About Getting Marriage : Bukan Jawaban Kapan Menikah….Page 2 of 3


 Page 2 of 3

Apakah itu arti dari pernikahan? Menciptakan keluarga baru dengan adanya suami, aktifitas bersama,

adanya anak, dan bersama-sama melewati hari dengan bahagia? Atau sebenarnya itu hanya tahap dalam

kehidupan manusia tentang level kehidupan. Lahir, bermain, belajar, sekolah, kuliah, bekerja, menikah,

punya anak, merawat anak, jadi tua, mati.

Dengan demikian, menikah adalah keharusan yang dimiliki setiap manusia untuk melewati fase

kehidupannya? Bukan hanya itu, menurut alkitab kenapa akhirnya banyak orang menikah, karena

pertama Adam dan Hawa diciptakan, mereka diminta untuk memenuhi bumi dengan beranak cucu dan

menguasai bumi dan seluruh isinya. Maka untuk memenuhi kehendak itu, manusia diberi kenikmatan

seks, untuk berhubungan intim (mendalami cinta terdalam), kedua tubuh pasangan saling menyatu

untuk menghasilkan keturunan. Itu tidak dapat dinikmati sembarangan pula. Di alkitab jelas ada

hukumnya untuk mengambil istri atau suami secara sah. Jadi untuk bisa memenuhi itu, pernikahan

adalah salah satu kejadian sah yang membuat kedua insan manusia menyatu dan memiliki keturunan.

Kembali ke masa kini. Banyak perubahan terjadi. Di jaman modern ini, saya melihat tak sedikit pula

mereka yang memutuskan untuk hidup sendiri. Tak sedikit pula mereka yang terpaksa menikah karena

tuntutan hidup. Tak sedikit pula mereka yang hidup dalam penderitaan pernikahan. Ada yang

memutuskan bercerai, ada yang memutuskan tetap melanjutkan dengan harapan adanya perubahan

suatu saat nanti. Ada juga mereka yang menikah karena ketidaksengajaan, karena kecelakaan. Meskipun

demikian, tak sedikit pula mereka yang memutuskan menikah karena cinta.

Setiap orang mempunyai alasan atas apa yang mereka lakukan. Yang menyedihkan bagi saya adalah

ketika saya punya hak pilih, tapi tidak saya pilih apapun dan tidak memutuskan apapun. Tidak

menyakini, juga tidak menjalani. Tidak memikirkan konsekuensi, tidak berpikir kenapa saya melakukan

ini itu. Semua yang saya jalani hanya karena tuntutan orang lain, gaya hidup masa kini, dan pandangan

masyarakat pada umumnya.

1 tahun belakangan ini upaya-upaya untuk membuat tujuan pernikahan itu terwujud saya lakukan. Saya

mulai dengan merubah penampilan, mencari pria dan membuka diri terhadap siapapun, entah nanti

hanya jadi teman atau jadi pacar. Pencarian pun di mulai dari teman ke teman, jodoh online, dan melihat

kanan kiri (kalau-kalau ada potential husband disana). Berhasilkah? Berhasil awalnya. Saya pacaran

dengan pria. Dan kami hanya bertahan 6 bulan. Saya tidak tahan dengan pemikirannya. Terlalu aneh dan

membuat saya hampir kehilangan jati diri. Ok, itu awal mula. Lalu saya lanjutkan pencarian dengan pria

–pria dari jodoh online. Beberapa hilang tidak ada kabar lagi, beberapa masih bertahan. Ada 1 orang pria

yang masih bertahan dan dia baik sekali. Sangat sempurna untuk menjadi pasangan masa depan saya.

Saya pikir ini dia jodoh saya. Eits, tunggu dulu…ternyata dia sudah punya istri. Entah apa motifnya

ikutan jodoh online. Saya jadi putus asa. Padahal saya sudah putuskan untuk tutup akun online jodoh

saya. Saya juga sempat berpikir orang-orang yang ikutan online jodoh kayaknya banyak yang tidak

beres. Kalau pun ada yang bener, 1 dari 10 (mungkin). Untuk apa saya membuang-buang waktu mencari

sesuatu yang “mungkin” bisa mendinginkan hati saya lagi.

Ini yang dinamakan menghambur-hamburkan waktu. Udah tahu waktunya sempit, eh malah dihambur-

hamburkan dengan cara tidak bijak.

Bersambung …….

Love Seeker

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: