Tidak Takut Berbuat Kesalahan


Pembelajaran yang saya dapatkan dari psikodrama yang telah dilakukan yaitu saya menjadi dapat mengenal diri saya sendiri lebih dalam seperti menyadari keberadaan saya dengan orang lain dalam lingkungan kehidupan sehari-hari saya, tanggung jawab saya, dan melihat pada diri sendiri apa yang salah dengan saya terlebih dahulu bukan menyalahkan orang lain. Kegiatan tersebut juga membuat saya menjadi lebih percaya diri dan lebih berani untuk mengemukakan pendapat saya karena secara tidak langsung dipaksa untuk berbicara dan melakukan hal-hal yang diluar dari zona nyaman saya. Walaupun ada saat dimana saya berbuat kesalahan dan tidak fokus tetapi, tidak ditertawakan maupun diejek melainkan saya justru dibantu sehingga saya merasa mendapatkan dukungan untuk tidak takut berbuat kesalahan karena dari berbuat kesalahan saya dapat berkembang lebih baik dari sebelumnya.

Saya juga diajarkan untuk dapat memaafkan diri sendiri dan orang lain agar hidup saya lebih baik, tenang, nyaman, dan bukan untuk orang lain melainkan untuk kesejahteraan diri sendiri dan memang agama juga mengajarkan seperti itu. Saya sebenarnya pernah mengeluarkan hal-hal yang pahit yang saya pendam sendiri dengan berdoa dan bergumul pada Tuhan, di persekutuan pemuda saya juga sebelumnya pernah ada saat teduh untuk memaafkan orang yang paling bersalah pada saya. Jadi, saya sudah lebih lega sebelum melakukan kegiatan tersebut, karena saya sudah mengeluarkan emosi saya beberapa kali.

Saya merasa senang mendapat bantuan dan dukungan walaupun disaat melakukan kesalahan dan tidak di “judge” oleh orang lain. Hal tersebut membuat saya lebih mau untuk berkembang lebih baik, berani mencoba untuk membuat kesalahan. Saya juga senang dimana ternyata banyak juga yang ingin mengenal saya lebih dalam, karena yang saya pikirkan adalah kebanyakan saat ini orang-orang tidak terlalu peduli dengan diri saya, lebih memikirkan diri mereka sendiri, dan hanya minta saya untuk mengerti mereka. Saya tahu banyak yang menganggap remeh dan merendahkan saya, karena saya dianggap tidak bisa banyak hal, saya lebih rendah dari mereka, hidup saya santai saja dan tidak mempunyai masalah seberat yang mereka punyai (menurut saya banyak yang secara langsung meremehkan dan merendahkan saya). Padahal apapun kata orang, mereka tetap tidak tahu hidup saya, sayapun mulai memaafkan saja mereka karena mereka tidak tahu dan yang terpenting adalah dukungan dari orang-orang terdekat saya dan Tuhan untuk saya bangkit kembali dari keterpurukan.

Pada kegiatan tersebut saya memang masih kurang berani untuk mengkspresikan diri saya secara maksimal, karena masih merasa malu dan tidak percaya diri apalagi ketika disuruh untuk berpose. Saya juga ada bingung karena disuruh berpose dan melakukan drama karena memikirkan apa yang harus saya lakukan padahal hal tersebut harusnya dilakukan secara spontan, dan bingung karena saya lupa harus mengatakan apa saat melakukan drama tersebut yang seharusnya dilakukan dengan berempati. Walaupun demikian, saya mau berusaha agar saya dapat lebih berani mengekspresikan diri, berani mengungkapkan pendapat, berani meminta maaf dan memaafkan saya tanpa rasa malu dan takut salah nantinya, serta dapat berkembang lebih baik lagi baik dalam kehidupan sehari-hari maupun perkuliahan dan dunia kerja nantinya. Saya berharap jika ada kegiatan-kegiatan lainnya saya dapat berpartisipasi aktif dalam menjalankan kegiatan tersebut.

 

IVB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: