Monthly Archives: December, 2015

Kelas Psikodrama IV : Analisa Mimpi


Mengapa penting menganalisa mimpi ?

Psikodrama kali ini sangat berkesan. Biasanya Psikodrama diadakan di sebuah hotel, tapi kali ini di satu ruangan besar VIP karoeke. Jadi sembari mendapat informasi mengenai analisa mimpi dengan berbagai macam metode yang diberikan, di sela-sela waktu istirahat, kami bisa bernyanyi karoekan. Seru!

Bukan hanya itu saja, saya juga senang karena kali ini ada seorang teman ingin bergabung dan melihat apa itu Psikodrama, khususnya dengan tema “Analisa Mimpi” ini. Senang sekaligus kagum melihat teman saya ini yang walaupun pintar dan berwawasan luas,  tapi adalah seseorang yang mempunyai hati mau selalu belajar, rendah hati, membumi dan selalu berpikiran positif untuk ikut acara di daerah Tebet, meskipun jarak rumahnya jauh. Sungguh luar biasa kepribadian teman saya ini! Continue reading →

AKU SERING LUPA AKAN KASIH IBU #Goresanku 65


Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya.

Ana sangat marah dan pergi meninggalkan rumah tanpa membawa apapun.

Saat menyusuri sebuah jalan, Ia melewati sebuah Kedai Bakmi. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi tidak mempunyai uang.

Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depannya, lalu berkata
“Non, ingin memesan bakmi?” Continue reading →

Ironi Permainan Pikiran #12 Kembali Ke Jakarta


Nah sekarang saya kembali ke Jakarta, tetap tidak jelas dengan apa yang harus dilakukan dalam hidup, tetap tidak tahu minggu depan akan berada dimana. Sampai saat ini, benang kusut yang ada di kepala masih banyak, masih berputar tentang kekosongan, kesendirian, pasangan hidup, cinta…..Kemarin Rumput bercerita tentang cintanya, tentang dia yang telah menemukan pasangan hidupnya. Saya tidak tahu apa yang ada dalam kepala ini, mungkin iri, mungkin perasaan ditinggalkan…Saya tetap bertanya2 apa artinya cinta, apa artinya menjadi dewasa….siapa saya, apa tujuan saya hidup?

Selesai

Subuh 10 Juni 2015

Pengelana (siapapun itu)

Pekerjaan Baru #4 Life, Career and Employee Faith


Monday, December 07, 2015

Masih ingat cerita posisiku sekarang? Kalau belum baca, teman-teman bisa baca di (Maju atau Berhenti)…

Disana saya bercerita saya seperti sedang mengendarai mobil di jalan. Posisi aman terancam, banyak mobil ingin cepat-cepat menuju tujuan.  Saya hanya harus memutuskan kemana langkah selanjutnya. Apakah keluar dari jalur untuk mencari jalan lain, atau tetap disana, berjalan lambat atau melaju dengan kecepatan yang hampir sama dengan mobil-mobil lain. Continue reading →

Ironi Permainan Pikiran #11 Kabur ke Halmahera


3 minggu di Halmahera, saya berharap bisa menjadi manusia yang tulus, manusia yang asik, supel…ternyata enggak tuh! Saya cuma dapat 1 jawaban, saya tidak bisa kabur dari diri saya sendiri, dari otak saya yang ngejelimet mencari jawaban! Eh tapi jangan salah sangka, bukan berarti hidup di Halmahera enggak seru lho! Ada saat2 nya saya merasa damai sekali di Halmahera, ketika saya berenang sendirian di laut yang indahnya amit2, sejauh mata memandang yang terlihat hanya gunung, air laut yang biru, terumbu karang, ikan warna warni….tidak ada manusia lain 1 pun. Awalnya terasa seram, gimana kalau kebawa ombak, gak bakal ada 1 orang pun yang tahu….secara emang gak ada orang kan? Tapi tahu apa yang ada di otak saya saat itu? Tuhan itu maha besar, maha baik…ciptaanNya terlalu agung, terlalu luas…yang saya rasakan hanya damai dan tenang! Continue reading →

Seni Mengarang 5


Bagus Nih,…..:D

dua blok

Pemateri Workshop Cerpen Kompas kali ini adalah Linda Christanty dan Seno Gumira Ajidarma. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dirangkum oleh saya berdasarkan materi yang dibawakan oleh Linda Christanty (materi yang dibawakan oleh Seno Gumira Ajidarma akan ditulis terpisah).

Linda mengawali cerpen Kompasnya 26 tahun yang lalu, sebelumnya ia terobsesi untuk menulis cerpen pada majalah Anita Cemerlang dan ditolak.

Ia menanyakan kepada para peserta mengenai inspirasi dalam menulis cerita dan banyak jawaban untuk itu. Ada yang berangkat dari obrolan teman, kegelisahan pribadi, budaya tempat tinggalnya, maupun makanan yang disukainya.

Teknik Menulis

Menurutnya, penulis fiksi harus mampu meyakini pembaca atas kebohongan yang ditulisnya, sehingga pembaca meyakini cerita yang dibaca itu sebagai kisah nyata.

Contoh tulisan yang baik adalah cerita-cerita Alkitab (jika memang dituliskan oleh manusia). Di Alkitab ada kisah mengenai Nabi Musa yang memiliki tanduk cahaya, Nabi Yusuf yang tinggal di perut ikan dan pembaca meyakininya.

Tulislah cerita yang membuat…

View original post 1,005 more words

Apakah saatnya Maju atau Berhenti Mengubah Jalur? #3 Life, Career and Employee Faith


Thursday, 26 November 2015

Pagi hari dimulai dengan senyuman manis dan baju rapi. Tidak ada yang salah. Tidak tersandung, dan wajah full of make up. Ok hari ini saya sangat percaya diri. Hari ini ada meeting besar satu divisi, membicarakan apa yang menjadi objective 2016 dan apa hasil yang sudah dilakukan di 2015. Segalanya berjalan baik, sampai ketika saya merasa kejanggalan dan saya mulai tidak mengerti apa yang orang-orang sedang bicarakan di depan. Apa yang mereka presentasikan saya tidak tahu. Tiba-tiba saya seperti tertarik ke dunia saya sendiri. Terpencil, sendiri dan tidak bisa berinteraksi. Saya mendengar si ini berbicara; si itu menanggapi, ada yang bertanya dan saya tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. Saya tidak mengerti situasi yang membawa saya jadi seperti orang yang autis. Apa yang membuat saya begini? Continue reading →

%d bloggers like this: