Penerapan Psikodrama untuk Anak-anak TK dan ABK


“Tidak banyak yang dapat kita lakukan sendirian. Sangat banyak yang dapat kita lakukan jika kita bersama-sama, seperti yang dilakukan teman- teman kelas TKS di Sekolah Bintang Bangsaku – SBB.
Hanya bisa tersenyum saat melihat wajah teman- teman kecil yang terlihat bingung saat mereka semua diajak untuk bermain membentuk bangunan dengan menggunakan tubuh atau badan mereka.
“Tolong bikin in kakak Christ, pesawat ” intruksi awal yg diberikan pembimbing.
Diam, tetap dalam kursi itu reaksi teman2 kecil, hanya RZ dengan tangkasnya berdiri dan berjalan mendekati tumpukkan meja dan kursi yg tergeletak di belakang kelas, satu persatu kursi dan meja ditarik lalu di susun.

“Oooohhhh !” kata yang keluar dari mulut RZ, saat pembimbing berkata

“Bikin pesawatnya, tidak pake kursi atau meja, tapi pake badannya teman- teman, kita harus kerja sama untuk buat pesawatnya” .
Untuk memudahkan teman-teman kecil membuatnya, Pembimbing membuat gambar pesawat yang sederhana. Setelah itu pembagian peran pun dimulai.

“Siapa yang mau jadi badan pesawat nya ?”, tanya ku kepada teman-teman Tangkas,

” AL !”

AL berdiri dan melangkahkan kaki menuju depan kelas, dengan spontan AL membungkukkan badannya dan kedua tangannya ia letakkan pada kaki ( biasanya ketika kita diminta menjadi pesawat, yang kita lakukan merentangkan kedua tangan).

“Siapa yang mau jadi sayapnya ?”,

Pembimbing kembali bertanya.

” Kakak Christ, yang jadi sayapnya G sama AN aja deh “, panawaran G untuk perannya. Mereka Aina dan G berjalan cepat mendekati AL lalu merentangkan kedua tangan.

“RZ, mau jadi apa ?”, tanya pembimbing.

“Roda aja deh ” jawabnya.

RZ membungkukkan badannya dan kedua tangan berpegang pada pinggang G.

“Sekarang tinggal apanya ?”, pembimbing bertanya kembali.

“Ekor di belakangnya, MZ aja ya kakak Christ yang jadi ekornya ?”

“Boleh…boleh ” jawab pembimbing.

“Terus yang mengendarai pesawatnya siapa ?”, tanyaku kepada teman-teman.

“RZ aja yang jadi pilotnya ” teriak teman-teman TKS.

Pembimbing mendekati RZ ( penyandang downsindrom) dan bertanya:

“RZ mau jadi pilot?” ,

“Mau” jawab RZ, dengan sangat penghayati perannya RZN menģgerakkan kedua tangannya seolah- olah sedang mengendarai pesawat.
Tinggal RF ( penyandang Autis) yang belum mendapatkan peran. Pembimbing mendekatinya dan bertanya, “RF mau jadi apa ?”

dengan bantuan asisten RF memilih perannya sebagai roda pesawat.
Kegiatan pertama bisa dikatakan GATOT alias Gagal Total.
Tapi teman- teman kelas TKS tidak menyerah dan putus asa, mereka tidak menolak untuk mencoba kembali.
Untuk permainan kedua pembimbing mengajak teman- teman TKS untuk membuat RUMAH .

Ketika Kak Christ berkata “Tolong buatkan Aku rumah yang nantinya Aku bisa masuk ke dalamnya.”

G pun spontan mengajak AN untuk bergandengan tangan dan mengangkat kedua tangan untuk membuat bentuk menyerupai atap rumah.
Lalu ketika kak Christ bertanya kembali

“Lalu aku masuk lewat mana?”

G pun spontan langsung berbaring dengan posisi miring kiri sambil mengajak AN untuk berbaring di sebelahnya dengan posisi miring kanan. Setelah itu teman-temannya ikut berbaring di sebelah AN dan G.

“Hahaha… Lucunya ya ”, namun Kak Christ kembali bertanya.

”Kenapa hanya atapnya saja? lalu aku masuk lewat mana? Pintunya tidak ada?”

Mereka pun kembali berdiri terkecuali G dan AN. Lalu kakak W memberi petunjuk untuk berbaring di lantai untuk menyempurnakan bentuk segitiga.
Nah, sudah jadi atapnya.

Lalu G, AN dan MZ berkata

“Ayo bikin dindingnya”

AL, RZ dan RV membuat bentuk persegi di bawah segitiga dan tampaklah bentuk rumah.
Tak lupa juga, mereka mengingatkan teman yang lain untuk membuat pintu. RZ ikut berbaring di tengah dengan membungkukkan badan menyerupai huruf L seakan akan menjadi pintu.

Untuk kegiatan ketiga, Kakak Christ mengajak teman-teman Tks membuat Bunga.

”Sekarang tolong Kakak Christ, dibuatkan bentuk Bunga”.

Dengan sangat tangkas, G mengambil posisi dibagian tengah kelas, G melipat kedua kakinya dan membungkukkan badannya, dan diikuti oleh teman-temannya yang lain, mengelilingi G, dengan posisi badan yang sama. RF dan RV ( untuk RF dan RV, setiap kegiatan yang dijalankan memang selalu masih dengan bimbingan.  Terutama untuk RF yang masih terlihat aktif, sedangkan RV, intruksi dan bimbingan cukup sederhana ), memposisikan sebagai tangkai, mereka merebahkan tubuhnya secara sejajar ke bawah, sedangkan untuk RZ, ia memposisi sebagai daun, Ia membungkukkan badannya tepat berada di sebelah RV.

Peserta didik melebarkan posisi duduknya saat Kakak Christ, mengatakan,

”Bunganya sekarang mekar, karena disiram….mekar…mekar…dan tambah mekar”.

Untuk menggambarkan bunga yang sedang mekar, teman-teman TKS, merentangkan kedua tangannya sambil berpegangan satu dengan yang lainnya.

Kemudian kakak Christ , kembali berkata,

”Karena aku lupa untuk menyiramnya, bunga nya menjadi layu dan mati”,

Teman-teman TKS, dengan sangat cepat, melepaskan pegangan tangan lalu membungkukkan badan , memeluk kedua kaki  lalu merebahkan ke lantai.   Untuk RZ , RV , RF, mereka tetap dalam posisinya ketika bunga dalam keadaan layu dan akhirnya mati.
Kami berhasil membuat Rumah.,demikian juga dengan permainan ke tiga.  Dan untuk pemberian intruksi kepada teman-teman tidak membutuhkan intruksi yang panjang serta waktu yang dibutuhkan sangat cepat.

Ternyata permainan kegiatan olah tubuh yang kami lakukan, sangat mempengaruhi mereka,  progres yang kami dapatkan, teman-teman TKS lebih dapat bekerja sama, mereka dapat dengan cepat menuangkan imajinasinya, kecerian terlihat diwajah mereka setelah mereka berhasil melakukannya, karena kami melakukan kegiatan ini dengan cara bermain dan kerja sama.

Perubahan sikap teman-teman TKS pun  terlihat dihari berikutnya di kelas. Mereka akan spontan untuk membantu teman-teman ABK, dengan sangat cepat untuk menuangkan imajinasi di dalam kertas.  Untuk teman-teman penyandang ABK perubahan sikap yang terlihat, mereka terlihat lebih tenang,
Senang kami rasakan sebagai pembimbing ketika kami melihat senyum senang diwajah teman- teman TKS, saat  mereka berhasil membuat rumah dan bunga , saat mereka dapat  kerja sama, saat mereka tidak membedakan teman yang satu dengan yang lainnya .

Senyum bukan hanya merubah suasana hati diri sendiri tapi juga orang disekitarnya.
Tetap lah tersenyum untuk teman-teman kecil ku…RZ , RV , RF , MZ , G , AN , AL , RZ , FQ , NJ..

Juga untuk kakak NF (asisten yang setia ), kak A , kak U , Kak D , Ibu Y , Kak R , kak P
serta kakak Y ( Kep sek ) dan kakak W..

Makasih untuk Mas Didi’ atas ide-ide nya.

Jakarta, 15 Agustus 2016

Christ & NS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: