Memori yang Lenyap


Ada masa ketika 1 hari aku lupa dengan semua orang yang pernah dekat denganku. Bahkan orang yang pernah aku sukai atau cintai sebelumnya. Hmm jangan sampai kata cinta deh, tapi sayang saja. Memori-memori indah itu kalau tidak diingat kuat-kuat akan lenyap bagai pasir yang terbang begitu saja. Aku bisa begitu saja lupa kalau aku punya perasaan kuat terhadap seseorang yang aku sayangi atau sukai. Apakah aku melawan rasa rindu? Melawan rasa sakit? Melawan rasa kekecewaan?
1 hari itu adalah hari ini. Aku merasa pekerjaanku hari ini sangat efektif. Aku bisa mengerjakan reporting dan slide presentasi hanya dalam waktu 1 hari kerja. Pikiranku semua terfokus pada pekerjaan. Tadi malam aku kecewa, mungkin kesal dengan seseorang yang masih pedekate. Dia tidak menjawab WA ku dengan alasan sudah tidur. Jawabannya pun hanya pendek-pendek, dan alasannya sedang nyetir. Kenapa ya, aku mudah curiga dengan orang itu. Aku mudah curiga dengan pria. Ketika aku mulai dekat, perasaanku mulai naik ke level berikutnya, aku selalu mendapat kekecewaan yang sama. Ada jarak yang jauh kembali. Kedekatan hanya akan membuat kita menjauh lagi. Ini seperti bola bekel yang dilempar. Semakin kuat lemparannya, semakin jauh perginya bola itu. Aku tidak percaya dia hanya menyukaiku seorang. Pria adalah makhluk yang opportunis. Pencarian terhadap gadis lainnya terus dilakukan. Aku mendapatinya terus update dan buka online matching. Entah disengaja atau tidak disengaja, hal itu membuatku sedih. Ada ya, ketika dia merasa ada sensasi dan getaran itu, tapi masih bisa dengan sengaja membuat pertemuan lain dengan perempuan lain. Memang tidak ada salahnya, dan tidak ada yang akan melarang apabila itu dilakukan. Manusia punya hak. Aku juga punya hak. Hanya saja ternyata semua pria itu seperti itu.
Bukannya aku tidak percaya cinta. Aku sangat mempercayai adanya cinta. Meskipun cinta itu ada dan aku pernah mengecapnya, aku hanya tidak yakin cinta itu bisa bertahan selamanya. Tidak ada seorangpun yang dapat menahan pikirannya, menahan matanya, menahan nafsunya, menahan hatinya.
Hal yang sama juga terjadi pada salahsatu teman dekatku. Mulanya dia terlihat bersemangat bertemu denganku. Matanya memancarkan keinginan, kasih sayang, perhatian. Aku memberikan kehangatan, perhatian, hasrat. Setelah semua itu terjadi dalam 1 musim yang singkat, dia juga pergi. Mulanya hanya pergi bersama 3 teman wanitanya, selanjutnya dia benar-benar tidak menghubungi lagi. Hilang.
Apa yang salah dengan diriku? Apakah aku kena kutuk? Ataukah wanita sepertiku terlalu menakutkan bagi pria-pria manapun. Aku cepat salah sangka, terlalu pemurung, atau terlalu gampang curiga. Siapakah aku dihadapan para pria itu? Apakah aku disangka sebagai wanita yang hanya membalas perbuatannya, hingga aku dicap wanita mengerikan? Apakah aku tak pantas mendapat kebahagiaan bagi seorang pangeran? Apakah ini akhir? Sampai kapan aku akan menemukan cinta sejatiku, terus mempertahankanku? Aku yang menjauhi gravitasi atau pria yang kena kutuk untuk tidak bisa lagi mendekatiku di satu musim tertentu?
Wanita seperti apa yang mereka cari? Apakah aku terlalu pintar, mandiri atau terlalu hebat untuk menjadi istri pria-pria di dunia ini? Apa ini adalah karma?
Mungkinkah karena itu aku tiba-tiba jadi lupa semuanya? Atau ini hanya terjadi 1 hari ini. Besok akan berbeda. Aku berharap hari ini hanyalah sebuah mimpi.

3 December 2015

Penunggu Cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: