8 Tips: Bagaimana Role Play yang efektif untuk Interviews & Assessments


Jan 19, 2016

Belajar Bagaimana Role Play yang Efektif

Metode Role Play biasanya digunakan sebagai bagian dari proses perekrutan, Assesmen Center dan program pengembangan kepemimpinan, biasanya berpusat di sekitar studi kasus rekaan yang relevan. Tujuan menggunakan role play umumnya untuk melihat bagaimana Anda mengelola orang, berperilaku dan seberapa efektif Anda berkomunikasi dan terlibat dengan orang lain – boleh jadi mereka manajer lini, rekan Sejawat, penerima langsung laporan, pelanggan potensial …dll

Seringkali sebagai kandidat, Anda diberitahu akan Role Play (bermain peran) dengan karakter yang berlawanan, katakanlah berperan sebagai CEO dari sebuah perusahaan calon klien, yang aslinya adalah aktor profesional. Dalam kasus program pengembangan dan pelatihan kepemimpinan, aktor juga dapat memfasilitasi sesi dan menawarkan waktu menyendiri di mana diperlukan dan memberikan umpan balik setelah sesi. Tetapi lebih dari itu, biasanya Anda akan menemukan bahwa ada pengamat lain, manajer dan fasilitator di ruang lain, yang tugasnya adalah untuk mengamati dan merekam segala sesuatu yang terjadi dalam pertemuan Role Play.

Ini merupakan hal yang menjadi perhatian utama dalam rekrutmen dan assesmen
Setelah menjadi Pemain role play lebih dari 1000 kali dan juga sebagai Penilai, Fasilitator, Desainer program pada kesempatan yang tak terhitung jumlahnya, saya pikir saya akan berbagi beberapa tips tentang cara untuk bermain peran (role play) secara efektif.

1. Pendahuluan yang Efektif
Relaks, senyum, berjabat tangan dll atau apa pun yang biasa Anda lakukan dalam pertemuan yang normal. Dengarkan dari awal mengenai karakter yang anda temui. Bagaimana energi mereka saat ini? Apa jenis suasana hati mereka? Apa yang mereka butuhkan? Adopsi dengan sikap terbuka, pahami perspektifnya dari awal.

2. Keakraban & Hubungan
Membangun hubungan yang kuat sering disebut sebagai salah satu aspek yang paling mendasar dari bisnis. Pertemuan pertama dengan calon klien atau bahkan tugas rutin mengejar klien bersama anggota tim adalah kesempatan untuk memperkuat ikatan itu. Jadi jangan hanya berfokus pada “masalah”, fokuslah pada apa pun yang mungkin. Dapatkan minat dalam diri orang yang duduk berlawanan dengan Anda – bahkan jika Anda berpikir Anda tahu mereka dengan baik, bagaimana mereka hari ini, tepat pada saat ini? Ini akan bermanfaat saat kesulitan dalam membangun percakapan.

Banyak orang di latihan role play (bermain peran) hanya memberikan ucapan sepintas, tidak memperhatikan dan kemudian melompat ke dalam pikiran tentang studi kasus yang ingin mereka capai. Ini menunjukkan dengan jelas perbedaan antara pemimpin dan manajer. Keterampilan yang kita cari dalam latihan Role Play (bermain peran) adalah membangun hubungan dalam seluruh percakapan, bukan hanya tinggal di titik balik: apa saja yang perlu dibahas. Terlalu banyak orang mencoba dengan “Bagaimana penerbangan Anda?” kemudian bergerak langsung ke apa pun yang mereka inginkan.

3. Berbagi Agenda
Jika Anda berada pada yang disebut pertemuan, Anda jelas akan memiliki poin untuk mengatasi dan / atau pesan untuk disampaikan. Itu bagus. Tapi jangan lupa untuk meminta masukan orang lain. Dan ini krusial harus dilakukan pada awal pertemuan. Menuliskan secara runtut cakupan poin-poin penting yang diinginkan. Seringkali, saya melihat orang-orang dalam situasi di mana mereka gagal untuk melakukan ini. Mereka menjalankan agenda mereka sendiri, mengabaikan dan mengasingkan kebutuhan lainnya. Ini bukan ilmu pasti jadi ingatlah untuk mengambil waktu untuk melibatkan perspektif mereka.

4. Menengarkan & Jeda
Mendengarkan secara efektif sangat mudah karena Anda hanya menempatkan semua fokus Anda pada orang lain. Sederhana kan? Lalu mengapa mayoritas orang di latihan role play gagal untuk mendengarkan secara memadai? Dan saya bicarakan ini adalah mitra senior dalam firma hukum dan jasa profesional serta direksi tingkat-C ..! Oleh karena itu tampak bahwa mendengarkan adalah keterampilan yang secara sadar masih dapat kita kembangkan. Sebagai aktor kita kacau jika kita berhenti sungguh sungguh dalam mendengarkan di atas panggung. Caranya adalah dengan menghentikan monolog (bicara sendiri) batin kita dan fokus pada tidak hanya apa yang dikatakan, tapi juga bagaimana hal itu dikatakan.

Demikian pula jangan takut jeda dalam bermain peran. Sebuah jeda yang panjang sering merupakan saat orang lain benar-benar berpikir keras tentang apa yang baru saja mereka katakan, jadi berikan mereka ruang untuk berpikir. Kemungkinannya adalah bahwa jeda merupakan saat di mana perubahan pemikiran akan benar-benar terjadi sehingga hal terakhir yang Anda ingin lakukan adalah istirahat.

5. Penyetaraan Energi
Kita melakukan ini secara tidak sadar sepanjang waktu. Kita melihat seorang teman yang kita punya, hingga melihat mereka merosot di bar,kita anggap mereka berada dalam mood lucu yang biasa. Kami langsung melakukan penyesuaian dan memutuskan untuk tidak langsung mengajaknya pergi (atau apa pun). Triknya adalah dengan melakukan hal ini secara sadar. Contohnya, Anda bertemu klien baru untuk pertama kalinya dan tidak tahu seperti apa mereka. Jika Anda menemukan mereka tidak formal dan kepribadian menarik, maka tirukan itu dengan energi santai. Sebaliknya jika mereka kurang ajar dan tidak sabar, maka selesaikanlah dengan cepat. Intinya adalah dapat melenturkan gaya Anda sendiri pada saat itu dan menyadari hal ini – berimprovisasi, kata lainnya.

6. Pertanyaan
Pelajari perbedaan antara pertanyaan terbuka, tertutup, pertanyaan ganda dan pertanyaan yang mengarahkan jawaban. Begitu banyak orang bertanya serangkaian pertanyaan yang tidak efektif, tertutup dan panjang, dalam mencoba untuk mendapatkan dialog dalam bermain peran. Ini benar-benar jauh lebih mudah daripada itu.

Bertanyalah secara singkat, pertanyaan terbuka yang bernas ketika Anda perlu untuk menggali informasi atau memahami perspektif orang lain.

Pertanyaan tertutup bekerja untuk mengklarifikasi – “Apakah itu merah atau hitam ..?”

Dan pertanyaan yang mengarahkan jawaban – “Yah aku benar-benar tidak berpikir bahwa mereka menawarkan sesuatu yang berharga, bukankah demikian ?”

7. Sepakati Langkah Berikutnya
Ketika semua perspektif telah diungkapkan bersama dan didiskusikan, mungkin Anda sudah bisa bernegosiasi berbagai kemungkinan dan menyepakati langkah selanjutnya. Pastikan bahwa langkah berikutnya benar-benar telah disepakati bersama dengan memeriksa pendapat setiap orang. Sebuah kesalahan umum role play adalah dengan mengasumsikan telah mendapat dukungan dan mengungkapkan “Yah, semua telah beres …” pola pikir yang menunjukkan hal tersebut benar-benar belum disepakati … karena Anda tidak mendengarkan …. karena tidak ada kepercayaan atau hubungan timbal balik … !!

Apa yang bekerja dengan baik di sini adalah menjadi jelas tentang tanggung jawab dan siapa selanjutnya yang bertugas untuk melakukan apa, Memimpin dengan contoh dan mengambil tanggung jawab merupakan poin relevan yang Anda butuhkan dalam bermain peran.

8. Meringkas & Menyimpulkan
Menawarkan ringkasan dari apa yang telah dibahas, setiap perubahan yang dibuat dan langkah selanjutnya menyepakati memungkinkan semua orang untuk mengadakan pemeriksaan dan membantu untuk mengartikulasikan kemajuan apa yang telah dibuat selama 30 menit terakhir atau apa pun.

Bermain peran bisa aneh dan tampaknya buatan dengan pengamat di dalam ruangan, mengawasi setiap gerakan Anda. Hal ini juga dapat mengungkapkan kebiasaan, perilaku yang khas dan pendekatan komunikasi. Pada setiap kesempatan bermain peran dengan aktor berpengalaman / pelatih akan menghasilkan umpan balik yang sangat berguna dan relevan yang tak ternilai harganya.

Penulis :
Sartaj Garewal
Director & Owner at Dynamic Presenting Ltd

Sartaj Garewal adalah pendiri Dynamic Presenting – sebuah konsultan kepemimpinan kreatif, mengadaptasi pelatihan teater untuk membuat program kepemimpinan bagi para pemimpin bisnis.

Terjemahan bebas dari :
8 Tips: How to Role Play Effectively at Interviews & Assessments…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: