Monthly Archives: May, 2016

Wajah Kasih


Pekan ini saya mengikuti retreat, 3 hari 2 malam di Ungaran. Tujuannya adalah untuk berdamai kembali dengan Tuhan, untuk mencari saya yang hilang. Dalam retreat ini, saya membaca dan merenung, mencoba menemukan apa yang salah. Jawabannya saya temukan tadi malam di kapel, lalu diperkuat lagi, tadi pagi dalam misa. Berkaca pada kisah hidup Salomo, ia meminta hikmat pengetahuan pada Allah. Saya meminta hal yang sama, karena bagi saya yang terpenting adalah otak, pengetahuan. Saya selalu mengadili, menghakimi segala sesuatu apakah itu baik atau jahat, hitam atau putih harus jelas. Maka, yang selalu saya minta adalah hikmat pengetahuan, pun dengan hikmat ini saya berusaha menemukan siapa diri saya, mencari Tuhan. Continue reading →

Aku hanya ingin punya Keluarga dan Bahagia #14 Life Career Employee Faith –


Monday, April 11, 2016
5 tahun sudah aku bertahan di perusahaan multinasional dengan segala macam manfaat, kebaikan dan fasilitas mewah yang kuterima. 4 tahun yang lalu aku sudah ingin berhenti, dan bertanya kemana arah hidupku. Apa yang kuinginkan. Aku akan mengejarnya. Namun yang terjadi aku masih tetap bertahan 1 tahun kemudian. Tahun lalu aku merubah pikiranku tentang hidup seorang diri. Aku ingin menikah dan mempunyai keluarga. Tak disengaja teman kuliah lamaku menghubungiku, setelah lama ketemu dan ngobrol setelah beberapa tahun tidak pernah aku ladeni, akhirnya dia jadi pacarku. Sudah hampir 6 tahun aku tidak menjalani hubungan serius dengan seorang pria. Kali ini aku ingin serius, karena aku ingin punya sebuah “rumah”, ingin menjalani hidup sebagai Ibu bekerja yang punya masa depan dengan suami, dan anak-anakku sendiri. Continue reading →

Mulai Lagi dari Nol ? #13 Life Career Employee Faith


Monday, April 11, 2016
Aku bangun dari tidur. Tadi malam aku tidur pukul 10.30. Lebih pagi dari kebiasaan tidur setiap malamnya. Beberapa hari ini aku tidur diatas jam 12 pagi. Setiap hari aku mengalami kelelahan. Entah apa yang kulakukan seharian, baik itu bekerja ringan, maupun berat, lelahnya sama saja. Tadi malam tanpa ngapa-ngapain lagi, aku langsung tertidur lelap. Tersadar sudah pagi, kulihat jendela langit berwarna biru kelabu. Masih terlalu pagi. Matahari belum menyilaukan. Kutengok hp, baru jam 6 lewat. Alarm 6.30 yang sudah kupasang sebelumnya belum berbunyi. Mataku berkeliling melihat seluruh ruangan kamar. Tembok kamar kos ini berwarna krem, teralis jendela berwarna putih. Di depan ranjang terdapat TV. Ada meja belajar di samping kiriku dengan kursi warna putih. Sejuk rasanya beradanya disini. Kamar kos ini hampir mirip kamar hotel budget – nyaman, dan minimalis. Aku tidak ingin segera bangun dari ranjang. Aku masih ingin berbaring, memeluk bantal, memegang lembutnya selimut sutraku. O indah sekali pagi ini. Kamar yang kusewa seharga 3jt perbulan ini, layak rasanya untuk ditempati. Continue reading →

%d bloggers like this: