Seberapa GREGETnya Kamu, Penerapan Psikodrama untuk Anak Milenial


Minggu siang yang cerah, Hari ini diminta mengisi Upgrading dengan teknik Psikodrama di komunitas “Koalisi Pemuda Hijau Kaltim” Tema hari ini mengenai Team Building. Saya ingin berbagi mungkin akan ada inspirasi dari cerita proses psikodrama ku hari ini.

Aku memulai Psikodrama hari ini dengan PERKENALAN, karena sedang berhadapan dengan anak anak muda milenial jadi di sesi perkenalan kali ini saya memilih tema “SEBERAPA GREGETNYA KAMU” (Aku memilihnya karena ini istilah yang lagi hitz dikalangan anak anak milenial dan tentu ini membuat suasana jadi cukup hangat dan lucu), jadi waktu perkenalan masing masing peserta harus membuat gerakan atau kalimat yang mengambarkan dirinya yang paling GREGET, di sesi ini sudah mulai terlihat mana yang peserta yang ekspresif, lucu, PD, berani, kreatif maupun yang malu malu.

Masih di sesi perkenalan karena ternyata banyak anggota baru dan belum saling mengenal satu sama lain, maka saya gunakan istilah “ICON DIRI” untuk melanjutkan proses perkenalan, jadi setiap peserta harus memilih satu hal, boleh benda hidup, benda mati, istilah atau ķata apa saja yang bisa menggambarkan dirinya dan membuat alasan mengapa mereka memilih Icon diri tersebut. Setiap peserta bebas memilih icon dirinya, ada yang memilih rantai karena merasa dirinya adalah pengikat, pemersatu dan penguat bagi kelompoknya. Ada api karena merasa bersemangat dan ingin selalu menyemangati tim nya. Ada yg perisai karena selalu ingin jadi pelindung, Tayo yang selalu ceria, Toa yang merasa suka berkomunikasi, laptop yang mengambarkan dirinya sebagai sumber informasi, smile yang selalu ceria dan ingin membuat rekan rekannya gembira. Dan icon icon lain nya. Di sesi ini peserta mulai lebih memahami dirinya juga rekan rekan yang lainnya melalui icon diri yang mereka pilih tersebut.

Setelah sesi perkenalan di rasa cukup maka saya memutuskan untuk memainkan Sclupture atau mematung, saya menginstruksikan mereka membentuk pohon, air terjun, dan sungai, membuat suasana rumah, taman, dan konser, di sesi sclupture saya mengingatkan tentang pentingnya sebuah keberanian untuk menjadi sesuatu, memiliki peran, inisiatif, penyesuaian, komunikasi juga kerjasama setiap anggota team.

Disesi ketiga saya mengunakan Lokogram saya membuat 3 buah titik feel, logika, action Saya menjelaskan tentang perbedaan ketiga titik tersebut dan meminta mereka untuk berdiri di satu titik dimana mereka merasa paling dominan diantara ketiga hal tersebut. Ada banyak orang yang berada di titik logika dan feel, tetapi hanya ada 3 orang di titik action. Kami melakukan diskusi tentang kondisi tersebut dan melihat dampaknya bagi diri juga tim mereka. Apa yang terjadi jika dalam satu tim lebih banyak orang” logic dan feel dan hanya sedikit orang action. Dari diskusi itu mereka menjadi paham dimana posisi mereka, bagaimana kondisi tim saat ini dan apa yang harus dilakukan ke depannya.

Selanjutnya saya menggunakan Spektogram dengan membuat skala 10 – 100 dan menanyakan tentang seberapa besar komitment mereka dengan Komunitas KOPHI KALTIM. Masing masing anggota berdiri diposisi nya, ada yang di titik 50, 70, bahkan 100. Saya menanyakan apa yang membuat mereka ada di titik tersebut. Masing masing anggota mengungkapkan mengapa mereka ada di titik tersebut. Di sini terjalin keterbukaan dan saling memahami diantara anggota yang hadir dengan lebih baik lagi.

Tak terasa waktu dua jam yang diberikan hampir habis, maka sesi terakhir saya gunakan untuk Refleksi kali ini saya membuat empat titik dengan selendang, di titik pertama saya meminta masing masing dari mereka cerita tentang awal datang apa yang dirasakan dan hal hal lainnya, lalu titik kedua bagaimana dalam prosesnya apa yang dirasakan, titik ketiga tentang apa yg di dapat selama proses upgrading kali ini dan yang terakhir adalah harapan dan juga rencana rencana mereka kedepan. Saya senang karena banyak hal positif yang mereka rasakan dan dapatkan selama upgrading hari ini.

Untuk menutup sesi psikodrama hari ini saya meminta masing masing peserta memilih 3 kata untuk mengambarkan hari ini, saya mendengar banyak kata positif dari mereka, seperti semangat baru, komitment, inisiatif, kerjasama, sadar peran, percaya diri, lebih berani, kompak, perubahan, ide baru, action, dan tentu saja HaPpY.

Trimakasih untuk hari Minggu yang penuh warna, Salam feel free

Samarinda 9 November 2018

Adinda Putri

Advertisements

2 responses

  1. idenya menarik sekali.

    Like

  2. Halo mbak putri, membaca tulisan mbak putri membuat saya ikut semangat..

    Mbak putri boleh kah saya meminta no telp mbak putri?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: