Efeknya Masih Bekerja Selepas Acaranya (ternyata efeknya masih lanjut..) Sharing Psikodrama 2


Sharing ini adalah lanjutan dari sharing sebelumnya, dengan judul artikel yang sama..
Jadi, sekitar sebulan setelah mengikuti psikodrama, saya yang perantau akhirnya pulang ke rumah dan bisa bertemu orang tua. Seperti yang saya ceritakan di sharing sebelumnya, saya memiliki rasa sakit hati yang cukup dalam terhadap ayah saya, yang baru saya sadari sepenuhnya sewaktu mengikuti psikodrama. Sempat terbersit dalam pikiran saya untuk mengatakan terang-terangan kepada ayah saya, setidaknya supaya saya bisa lega dan beliau mengetahui perasaan saya selama ini.
Nah, ternyata ketika di rumah, saya bertemu beliau dan seperti biasanya, hanya saling menanyakan kabar seputar kuliah saya, pekerjaan beliau, dan topik-topik yang di permukaan saja. Selain itu ya kami tidak terlalu banyak bercerita karena ayah saya juga orangnya memang cukup pendiam. Itu sekitar beberapa hari awal ketika saya pulang ke rumah. Dalam hati, saya sudah sedikit was-was ingin mencari waktu yang sesuai agar bisa mengatakan perasaan sakit hati saya pada ayah. Tapi di samping rasa was-was itu, ada rasa bahwa tidak perlu lagi sebenarnya saya mengungkapkan hal tersebut. Mungkin ayah saya juga sudah tidak ingat akan hal itu. Toh saya sudah tahu kalau ayah saya hanya mengerjakan pekerjaan sebagai orang tua dulu, juga semakin saya dewasa dan mengambil jurusan psikologi, saya mulai mengenali karakter ayah saya, yang menurut pengamatan saya menyumbang bentuk perlakuan kepada saya waktu masih kecil.
Setelah saya merenungkan lagi, pelan-pelan yang terjadi adalah muncul rasa memaafkan dan inisiatif untuk memperbaiki hubungan kami selama ini. Saya pun memutuskan untuk lebih sering memulai percakapan terlebih dahulu dan bertanya tentang aktivitas ayah di luar pekerjaannya. Walaupun percakapan tersebut hanya beberapa menit dan masih seputar kegiatan sehari-hari, tetapi saya mulai merasa bahwa ini hal yang paling tepat yang harus saya lakukan.
Lalu, sempat satu hari saya pergi dengan ayah dan ibu saya. Sebelum pergi ke tempat tujuan sebenarnya, ibu perlu mengurus sesuatu terlebih dahulu, sehingga saya dan ayah menunggu di suatu tempat. Saya dan ayah akhirnya memiliki kesempatan hanya berdua saja dalam waktu yang cukup lama. Sebenarnya adalah kesempatan yang bagus untuk saya mengungkapkan perasaan sakit hati ke ayah, tetapi pikiran itu sudah tidak bergemuruh seperti kemarin-kemarin. Malah, saya mulai cerita ke ayah saya tentang aktivitas saya di luar perkuliahan, bagaimana saya sering mulai malas mengerjakan tugas akhir, bagaimana saya sering merasa kurang PD tentang masa depan saya, dan saya bercerita tentang rasa suka saya terhadap seorang teman lelaki.
Topik-topik tersebut adalah topik yang tidak pernah sama sekali saya bahas dengan ayah, karena saya berpikir ayah akan langsung memberikan komentar yang negatif atau peringatan-peringatan sebelum saya selesai bercerita. Jadi saya pun benar-benar mengumpulkan keberanian sebelum bercerita hal-hal tersebut ke ayah. Mungkin ada beberapa kali saya menghitung 1 – 3 dalam hati saya untuk memulai bercerita, hahaha.
Ternyata selama saya bercerita, ayah saya hanya mengangguk, tersenyum kecil, dan benar-benar mendengarkan saya. Bahkan respon ayah setelah itu yang membuat saya senang, “Bagus nak, papa senang kau bisa cerita-cerita begini”. Dan saya diberikan bonus nasehat tentang apa yang perlu saya perhatikan dari seorang lelaki jika ingin melihat keseriusannya. Ayah pun mulai bercerita tentang masa-masa awal dimana ayah menjadi seorang suami dan juga ayah, dengan segala jatuh bangunnya. Dan baru pertama kali ini sepanjang hidup saya, kami berdua bisa saling bercerita tentang sisi yang lebih dalam dari pribadi kami masing-masing. Dari situ, saya merasa bahwa hal yang saya lakukan ini sudah tepat. Cukup saya sadari saja sakit hati itu dan kalau bahasa jaman sekarang, move on, dengan cara bukan melupakan, tetapi menutupnya dengan hal-hal positif lain dan yang penting ada niat untuk memperbaiki hubungan tersebut.

– e

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: