadinya Negara bila rakyatnya menderita, pastilah kekacauan yang ada.

Semangat Gotong Royong, peduli terhadap orang lain, dan berusaha tetap percaya akan niat baik adalah hal yang perlu dilakukan, serta tentu saja sikap kritis, berani mengabarkan kebenaran demi kehidupan yang lebih baik.

Saya (juga mengajak keluarga saya) ikut BPJS sebagai warga negara yang memilih satu sikap yang saya anggap wujud kecintaan saya terhadap Negara Republik Indonesia ini.

 

Jakarta, 15 Maret 2016

retmono adhi

Remaja Membangun Karakter ?


Malam ini melihat remaja, duduk duduk bergerombol sambil bermain gitar dan bernyanyi.
Aku ingat bahwa aku juga dulu seperti itu, tiada niat mengganggu orang lain, melainkan sibuk dengan gejolak rasa ku. Kusalurkan lewat lagu, menirukan bintang rock, penyanyi terkenal.

Bahwa remaja adalah masa gelisah.
Mengapa orang tua yang resah.

Aku tidak berpikir tentang masa depan, aku tidak berpikir tentang hidup, aku gelisah dengan diriku sendiri. Aku berkumpul bersama kawan-kawan yang memiliki kondisi yang sama. Disana aku belajar setia kawan, belajar berbicara yang benar, dan mengetahui bahwa berbicara dengan fakta akan lebih dipercaya. Kami juga merasa bahwa orang tua hanya menambah beban pikiran saja.

Mengutip lagu lama

….orang tua pandanglah kami sebagai manusia, kami bertanya, tolong kau jawab dengan cinta….. *Iwan Fals

Retmono Adi

Top 10 Skills yang Dibutuhkan di Dunia Kerja : Sebuah Tanggapan Imajiner


Ada ajakan diskusi di group WhatsApp,

Apakah Pendidikan Formal mampu menyiapkan “TOP 10 Skills” di bawah ini ?
1. Kemampuan untuk bekerja dalam struktur kerja tim
2. Kemampuan untuk membuat keputusan dan memecahkan masalah
3. Kemampuan untuk berkomunikasi secara verbal dengan orang-orang di dalam dan di luar organisasi
4. Kemampuan untuk merencanakan, mengatur dan memprioritaskan pekerjaan
5. Kemampuan untuk mendapatkan dan memproses informasi
6. Kemampuan untuk menganalisis data kuantitatif
7. Pengetahuan teknis yang berkaitan dengan pekerjaan
8. Memiliki kecakapan dengan program perangkat lunak komputer
9. Kemampuan untuk membuat dan / atau mengedit laporan tertulis
10. Kemampuan untuk menjual dan mempengaruhi orang lain
http://www.forbes.com/

(Tanggapanku secara imajiner, karena tidak kusampaikan dalam diskusi tersebut. Aku berlagak menggunakan gaya formal. Aku bayangkan aku duduk dalam forum di antara para hadirin , bapak-bapak dan ibu-ibu cerdik cendekia, serta para profesional :D. aku mengangkat tanganku untuk minta giliran, setelah dipersilahkan, aku mulai berbicara) Continue reading →

Memori yang Lenyap


Ada masa ketika 1 hari aku lupa dengan semua orang yang pernah dekat denganku. Bahkan orang yang pernah aku sukai atau cintai sebelumnya. Hmm jangan sampai kata cinta deh, tapi sayang saja. Memori-memori indah itu kalau tidak diingat kuat-kuat akan lenyap bagai pasir yang terbang begitu saja. Aku bisa begitu saja lupa kalau aku punya perasaan kuat terhadap seseorang yang aku sayangi atau sukai. Apakah aku melawan rasa rindu? Melawan rasa sakit? Melawan rasa kekecewaan? Continue reading →

AKU SERING LUPA AKAN KASIH IBU #Goresanku 65


Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya.

Ana sangat marah dan pergi meninggalkan rumah tanpa membawa apapun.

Saat menyusuri sebuah jalan, Ia melewati sebuah Kedai Bakmi. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi tidak mempunyai uang.

Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depannya, lalu berkata
“Non, ingin memesan bakmi?” Continue reading →

%d bloggers like this: