Menyiksa diri = Melatih Diri #6 Life Career Employee Faith


Semua berawal dari pilihan. Seberapa beraninya kita membuat pilihan. Seberapa beraninya kita memutuskan. Dan seberapa beraninya kita melangkah untuk lakukan sesuai dengan yang dipilih. Bagi saya, memilih tetaplah hal yang paling sulit dilakukan. Manusia mempunyai hak bebas dalam menentukan pilihannya. Semakin dikekang, semakin tidak mempunyai pilihan, manusia akan berontak.
Ok dalam hal ini saya yang akan berontak kalau tidak diberi pilihan, dan dipaksa melakukan hal yang tidak saya sukai. Akan tetapi semakin banyak pilihan, saya juga semakin bingung. Takut salah memilih. Takut tidak bisa menjalani. Takut pada akhirnya saya tidak suka. Takut bahwa sebenarnya bukan itu yang saya inginkan.

Sebagai langkah karir saya di tahun depan, saya toh akhirnya sudah memutuskan akan kemana dan menjadi apa. Itu sudah sangat jelas. Saya bergairah akan hal itu. Senang. Menjadi heboh. Menjadi penuh semangat, dan energi. Di lain pihak, saya cemas, saya panik, saya takut. Saya gambarkan seperti berlayar di atas lautan lepas (artikel #5).
Saya sudah berlayar, mau gak mau belajar renang, belajar bertahan hidup, dan pastinya bertanggung jawab atas pilihan yang sudah saya tentukan.

Pagi tadi ada banyak sindiran-sindiran dilontarkan. Saya anggap itu sebagai peringatan positif, walaupun dipikir-pikir lagi itu bisa menjadi ancaman. Lagi-lagi saya tertekan.

Apa yang mereka katakan? Apa kata mantan bos saya saat ini? Apa kata orang yang akan se-Divisi dengan saya?

“Selamat datang ke area penuh penyiksaan” (area kerjanya dia, dan bakal jadi area kerja saya juga).

“Ya, dia kan sukanya di siksa. Suka tantangan. Suka nyakitin diri sendiri. Suka yang rempong-rempong. Suka cari masalah sendiri”, balas Mantan Bos ku.

“Ya siap-siap aja ya kita siksa” lanjut yang lain.

DEK!

Dikatakan kalau saya suka mencari masalah, menyiksa diri sendiri. Kalau ada jalan mudah, carinya yang susah. Hmm benarkah demikian? Mungkin benar. Saya sudah lama di divisi X, lalu pindah ke divisi Z yang banyak tantangan. Divisi X sudah saya kuasai dengan bos yang baik dan pengertian. Pekerjaannya lebih sedikit santai, pulang bisa tepat waktu. Sekarang di divisi Z, saya harus mulai dari bawah. Mulai dari tempat yang saya tidak tahu. Areanya masih sedikit gelap. Sudah punya tempat terang dan nyaman, sekarang harus ke tempat yang tidak tahu bentukannya gimana. Apakah ini namanya menyiksa diri? Apakah ini namanya mencari masalah sendiri?

Ok mungkin ini namanya menyiksa diri sendiri atau mencari masalah. Nyatanya saya memang keluar dari zona nyaman ke zona yang sangat menantang adrenalin. Tapi menurut saya, menyiksa diri sendiri ini rasa-rasanya hampir mirip seperti melatih diri. Penyiksaan ini belum tentu negatif. Saya anggap ini sebagai pelatihan. Anggaplah latihan pada fisik ketika kita olahraga. Saya melakukan yoga dan body pump sekarang. Menurut saya itu penyiksaan. Badan ditekuk-tekuk. Bertahan pada satu posisi dengan kaki satu, atau mengangkat beban dan diam selama beberapa detik. Sakitnya luar biasa. Pegalnya kaki. Pegalnya tangan. Namun setelah itu tanpa disadari badan saya terasa bugar, lebih sehat. Otot-otot badan terbentuk. Kekuatan, keseimbangan, fleksibility tubuh terlatih. Kalau disuruh naik turun tangga tidak mudah capek. Hasil yang didapat. Apakah negatif atau positif? Apakah bagus atau buruk? Apakah itu layak atau tidak layak? Saya yang menentukan.

Saya menyiksa diri sendiri untuk hasil yang layak. Orang lain bilang itu penyiksaan diri, bagi saya ini membentuk dan melatih diri untuk mendapat hasil terbaik dalam hidup. Kalau saya masih punya kesempatan naik tangga, kenapa saya harus duduk dan bertahan dalam satu anak tangga yang itu-itu saja? Ini kesempatan saya. Mari melatih diri! Mari menyiksa diri!

Jakarta, 21 Desember 2015

-SJU-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: