Saya Sudah Gila Kalau Hanya Ingin Dikasihani


Akhirnya saya mencapai tahap ini juga, saya gila. Saya tertawa, menangis, tanpa dapat saya control. Saya kebingungan, amarah saya menggelegak, dan yang saya butuhkan hanya mengasihani diri sendiri, ingin meminta orang lain peduli, tapi tidak ada yang peduli…jadi yang saya lakukan hanya marah, lanjut tertawa, lanjut menangis, bahkan tanpa saya rasakan. Tapi saya tahu, saya dapat menghilangkan kegilaan ini, rasa marah ini, tapi saya tidak mau, saya ingin membunuh orang, ingin berteriak, ingin memukul tembok….tidak ada yang saya lakukan, saya mengurung semuanya di dalam, jadi yang saya lakukan kembali lagi seperti tadi, tertawa menangis.

Saya tidak tahu kenapa ini terjadi? Oh salah, mungkin saya tahu. Saya terpengaruh, saya lemah. Tadi pagi Pasir (bukan nama sebenarnya) seperti lupa ingatan, tanpa perasaan, dia bilang dia lupa semuanya, perasaaanya, dan semua yang dia lihat hanya ilusi, termasuk saya. Dia berteriak, marah2 karena masalah alamat, sepele! Saya terbawa, saya hanyut dalam emosinya, sementara dia tidak berperasaan, justru perasaan saya terpacu, saya bingung. Perlahan saya lihat dia, saya semakin tidak mengerti, apa yang dia rasakan? Lalu sejurus kemudian, dia tertawa, bertingkah seperti orang bodoh,…..atau sayalah si orang bodoh yang mencoba memikirkan semuanya, menerjemahkan sesuatu yang tidak butuh diterjemahkan? Perlahan semuanya menjadi semakin membingungkan, mau saya sebut dia gila, tampaknya saya yang gila….sekarang saya tidak ingat lagi detail tadi pagi, apa yang terjadi, yang saya tahu saya terhanyut, terbawa, lalu saya merasa sangat bingung, kemudian saya tertawa, dan menangis……sementara itu, dia terlihat bahagia.

Perasaan bodoh, seperti membantu orang yang berada di darat, sementara diri sendiri yang sedang tenggelam, kehabisan napas, menuju kematian…siapa yang dibantu, dan siapa yang seharusnya dibantu? Siapa saya? Apa yang saya lakukan dengan berpura-pura hebat seperti itu? saya bukan siapa2, hanya orang gila…..kalau tidak ada yang mengerti, kalau yang disayangi tidak ingin disayangi, kalau yang saya inginkan hanya dikasihani, lalu saya mengasihani diri sendiri…..lalu lebih baik menjadi gila? Sudahlah, ini melelahkan, saya sudah lelah bahkan hanya untuk berpura-pura gila, saya mau tidur saja…..semoga tidak terbangun lagi.

 

Jakarta, 6 Maret 2016

Pengelana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: