Refleksi Psikodrama Si Pemalu


Saya si pemalu dan tidak enak-an pada orang-orang di lingkungan yang menurutku kurang mendukungku dan selalu berharap adanya keajaiban untuk mendapatkan teman dekat se-fakultas. Jujur saja, saya kurang dekat dengan teman-teman yang berada dalam kelas ini. Saya selalu sungkan meskipun hanya dalam meminjam barang yang mereka miliki. Meskipun kami telah lama bersama dalam satu fakultas maupun kelas, saya belum merasakan kedekatan yang sebaiknya saya dapatkan bilamana dibandingkan dengan kedekatan mereka pada teman-teman yang lain. Saya sering bertanya dalam diri apakah ada kesalahan dalam perilaku yang saya tampilkan atau dalam hal penampilan fisik saya? yang mana hingga saat ini saya belum dapat memiliki seorang teman dekat dalam lingkungan fakultas ini. Saya sangat ingin memiliki teman dekat sebagaimana teman-teman lainnya yang bisa saling curhat, saling berbagi ilmu yang didapatkan, yang selalu bersama saat suka dan duka. Namun apa daya, kenyataan saat ini hanyalah saya sendirian. Teman-teman hanya mendekatiku sesaat lalu menghilang atau pada saat hanya mengerjakan tugas kelompik saja mereka membutuhkanku. Hal ini sudah menjadi makanan sehari-hari dalam proses perkuliahan ini dan tak terasa sudah menjadi kebiasaan yang tak perlu disesali lagi karena memang kenyataannya seperti ini. Saya pun telah mencoba dan berusaha berbagai hal untuk mendapatkan teman dekat dengan mengikuti kegiatan organisasi seperti menjadi panitia inti maupun panitia lepas. Tetapi hasilnya sama saja seperti sebelumnya yakni saya tidak mendapatkan teman namun ada beberapa hal yang saya syukuri dengan mengikuti kegiatan organisasi beberapa keterampilan diri yang saya miliki dapat berkembang dan mendapatkan pengalaman baru. Dengan demikian, saya tetap merasa sendiri, saya tetap menjadi pribadi yang tertutup, pendiam, dan pemalu bilamana saya berada dalam lingkungan ini dikarenakan tidak ada yang memberi dukungan dari teman atas usaha yang telah saya lakukan.
Pada hari ini, saya mengikuti kegiatan psikodrama yang dilakukan kelas psikoterapi dan rehabilitasi. Awalnya saya berpikir akan bermain drama atau teater bersama teman-teman dalam kelas ini. Beberapa pertanyaan-pertanyaan pun menghantui apakah saya bisa melakukan hal-hal yang akan dilakukan dalam kegiatan ini dengan berani? apakah saya bisa menyatu dalam kegiatan ini dengan teman-teman? apakah teman-teman akan dekat denganku atau memilihku dalam kegiatan yang akan dilakukan nanti?. Jujur saja, saya sangat takut dan pasti akan malu apabila dalam kegiatan ini saya harus melakukannya sendiri atau tak ada teman-teman yang memilihku. Kegiatan ini pun dimulai dan diawali menaruh harapan terkait selama proses kegiatan psikodrama ini. Saya berharap dalam kegiatan ini saya akan merasa senang dan mendapatkan pengalaman serta pembelajaran yang baru. Namun adanya sebuah harapan kecil secara tersirat yakni semoga saya dapat akrab dengan teman-teman dalam kegiatan ini. Pada saat proses menampilkan pose dengan pose yang tak biasanya dilakukan, saya mencoba beberapa pose yang memang tidak biasa saya tampilkan dengan percaya diri dan mencoba meninggalkan rasa malu saya. Saya melihat bahwa teman-teman saya saja bisa melakukannya saya pun dapat melakukannya juga. “Saya harus berani” ungkap saya dalam hati. Akhirnya berhasil dan saya bangga pada diri saya sendiri yang berani melakukan sesuatu dengan tidak malu-malu di depan umum.
Adapula kegiatan-kegiatan yang diharuskan untuk mengajak teman untuk melakukan bersama. Seketika itu, saya bingung dan tidak tahu ingin mengajak siapa. Saat giliranku, saya mencoba permulaan dengan mengajak beberapa teman-teman yang berada di sekitar saya saja. Meskipun sebelummya hubungan kami kurang dekat namun saya tetap mencoba dan harus mencoba mendekati dan memilih mereka. Reaksi teman-teman pun baik dan mereka juga senang. Saya pun merasa lega dan senang juga karena adanya penerimaan dari teman-teman pada saya serta adanya interaksi yang jarang terjalin antar saya dan teman-teman. Saya berharap kedekatan kami ini tidak hanya pada saat kegiatan psikodrama ini saja tetapi diluar kegiatan juga dapat terjalin kedekatan ini.
Memaafkan orang yang telah berbuat salah? tanya saya dalam hati. Hal ini belum pernah saya lakukan sebelumnya apalagi secara langsung di depan orang. Apa yang harus saya lakukan? bagaimana kata-katanya? apa yang harus saya ucapkan? saat itu saya kebingungan. Saya mencoba berpikir dengan durasi waktu cukup lama. Saya mendapat giliran pertama untuk melakukannya. Saya mencoba mengucapkan pada partner saya yang telah saya pilih yang berperan seolah-olah sebagai orang yang pernah berbuat salah pada saya. Awal saya mengucapkan, saya ucapkan dengan terbata-bata karena semua pasang mata orang-orang dalam tempat ini melihat saya dan saya pun mulai merasa tidak percaya diri dan semakin gugup. Saya berhenti sejenak, dan saya mencoba meninggalkan rasa ketidakpercayaan diri saya itu dan mencoba mengutarakan kata-kata memaafkan dengan tegas, dan hati-hati (agar tidak lamban atau kecepatan dalam berbicara). Usai melakukannya, saya merasa ada kelegaan dalam diri saya. Hal ini pun, baik adanya bilamana dipraktekkan pada keseharian baik bagi diri saya maupun orang lain karena dapat membangun hubungan pertemanan, persaudaraan, rekanan, dan lain sebagainya semakin baik dan terbuka. Manusia tidak luput dari kesalahan, dan dengan saling memaafkan inilah dapat berdampak positif bagi kehidupan masing-masing individu.
Puncak kegiatan pun dimulai. Kami pun disuruh untuk bermain peran dengan semua mahasiswa/i yang berada dalam kelas ini terlibat aktif. Bermain peran ini terjadi begitu alami alias tanpa instruksi apapun, namun dengan adanya penetapan tema yang jelas yang merupakan jenis kegiatan yang dilakukan sehari-hari. Saya dan teman-teman dapat berperan apa saja sesuai dengan tema tanpa berdiskusi terlebih dahulu. Melatih kepekaan ini, sedikit sulit bagi saya. Saya yang tidak dekat dengan teman-teman yang berada dalam kelas ini, harus jeli dan peka dalam melihat peran yang ditampilkan teman-teman agar peran kami semua dapat menjadi suatu kesatuan yang utuh dan sesuai tema. Selain melatih kepekaan, saya pun harus kreatif dalam hal ini. Bisa menjadi benda maupun individu atau apa saja yang disesuaikan dengan tema dan sesuai dengan keinginan dan kreativitas saya. Hal ini baru bagi saya dikarenakan beberapa pengalaman saya sewaktu SMA biasanya bermain peran sesuai dengan skenario yang telah ditetapkan sebelumnya dan berperan mendalami suatu peran yang telah ditetapkan tersebut.
Adapun bermain peran kedua yang dilakukan berdasarkan pengalaman masa kecil seseorang. Pada saat sesi pertama dilakukan oleh teman-teman saya yang memerankan, saya yang menyaksikan pun merasa ada hal yang menarik dan saya merasa senang melihatnya seperti mengenang masa kecil baik peristiwa yang menyenangkan maupun yang sedih. Saya pun sempat terlibat dalam sesi ini. Saya diandaikan menjadi seseorang yang pernah ada dalam peristiwa masa kecil salah satu teman saya. Seketika nama saya disebut untuk melakukan suatu peran, saya kaget dan tidak menyangka akan dipilih. Hal ini menyenangkan bagi saya dan saya pun berterima kasih pada semesta karena adapun teman yang memperhatikanku dan memilihku karena dalam hal ini tidak semua orang terpilih. Saya dan teman-teman yang lain pun bermain peran sesuai dengan cerita masa lalu teman saya itu. Saya merasa seolah-olah berada dalam lingkungan yang diceritakan teman saya itu. Saya merasakan adanya hawa atau suasana yang terjadi pada saat itu. Saya merasa indahnya masa kecil teman saya itu karena berbeda dengan masa kecil saya yang tidak tinggal bersama nenek, saudara sepupu, dan tante. Rumah tempat tinggalnya begitu ramai dengan kehadiran nenek, saudara sepupu, dan tantenya dalam rumah dan hal itu berbanding terbalik dengan masa kecilku yang tinggal bersama kedua orang tuaku saja. Begitu unik peristiwa yang dialami tiap individu. Sungguh, hal ini sangat mengesankan bagi saya. Saya banyak belajar dari pengalaman hidup teman-teman saya.
Banyak pengalaman dan pembelajaran baru yang menarik, menyenangkan, dan berdampak positif yang saya terima dari kegiatan psikodrama ini. Pembelajaran yang dapat dipraktekkan untuk dimasa depan maupun dialami sendiri sebagai salah satu metode untuk mensejahterakan diri saya maupun teman-teman ataupun orang lain lewat pendekatan psikodrama ini. Manfaat yang diterima pun dapat merubah individu menjadi pribadi yang lebih baik, berani tampil beda, dan peka terhadap masalah yang hadapi dan hal-hal yang ada disekitarnya.
Saya si pemalu yang mencoba berani selama berkegiatan hari ini, menyadari adanya perubahan yang dialami dalam diri saya usai mengikuti kegiatan ini. Saya mulai berani mengekspresikan diri saya depan teman-teman, saya berani mengutarakan pendapat maupun refleksi verbal pada teman-teman dan semua orang yang terlibat dalam kegiatan ini, saya merasa lega dari memaafkan orang yang bersalah pada saya dan juga saya harus belajar memaafkan diri saya sendiri, saya mulai tertarik untuk bermain peran karena adanya ketertarikan tersendiri saat saya terjun langung dalam praktek yang singkat bersama teman-teman, dan juga interaksi saya dengan teman-teman semakin banyak dan semakin dekat meskipun keseharian kami tidak berinterkasi sedekat ini bahkan interaksi pun hanya sekedar menyapa “hai” lalu pergi. Dengan interaksi yang semakin dekat ini, semoga harapan saya mendapatkan teman dekat dapat tercapai dan bila terjadi saat itu saya akan mengatakan bahwa “keajaiban yang ditunggu-tunggu telah terjadi”.

Oktober 2016

F

4 responses

  1. tulisannya bagus….#jempol

    Liked by 1 person

  2. sungguh sangat menyentuh tulisan teman saya ini,,,

    Liked by 1 person

    1. sudah menunjukkan kemampuan untuk menjadi penulis

      Like

  3. Tulisan yang bagus dan penuh dengan kedalaman berefleksi.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: