Pengalaman Kelas Psikodrama di Salatiga


Tadi pagi saya baru saja mengikuti pelatihan psikodrama. Awalnya hampir tidak niat untuk ikut karna kelasnya dadakan dan pasti akan banyak yang dikorbankan jika tetap ikut. Tapi rasa penasaranku membuatku tetap ingin ikut dan akhirnya aku ikut. Pas awal masuk kelas, saya langsung dikagetkan dengan kata “frezz” artinya untuk menghentikan gerakan dalam drama. Saya lalu berhenti beserta teman-teman yang juga datang bersama saya. Itu dilakukan bapaknya karna ia mau menjelaskan betapa pentingnya etika ketika kita berada di lingkungan sosial.

Setelah itu saya mulai sangat tertarik dengan psikodrama ini. Saya duduk dan mendengarkan bapaknya bicara. Kemudian bapaknya menyuruh untuk yang bawa selendang bawa bangkunya dan pindah ke sebelah kanan dan yang tidak bawa pindah ke sebelah kiri dan bawa bangkunya. Kemudian ia juga berkata “yang bidang sosial pindah ke belakang dan yang klinis pindah kedepan”. Kemudian semua mahasiswa melakukan. Setelah itu bapaknya menjelaskan bahwa itu adalah lokogram.
Kemudian bapaknya meminta relawan 6 klinis dan 6 sosial untuk bersedia menjadi contoh praktek dalam psikodrama. Karna rasa tertarikku yang sangat tinggi dan menghilangkan rasa malasku, aku memilih untuk ikut. Kemudian bapaknya menyuruh relawan untuk berbaris dari belakang ke depan. Yang paling depan adalah yang paling tahu psikodrama (100%) sampai yang paling belakang (tidak tahu psikodrama). Setelah itu kita berbaris. Setelah itu kita ditanya kenapa kita berdiri di posisi kita sekarang. Setelah semua menjawab, bapaknya menjelaskan bahwa itu adalah spektogram. Kemudian ada banyak hal lagi yang dilakukan setelah itu.

Proses dari psikodrama dimulai dari warm up, yang diisi oleh meniru sebuah objek, membuat sebuah peristiwa melalui bentuk tubuh dan semua itu tanpa menggunakan suara. Setelah itu masuk ke tahap yang lebih jauh. Pada tahap yang lebih jauh, bapaknya mengatakan “bagi yang belum bersedia dimainkan emosinya, silakan duduk.” Lalu ada 4 orang yang yang duduk. Setelah itu kita diminta memilih siapa yang ingin kita tahu lebih jauh dalam dirinya (diantara relawan yang ikut sesi) dan kemudian ditanya alasannya memilih dia. Kemudian kita diminta memilih diantara relawan yang merupakan representasi dari orang yang ingin kita maafkan atas kesalahannya. Di sinilah emosi mulai pecah, tapi sekali lagi bapaknya mengingatkan bahwa ini hanya antara kita, jangan ada yang membawa ini diluar. Kemudian setelah itu ada refleksi yaitu menceritakan apa yang telah kita dapat dari sesi.

Oh ya psikodrama itu dibagi menjadi 3 tahap, warm up, action, dan reflection. Setelah selesai sesi refleksi, kelas diistirahatkan selama 1 jam dan dimulai pada jam 1 siang. Saat kelas dimulai lagi, saya mulai kurang bersemangat mengikuti kelas, mungkin karna saya mengantuk. Kemudian kita beralih ke tahap action, bapak meminta para relawan untuk memilih siapa yang akan menjadi protagonis. Dan protagonis ini akan membuat cerita dramanya sendiri dengan didampingi si bapak. Ceritanya itu berupa kisah dimasa lalu, kisah yang menyenangkan, kisah yang tidak menyenangkan, atau menceritakan siapakah dirimu ketika di masa depan. Sepanjang sesi itu saya tidak terpilih menjadi protagonis, oleh karnanya saya banyak mengantuk dan sesekali tidur, sehingga tidak terlalu menyimak dengan baik sesi ini. Oiya sebelum sesi aksion, kita juga melakukan sedikit warm up lagi dengan melakukan asosiasi bebas dengan spidol dan memperagakannya dengan gerak tubuh. Setelah itu semua selesai, bapaknya melakukan spektogram yang berjudul dapat nilai A – E. lalu menanyakan alasan kebeberapa mahasiswa kenapa memilih itu. Setelah itu kita foto bersama dan kelas selesai.

Kemudian dilanjutkan dihari kedua yaitu hari jumat. Hari diawali dengan quis. Namun bukan quis seperti kuis pada kuliah biasa. Saya dan teman-teman diminta untuk menuliskan peran-peran apa saja yang pernah dimainkan/dilakonkan sejak lahir hingga sekarang. Setelah itu kita diberikan lokogram dengan kategori <20 peran, pas 20 peran, dan >20 peran. Dan saat itu saya menulis 27 peran. Kemudian saya dan teman-teman diminta untuk 3 peran. Peran setelah pulang dari kelas psikodrama, peran dimasa depan, dan peran tiga menit terakhir sebelum meninggal. Setelah semua selesai, lima perwakilan orang diminta untuk maju kedepan memerankan tiga peran tersebut dan saya salah satunya.

Kemudian Pak Didi memberikan breafing sebelum meminta kita untuk membuat kelompok dan mempraktekkan psikodrama yang sudah dicontohkan di pertemuan pertama. Kemudian setelah istirahat, saya dan teman-teman mulai melakonkan psikodrama yang terdiri dari empat peran, kemudian memainkannya sampai pukul dua siang.

Setelah itu ada refleksi, beberapa mahasiswa diminta untuk bercerita apa yang ia rasakan dan apa kesan setelah melakukan psikodrama. Ada beberapa teman-teman yang naik untuk bercerita termasuk saya. Kemudian pak Didik menutup kelas dengan semua orang di dalam kelas diminta berdiri membuat lingkaran dan kemudian mempersilakan bagi siapa saja untuk maju satu langkah jika ingin menyampaikan kesan dan pesan penutupnya. Kemudian bergiliran beberapa anak pun maju untuk menyampaikan kesan dan pesannya mengikuti kelas psikodrama termasuk saya. Dan untuk pertama kalinya selama perkuliahan dan selama merantau saya mengakui kekuranganku yang sebenarnya keorang-orang dan memotivasi mereka untuk bisa lebih maju dan tidak kalah dari saya. Sungguh kelas ini sangat berkesan bagi saya karena, kelas ini sedikit membuka diri saya untuk menerima diri saya sendiri apa adanya dan mencoba menjadi motivasi bagi orang-orang yang membutuhkan. Terimakasih Pak Didik, Bu Berta, Mas hendra, dan teman-teman semua yang mengikuti kelas psikodrama.

Salatiga, Juli 2017

Yudea Sabdo Anggoro (802014058)
Psikologi UKSW 2014

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: