Author Archive: retmono

Cerita Dinda dari Samarinda : Psikodrama Semakin Masuk ke Diri Saya


Sabtu pagi di bulan Oktober, bulan penghujan tapi kata Pak Adi, Beliau suka suasana seperti pagi ini, walau menurut saya rada sendu. Tapi saya juga suka.

Bulan ini saya dan rekan rekan dari IKAPSI UNTAG Samarinda mengundang Pak Adi untuk mengisi pelatihan Psikodrama mengenai Management Stress dan Self Compassion. Selain untuk memperkenalkan Psikodrama ke lingkup yang lebih luas, ini juga ajang belajar buat diri saya sendiri, karna nampaknya saya mulai jatuh cinta sama metode ini dan ingin belajar lebih dalam😜
Continue reading →

Advertisements

Prihatin Bullying di Indonesia


Tanpa disadari, mungkin kita juga sering melakukan perundungan ( bullying ) pada orang lain. Saat mengatakan orang gemuk, jelek, bodoh, banci, serta berbagai stigma negatif lainnya. Mungkin saat mengatakan itu, maksud kita adalah untuk bercanda, tapi efek yang ditimbulkannya sama sekali tidak lucu dan bisa jadi tidak terduga.

Pikiran manusia cenderung mengingat yang buruk dan mengabaikan yang baik. Saat seseorang diberi penguatan positif seperti dipuji pintar, cantik, langsing, baik.. maka efek positif ini hanya bertahan sementara saja, namun apabila mendapat penguatan negative, efek nya berlangsung sangat lama. Continue reading →

Pengalaman Psikodrama di Samarinda ; Bersyukur Membuat Bahagia


Pada hari Minggu kemarin saya berkesempatan mempelajari ilmu Psikodrama di kampus saya menimba ilmu dulu Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda dan beruntungnya saya belajar langsung dari praktisi Psikodrama Bpk. Retmono Adi.

Beberapa hal yang saya pelajari adalah bagaimana hubungan kita dengan diri sendiri (personal), orang lain (interpersonal), & yang menciptakan saya (transpersonal). Selaras dengan itu saya juga belajar jika saya mau hubungan saya baik dengan orang lain yang pertama harus saya lakukan adalah menyelesaikan permasalahan yang ada di dalam diri saya terlebih dahulu dengan lembut terhadap diri sendiri.

Saya juga belajar bagaimana cara saya manganalisa suatu permasalahan yang ada di dalam diri saya dengan menentukan apakah permasalahan itu mengenai emosi, kognitif, atau tindakan yang harus segera saya kerjakan & memberi waktu atau batasan sampai kapan masalah ini ada di dalam diri saya.

Saya juga berkesempatan menjadi tokoh protagonis cerita saya pada masa kecil di recall & dimainkan pada saat pelatihan. Ternyata tanpa saya sadari saya kurang mengingat kebaikan orang – orang di sekeliling saya, terutama kedua orang tua saya betapa nikmat syukur saya panjatkan karena dengan Psikodrama saya diingatkan dengan kebaikan dari Bapak & Mamak saya dari kecil hingga umur saya 24’th. Mengingat kenangan – kenangan yang indah mampu membuat saya sangat bersyukur dilahirkan dari keluarga yang selalu mencintai saya & selalu mendukung saya dalam suka duka.

Alhamdullilah….. “Terima kasih Psikodrama”

Samarinda, 11 Oktober 2018

Mira

Menyambut Hari Kesehatan Mental Sedunia menjadi Relawan Siaga Bencana yang Sehat Mental


Tanggal 10 Oktober dijadikan sebagai Hari Kesehatan Mental Sedunia. WHO pertama kali menginisiasi Hari Kesehatan Mental Sedunia pada tahun 1992, misinya adalah untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan advokasi masyarakat seluruh dunia mengenai kesehatan jiwa. Meningkatkan kesadaran seputar kesehatan mental dan memobilisasi usaha untuk mendukung kesehatan mental yang lebih baik.
Continue reading →

Memberikan Bimbingan Menggunakan Psikodrama di Medan


Hari Minggu di akhir bulan September ini benar-benar penuh dengan kegiatan. Meskipun keliru dalam mengagendakan kegiatan, tapi akhirnya semua berhasil dijalankan dengan tekad dan keyakinan bahwa semua akan berjalan lancar. Setelah dua hari mendampingi guru saya dalam kegiatan seminar dan workshop di dua kota kecil yang berjarak beberapa jam dari Kota Medan, pagi minggu ini kami kembali ke Medan. Setelah menurunkan Pak Guru di Airport, segera saya bergegas untuk pulang ke rumah mempersiapkan diri untuk memberikan bimbingan pada adik-adik penerima beasiswa Pelangi dari INTI Medan. Continue reading →

Menulis Buku : Ide 1 Persen, Selanjutnya 99 Persennya Kerja Keras


Sabtu, 29 September 2018, Aku ikut seminar yang diadakan oleh Keluarga Alumni Gadjah Mada, KGM, mengenai bagaimana Menulis Buku. Ada beberapa hal penting yang ingin aku catat dan aku bagikan dalam mengikuti acara itu. menurutku ini berguna untuk menulis buku atau pun untuk berkarya atau membuat Produk yang akan dijual.

Penceramah mengungkapkan 3 hal penting dalam menulis buku, yaitu : Continue reading →

Role Play mengenal Profesi, Psikodrama untuk Anak-anak TK


Kamis, tanggal 20 September 2018, di TK Nasional Ceria, Ngaliyan Semarang, Saya diundang untuk bermain Psikodrama bersama Anak-anak TK. Tema nya adalah mengenal Profesi.

Saya datang jam 07.50 WIB, sudah banyak anak-anak yang antri di Gerbang diantar oleh orang tuanya. Ramai suasananya, anak-anak langsung diserahkan ke guru-guru, dan beberapa orang tua ada yang tetap tinggal di sekolah untuk ikut nonton, anak-anaknya akan bermain. Continue reading →

Apakah Kita Sudah Berbaik Hati pada Diri Sendiri ?


Perkembangan zaman menuntut saya untuk berkompetisi satu sama lain dan menjadi terbaik untuk menggapai suatu posisi tertentu.

Seringkali saya diajarkan oleh lingkungan untuk berjuang, kuat dan tidak mengasihani diri sendiri dalam rangka menjadi diri sendiri. Melalui pelatihan psikodrama dengan judul Stress Management and self compassion yang diisi oleh mas Didik (aka Retmono Adi). Saya tidak sendirian, ada 7 orang teman saya yang berlatar belakang psikologi, beberapa dari mereka menjadi praktisi di bidangnya.

Aktivitas terapi melalui psikodrama sangat menyenangkan, kami tak banyak bicara, kami hanya bergerak secara spontan. Kami tertawa, saling menganalisis satu sama lain, menguatkan satu sama lain. Hal yang sedikit mengejutkan bagi saya, teman saya yang selama ini memiliki image tegar dan tangguh dapat menintikkan air mata karena teringat suatu kejadian di masa lalunya. Reaksi emosi dari teman-teman yang mengikuti sesi terapi keluar, tanpa ada rasa canggung, emosi negatif terpendam seperti penyesalan, kebencian, marah dan sedih keluar mengalir begitu saja.

Saya belajar dalam pelatihan psikodrama mengenai kebaikan untuk diri sendiri. Saya mendapatkan pelajaran untuk berbuat baik pada diri sendiri. Saya termasuk orang yang keras pada diri sendiri, saya percaya proses tidak akan menghianati untuk mendapatkan hasil. Untuk berjuang terkadang saya merasa iri dengan pencapaian teman-teman saya yang menurut saya lebih baik. Saya seringkali iri melihat teman saya yang kuliah di kampus keren di luar negeri, iri melihat teman yang bekerja di perusahaan bonofit, iri melihat bisnis teman yang sukses. Rasa iri memacu saya untuk berkompetisi menjadi lebih baik.

Namun rasa iri ini membuat saya menjahati diri sendiri. Saya tidak menghargai usaha saya sendiri karena merasa orang lain lebih baik daripada saya. Menyalahkan diri sendiri, membiarkan diri tenggelam dengan kesedihan, membandingkan diri dengan orang lain merupakan bentuk kejahatan pada diri sendiri. Pelatihan ini mengajarkan saya untuk berdamai, menerima keadaan diri. Saya mendapatkan satu pemahaman baru bahwa setiap orang punya cerita mengenai dirinya, mereka juga berjuang menjadi diri terbaik.

Hakikatnya hasil yang kamu ingin capai bertujuan untuk dinikmati bukan untuk mempersulit dirimu.

Yogyakarta 16 September 2018

Diana Putri Arini

Psikodrama Parenting dari Diskusi WAG


Berangkat dari sebuah video yang viral tentang kekerasan dalam rumah tangga, lalu muncullah ungkapan perasaan yang menjadi awal dari diskusi yang menarik.

Berikut diskusinya dengan diedit untuk tata tulis dan konfidensialnya.

K : Jangankan Orang lain Mbak,,
Lha Wong anake dewe ki lho…nek dong njengkelke yo di jenggungi😃😜😃

E : Sopo K ? Nek aku ora tau🤭
Soale welinge wong tuaku,sak jengkel-jengkelo mbi anak jok sampe cengkiling…ndak tuman jare
Dadi mpe anakku le cilik kelas 9 aku durung nate cilike njiwit gedhene ngeplak🤭
Ning janagan ditanya…barangng apa yang sudah jadi korban 😜

K : Lha okeh beritane lho ya 😃

J : Aku yo sok esmosi kok, bare, gelone ra ilang-ilang

E : Nah kan,palagi nek ndadak di morotangan,bekase isih ngecap,emosine wis ilang,kari gelone
Tapi ra maido yo,wong nek jengkel mbi anak kiy jiiiaaan😬
Nopo P ?

P : Aku tau mukul nyubit anakku😓

E : Ndak papa P, belum terlambat untuk berubah koq
Btw Yo tergantung si anak juga sih, ga bisa dipadakne mbi anak-anakku
Soale aku jinjo P, pernah duluuu banget,sekaline aku nyubit anakku pas masih TK, ya ampuun le nangis kelara-lara, mingsek-mingsek
Ra tegel aku
Trus ditambahi simak ngomongi ngono, ya wes tak eling-eling terus

P : 👍👍👍👍👍👍

E : Tapi sing no 2 rada tamblek juga😬
Nah iku kudu korban sapu mpe tugel, koco rak tv pecah🤭
Saking esmosine aku

Ch : Ga sama kondisi keluarga satu sama lain… kondisi ortu, anak-anak. Bahkan anak 1 dengan yang lain beda cara memperlakukan… meskipun teori parenting sudah banyak sekarangg. Yang terbaik masing-masing yg tau…
Jangan sampai terjadi seperti yang di video tadi. Amin..amin..amin…

E : Yups betul…..aku juga ga pernah ikut seminar parenting koq 🤭
Asal kita mau tanggap dan memahami karakter anak masing-masing ….pasti aman nyaman dan damai🤪
Kata orang-orang tua,wong pitik sak petarangan wae yo bedo-beda endog e😀
Malah ono le buthuk juga

RA : Pengalaman ini dpt direfleksikan, lalu dapat diceritakan pada si anak ketika usianya sudah mulai mengerti,…maka akan jadi cara memutus rantai kekerasan itu.

E: Yang besar terlalu pendiam om, ga di gong ga omong
Beda ma si kecil,paling suka nanya dulu waktu kecil dia gimana, kakak gimana?
Malah curcol🤭

RA : Ceritakan saja semua, dengan seluruh emosi yg menyertai..sebelum, sesaat, dan sesudah peristiwa itu…

P : Oke

RA : Pengenalan emosi yang menyertai menjadi penting…(karena salah satu dan mungkin yang utama, emosi itu adalah Cinta), selanjutnya dipahami bahwa cara mengungkapkannya mungkin tidak tepat atau menyakitkan. Oleh karena itu, sesal dan maaf juga perlu diungkapkan, agar utuh dalam menangkap keseluruhan “peristiwa” itu. Dengan demikian jadilah Rekonsiliasi, berdamai bersatu kembali.

J : 🙏🙏🙏Biyen bapakku gualak puol, tekane saiki aku yen pas galak kadang eling lha iki khan adegan ro dialog ke bapakku,…. njuk geli kemekelen dewe😂😂😂

RA : Pengalaman dirimu yg kauceritakan padaku, secara jujur dan utuh (melibatkan berbagai emosi yg menyertainya) yang jadi inspirasiku…Bro

P : Iya, aku terus minta maaf, kulihat ada kelegaan semoga tak ada dendam🙏

RA : ….dan semua dari kita paham bahwa Dia Sendirilah, Cinta, itu…🙏🙏🙏

E : Jam istirahat siang buat ngangsu kawruh seko dulur-dukurku👍 tq 🙏

 

Semoga bermanfaat. Terima Kasih

Prakata Buku Psikologi Holistik


Buku ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang psikologi manusia dalam istilah yang jelas, dan menghindari istilah yang tidak perlu. Ini adalah lebih pada person-centered daripada  ‘technically’ oriented dan memberikan kerangka acuan merangkul untuk membantu dalam mengintegrasikan pemahaman pribadi dari diri sendiri dan orang lain.

Asumsi dasar psikologi Barat modern adalah menafsirkan ulang secara kritis dan dibawa ke perspektif holistik dan universal, salah satu bagian yang dikembangkan di Vedanta. Menyatakan ‘lower’ psikologi menangani sebagian besar dengan pengkondisian tubuh, keinginan egois, penyakit psikis, dan terutama yang berorientasi masa lalu, dan ‘higher’ psikologi lebih berfokus pada kesehatan psikis, kesadaran, potensi maksimal manusia dan tantangan pengembangan pribadi dan spiritual. Continue reading →

%d bloggers like this: