Monthly Archives: March, 2017

Bertengkar di Depan Anak #Goresanku 141


Pagi itu, baru saja aku sampai di kantor dan meletakkan tas di meja kerjaku. Datang seorang anak, dia langsung saja mendekapku. Aku kira dia ingin bergurau denganku saja. Ternyata perkiraanku tidak benar. Dia menangis sesenggukan ……. semula terdengar lirih, lama kelamaan semakin keras tangisannya. Sesaat ku biarkan dia menangis dalam dekapanku. Ku elus punggungnya, dengan tujuan agar dia bisa tenang. Setelah agak reda aku berusaha untuk menatap wajahnya. Continue reading →

Advertisements

Beberapa Poin Penting ; Dasar Teori Psikodrama : Adam Blatner, MD, TEP (1)


(Presentasi pertama di Konferensi IAGP, London, Agustus, 1998, dengan revisi, kembali dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Society for Group Psychotherapy dan Psikodrama pada 9 April 1999.) Revisi dan diterbitkan lagi di website, Mei 2, 2006.)
________________________________________
Pondasi Teoretis Psikodrama telah berevolusi dan diperdalam dalam generasi terakhir.

Beberapa poin penting akan dibahas di bawah ini: Continue reading →

Membuat Hidup Makin Sulit #Goresanku 140


Ide menulis pengalaman ini berawal dari obrolan bersama seorang teman. Dia bercerita tentang permasalahan hidup yg dialami salah satu kerabatnya.
Sebenarnya masalah tersebut sepele sj. Karena hanya kurang adanya kumunikasi dalam keluarga, masalah menjadi besar dan rumit.
Obrolan saat itu makin asyik saja karena kebetulan masalah tersebut ada sedikit kesamaan dengan masalah yg ada di keluargaku. Continue reading →

…dan Anak juga Membutuhkan Proses #Goresanku 139


Di kelas …. saat itu aku merasa begitu prihatin, melihat orangtua yg memaksa anak balitanya untuk bermain di kelas tanpa didampingi. Dia begitu ngotot ingin anaknya cepat bisa mandiri seperti teman-temannya. Dan tidak perduli anaknya nangis ketakutan, sampai lututnya bergetar hebat dan terkencing di celana. Sepertinya Dia belum memahami bila tiap anak itu berbeda perkembangannya. Bisa dikatakan, sebelum bersekolah setiap harinya anak hanya bergaul dengan lingkungan rumah saja. Tiba-tiba saja harus menyesuaikan diri dengan lingkungan dan orang-orang baru. Sebenarnya si, anak tidak perlu dipaksa. Bila sudah merasa aman dan nyaman pasti dengan sendirinya anak akan bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. Bahkan, ada juga lho yang menyuruh orangtuanya untuk pulang saja.
Untuk anak bisa beradaptasi memerlukan waktu dan proses. Proses untuk anak satu dengan lainnya berbeda. Jadi kita perlu sekali untuk bisa memahaminya.
Mudah-mudahan untuk kedepannya, tidak akan ada lagi orangtua-orangtua yang memaksakan kehendak kepada anaknya.

– Alam telah mengajarkan kita bahwa segala sesuatu melalui proses. Kupu-kupu yang indah berproses menjadi kepompong terlebih dahulu. Maka bila kita mengharapkan sesuatu yang baik, jangan berpikir secara instan.

Kusuma, Maret 2017

Luka Batin #Gorensanku 138


Suatu ketika …. pada waktu anak-anak bermain di dalam kelas,  salah satu anak jatuh dan kepalanya terantuk ubin.
Ibu: Nggak papa, nggak usah nangis. Anak laki-laki harus kuat, malu dong kalau nangis.
Anak: ….. menahan tangis sambil memegang kepalanya yang sakit.
Di sini anak mengumpulkan semua kekuatan dalam dirinya untuk menahan gejolak emosi yang bisa keluar karena sakit.

Continue reading →

%d bloggers like this: