Pekerjaan Baru #4 Life, Career and Employee Faith


Monday, December 07, 2015

Masih ingat cerita posisiku sekarang? Kalau belum baca, teman-teman bisa baca di (Maju atau Berhenti)…

Disana saya bercerita saya seperti sedang mengendarai mobil di jalan. Posisi aman terancam, banyak mobil ingin cepat-cepat menuju tujuan.  Saya hanya harus memutuskan kemana langkah selanjutnya. Apakah keluar dari jalur untuk mencari jalan lain, atau tetap disana, berjalan lambat atau melaju dengan kecepatan yang hampir sama dengan mobil-mobil lain.

Nyatanya saya memutuskan untuk melaju cepat bersama mobil-mobil lain. Beberapa hari lalu, saya, atasan, dan marketing direktur yang saya ceritakan itu meeting bersama untuk membahas project masa depan. Setelah itu beliau menyampaikan pekerjaan baru yang akan saya hadapi di masa depan, di tahun depan. Saya tidak bisa menceritakan bagaimana perasaan saya saat itu. Perasaan saya tegang, senang, sedih atau kaget, sangat tidak jelas. Di depan atasan saya, MD memberi tanggapan positif akan hasil kerja saya. Beliau memberi saya banyak pujian dan harapan untuk masa depan. Setelah itu ada beberapa tekanan lainnya yang saya rasakan. Ini hanya perasaan saya saja. Atasan saya memberi persetujuan sekaligus tekanan lain, seolah-olah saya ini adalah orang berambisi yang ingin mewujudkan mimpi dan ingin selalu berada di atas. Saya merasa terancam. Ada kalimat darinya yang membuat saya merasa apakah perasaan mengancam itu berupa iri atau cemburu? Saya tidak ingin menilai.

Harapan masa depan itu adalah sebuah pekerjaan baru. Saya dipindahkan dari divisi x menuju divisi lain yang lebih banyak tantangannya. Ini adalah dunia baru saya. Saya harus banyak belajar. Benar-benar banyak belajar, kalau gak saya akan dicap bodoh, tidak bisa mengikuti arus, tidak bisa berkontribusi atau bahkan melemahkan saya sendiri (karena menurut mereka, ini adalah yang saya inginkan, dan mereka berusaha mewujudkan apa yang saya mau).

Pernahkah kamu naik permainan wahana Tornado di Dufan? Permainan itu terangkat keatas udara, lalu akan diturunkan dengan cepat, naik lagi, diturunkan di tengah-tengah, pasrah untuk diterbangkan lagi ke udara atau malah dijatuhkan lagi. Perasaan saya seperti itu. Saya ingin main wahana Tornado itu karena penasaran. Penasaran bagaimana rasanya duduk disana, melayang dan dipermainkan hingga ke udara. Bagaimana perut dan jantung terasa saat sengaja dijatuhkan.

Ketika pertama antri dan mulai giliran untuk naik, jantung rasanya sudah mulai deg – deg an takut. Duduk manis, dan petugas memastikan seat belt telah terpasang dengan aman. Semua orang menunggu saat kursi panjang itu dilempar keatas. Perasaanku saat ini adalah seperti itu. Menunggu bagaimana rasanya ketika nanti aku dilempar, ditahan di tengah-tengah, atau bahkan terbanting kencang dan cepat kebawah.  Pasrah..mungkin inilah yang harus kulakukan sekarang. Pasrah dan menikmati apa yang akan terjadi.

 

SJU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: