3 Hal yang Perlu Ada Dalam Latihan Teater dan Saran Menulis yang Lebih Baik


Beberapa hari yang lalu, temen KRST (Keluarga Rapat Sebuah Teater) sebuah kelompok teater Kampus di Fakutas Psikologi UGM, Yogyakarta, mengadakan latihan rutin. Ada pernyataan bahwa latihan rutin kurang diminati, kebanyakan berharap latihan untuk pentas alasannya sudah jelas naskah dan perannya.

Memang beda antara latihan rutin dengan latihan untuk persiapan Pentas, (mengenai bedanya, nanti akan dituliskan pada kesempatan lain). Tulisan kali ini mengungkapkan beberapa kesamaannya.

Ada 3 hal yang perlu dipastikan dalam berlatih teater baik waktu latihan rutin maupun latihan untuk persiapan Pentas, yaitu :

  1. Ada Kegembiraan

Dalam latihan teater perlu ada rasa gembira, ada kegembiraan di sana. Hal ini sesuai dengan namanya Bermain Drama. Kata bermain mengacu pada usaha untuk bergembira. Ada temen muda yang menanyakan tentang Theatre Game,….(permainan yang dipakai untuk belajar teater). Lalu aku cari di Youtube, ternyata banyak sekali permainan yang menggembirakan. Berlatih teater bisa kok dilakukan dengan penuh kegembiraan.

  1. Ada Sesuatu yang Baru

Perlu dipastikan bahwa dalam latihan teater ada sesuatu yang baru yang didapat, pengetahuan baru, teknik baru, pengalaman baru, perasaan baru, boleh juga kenal dengan orang baru, tempat yang baru. Atau apa pun yang baru, sehingga tiap orang yang terlibat merasa berkembang dan hidup. Hal ini bisa ditanyakan langsung pada tiap orang, agar disadari dan diungkapkan sebagai bukti telah belajar, dan kesediaan berbagi.

  1. Ada Tersisa Tanya

Perlu juga menyediakan ruang kosong, untuk sesuatu yang tidak diketahui, namun ada. Agar tetap ada semangat untuk mencari yang sejati. Ada kesadaran masih ada langit di atas langit, masih ada hal yang bisa lebih baik, yang lebih artistik. Tanya yang tersisa kadang tidak harus mendapat jawaban, sering yang dibutuhkan adalah keyakinan, bahwa jika tetap setia berlatih akan menemukan sesuatu yang baru.

Ruang kosong ini juga dimaksudkan untuk tempat Roh, atau Spirit dari yang Maha Indah bersemayam. Maksud dari hal ini adalah menyadari bahwa dalam berkreasi untuk keindahan, ada yang Ilahi turut serta. Kesadaran ini akan menjadikan aktor tetap rendah hati dan Percaya diri, karena jika sukses ia tahu bahwa ada “Yang Ilahi” terlibat, dan jika gagal aktor mampu mengambil pelajaran, bisa jadi “Yang Ilahi” sedang menyiapkan yang lebih baik.

 

Yogyakarta, September Awal

&&&&&&&&&

Dear Mas Didik,

Masukanku ini aku buat dalam bentuk pertanyaan yah, karena aku sebenarnya jadi punya lebih banyak pertanyaan saat membaca tulisanmu.

1. Apakah memang dari awal ingin tulisan ini dibuat ringkas gitu? Apakah tujuannya memang hanya untuk menambah pengetahuan pembaca mengenai latihan teater yang bersifat rutin dan bukan untuk membawa pembaca menjalani suatu pengalaman pribadi (kayak tulisanku mengenai kesaksian itu)?

2. Tapi aku merasa kalau hanya untuk memberi pengetahuan saja, kok rasanya kering ya? Mohon maaf kalau ngomongku agak blak-blakan. Apakah tidak mau menyelipkan suatu contoh pengalaman pribadi ke dalam poin-poin itu untuk menambah ketertarikan pembaca?

3. Ada beberapa kata yang penulisannya diawali dengan huruf besar, seperti Pentas, Percaya diri, apakah itu memang disengaja? Alasannya apa? Kalau Yang Ilahi sih memang aku pahami, tapi kalau yang lain-lainnya saya kurang paham mengapa memakai huruf besar.

Sebenarnya poin utamaku sebagai masukan adalah yang mengenai menambah kedalaman tulisan aja. Ada bagian-bagian yang bisa ditambahkan cerita atau pengalaman pribadi yang menurutku bisa membuat tulisan ini menjadi lebih menarik lagi untuk dibaca. Aku sih mengerti ketiga poin itu, tapi masih bisa dibuat lebih menarik lagi. Ketiga poin itu pun kalau dipikir-pikir lagi sebenarnya tiga poin yang dalam, eksistensial. Nah itu kalau dikasih contoh cerita atau pengalaman pribadi pasti akan lebih menarik deh untuk dibaca.

Aku jadi berpikir apakah Mas Didik kalau menulis agak menahan diri? Atau aku yang cara penulisanku yang terlalu banyak menuangkan perasaan dan pemikiranku ke dalam tulisanku? Itu aja dulu masukanku, Makasih sudah diberi kesempatan.

Teriring salam,
Erlyn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: