Gila Amat Dia Milih Aku…..


Pada tanggal 25 oktober 2016 tepatnya hari selasa, kelas pada hari ini cukup spesial karena kedatangan tamu yakni seseorang yang ahli di bidang psikodrama. Saya berharap pada hari itu mendapatkan pengetahuan baru dan tentunya pengalaman baru. Tetapi kebetulan pada saat itu saya tidak enak badan sehingga tidak dapat terlalu fokus mengikutinya, di awal saya memberikan 70% diri saya untuk terlibat aktif dalam kelas hari itu.

Awalnya terasa boring dan takut diminta drama ini itu, karena saya tidak terlalu suka terhadap hal-hal semacam drama apalagi diminta memerankannya. Hal itu berubah sejak saya tahu apabila terdapat beberapa tahapan pada psikodrama ini, yakni terdapat warming up, action dan refleksi. Mulailah dengan warming up, dimana kami diminta membuat gerakan pada suatu situasi yang telah ditentukan, ya benar awalnya kami hanya melakukan gerakan yang monoton dan terkesan biasa aja, tapi setelah beberapa kali melakukannya saya pun terbiasa untuk melakukan gerakan yang bisa dibilang sedikit nyeleneh. Hal itu saya lakukan karena saya tahu bahwa teman-teman saya mulai nyeleneh juga.

Tak terasa waktu menunjukkan pukul 12.00 WIB dan kami masih berada di tahap warming up, dapat dibayangkan bagaimana lelahnya saya pada waktu itu. Tapi psikodrama juga dapat membawa saya senang karena tawa canda dari teman-teman yang cukup lepas sehingga saya terpengaruh untuk jadi seperti kondisi saya saat itu, yang cukup stress dengan skripsi dan tugas-tugas lain. Pukul 12.00-13.00 WIB kami diberikan waktu untuk istirahat makan siang, pada saat itu saya makan dengan beberapa teman saya mengomentari mengenai kelas tersebut, mayoritas mereka bilang menyenangkan tapi cukup melelahkan.

Pukul 13.00 kami memulai kelas lagi dengan tahap selajutnya yakni action, disitu diminta satu anak mewakili untuk menjadi protagonis (partner terapis). Saat itu teman saya ino yang menjadi protagonisnya, dan saya diminta untuk menjadi peran pengganti dirinya. Saya terkejut dan melongo mendengarnya, dalam hati saya berpikir “gila amat dia milih aku”. Disitu yang bisa saya ambil maknanya adalah kita dapat tetap memperhatikan hal kecil, dapat mennghargai orang lain, dan tetap percaya pada komunitas karena komunitas ini dapat menyimpan segala cerita yang telah diceritakan. Kelas berakhir cukup baik dan berkesan, saya mendapatkan banyak hal pembelajaran pada hari itu. Dapat juga mengenal teman-teman lainnya lebih dalam juga.

 

DR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: