Author Archive: retmono

Penjelasan “Eksplorasi Tindakan” (Psikodrama)


Tampaknya psikodrama memiliki dua peran dalam budaya modern:
1. Psikodrama dapat digunakan sebagai “terapi”
atau
2. Dapat digunakan terpisah dari terapi, untuk melayani tujuan peningkatan kesadaran lainnya. Dalam bisnis, pendidikan, pengembangan pribadi, pelatihan peran di industri, untuk penyelesaian konflik, permainan, dan sebagainya, apa yang saya sebut “Eksplorasi Tindakan” menerapkan metode psikodramatik dalam melayani banyak tujuan lainnya. Bukan hanya untuk pengobatan penyakit jiwa! Hal ini harus dilakukan secara eksplisit!

Sebagian besar literatur dalam Psikodrama adalah tentang terapi, dengan asumsi bahwa “pasien” itu “sakit” dan Psikodrama akan membantu mereka, ini yang sering terjadi! Tapi Moreno mengatakannya di catatan pendek pembuka pada magnum opus-nya tentang Sosiometri, Who Shall Survive ?: “Prosedur terapeutik yang benar memiliki tujuan tidak boleh kurang dari keutuhan umat manusia,” yang berarti bahwa alat yang baik akan menemukan banyak penerapan!

Eksplorasi Tindakan menerapkan teknik mirip Psikodrama di luar model medis, seperti yang saya katakan: Mereka dapat digunakan dalam bisnis, industri, pendidikan di semua tingkat, rekreasi, dan masalah sosial. Misalnya, ada cara-cara agar Eksplorasi Tindakan menjembatani agar menjadi seperti “Teater Kaum Tertindas”-nya Augusto Boal.

Dalam Eksplorasi Tindakan, tujuan kelompok tersebut adalah untuk mengeksplorasi topik atau tema, bukan untuk mendapatkan seseorang yang baik atau menantang delusi mereka. Dengan berbagai alasan historis, sebagian besar tahun-tahun Moreno selanjutnya dihabiskan terutama untuk model medis. Itu lebih prestise; tujuan mulia; pengorbanan yang menyedihkan. Juga, psikoanalisis mengaburkan batasannya, oleh karena itu, mengapa tidak Psikodrama? Namun, karena revolusi psikofarmakologis dan perubahan psikiatri lainnya, Psikodrama sebagai Psikoterapi, tidak pernah sangat menonjol, telah menyusut secara signifikan di Amerika Serikat. Saya tidak ingin melihat Eksplorasi Tindakannya hilang akibat kebingungan dengan psikoterapi psikodrama!

Ada juga penggerusan bertahap Psikoterapi oleh segala jenis obat berbasis bukti. Ini memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri, (dibicarakan di tempat lain). Tapi perhatian harus diberikan untuk menerapkan metode psikodramatik atau sosiodramatik lebih dari sekedar model medis – “Eksplorasi Tindakan”.

Metode tindakan terutama sosiodrama, namun dengan teknik psikodramatik diterapkan sesuai kebutuhan. Kata “psiko-drama” bermasalah di Prancis, karena terjemahan kata-katanya mengandung konotasi negatif. Mungkin ini juga benar di tempat lain. Namun, yang sebenarnya adalah bahwa pemberlakuan dan penjelajahan dapat digunakan terpisah dari perlakuan terhadap “Penyakit mental.” Sudah saatnya kita mengatakan hal ini secara terbuka dan meminta umpan balik dari orang lain. Bisakah kita mengatakan bahwa pekerjaan Moreno tidak hanya untuk terapi tetapi juga mendukung usaha yang jauh melampaui model medis?

 

Terjemahan Bebas dari

Action Explorations Explained oleh Adam Blatner
Originally posted on July 31, 2017

Advertisements

Menambahkan “Surplus Reality” oleh Adam Blatner


Awalnya diposkan pada 14 Desember 2016

Saya menemukan sebuah buku oleh Rosilyn Wilder, seorang guru drama kreatif, berjudul “A Space Where Anything Can Happen” (New Plays Books, 1977). Ya, sesuai dengan harapan saya untuk memperluas kesadaran sehingga orang-bukan hanya orang muda, tapi juga orang tua, seperti kelompok usia saya! – dapat mengoptimalkan potensi. Continue reading →

Rasa Empatiku Muncul Lagi ; Refleksi Psikodrama di Salatiga


Hari ini tanggal 19 Juli 2017, saya belajar Psikodrama untuk pertama kalinya. Awalnya saya kira psikodrama itu seperti teater, berakting seperti pemain sinetron yang ‘alay’, tapi ternyata tidak seperti itu. Kelas hari ini lebih lama dari biasanya, namun karena banyak praktek, kelas tidak begitu terasa lama. Saya belajar banyak hari ini, di psikodrama ada 3 tahapan yaitu warming up, action, pemaknaan (reflection). Continue reading →

Manfaat Psikodrama bagiku


Mengikuti workshop pertama psikodrama 28 juli 2017.

Diawal masih belum begitu kenal dan belum paham apa itu psikodrama juga belum ada ketertarikan untuk ikut, tapi karena ada rasa ingin tahu dan menambah ilmu juga karena diadakan tidak di luar kota akhirnya saya ikut workshop psikodrama ini. Continue reading →

Kesan mengikuti Psikodrama di Yogyakarta


18 Maret 2017 adalah saat pertama saya mengenal Psikodrama. Sebagai seorang mahasiswa Psikologi saya merasa perlu untuk tahu banyak tentang terapi psikologi yang suatu saat akan berguna untuk klien klien saya nantinya.
Tidak sedikitpun terbersit dalam pikiran saya bahwa Psikodrama inilah yg menjadi “obat” bagi rasa marah dan ketidakmampuan saya menerima kepergian papa yg sangat dekat dengan saya. Seriously???? Continue reading →

Kesan mengikuti Psikodrama di Samarinda


Hari Kamis, tanggal 27 Juli 2017, Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 45 (UNTAG) Samarinda

Assalammualaikum,
Ada banyak kesan dan pelajaran yang saya ambil dari psikodrama yang telah saya dan kawan-kawan lakukan. Beberapa hal yang sebenarnya sering saya lakukan dan tidak sadari, seperti contoh takut untuk berekspresi tidak sama dengan yang lain, tidak berani bertanggung jawab sendirian saat berada dalam suatu kondisi sehingga memilih membawa teman dalam masalah dan juga melanggar peraturan untuk kesempurnaan. ( terlihat sempurna)

Yang paling berkesan adalah bagaimana kita (lebih tepatnya saya😃) diajarkan untuk berani bertanggung jawab atas diri sendiri, karena diri saya adalah Director dari hidup saya sendiri. Serta bagaimana cara untuk menahan mulut untuk (tidak) berbicara terlalu banyak, karena psikolog lebih banyak mendengar ketimbang berbicara dan juga pastinya kalimat yang membuat fokus saya jadi pindah ke naruto, tentang orang yang melanggar peraturan adalah ****** dan meninggalkan temannya lebih buruk lagi.

Terima kasih pak atas pelajaran dan hal-hal baru yang telah diajarkan.

Samarinda, 31 Juli 2017

 

oleh: Polaris (nama Samaran)
…dari Fakultas Psikologi Untag

Pengalaman Kelas Psikodrama di Salatiga


Tadi pagi saya baru saja mengikuti pelatihan psikodrama. Awalnya hampir tidak niat untuk ikut karna kelasnya dadakan dan pasti akan banyak yang dikorbankan jika tetap ikut. Tapi rasa penasaranku membuatku tetap ingin ikut dan akhirnya aku ikut. Pas awal masuk kelas, saya langsung dikagetkan dengan kata “frezz” artinya untuk menghentikan gerakan dalam drama. Saya lalu berhenti beserta teman-teman yang juga datang bersama saya. Itu dilakukan bapaknya karna ia mau menjelaskan betapa pentingnya etika ketika kita berada di lingkungan sosial. Continue reading →

5 Hal Pokok dari Psikodrama – Rebecca Walters


Posting ini adalah kutipan dari buku Show and Tell Psychodrama: Skills for Therapists, Coaches, Teachers, Leaders, ditulis oleh Karen Carnabucci.. penulis telah memberikan izin untuk HVPI untuk menggunakan materi di sini.

Masyarakat tidak bisa selalu memungkinkan kita untuk mengatakan apa yang ada di hati kita, tapi Psikodrama bisa.” – Tian Dayton

Psikodrama adalah sebuah Tindakan yang mendorong orang untuk melakukan peristiwa kehidupan mereka bukan hanya membicarakannya. Continue reading →

MENGAPA TERJADI PERUBAHAN KESADARAN DALAM PRAKTEK PSIKODRAMA ???


Psikodrama, sejatinya merupakan suatu metode yang biasa digunakan sebagai psikoterapi yang menekankan pada aksi /tindakan dramatik dari klien secara spontan (tanpa naskah) untuk mengeksplorasi berbagai situasi spesifik dalam kehidupannya di masa lalu, kini dan masa yang akan datang. Metode yang digagas oleh psikiater Eropa yakni Jacob Levy Moreno yang kemudian dikembangkan bersama-sama isterinya Zerka Toeman Moreno sejak tahun 1920-an ini (Chimera & Baim, 2010), kini mulai diyakini sebagai metode yang powerfull untuk memfasilitasi pertumbuhan pribadi yang lebih baik (personal growth). Sasaran utama yang ingin dicapai dari psikodrama adalah dapat membantu individu untuk mencapai pemahaman yang lebih baik mengenai dirinya hingga individu dapat menemukan konsep dirinya, menyatakan kebutuhannya dan menyatakan reaksinya terhadap tekanan-tekanan yang dialaminya (Corey, 2005).

Apa yang sebenarnya terjadi dalam sesi-sesi psikodrama sehingga individu bisa mencapai kesadaran peran dan memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang dirinya? Hal ini menarik untuk dikaji lebih dalam, dan akan menjadi topik yang dibahas dalam tulisan ini. Continue reading →

4 Fungsi Direktur dalam Psikodrama dan Perlunya Pembantu


Seseorang yang memfasilitasi Terapi dengan Metode Psikodrama disebut Direktur. Direktur ini memiliki 4 fungsi yang selalu dilakukan agar proses terapi berjalan dengan baik.

Peter Felix Kellerman (1990) dalam Cossa ( 2005) menggambarkan empat fungsi Direktur / pemimpin kelompok psikodrama, yang saya yakini benar dalam terapi tindakan: Produser, Analis, Terapis, dan Sociometrist. Seiring saya memahami fungsi ini:

Produser memfasilitasi dan membentuk tindakan dan membuat “drama” dalam drama psikodrama atau terapi drama;

Analis menciptakan dan menguji hipotesis tindakan dan mendasari tindakan sehingga masuk kedalam teori;

Terapis mempertahankan hubungan kepedulian dan menawarkan hal positif tanpa syarat,

Sociometrist memperhatikan hubungan dalam kelompok.

Semua fungsi ini perlu dioperasionalkan untuk kepemimpinan yang baik, dan tidak mudah bagi satu orang untuk melakukan semua fungsi ini dalam pertemuan kelompok. Sangat sulit untuk berfungsi sebagai Produser dan Sociometrist secara bersamaan, jadi sepasang atau tim pemimpin membantu memastikan bahwa kelompok dan anggotanya dilayani secara memadai dan tepat.

 

Yogyakarta, 7 Juni 2017

%d bloggers like this: