Kelas Psikodrama IV : Analisa Mimpi


Mengapa penting menganalisa mimpi ?

Psikodrama kali ini sangat berkesan. Biasanya Psikodrama diadakan di sebuah hotel, tapi kali ini di satu ruangan besar VIP karoeke. Jadi sembari mendapat informasi mengenai analisa mimpi dengan berbagai macam metode yang diberikan, di sela-sela waktu istirahat, kami bisa bernyanyi karoekan. Seru!

Bukan hanya itu saja, saya juga senang karena kali ini ada seorang teman ingin bergabung dan melihat apa itu Psikodrama, khususnya dengan tema “Analisa Mimpi” ini. Senang sekaligus kagum melihat teman saya ini yang walaupun pintar dan berwawasan luas,  tapi adalah seseorang yang mempunyai hati mau selalu belajar, rendah hati, membumi dan selalu berpikiran positif untuk ikut acara di daerah Tebet, meskipun jarak rumahnya jauh. Sungguh luar biasa kepribadian teman saya ini!

Saya, dia dan beberapa teman lain yang ikutan disana pernah bermimpi.  Hanya saja kita suka mengabaikan mimpi-mimpi kita, padahal mimpi bisa jadi lanjutan perjalanan otak dalam berpikir untuk membantu kita menyelesaikan masalah-masalah yang belum terselesaikan atau juga mungkin sebuah ide untuk membantu pekerjaan. Itu yang saya dengar dari Pak Retmono Adhi, pembimbing Psikodrama Analisa Mimpi ini. Saya diajarkan bahwa bukanlah soal kita bisa mengartikan mimpi orang lain atau memberikan analisa bagi mimpi orang lain, akan tetapi kita sendirilah yang bisa menganalisa mimpi kita sendiri.

Dalam Psikodrama selalu ditampilkan informasi mengenai teori-teori pendukung, ilmu pengetahuan dengan cara praktek agar peserta mampu memahami apa yang disampaikan dengan baik, khususnya dengan visual dan memerankannya. Apalagi saya, saya orang yang agak sulit mengingat sesuatu kalau sudah beberapa minggu lewat, apalagi hanya mendengar. Pak Retmono memberi gambaran tentang teori mimpi dari Jung, asal Swiss. Ada yang namanya Shadow, Mask, Anima, dan Animus. Yakin saya kalau Cuma diterangi gitu aja saya gak akan ingat. Apalagi ada posisi-posisinya seperti didepan, dibelakang, disamping kanan, dan kiri.  Sampai sekarang saya masih ingat letak-letaknya, karena cara penyampaian dengan cara keterlibatan peran dari masing-masing peserta dapat memberi gambaran jelas atas apa yang disampaikan.

Singkat cerita, dari Psikodrama ini saya jadi mengenal pribadi saya lagi, mencoba menganalisa mimpi-mimpi sebelumnya atau yang akan datang. Begitupun dengan teman-teman yang sharing mimpi-mimpinya. Ada yang bermimpi tentang waktu, air, orang-orang, anak-anak, pesawat, terbang dan lain sebagainya. Kami diberi pengetahuan dengan mengajukan pertanyaan kepada objek-objek yang tertangkap dalam mimpi kami.

Akhir acara ditutup dengan karoeke, foto, saling ngobrol dan makan. Suasana saling sharing ini sungguh menyenangkan. Begitulah Psikodrama bersama Pak Retmono Adhi, yang akrab disapa Pak Didik. Semoga banyak teman-teman ingin hadir dan mari bisa saling mengenal satu sama lain.

 

by Suju

2 responses

  1. Well said review kelas psikodrama analisa mimpi nya..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: