AKU SERING LUPA AKAN KASIH IBU #Goresanku 65


Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya.

Ana sangat marah dan pergi meninggalkan rumah tanpa membawa apapun.

Saat menyusuri sebuah jalan, Ia melewati sebuah Kedai Bakmi. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi tidak mempunyai uang.

Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depannya, lalu berkata
“Non, ingin memesan bakmi?”

” Ya, tetapi, aku tidak membawa uang,” jawab Ana dengan malu-malu

“Tidak apa-apa, aku traktir” jawab Si Pemilik Kedai.
“Silahkan duduk”

Semangkuk bakmi pun datang…..
Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang.

“Ada apa, Non?” tanya Si Pemilik Kedai.

“Tidak apa-apa! Aku hanya terharu saja ada orang yang baru kenal menawarkan semangkuk bakmi,” jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.

“Ibuku sendiri, malah bertengkar denganku dan akupun pergi dari rumah.

Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan Ibu Kandungku sendiri” katanya kepada pemilik kedai

Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata,

“Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, Aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya!”

Ana, terhenyak mendengar hal tersebut.

“Mengapa aku tidak berpikir tentang hal tersebut? Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.

Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya.
Setelah mengucapkan terima kasih, dengan air mata meleleh ia pamit kepada Pemilik Kedai.
Saat berjalan ke rumah, Ia memikirkan kata-kata yang harus diucapkan kepada ibunya.
Begitu sampai di ambang pintu rumah, Ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas.
“Ibu, maafkan Ana,….” Pinta Ana sambil terisak dalam pelukan Ibunya.

***
Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain disekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita.

Tetapi kepada orang yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita.

Ditulis kembali oleh :
Catharina Tyas Kusumastuty

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: