Monthly Archives: June, 2016

Hikayat Pengemis Harga Diri


Hidup adalah masalah memberi dan menerima. Tunggu, ada yang salah disini. Pernah perhatikan ayat alkitab? Pernahkah disebut kalau manusia seharusnya mengharapkan untuk menerima? Manusia, saya, diharapkan untuk memberi, urusan menerima, itu di luar kemampuan saya, bukan juga hak. Jadi ini bukan hukum hak dan kewajiban; kau memberi adalah kewajiban, maka kau menerima adalah hak. Continue reading →

Advertisements

Nilai Abstrak Doa


Ada sebuah daya tarik yang memikat, antara ketidakberdayaan, kesepian, dan perasaan terbebaskan. Di antara begitu banyak perasaan yang berdesakan, dan pikiran yang seakan ingin menyeruak untuk didengarkan, yang aku cari sebenarnya hanya perasaan bahagia. Konon katanya bahagia berasal dari cinta, lalu mendatangkan impian? Itukah yang kualami, menghilangkan cinta, lalu berputar-putar mencari bahagia yang entah dimana adanya? Continue reading →

Penerapan Psikodrama untuk Penyampaian Materi pada anak anak


Hari ini, Kamis, 16 Juni 2016, belajar bersama berlatih Roleplay,…

Lembaga Mahasiswa Psikologi Universitas Gadjah Mada, akan melakukan bakti sosial dengan berkunjung ke Panti Asuhan. Mereka akan melakukan Role Play dalam rangaka mengajak kesadaran akan pentingnya Kebersihan.

Pukul 09.09 WIB acara dimulai, meski masih ada yang akan datang tetap dimulai.

Aku buka dengan bertanya, “Tolong ceritakan apa yang diharapkan dari acara hari ini ? Continue reading →

8 Trik untuk Membaca Bahasa Tubuh


18 Mei 2016
Bahasa tubuh memberikan sejumlah informasi yang menakjubkan tentang apa yang orang lain pikirkan jika Anda tahu apa yang harus diperhatikan. Dan siapa yang tidak ingin dapat membaca pikiran orang di beberapa poin?
Anda sudah menangkap isyarat bahasa tubuh lebih dari yang Anda sadari. Penelitian UCLA telah menunjukkan bahwa hanya 7 persen dari komunikasi didasarkan pada kata-kata yang sebenarnya kita katakan. Adapun sisanya, 38 persen berasal dari nada suara dan 55 persen sisanya berasal dari bahasa tubuh. Belajar bagaimana untuk menjadi sadar dan menafsirkan bahwa 55 persen dapat memahami orang lain. Continue reading →

Ringkasan Materi Pertemuan I, Pelatihan Dasar Keaktoran


Pertama dan utama perlu dipahami oleh aktor teater adalah 3 instrumen ini, yaitu Pikiran, Rasa, dan Tubuh. Hal ini selaras dengan konsep di Ilmu Psikologi, Kognisi (Pikiran), Afeksi (Perasaan) dan Konasi (Tindakan, yang dilakukan tubuh).

Pikiran
Pikiran seorang aktor perlu dilatih dan ditingkatkan wawasannya, dengan :
– Membaca buku
– Berdiskusi
– Observasi
– Mengumpulkan data-data yang ditangkap oleh Indera
– Menganalisa, Menyimpulkan

Rasa
Perasaan aktor juga perlu diolah, dengan :
– Mengenali tiap rasa yang dirasakan sendiri
– Mengenali perasaan yang dirasakan orang lain
– Melatih agar mampu Mengekpresikan rasa dengan tepat
– Melatih agar mampu membangkitkan rasa orang lain
– Berada dalam berbagai situasi
– Bertemu dengan berbagai karakter orang

Tubuh
Tubuh juga perlu dioptimalkan, termasuk dalamnya adalah Indera, dengan :
– Memberi asupan nutrisi yang seimbang
– Berolah raga
– Ikut latihan bela diri
– Menari
– Istirahat yang cukup
– Menjaga kesehatan

Dengan demikian bila dipahami, maka Latihan untuk menjadi aktor dapat dilakukan setiap saat, dalam kehidupan sehari-hari. Tentunya bila kita mempelajari sesuatu perlu adanya prioritas (Fokus), karena tidaklah mungkin kesemuanya akan dikuasai secara serempak, perlu proses bertahap dan membutuhkan waktu.
Mengenai ‘Fokus”, akan dibahas dalam pertemuan tersendiri.

Mohon masukan dan Feedback nya, terima kasih

Indriya Nati, 22 Juni 2016

Dialog Hari lni : Puisi Horor


Hari ini, 23 Juni 2015

Setelah berkegiatan akademis aku kembali ke kamar dan merebahkan tubuh, sulit juga untuk tertidur maka aku sibukan diri dengan melamun dan bermain pikiran. Semakin dalam melamun, yang muncul di kepalaku hanya ketakutan dalam hidup, semakin dalam lagi, ketakutan itu berpadu dengan skema dan sketsa yang runtut menjadikan ketakutan itu bertambah kuat dan membuat jantung dan rambut halus bereaksi. Continue reading →

Aku Bicara Mengenai Berkarya


Aku bukanlah dewa, yang selalu benar dalam berkata-kata.
Banyak hal aku juga belum tahu, terutama tentang jaman dan generasimu,
selain itu ….
banyak fakta kudapat di waktu dan tempat yang berbeda denganmu
Maka…
Aku bicara mengenai berkarya
Bila kata kataku menjadikan sulit ,..lupakan saja,…
Bila menjadikan lebih mudah dan kalian makin percaya diri…
sesuai dengan gaya dan cara mu,…
Itu harapku,…
Karena aku juga belum tentu mampu berkarya seperti mu,…

 

Yogyakarta, Juni 2016

Bencana dan Anugrah adalah Kehendak-Nya, Kemanakah kehendakku ?


Kubuka FB ku, seperti hari yang lalu aku online menenggok kawan kawan di media sosial ini.
Sambil kedengar musik “The Best Relaxing Piano Flute Music Ever” .

Kulihat berita yang di share temen temen, telah terjadi banjir dan tanah longsor di beberapa tempat di Jawa Tengah. Wajah wajah tegang dan gelisah, serta pasrah.

Disaat bersamaan, Aku lihat juga foto-foto cantik pemadangan dan tempat wisata yang dikunjungi temen-teman. Wajah wajah cerah, bangga dan bahagia. Continue reading →

Ternyata Menulis tidak Semudah kata katanya,…


….jadi akhirnya begini,…

Menulis yang kupelajari dari teori teori,..tak juga menghasilkan tulisan yang dapat dibaca khalayak,..
menulis yang diajarkan oleh para penulis,…juga belum menghentak semangatku untuk membuat tulisan,…
Aku merasa terlalu pandai dalam membuat alasan untuk tidak menghasilkan tulisan,…

Apakah aku malas,…?

hmmm mungkin,…

Aku merasa ide selalu ada,..bahkan seperti tidak ada habisnya,…dalam tiap perjalanan selalu muncul ide yang bisa dituliskan,…
lalu apa masalah nya?
Cukup lucu,….saat tepat di depan jajaran huruf di keybord,…ide-ide itu berdesakan ingin segera muncrat,…lalu …jadinya cepretan-cepretan yang aku sendiri kesulitan untuk menangkap maknanya.
Jadi sepertinya aku tidak begitu malas lah,…

Boleh jadi aku takut,…ya…takut lebih tepat.

Aku takut tulisanku,..dianggap jelek,..tidak jelas,…dan hanya menjadi sampah saja,…

Aku merasa cara berpikirku unik, (ga mau kalau dianggap ngawur)..Banyak teman mengatakan, saat aku mengutarakan ide secara lesan,…omonganku susah untuk dimengerti,…(apalagi kalau jadi tulisan)

Nah,..disini aku ingin membela diri,….
Aku tidak suka berbicara atau ngomong apa kata orang, atau berdasar teori-teori orang lain saja,…Aku sering menambahkan dengan pemikiranku sendiri, juga aku gabungkan dengan teori teori yang lain. Sering juga dalam memaparkan omonganku, Aku menyatakan hal-hal yang bertentangan. Aku bisa menerima sebuah kontradiksi, namun banyak temen menjadi kesulitan dalam menangkap maksudku,…(anggap saja begitu,…) 😀

Aku merasa bahwa ….ach….sudah lah ini cukup jadi tulisan,…sebagai pembatalan kewajibanku, (hari ini) ….memaksa diriku untuk menulis tiap hari,…

terima kasih bila ada yang bersedia memberi saran,….

%d bloggers like this: