Membuat Hidup Makin Sulit #Goresanku 140


Ide menulis pengalaman ini berawal dari obrolan bersama seorang teman. Dia bercerita tentang permasalahan hidup yg dialami salah satu kerabatnya.
Sebenarnya masalah tersebut sepele sj. Karena hanya kurang adanya kumunikasi dalam keluarga, masalah menjadi besar dan rumit.
Obrolan saat itu makin asyik saja karena kebetulan masalah tersebut ada sedikit kesamaan dengan masalah yg ada di keluargaku.
Adalah adikku ….. dia bungsu, tergolong anak yang pendiam juga penurut. Sebagai kakak kami sangat menyayanginya, begitu juga dengan orangtuaku. Dimasa itu kebetulan ada juga keponakan yang tinggal bersama kami, dia dititipkan karena orangtuanya kerja di luar kota. Suasana rumah terasa tambah hidup dengan adanya keponakanku .
Sudah hal yg biasa bila orangtuaku sebagai eyang memberi perhatian yg lebih padanya. Kadang perhatiannya melebihi dari kami anak-anakNya. Hal itu kami anggap hal yg lumrah karena dia masih kecil.
Dengan berjalannya waktu, entah apa yg terjadi si bungsu pergi tanpa pamit. Cukup lama juga dia pergi, sempat membuat kami panik juga. Tapi kami punya keyakinan pasti dia akan balik lagi. Karena kami hafal betul dengan karakternya.
Benar juga …. suatu hari bapak memberitahu kami kalau si bungsu sudah ada di rumah lagi. Sesampainya di rumah, seperti biasa kami berkumpul di ruang keluarga. Kebetulan sekali dia ada di situ juga.Seakan tidak pernah terjadi apa-apa, kami menyapanya. Sekilas aku melihat ada rasa jengkel. Itu bisa terlihat dari raut wajahnya yg tegang. Suasana saat itu menjadi hidup karena adanya canda tawa kami. Sedang asyik-asyiknya bercanda, tiba-tiba si bungsu berteriak ” kok semua pada cuek sama aku to ” …. katanya. “Mosok si, aku rasa tidak begitu” kataku. Sesaat dia tertegun mendengar jawabanku. Dengan suara lirih dia ngomong, jadi selama aku pergi dari rumah tidak ada yg cari aku ya. Serentak kami ngomong “tidak” ….. ngapain cari kamu. Memangnya selami ini kamu pergi kemana dan kenapa kamu pergi dari rumah. Dengan suara agak keras dia ngomong ” aku jengkel sama bapak ibu, karena lebih sayang sama Sammy keponakanku daripada aku “. Seketika itu juga kami tertawa. Dan dia ngomong lagi ” kok malah tertawa semua “.
Ya jelas kita tertawa, karena hal yg sepele seperti itu saja dibuat serius dan pakai pergi dari rumah segala. Dia tambah cemberut.
Beberapa saat setelah semua bisa teratasi dengan cara bicara dari hati ke hati, suasana jadi adem lagi. Aku rasa komunikasi dalam keluarga sangatlah penting. Segala sesuatu bila dikomunikasikan dengan baik akan membawa suatu kebaikan juga.

– Alasan lain kehidupan tidak akan menjadikan lebih sederhana ….. ketika segalanya terlalu mudah, kita lebih banyak mencari masalah. Bukan dunia yg menjadikan hidup kita rumit, melainkan diri kita sendiri.

 

Kusuma, Maret “17

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: