Overthinking #10 Life Career Employee Faith


Kemarin sore saya dan atasan saling bicara. Dia bertanya apa yang saya suka dan tidak suka, apa kendalanya, ada masalah dimana, apakah saya happy atau tidak, dan lain-lain. Pertanyaan ini bagus dan sangat saya tunggu-tunggu dari kemarin. Saya stuck dengan pekerjaan ini. Saya tidak bahagia. Saya tidak suka dengan perlakuan orang-orang disini. Saya tidak suka ketidak harmonisan dan ketidak teraturan disini. Kebodohan di meeting. Terlalu hirarki. Banyak hal ingin saya utarakan.
Hari itu di ruang meeting, ketika pertanyaan itu keluar, jawabanku hanyalah, “segalanya ok ok aja Mba, hanya ada beberapa hal yang butuh saya perbaiki dan segera saya pelajari disini dan disitu. “ Diplomatis sekali, kataku dalam hati. Saya tidak mengutarakan perasaan. Saya juga tidak yakin kalau saya mengeluarkan segala uneg-uneg saya, akan ada solusi yang didapat. Lebih baik ditahan saja. Saya pikir-pikir ulang lagi. Apa yang menjadi masalah besar saya? Kenapa saya selalu terlihat stres setiap hari? Apa yang menyebabkan saya tidak suka dengan lingkungan ini?
Setelah saya telaah pelan-pelan, tidak ada hal besar yang butuh disampaikan. Semua hal-hal kecil ini bisa diatasi kok. Kenapa juga saya harus mengeluh. Saya hanya mengemukakan pendapat mengenai rapat-rapat yang tidak sesuai jadwal, peran masing-masing orang saat di meeting dan apa yang harus saya perbaiki. Pembicaraan kami 30 menit berjalan lancar dan keluar dengan solusi. Setidaknya pikiranku lebih lega, namun tidak dengan perasaanku. Dalam hal ini aku tidak perlu menggunakan perasaan.
Kerjaan juga kurang banyak katanya. Dia akan memberi pekerjaan tambahan. Bagi saya ini menarik dan beri semangat baru. Baru keluar dari meeting, saya diskusikan dengan senior manager, teman kerja dekat. Setelah itu saya dapat 1 ide kerjaan yang harusnya saya kerjakan dan saya take a lead buat itu. Masalah selesai. Saya harus bisa inisiatif dan mengambil sebanyak mungkin pekerjaan untuk dikerjakan.
Saya orang yang overthinking, tambahnya. Buat ini itu lama banget keluarnya. Jangan terlalu dipikirkan dulu benar atau salahnya, keluarkan saja semua yang tercetus. Pakai saja logika berpikir alami. Lebih baik jalani saja dulu, dan salah, daripada tidak jalan-jalan. Saya berpikir ulang. Ini masalah saya. Ternyata saya orang yang overthinking. Saya cari-cari apa itu menjadi overthinking, dan bagaimana mengatasinya. Saya orang yang perfectionist. Selalu mencari alternatif jalan agar tidak dianggap salah. Ada satu masalah yang bisa diatasi dengan solusi yang sama, membuat saya bosan, maka saya suka mencari alternatif solusi lain untuk mengatasinya. Semua jadi lama. Tidak ingin salah. Sangat berhati-hati. Mencari masalah buat diri sendiri. Kalau tidak ada masalah tuh rasanya belum Full to the max. Tidak bisa relax. Otaknya selalu berpikir beberapa langkah lebih maju.
Saya harus memperbaiki ini dengan cara:
• Tidak usah terlalu perfectionis; lakukan saja semuanya.
• Jangan takut salah
• Jangan berpikir terlalu banyak, apabila banyak, ambil yang positifnya saja.
• Cari teman yang bisa membantu saya untuk berpikir objective.
• Buat rencana dan komit untuk melakukannya
• Jangan mencari-cari alasan untuk tidak melakukan sesuatu yang sudah direncanakan
• Buat selalu buku harian atau catatan pribadi
• Keluar dari pikiran sendiri, contohnya ketika saya menulis, mendengar lagu untuk mengalihkan pikiran-pikiran.

 

Kamis, 3 Maret 2016

~SJU~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: